Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 65



Setelah semua petualang kembali, mereka pun melanjutkan perjalanan. Kevin masih berada di belakang namun kini bersama Brian dan Limey yang takut berdekatan dengan Kevin dan terus mendekap lengan Brian.


"Maaf ya tadi terlalu kejam hehe..." ucap Kevin canggung.


"Iya tidak apa apa tuan, wajar." ucap Brian tersenyum canggung.


Mereka pun akhirnya memutuskan membangun tenda karena hari sudah sore dan kebetulan menemukan tempat yang cocok untuk bangun tenda.


Kevin dan Anton tidak ikut bangun tenda karena ribet dan memakan waktu, jadi mereka hanya membuat api lalu menggelar matras untuk alas tidur.


"Bos itu rasanya gimana sih?" tanya Anton menunjuk si putih kecil yang di hisap Kevin.


"Kau tidak boleh! umurmu masih belum cukup! kalau sudah 18 ke atas baru boleh coba!" ucap Kevin.


"Baik bos!" ucap Anton melumuri daging dengan bumbu yang sudah Kevin siapkan.


Setelah semua daging sudah di marinasi Kevin membakar daging tersebut di atas api kecil yang sudah di siapkan. Saat sedang asik membakar daging sambil mendengarkan musik, Brian bersama teman temannya datang membawa makanannya yang di siapkan oleh Sugi.


"Tuan tidak ambil di sana?" tanya Dike memulai obrolan.


"Ini saja sudah cukup." jawab Kevin.


Mereka berbincang bincang mengakrabkan diri sambil tertawa geli mendengarkan cerita cerita absurd Regi. Dike yang cantik, manis, dan sifatnya dingin malam itu terus mencari topik pembicaraan dengan Kevin.


Tatapan matanya ke Kevin sudah menjelaskan mengapa dia terus mencari topik. Namun sayangnya Kevin tetap menanggapi Dike se normal mungkin karena di hatinya sudah ada yang menempati.


Karena hari sudah larut, Brian dan teman temannya memutuskan untuk masuk ke tendanya masing-masing dan beristirahat.


Keesokan harinya Kevin bangun pagi pagi buta untuk menjelajah ke dalam hutan mencari sesuatu yang menarik. Namun setelah menjelajah ke dalam hutan selama 3 jam, Kevin tidak menemukan apapun dan memutuskan untuk kembali ke perkemahan.


Saat Kevin kembali, dia melihat orang orang sedang berbincang-bincang sambil sarapan, dia melihat Anton yang sedang membakar ayam hutan hasil buruannya sendiri.


Kevin menghampiri Anton dan duduk di sampingnya sambil menghidupkan rokoknya.


1 bulan berlalu


Perjalanan kali ini tidak ada yang menonjol, selama perjalanan ke kerajaan Valderman hanya satu bandit kemarin yang menghadang seterusnya tidak ada yang menghadang, kecuali satu rombongan monster serigala malam yang dapat dengan mudah di hadapi Brian dan petualang lain.


Kini mereka sudah sampai di kota Giok ibukota kerajaan Valderman, tempat diadakannya tournamen terbesar dalam sejarah yang di ikuti hampir semua kerajaan dan Kekaisaran.


Pagi itu Kevin dan Anton di ajak Brian bersama teman-temannya menuju ke sebuah villa yang sudah mereka pesan untuk di tinggali kedepannya.


"Tuan, kami ada satu villa di kota ini, kalau tuan mau menginap mari ikut kami." ajak Brian.


"Tidak, terimakasih, aku masih banyak keperluan." ucap Kevin menolak ajakan Brian.


"Hanya satu atau dua hari tuan, kita akan mengadakan pesta di sana." ucap Dike membujuk Kevin.


"Terimakasih sudah mengajak kami, tapi ada urusan penting yang harus aku urus sekarang juga." ucap Kevin tetap menolak ajakan Dike.


Saat Brian dan teman-temannya terus membujuk Kevin, seorang wanita yang sangat amat cantik, manis dan imut tiba tiba berlari memeluk Kevin.


"Ayang!!!" ucap wanita itu yang ternyata adalah Linda yang tadi melacak ponsel milik Kevin.


"Heyyy!!! jaga sopan santun mu dasar murahan!" ucap Dike marah mencoba memisahkan keduanya yang sedang berpelukan.


"Kau siapa! aku istrinya!!" ucap Linda marah balik.


"Maaf tuan, kalau begitu kami pergi dahulu." ucap Brian merasakan hawa yang mengerikan dari arah belakang.


Dom pergi dengan menyeret tangan Dike yang terus marah marah menunjuk ke arah Linda.


"Sama siapa?" tanya Kevin mencium kedua pipi dan kening Linda.


"Sama yang lainnya, tadi aku ajak semuanya kesini buat grebek kamu!" jawab Linda memeluk Kevin erat erat.


"Mana?" tanya Kevin menengok kanan kiri.


Dalam sekejap teman teman Kevin bersama Virzha dan Aurora muncul di hadapan Kevin.


"Bos, siapa mereka?" tanya Anton berbisik sambil menggenggam erat jubah Kevin.


"Teman dan keluargaku." jawab Kevin.


"Bagaimana kabarmu nak?" tanya Aurora memeluk Kevin yang sudah melepas pelukan Linda.


"Baik bu." jawab Kevin membalas pelukan Aurora.


"Bagaimana lukamu?" tanya Aurora.


"Sudah sembuh bu." jawab Kevin bohong.


'Masih banyak luka dalammu bos! kau jangan bohong!' ucap Kong kesal.


'Ssstttt! diam bodoh!' ucap Kevin.


'Hemphh dasar pembohong!' ucap Kong.


"Ayo kita ke Villa saja, tidak enak kalau temu kangen di sini." ucap Virzha.


Mereka pun berjalan ke arah Villa tempat mereka menginap. Sesampainya di Villa, teman teman Kevin langsung menyambut Kevin di ruang keluarga dengan berbagai macam makanan ringan.


"Cil, kau kenapa takut begitu?" tanya Deni pada Anton yang terus menempel di samping Kevin.


"Auramu bodoh! dia masih di Heaven Spiritual!" ucap Kevin pada Deni yang mengeluarkan aura ranah Nirvana.


"Ohh maaf..." ucap Deni cengengesan.


Kevin melihat Agus yang sedang asik bermesraan dengan seorang wanita yang sangat cantik dan manis.


"Dia sudah menikah?" tanya Kevin berbisik pada Deni.


"Udah, kemarin ku dengar ******* ******* di kamarnya." jawab Deni.


"Siapa?" tanya Kevin kepo.


"Namanya Devian." jawab Deni.


"Katanya dulu suka sama Cristina, kok nikahnya sama yang laen?" tanya Kevin heran.


"Pas pacaran, Cristina mendua sama salah satu peringgi kota, mungkin karena berpangkat jadi mau mau aja walaupun sudah punya pacar." jawab Deni.


"Kalau kau?" tanya Kevin.


"Sudah, Rina sendiri yang ngajak bukan aku." jawab Deni.


"Anj*ng! yang cewek yang ngajak!" umpat Kevin kaget.


"Hehehe...." Deni hanya bisa cengar cengir.


"Wahh Bella sudah besar!" ucap Kevin.


"Iya dong!" ucap Bella bangga.


"Ayahmu mana?" tanya Kevin.


"Di dapur lagi bikin kopi." jawab Bella.


"Ayang mau di buatin juga?" tanya Linda menawarkan.


"Iya." jawab Kevin.


"Tunggu ya sayang." ucap Linda tersenyum cerah.


"Bos itu siapa?" tanya Anton.


"Istriku." jawab Kevin.


"Pantas bos cuek ke tuan putri dan gadis kemarin! istrimu lebih cantik sih!" ucap Anton paham.


"Itu kau paham!" ucap Kevin menjitak kepala plontos Anton.


Rizal dan yang lainnya datang satu persatu ke ruang keluarga menemui Kevin dan Anton.


"Rido mana yah?" tanya Kevin pada Virzha.


"Bentar ayah panggilkan." ucap Virzha beranjak pergi.


Tak lama Linda datang membawa dua cangkir berisi kopi dan susu murni. Segelas kopi di berikan pada Kevin dan segelas susu di berikan pada Anton.


"Terimakasih nyonya bos." ucap Anton berterima kasih.


"Sama sama." ucap Linda tersenyum manis lalu kembali ke dapur.


Sesaat kemudian Virzha datang bersama Rido di belakangnya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Rido menunduk memberi hormat.


"Bos itu bawahanmu?" tanya Anton berbisik.


"Kenapa?" tanya Kevin balik.


"Ranah kultivasi nya tidak bisa aku lihat, berarti dia sangat kuat sama sepertimu." jawab Anton.


"Anak ini akan mengisi slot yang aku pesan kemarin, dia sudah aku latih 6 bulan ini, besok lanjutkan pelatihan ku padanya. Oh ya jangan menuntut anak anak untuk juara, tournamen ini hanya untuk mengasah mental mereka saja." ucap Kevin pada Rido.


"Baik tuan, ada lagi yang bisa saya bantu tuan?" tanya Rido.


"Tidak, nanti anak ini biar ayahku yang mengantar ke kediamanmu." jawab Kevin.


"Kalau begitu saya pamit tuan." ucap Rido memberi hormat lalu pergi.


Setelahnya Dion pun datang dengan membawa secangkir kopi, dia terlihat senang melihat Kevin yang kembali dengan selamat.


"Gimana kabarmu?" tanya Dion duduk di samping Laras.


"Ya gini." jawab Kevin tersenyum cerah.


"Kenapa kau pergi gak pamit dulu?" tanya Dion.


"Iya, Linda semalaman nangis gak berhenti loh." ucap Laras tersenyum geli.


"Kalau pamit nanti malah mundur lagi jadwal berangkatnya, jadi terpaksa tengah malam nekat pergi hehehe...." jawab Kevin tertawa kecil.


"Hey cebol! ayo aku antar ke kamarmu, kau harus istirahat dulu supaya besok badanmu bisa fit kembali." ucap seorang pria tinggi besar berambut mohawk yang ternyata adalah Bram yang dulu bawahan Kevin di bumi.


"Cepat! dia nanti yang akan melatihmu!" ucap Kevin.


"Baik bos!" ucap Anton segera menghampiri Bram yang sudah di tunggu Dom di depan pintu, Dom juga bawahan Kevin dulu di bumi.


"Mari tuan." ucap Bram pada Kevin.


"Aku minta tolong ya." ucap Kevin tersenyum.


"Baik tuan." ucap Bram pergi menggandeng Anton.


"Dimana ayah bertemu dengan dia?" tanya Kevin pada Virzha.


"Dia yang datang sendiri ke sini bersama Sen dan Dom." jawab Virzha.


"Ohhh begitu." ucap Kevin paham.


"Kau berpetualang sudah dapat apa saja vin?" tanya Riski.


"Beast baru." jawab Kevin tersenyum misterius.


"Kau jadikan bawahan?" tanya Virzha kaget setengah mati.


"Dari pada di bunuh terus nanti bangkit lagi kan merepotkan ayah." jawab Kevin.


"Ayah tidak percaya kau bisa melakukannya!" ucap Virzha menggelengkan kepala.


"Aku lihat kalian juga sudah naik ranah ya, hebat dalam 6 bulan sudah naik 5 ranah sekaligus." ucap Kevin kagum.


"Iyalah! ya kali tetua sekte lemah!" ucap Deni dengan bangganya.


"Gus judi yok!" ajak Kevin jahil.


"Sstttt!!! jangan di ungkit lagi!" ucap Agus panik.


"Aku modalin dah!" ucap Kevin menahan tawa.


"Ku pukul ya! anj*ng!" ucap Agus kesal karena perutnya sudah di cubit sangat kencang oleh Devian.


"Hahahaha...." Kevin tertawa terbahak bahak melihat wajah Agus.


Mereka berbincang-bincang dengan seru sampai tak terasa hari sudah sore hingga mereka melewatkan jam makan siang saking serunya berbincang-bincang.


"Ehh sampai lupa! ayo makan siang dulu, tadi masak banyak soalnya." ucap Aurora.


Mereka pun bersama-sama berjalan ke ruang makan untuk makan sore bersama. Kevin menunggu piring nya yang sedang diisi oleh Linda.


"Udah udah." ucap Kevin menghentikan Linda yang terus memberikan lauk di piringnya.


"Hehehe...." Linda tertawa kecil dan memberikan piring Kevin.


Kevin makan dengan lahap, setelah makan Kevin pergi kekamar Linda untuk mengistirahatkan tubuhnya.