
Kevin dan Kuro muncul di tengah tengah kota yang sangat megah dan mewah dengan Kevin memakai topeng serta jubahnya.
"Groahhhhhhh......" Kuro mengaum sangat keras serta mengeluarkan aura raja rubahnya yang sangat amat mengerikan dan kuat membuat kota itu berguncang hebat.
"Raja Rubah!" teriak salah satu warga ketakutan.
Seketika para warga berlari berhamburan ke sembarang tempat demi melindungi dirinya sendiri. Kevin menyuruh Kuro berjalan ke arah kediaman Keluarga Albert yang ternyata adalah salah satu petinggi kerajaan di alam dewa yang terkenal sangat kuat dan mendominasi semua wilayah.
"Siapa kau! beraninya menyerang kerajaan yang suci ini!" teriak seorang pria dengan pakaian raja dan mahkota di atas kepalanya.
"Kau siapa berani membentak Tuanku yang paling Agung!!!" teriak Kuro marah menekan pria itu dengan aura nya hingga hidung, telinga dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Tikus rendahan sepertimu tidak cocok melawan ku!" ucap Kevin mengibaskan tangannya hingga membuat tubuh pria itu hancur seketika.
"Beraninya kau membunuh yang mulia raja!!!!" teriak seorang pemuda tampan yang ternyata adalah Albert.
"Ternyata buruan kita datang dengan sendirinya!" ucap Kevin tertawa keras melihat Albert menggandeng tangan Tania dengan mesra di saat seperti ini.
"Perlukah kita menghancurkan kerajaan ini bos?!" teriak Kuro sangat marah.
"Tidak perlu, tujuan kita hanya menghancurkan keluarga ini!" ucap Kevin dengan kecepatan tinggi menendang sepasang kekasih itu dengan sangat keras.
"Kau hancurkan semuanya! biarkan aku melawan dua curut ini!" teriak Kevin dengan keras.
"Groahhhhh....." Kuro mengaum keras lalu mengobrak-abrik kediaman keluarga besar Albert dan membunuh semua orang yang berusaha menghalangi tanpa pandang bulu.
[Jangan menahan diri, Linda tidak punya keluarga lagi, kau bebas membunuh siapapun di sini!]
"Tidak akan ada yang menghalangi ku selain Tuan Besar!!!!" teriak Kuro sambil mengaum keras.
Di sisi lain Kevin asik menyiksa sepasang kekasih itu tanpa ampun walaupun beberapa bagian tubuh mereka sudah hilang.
"Bagaimana? enak kan di siksa?" tanya Kevin pada Albert yang kesakitan memegangi tangannya yang sudah buntung.
"A-ampuni aku!" ucap Albert lirih.
"Setelah kau merebutnya dan berusaha memperkosa calon ku! bajing*n!!" teriak Kevin menendang keras kepala Albert hingga pecah.
Kevin menengok ke arah Tania yang sudah tak berdaya.
"Kalau kau tidak selingkuh mungkin nasib mu akan jauh lebih baik!" ucap Kevin membakar tubuh Tania dengan api hitam.
Saat kembali menemui Kuro, Kevin puas melihat hasil kerja Kuro yang dengan sadis menggusur semua bangunan di area keluarga besar Albert serta menumpuk semua kepala korban amukan nya di tengah-tengah puing-puing bangunan.
"Kerja bagus!" ucap Kevin memuji Kuro.
"Ada yang datang bos!" ucap Kuro waspada.
Sepersekian detik kemudian 12 orang dengan aura keagungan datang menghadap Kevin mengeluarkan aura mereka mencoba menekan Kevin yang sudah membuat kegaduhan. Mereka adalah Dewa Olympus yang melindungi alam Dewa dari para pengganggu.
"Beraninya kau membuat kegaduhan di alam Dewa yang Suci ini!!!!" teriak Odin pria tua berotot pemimpin Dewa Olympus yang di anggap Dewa terkuat di seluruh antero jagat.
"Kenapa? tidak terima?" tanya Kevin mengeluarkan dua pedang yin yang miliknya yang auranya saja langsung menekan hebat semua Dewa Olympus.
"Bajing*n!!!" teriak Odin tidak terima lalu berubah wujud masuk ke mode Combat nya, tubuhnya mengeluarkan aura keagungan dan di kelilingi listrik emas.
Woshhh....
Crashhh.....
Tiba tiba seseorang menyerang Kevin dari belakang dan dengan reflek di atas Dewa, Kevin menebasnya hingga terbelah menjadi dua.
Kevin mengeluarkan aura MahaDewa Agung yang langsung membuat pada Dewa Olympus mengalami luka dalam yang sangat amat parah.
"Kalau tidak ada ayahku, mati kalian semua! para dewa kotor yang mengandalkan tahta untuk berbuat seenaknya akan aku bunuh suatu saat nanti!" ucap Kevin membuat para Dewa Olympus keringat dingin dan bergetar ketakutan.
"Hey! kembali kau bocah sialan!" teriak Andreas di tengah-tengah keterkejutan nya melihat Keluarga terkuat hancur begitu saja.
"Kita kembali!" ucap Kevin menyuruh Kuro.
Seketika kedua partner itu menghilang begitu saja, Andreas yang melihatnya juga kembali ke kerajaan diikuti para tetua yang sangat syok melihat kejadian tadi.
"Tuan muda sangat kuat! aku tidak menyangka!" ucap Thomas yang kini jadi tangan kanan Andreas.
"Di luar ekspetasi ku juga!" ucap Andreas juga kaget.
"Apakah itu sudah full menggunakan kekuatannya?" tanya Thomas.
"Belum, masih 10%." jawab Andreas membuat Thomas tersedak ludahnya sendiri.
"Mengerikan sekali! mungkin alam ini akan hancur jika tuan muda pakai 100% kekuatannya!" gumam Thomas.
Di tempat Kevin
Saat ini Kevin sedang membersihkan tubuhnya dari darah mantan istrinya dan Albert. Setelah selesai mandi, Kevin mengecek keadaan Linda yang sedang tertidur pulas.
"Cantiknya natural." gumam Kevin kagum dengan wajah cantik dan imut Linda saat tidur.
Kevin tersenyum bahagia melihat luka Linda yang sudah menutup sempurna, kini tubuh Linda sudah sembuh total tapi mentalnya masih belum sepenuhnya sembuh.
"Kamu ngapain?" tanya Linda yang sedaritadi sudah bangun dan melihat aktivitas Kevin.
"Ngecek lukamu, sekarang kamu boleh mandi soalnya semua lukamu sudah sembuh sempurna." jawab Kevin santai.
"Tapi aku tidak punya baju ganti." ucap Linda lirih.
"Aku pinjamkan baju ibuku atau temanku dulu, besok kita beli." ucap Kevin.
"Beneran?" tanya Linda menatap mata Kevin dalam dalam.
"Iya." jawab Kevin mengusap pucuk kepala Linda dengan lembut.
"Terimakasih! kamu satu satunya orang yang peduli denganku!" ucap Linda memeluk erat tubuh Kevin.
"Sudah sudah, mandi dulu kamu bau!" ucap Kevin bercanda.
"Hemm..memang iya?" tanya Linda mencium keteknya dengan wajah polos.
"Sudah sana mandi!" ucap Kevin.
Linda dengan cepat bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Kevin pergi turun ke bawah untuk memanggil Laras.
"Tante, boleh kekamar sebentar?" tanya Kevin berbisik.
"Mau ngapain?" tanya Laras curiga.
"Ada keperluan sebentar, aku gak bakalan ngapa ngapain sumpah!" jawab Kevin bersumpah.
"Janji ya!" ucap Laras waspada.
"Iya suer." ucap Kevin.
Mereka berdua naik ke kamar Kevin. Kevin menyuruh Laras untuk duduk di kasur sebentar.
"Linda, kalau butuh baju bilang sama tante Laras ya!" teriak Kevin dari depan pintu kamar mandi.
"Iyaa..." jawab Linda dari dalam kamar mandi membuat Laras kaget.
"Tolong ya tante." ucap Kevin tersenyum konyol.
"Iya, sudah sana keluar!" ucap Laras.
Kevin keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk buat kopi. Kevin duduk di ruang tengah menonton TV sambil merokok dan ngopi.
"Vin, Rina kemana?" tanya Deni sedari tadi mondar-mandir mencari sesuatu.
"Ohh oke." ucap Deni berlalu pergi.
Tak lama kemudian, Rizal dan Agus datang ikut duduk di ruang tengah sambil membawa kopinya.
"Lahan belakang mau kau buat apa Vin?" tanya Rizal.
"Buat Sekte." jawab Kevin santai.
"Bagus juga ide mu." ucap Agus.
"Iya lah!" ucap Kevin bangga.
"Kotanya dah bagus cuma kurang pengunjung aja." ucap Agus.
"Makanya itu besok rencana mau buka jalur." ucap Kevin.
"Ikut lah aku besok." ucap Agus daripada gabut.
"Kalau mau ikut bilang Alan aja, nanti biar di data sama Chris." ucap Kevin.
"Lah kau mau kemana?" tanya Agus.
"Survei lahan belakang, cari lokasi yang cocok buat di bangun bangunan megah." jawab Kevin santai.
"Ohhh...." ucap Agus menganggukkan kepala.
Saat sedang asik menonton kartun sampai sore, Laras bersama Linda turun dari kamar Kevin berjalan menuju dapur.
"Siapa tu?" tanya Rizal.
"Nanti kenalan sendiri aja." jawab Kevin.
"Cantikan mbak Cristina." ucap Agus senyum senyum sendiri.
"Anj*ng pecinta furry!" ucap Kevin.
"Loh! tete nya gede bro! semok lagi!" ucap Agus mengacungkan jempol.
"Gak paham lagi aku sama dia cok!" ucap Rizal.
"Sulit kalau dah jatuh cinta!" ucap Kevin menggelengkan kepala.
"Bac*t!" ucap Agus.
"Nak, makan dulu!" ucap Aurora memanggil Kevin.
"Iya!" jawab Kevin mencolek kedua temannya yang masih asik berdebat tentang tete.
Mereka bertiga pergi ke ruang makan yang sudah ramai akan penghuni rumah.
"Vin, dia siapa?" tanya Virzha menaik turunkan alisnya.
"Sttt! aku malu ayah!" bisik Kevin.
"Hahaha...." Virzha hanya tertawa kecil melihat tingkah anaknya yang malu malu anjing.
"Ayo di makan, malah bengong!" ucap Laras.
"Iya ini mau makan." ucap Deni tertawa canggung.
Mereka makan dengan lahap, Kevin yang melihat Linda hanya makan sedikit langsung memaksanya untuk makan lebih banyak.
"Jangan malu malu, di sini semua keluarga." ucap Kevin menyendokkan secentong nasi ke piring Linda serta beberapa lauknya.
"Udah udah, nanti meletus perutku." ucap Linda menahan tangan Kevin.
"Ya udah di makan." ucap Kevin tersenyum.
"Kau tadi ngapain di atas nak?" tanya Virzha pada Kevin.
"Ada urusan kecil." jawab Kevin.
"Kecil matamu! besok jangan di ulangi lagi!" ucap Virzha kesal.
"Iya iya!" ucap Kevin cemberut.
"Besok ikut buka jalur yok!" ajak Agus.
"Aku sih gas ya!" ucap Riski semangat.
"Aku juga ikut!" ucap Dion bosan di rumah terus.
"Besok kumpul di aula balaikota!" ucap Agus.
Selesai makan, Kevin pergi ke kamarnya untuk rebahan mengistirahatkan otot-otot nya diikuti Linda di belakangnya.
"Anu...kamarku di mana?" tanya Linda canggung.
"Di sini saja, kamar lain sudah penuh." jawab Kevin.
"N-nanti kalau yang lain tau gimana?" tanya Linda salah tingkah.
"Tidak papa, mereka pasti paham." jawab Kevin.
"Kalau begitu aku tidur di sofa ini saja." ucap Linda tersenyum canggung.
"Di kasur saja, tidak papa. Aku gak akan macem-macem." ucap Kevin menepuk tempat di sampingnya.
Linda hanya menurut dan tidur di ujung pinggir ranjang yang membuat Kevin heran.
"Aku boleh tanya tidak?" tanya Kevin.
"Tanya saja tidak apa apa." jawab Linda.
"Kamu mau tidak jadi istriku?" tanya Kevin.
"Haa?!" Linda kaget se kaget kagetnya hingga hampir jatuh dari ranjangnya.
"Mau tidak? kalau tidak mau ya sudah." tanya Kevin.
"T-tapi kan k-kita baru kenal tadi! bagaimana bisa kamu yakin begitu!" ucap Linda tergagap.
"Ya aku yakin saja, tapi kalau kamu tidak mau ya sudah sih tidak apa apa." ucap Kevin santai.
"Anu...memangnya kamu belum punya istri?" tanya Linda.
"Belum, jadi mau tidak?" tanya Kevin balik.
"I-iya deh." jawab Linda lirih.
'Memang ketampanan ku tidak bisa di ragukan lagi!' batin Kevin bangga.
'Aku bangga padamu bos!' ucap Kong.
[Cepat buat anak tuan!]
Kevin pun tertidur dalam kegembiraan, sedangkan Linda masih sangat canggung harus tidur seranjang dengan Kevin atau calon suaminya itu.
'Bagaimana ini! kenapa jadi canggung begini!' batin Linda dengan jantung berdetak kencang.
'Tenang! kau harus tenang Linda! kau sudah dewasa! jangan ingat kejadian masa lalu!' batin Linda.
Setelah merasa tenang, Linda pun akhirnya bisa tidur juga.
Bersambung.....