Strongest Hunter

Strongest Hunter
Episode 16



Tiga hari berlalu


Kevin memulai kembali latihannya dengan memasuki berbagai dongeon sistem tanpa henti hingga memaksa melampaui batas.


'Kalau gak gini gak akan berkembang!' ucap Kevin dalam hati menyerang kembali ratusan monster kelas Dewa Iblis.


'Hadeuhhh....sudah biarkan saja dia mencapai ke titik 100% tapi ingat kau harus selalu mengingatkan dia untuk tidak memakai aura aslinya. Dia di larang kerang menggunakan nya karena akan berakibat fatal pada orang sekitar. Jika sudah terjadi Kiamat Ragnarok baru boleh bebas menggunakannya di manapun karena bumi saat itu sedang berada di titik tertinggi dan bisa menekan aura yang begitu kuat dari apapun itu.' Ucap seorang pria di pikiran sistem.


[*Baik Pak bos!*]


[Saatnya memperkuat kekuatan tuan!]


Sistem melepaskan segel yang selama ini mengekang 50% kekuatan Kevin yang membuat semua monster yang di lawan Kevin hangus menjadi abu dalam sekejap mata.


'Apaan itu woy!!!' teriak Dexter kaget.


'Di luar nalar bos!!!" teriak Kong syok berat.


"Apa ini Bob?" tanya Kevin juga ikut kaget dengan kejadian barusan dan belum menyadari tato di kedua tangannya bersinar terang.


[Itu kekuatanmu tuan, aku sengaja menyegel 50% nya karena akan berdampak fatal pada orang sekitar. Dan karena pak bos sudah mengijinkannya aku melepaskan segelnya dan jadilah kejadian seperti tadi]


"Luar biasa!!" ucap Kevin kagum melihat semua lukanya sembuh seketika dan tato nya yang bersinar indah.


[Sistem akan menghukum tuan dengan sangat berat jika berani menggunakan aura barusan si dunia luar. Tuan baru boleh menggunakan kekuatan 100% ini jika sudah terjadi Ragnarok dan sedang melawan lawan yang sangat kuat]


"Aku paham lah! makanya kau segel saja 80% nya biar aku melatih 20% menjadi seperti 100% kekuatanku." ucap Kevin.


[Baik tuan]


"Oke mari kita kembali berlatih!" ucap Kevin.


Kevin berlarian kesana kemari mencari monster yang akan menjadi tempatnya berlatih. Setelah puas berlatih Kevin pun menjual semua mayat dan inti crystal monster tadi ke sistem karena lebih menguntungkan.


Setelah selesai Kevin keluar dongeon dan pergi membersihkan diri. Setelah selesai Kevin turun ke bawah untuk makan karena perutnya yang keroncongan.


Saat sedang enak enak makan tiba tiba bel rumahnya berbunyi dan Tasya berteriak memanggil.


"Ayang! ada Dion!" panggil Tasya.


"Bentar." ucap Kevin menyelesaikan makannya lalu pergi menemui Dion.


"Kenapa?" tanya Kevin setelah minum air putih.


"Ada job, besok kita di panggil buat ngatasin Red Dongeon muncul di depan halaman Asosiasi Hunter." jawab Dion.


"Gak cuman kita dong yang di panggil? ya kan?" tanya Kevin dengan nada pd.


"Cuman kita berenam." jawab Dion.


"Gak mungkin...hahaha kau ini suka bercanda ya belakangan ini." ucap Kevin tidak percaya.


"Nih baca sendiri dah!" ucap Dion memberikan ponselnya.


Kevin membaca percakapan Dion dengan Virzha yang menawari pekerjaan besok pagi.


"Si bangs*t di Terima lagi anj*ng!" umpat Kevin.


"Ya gimana ya bayarannya lumayan." ucap Dion.


"Lumayan matamu! cuman 60 juta bagi enam as*! kau mau demi bayaran segitu rela mati bngs*t!" ucap Kevin memukuli kepala Dion yang botak plontos.


"Aku salah liat sorry sorry!" teriak Dion minta ampun.


"Dahlah anj*ng! kau bilang sama tua bangka pelit itu kalau kita gak bakal berangkat kalau gak ada tim lain sebagai backup." ucap Kevin pasrah.


Dion dengan sigap langsung menelpon Virzha dan menyampaikan pesan Kevin yang barusan.


"Pak Kevin menolak, katanya kalau gak ada tim atau guild lain gak bakal mau berangkat. Sama katanya bayaran kurang." ucap Dion.


"Hadeuhhh....bocah bajing*n itu! ya udah besok aku tambahin bayarannya sama nanti aku carikan tim atau guild lain yang mau ikut." ucap Virzha.


"Oke Pak." ucap Dion menutup telepon.


"Aman Vin." ucap Dion mengacungkan jempol.


"Aman aman matamu! sekarang kau pulang kabarin yang lain buat beli potion mana sebanyak mungkin." ucap Kevin terlanjur kesal.


Dion lari kalang kabut keluar dari rumah Kevin sambil ketawa ketiwi gak jelas.


"Anj*ng Dion!" umpat Kevin kesal.


'Kenapa bos? takut?' tanya Kong bingung.


'Kau tau kan kalau kita berenam belum genap seminggu istirahat? kalau besok di paksain bisa bahaya sama danau energi mereka yang belum stabil.' jawab Kevin.


'Iya juga sih.' ucap Kong paham.


[Besok tuan suruh mereka melawan keroco keroco nya saja, tuan yang akan lawan monster kelas SSS ke atas yang bakal spawn. Itung itung meningkatkan kekuatan tuan]


'Boleh juga saran mu bob.' ucap Kevin mangguk mangguk.


Kevin membeli beberapa item seperti potion dan pil untuk persiapan besok. Saat sedang fokus memilih item, tiba-tiba Tasya berlari dan memeluk Kevin dengan wajah memelas.


"Ayang besok aku ikut yah, aku bosan di rumah sendirian. Janji sekali ini aja habis itu gak ikut lagi." ucap Tasya memasang wajah meas.


"Gak." jawab Kevin menolak permintaan Tasya.


"Malam ini dia kali deh." ucap Tasya memberikan penawaran.


"Gak, aku gak mudah di sogok pake tawaran kek gitu." ucap Kevin menolak mentah mentah.


"Deal!" jawab Kevin menjabat tangan Tasya lalu pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan diri.


"Katanya gak tergoda! dasar!" ucap Tasya kesal.


'Bos sangat mudah tergoda! ck..ck..ck...sangat di sayangkan!' ucap Kong kecewa.


'Ini demi kesehatan rohani! kau mana tau!' ucap Kevin menjelaskan sambil pemanasan.


'Huhh..sombong sekali dia!' ucap Kong kesal.


Pukul 22.00 Tasya masuk kedalam kamar dengan pakaian khusus malam jumat, Kevin langsung bersemangat dan terjadilah olahraga malam yang amat brisik dan rusuh.


'Sayang sekali kita tidak bisa melihat senam yoga mereka, mendengar suara saja tidak bisa! haihhh...nasib nasib!" ucap Kong.


'Otak mesum!' ucap Kuro memukul kepala Kong.


Keesokan harinya


Kevin bersama Tasya berangkat ke Asosiasi Hunter karena sudah si telpon puluhan kali oleh Dion untuk segera berangkat.


Sesampainya di Asosiasi Hunter, Kevin langsung menemui Dion dan yang lainnya dengan Tasya yang setia memeluk lengan Kevin.


"Lama amat dah! lihat noh dan keluar satu kelas SSS+ untung kita sigap bunuh dia." ucap Deni menunjuk mayat monster kelas SSS+ di depan portal Red Dongeon.


"Tadi masih sepi?" tanya Kevin melihat sekeliling yang di penuhi hunter kelas SS ke bawah.


"Iya tadi masih sepi banget." jawab Deni.


"Loh, kau ajak istrimu Vin? kejam kali kau." ucap Rizal.


"Dia yang maksa mau gimana lagi." jawab Kevin.


"Nanti mau gimana? kayak biasanya atau gimana? kebetulan nanti kita ada tambahan satu orang job mage." tanya Dion.


"Nanti kalian di barisan belakang aja, jangan maksa ikut kedepan bahaya buat tubuh kalian yang belung stabil. Nanti biar aku sama dia yang maju ke depan, kalian ajarin kekompakan ke anak baru nanti." jawab Kevin menjelaskan.


"Oke!" ucap Deni sambil mengelap tombak kesayangannya dengan cairan yang membuat sebuah logam atau emas mengkilap.


Kevin duduk di dekat Deni dan mengeluarkan sepasang pedang darah miliknya lalu melukai kedua jarinya dan meneteskan darahnya ke kedua pedang sesuai tangannya masing masing.


Sepasang pedang itu langsung mengeluarkan aura berbentuk siluet kepala iblis yang sangat mengerikan.


"Ngerinya pedangmu itu Vin! kau buat dari apa itu bilahnya?" tanya Deni ngeri melihat pedang Kevin yang terus mengeluarkan aura mendominasi.


"Dari besi neraka, awalnya dari logam biasa terus aku upgrade pake logam adamantium yang di proses langsung di neraka paling bawah tempatnya para iblis murni tinggal." jawab Kevin membalut dua jarinya dan seketika sepasang pedangnya berhenti mengeluarkan aura.


"Pantes ngeri." ucap Deni merinding.


"Oii..kenalin namanya Brian, yan kenalin diri ke mereka yang nantinya kita bakal jadi partner." ucap Dion yang tadi pergi entah kemana.


"Salam kenal semua, namaku Brian Wilson, job ku mage mohon bantuannya ya." ucap pria bernama Brian itu dengan mimik wajah sedikit ketakutan.


Kevin dan teman temannya tidak menanggapi perkenalan Brian namun hanya mengangguk dan fokus melihat Red Dongeon yang mulai bereaksi.


"Jalanin sesuai rencana ya." ucap Kevin berdiri diikuti yang lainnya.


"Siap laksanakan!" ucap Rizal.


Kevin menggandeng tangan Tasya yang sedari tadi hanya diam tidak berbicara sedikitpun.


'Bagaimana ini kalau kekuatanku ketahuan? bagaimana ya?' ucap Tasya dalam hati panik.


'Tuan tunjukkan saja kekuatan aslimu supaya tidak di pandang rendah oleh lelaki sialan itu.' ucap seekor Phoenix api yang menjadi Beast Spirit Tasya terlihat sangat membenci adanya Kevin di hidup tuannya.


'Hewan rendahan beraninya menghina tuanku!' teriak Dexter marah karena dia bisa mendengar suara dari Beast Spirit lainnya sebagai raja dari segala Beast.


Aura keagungan Dexter tidak sengaja mengalir keluar dan menekan semua orang di dekat Kevin termasuk Tasya yang memuntahkan seteguk darah.


[Jangan tuan tegur! biarkan dia memberi pelajaran pada hewan rendahan yang menghinamu!]


Kevin tidak bergeming dan membiarkan orang orang di sekitar nya terintimidasi dan muntah darah. Namun Kevin malah salfok pada Brian yang tidak bergeming sedikitpun.


[Anak itu anak yang spesial tuan, tubuhnya di berkati oleh Sang Pencipta dengan keistimewaan tidak terintimidasi dengan semua aura apapun itu termasuk aura Kaisar Semesta Dewa Kuno atau ayah tuan]


'Menarik...Dexter sudah! kita harus fokus ke musuh di depan.' ucap Kevin.


'Baik tuan besar!' ucap Dexter menarik aura nya.


Akhirnya aura intimidasi yang sangat kuat menghilang, Tasya bisa bernafas lega namun berbeda dengan Beast spirit miliknya yang menampilkan wajah ketakutan.


"Kalian tidak apa apa?" tanya Kevin melihat ke arah teman temannya yang masih terbatuk batuk.


"Aman kok aman." jawab Semuanya mengacungkan jempol.


"Kamu gak papa yang?" tanya Kevin khawatir.


"Gak papa, cuman sedikit sesak aja sekarang." jawab Tasya mencoba untuk tegar di hadapan Kevin.


[*Ayo keluarkan kekuatan aslimu, aku tak akan sudi jika tuanku memiliki istri yang lemah!*]


'Spertinya aku harus benar benar mengeluarkan kekuatanku.' ucap Tasya dalam hati.


Tiba tiba Red Dongeon meledak dengan sangat keras hingga menimbulkan getaran di berbagai wilayah. Portal Red Dongeon meledak dan memuntahkan ribuan monster kelas SSS, ratusan monster kelas Setan dan 50 monster kelas Raja Iblis.


Ada satu yang menarik perhatian Kevin, yaitu seorang pria dengan tanduk seperti iblis berdiri di atas kepala seekor banteng raksasa yang tingginya setara dengan perfect Susanoo milik Kevin.


[Diablo! tidak salah lagi itu Diablo! bunuh dia tuan!]


Bersambung.......