
Keesokan harinya
Kevin saat ini sudah berada di gerbang Villa tempat teman temannya tinggal bersama orang tua Kevin. Kevin berencana menginap di sini satu minggu setelah menyuruh sistem membeli asisten pribadi untuk mengurus Kota. Kevin masuk ke dalam Villa dan di sambut Dion yang saat itu sedang bersantai di teras Villa.
"Ayah di dalam tidak?" tanya Kevin melihat Dion mematung di kursinya.
Tiba tiba Dion memeluk erat tubuh Kevin sambil menangis kecil.
"Aku tanya lo ni." ucap Kevin.
Dion hanya diam dan membawa Kevin ke ruang makan untuk menemui teman teman lain yang sedang sibuk membantu masak.
"Hei!" panggil Dion membuat teman teman lain menoleh dan kaget dengan kedatangan Kevin yang tiba tiba.
"Paman!!" teriak Bella memeluk kaki Kevin dengan erat.
Mereka temu kangen sebentar sebelum Kevin pergi menemui Virzha dan Aurora yang sedang berada di kamarnya.
"Ayah aku masuk ya!" ucap Kevin membuka pintu kamar.
Aurora kaget melihat Kevin yang tiba tiba datang tanpa memberinya kabar.
"Kapan kamu datang nak?" tanya Aurora memeluk Kevin.
"Baru saja." jawab Kevin.
"Kenapa tidak beri tau ibu?" tanya Aurora.
"Aku kira ayah sudah kasih tau ibu kemarin." jawab Kevin kaget.
"Surprise!" ucap Virzha tertawa senang lalu memeluk Aurora.
"Kamu sudah makan nak?" tanya Aurora.
"Sudah tadi, di mana adikku?" tanya Kevin balik.
"Itu lagi bobok." jawab Aurora menunjuk ranjang kecil berisi bayi perempuan mungil yang sedang tertidur pulas.
"Unyu unyu!" gumam Kevin ingin sekali mencubit pipi bayi itu yang sangat gempal.
"Siapa namanya bu?" tanya Kevin.
"Axel Bailly." jawab Aurora.
Kevin menatap wajah bayi itu dalam dalam yang membuat hatinya hancur kembali mengingat video kemarin.
"Aku ke kamar dulu ya bu, mau istirahat." ucap Kevin tersenyum kecil.
"Iya." ucap Aurora menganggukkan kepala.
Kevin keluar kamar dan pergi ke kamarnya yang sudah sangat lama tidak di tempati.
[Tuan, sistem ada pilihan]
"Apa?" tanya Kevin yanyang sudah ganti baju dan rebahan di ranjangnya.
[Tuan mau gelang jodoh selamanya atau sistem carikan jodoh untuk selamanya?]
"Arghh cewek teros! masalah Tania aja belom selesai! bang*at kau Bob!" ucap Kevin kesal.
[Pilih dulu tuan!]
"Gelang jodoh! nanti kalau kau yang pilih malah yang aneh aneh! sudah puas!" ucap Kevin masih kesal.
[Oke tuan!]
Kevin melamun di kamarnya sampai makan siang tiba, dia keluar kamar karena sudah di panggil ibunya untuk makan. Di meja makan mereka terus menanyai Kevin tentang kemana selama ini dia berpetualang.
"Aku buat kota." jawab Kevin singkat membuat semua orang berhenti makan.
"Apa? tidak percaya? ya sudah!" ucap Kevin cuek.
"Terus Tania gimana?" tanya Dion mengalihkan pembicaraan.
"Gak tau aku, dia belum telepon sejak berangkat waktu itu." jawab Kevin malas.
Ting...tong....
Bel villa berbunyi, Dion berlari mengecek siapa yang datang. Tak lama dia datang bersama sepasang kekasih yang sangat mesra dengan memakai pakaian khas kerajaan dan wajah yang menampilkan kesombongan.
"Lohh Tania, kamu sama siapa nak?" tanya Aurora senang melihat Tania datang.
"Rakyat jelata! jangan panggil istriku seenak jidatmu! sekarang kalian keluar dari Villa ini! jangan sesekali kalian menginjakkan kaki najis kalian ke kota ini!" teriak pemuda bernama Albert.
"Kau siapa? beraninya mengusir kami!" teriak Deni marah.
Kevin memberikan isyarat untuk diam dan menurut saja.
"Jangan menyesal di kemudian hari." bisik Kevin pada Tania sambil mengambil kembali cincinnya.
Kevin tersenyum sinis lalu pergi ke kamarnya diikuti oleh yang lainnya. Mereka membereskan barang barangnya lalu keluar Villa menghampiri Kevin yang sudah berdiri di depan portal hitam.
"Kita End!" ucap Kevin menatap Tania lalu mengajak teman temannya masuk ke dalam portal.
Mereka muncul di sebuah Kota Mewah yang indah dan berudara segar. Kevin berjalan mengajak teman temannya untuk pergi ke kediamannya.
"Tuan, katanya mau cuti satu minggu." ucap seorang pria setengah baya bernama Alan Asisten Kevin yang di beli dari sistem.
"Batal, kau urus kota dulu aku mau bicara sama keluargaku." ucap Kevin yang saat itu tidak memakai topengnya.
"Baik tuan!" ucap Alan menundukkan kepala.
Kevin masuk ke kediamannya diikuti teman temannya yang kagum dengan rumah Kevin yang sangat megah dan mewah.
"Pilih kamar kalian, aku mau ke ruangan ku dulu banyak kerjaan." ucap Kevin menaiki tangga menuju ruangannya.
"Walaupun gak terlalu besar, kota ini sangat mewah! teknologinya lebih maju di banding Ibukota! emang gila Kevin!" ucap Deni.
"Udah ah, pilih kamar kalian buruan." ucap Laras.
Di samping itu, Kevin masih sibuk dengan pekerjaannya mengurus kota. Kevin menyibukkan diri demi bisa melupakan Tania yang sudah menghancurkan hatinya.
'Bos.' panggil Kong.
"Apa." jawab Kevin.
'Kau tidak mau cari cewek lain? yang masih gadis.' tanya Kong menggoda Kevin.
"Gak." jawab Kevin singkat.
'Yakin? kau tidak rindu kenikmatan?' tanya Kong.
"Diam ko bekantan!" ucap Kevin kesal.
'Enak loh bos!' ucap Kong semakin membuat Kevin tidak fokus pada pekerjaan nya.
"Anj*ng! bikin pengen aja ni bekantan! as* emang!" ucap Kevin gusar.
[Kalau tuan mau, saya bisa carikan sekarang juga]
"Arghhh! sialan!" teriak Kevin meremas rambutnya.
[Tuan tidak tertarik?]
Sebuah foto hologram muncul di depan Kevin yang membuatnya melongo. Foto seorang gadis imut, manis dan cantik muncul di layar hologram mambuat hati Kevin dagdigdurser.
[Tete nya gede lo tuan, bodynya juga gak main main]
"Gasss!!!!" teriak Kevin semangat.
[Persiapkan hatimu bos!]
Sebuah portal hitam muncul di dalam ruangan Kevin, sepersekian detik kemudian seorang gadis yang ada di foto terlempar dari dalam portal dengan tubuh penuh luka berat.
"Loh loh loh!" ucap Kevin panik melihat darah segar mengucur dari perut gadis itu.
Dengan sigap, Kevin menggotong tubuh gadis itu ke dalam kamar untuk mengobati lukanya. Kevin menggunakan kekuatan dewa penyembuh miliknya untuk mengobati luka di tubuh gadis itu.
"Dalem bet anjir! di serang apa gadis ini?" gumam Kevin heran melihat luka gadis itu yang sangat dalam dan parah.
[Dia mau di perkosa tuan, tapi dia berusaha melawan hingga si pemerkosanya menyabetkan pedang pada tubuhnya]
"Dari mana dia berasal?" tanya Kevin marah.
[Alam dewa tuan, dan yang mau memperkosanya masih satu keluarga besar dengan perebut istrimu]
"Bajing*n!" umpat Kevin marah.
"Uhuk...uhuk....d-dimana aku?" gadis itu mulai sadar dari pingsannya dan menengok kanan kiri.
"Kamu istirahat saja, kamu aman di sini." ucap Kevin tersenyum lembut.
"K-kamu siapa? siapa yang ada di belakangmu?" tanya gadis itu ketakutan melihat Kevin.
'Dia bisa melihat Roh Deku?' tanya Kong kaget.
[Itu keistimewaannya yang membuat aku tertarik untuk menjodohkannya dengan tuan besar]
"Bukan siapa siapa, tenang saja dia bukan orang jahat." ucap Kevin sudah selesai mengobati luka gadis itu dan menutup beberapa luka yang belum sembuh sepenuhnya dengan perban.
"Kenapa kamu mau mengobati aku yang kotor ini?" tanya gadis itu yang masih lemah.
"Sebuah berlian tidak akan berkurang harganya walaupun sudah terkena kotoran." jawab Kevin beranjak pergi untuk mengambilkan makanan.
Tak lama kemudian, Kevin datang membawa nampan yang terdapat sepiring makanan dan segelas minuman.
"Bisa makan sendiri?" tanya Kevin.
Gadis itu hanya menggelengkan kepala sambil menatap wajah Kevin dalam dalam dengan mata indahnya.
"Siapa namamu?" tanya Kevin menyuapi gadis itu dengan telaten.
"Arabella Belinda, panggil saja Bella atau Linda." jawabnya dengan mulut penuh.
"Dari mana asalmu?" tanya Kevin.
"Dari rahim ibuku." jawab Linda tertawa kecil.
Kevin hanya tertawa kecil dan terus menyuapi Linda dengan lembut. Setelah selesai, Kevin pamit pada Linda untuk kembali bekerja di ruangannya.
"Kita solo alam Dewa gak seh?" tanya Kevin meregangkan tangannya sambil mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat.
'Gass bos!!' ucap Kuro semangat, berbeda dengan Kong yang malah memilih untuk main remi dengan Cooper.
'Aku cuti dulu bos! orang tua ini menantang ku main remi!' ucap Kong sedang serius main remi.
[Saya ikut tuan saja]
Kevin membuka portal menuju alam dewa tepat di istana kebesaran ayahnya. Kevin masuk ke dalam portal dengan tubuh sudah di lapisi susano tengkorak.
Andreas yang saat itu sedang bersantai di singgasana nya bersama para tetua kerajaan di buat kaget setengah mati melihat Kevin tiba tiba muncul dengan aura membunuh yang sangat pekat.
"Kau mau kemana bodoh!" teriak Andreas marah karena kaget.
"Ayah diam di sini! jangan ikut campur!" ucap Kevin mengeluarkan Kuro lalu menghilang begitu saja.
"Waduh! bahaya!" ucap Andreas dengan cepat mengajak para tetua beserta istrinya pergi mengikuti Kevin.
Bersambung.....