Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 76



Kevin mengaktifkan God Susano'o miliknya yang besarnya setara dengan milik Dean, dulu hanya memiliki dua tangan kini sudah bertambah dua hingga memiliki empat tangan memegang Spear God Of War, Sepasang Pedang Darah dan Kapak Asgard.


"God Susano'o!" teriak Kevin di ikuti petir petir yang bersahut-sahutan.


Tabrakan dua energi yang sangat amat kuat membuat tanah bergetar hebat.


Boomm...


Keduanya mulai bertarung,cakram dewa beradu dengan tiga senjata dewa yang sudah di tempa di Neraka terdalam membuat ledakan energi yang sangat amat mengerikan.


'Wuuuuuuu....seru sekali!!!' teriak Kong kesenangan dari dunia jiwa.


[Baru ini aku lihat God Susano'o di tahan imbang!]


'Hahaha...selalu seru kalau bertemu!' ucap Kong melompat-lompat kegirangan.


Keduanya terlihat imbang dari segi kekuatan dan kecepatan, namun yang harus di garis bawahi adalah Kevin "MENAHAN" kekuatan Susano'o nya supaya tidak membunuh Dean yang masih bisa berkembang lebih kuat.


"Stoopppp!!!! bisa stop tidak!!!!" teriak kakek sepuh yang waktu itu datang mengambil Linda.


"Arghhhh! dasar kakek sialan! baru seru seru malah di pisah!" teriak Kong keluar dalam bentuk roh sihir.


"Bodoh! nanti alam fana bisa hancur! stopp! sudah sudah! kalian yang paling kuat saat ini! jangan di lanjut!" ucap kakek sepuh yang bernama Balder Dewa Kedamaian, Kecerdasan, dan Dewa Pencipta yang paling di segani dan di takuti semua dewa kecuali Kevin dan para Beastnya.


"Gak seru!" ucap Kevin menghilangkan Susano'o nya sambil cemberut.


"Gak seru matamu! bodoh sekali jadi orang! sudah, kalau kalian lanjutkan pertarungan tadi maka aku akan beri hukuman menyegel kekuatan kalian 99% selama 1000 tahun!" ucap Balder tegas.


"Iya iya!" ucap Dean menghilangkan Susano'o nya lalu duduk di bawah pohon rimbun.


Setelah itu Balder pun terbang menembus langit untuk kembali ke tempatnya.


"Aku tau kau tadi menahan kekuatanmu kan? kenapa?" tanya Dean.


"Kau bisa mati sekali serang kalau aku pakai kekuatan penuh ku." jawab Kevin dengan PD.


"Ihhh percaya diri sekali! sudah di ranah apa kau?" tanya Dean.


"Kaisar Alam Semesta puncak, sebentar lagi evolusi jadi Dewa Murni." jawab Kevin mengeluarkan sebotol cola dari inventori.


"Hahaha bohong sekali!" ucap Dean tertawa keras.


"Kalau tidak percaya ya sudah, tadi kau juga sudar merasakan kerasnya kulitku kan." ucap Kevin santai menghidupkan rokoknya.


"Bagaimana bisa secepat itu? aku saja yang sudah hidup berabad-abad masih stuck di Dewa 3 Alam!" tanya Dean penasaran.


"Dapat banyak warisan dari leluhur, dapat 3 Beast baru, dan baru baru ini dapat tahta ayahku yang sempat di kudeta." jawab Kevin santai.


"Woahhh...hebat sekali! 3 Beast sekaligus!" ucap Dean kagum.


"Kau mau lanjut berpetualang atau mau tinggal disini? kebetulan aku juga baru bangun satu sekte." tanya Kevin.


"Aku lelah berpetualang, jadi aku memilih untuk tinggal saja. Istriku boleh ikut tidak?" tanya Dean.


"Boleh, anakmu juga boleh." jawab Kevin.


"Oke, aku tinggal!" ucap Dean memutuskan.


Setelah itu mereka pun terbang ke rumah untuk bersih bersih sebentar lalu akan pergi ke Sekte untuk melantik Dean sebagai tetua Agung di sana.


"Ayang dari mana aja sih! aku khawatir tau!" ucap Linda memeluk erat Kevin yang saat itu baru saja datang.


"Lohh kamu enggak baca suratnya? kan udah aku tinggalin surat." tanya Kevin mengelus kepala Linda dengan lembut.


"Makanya pamit! biar aku gak khawatir!" ucap Linda ketus namun masih memeluk erat tubuh Kevin.


"Iya iya, bentar aku mau mandi dulu, kasihan Dean nunggu di luar." ucap Kevin melepas pelukan Linda lalu mencium kening nya dan berjalan ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju.


Setelah itu Kevin keluar menghampiri Dean yang sedang menunggu sambil mengobrol dengan Andreas dan Virzha.


"Ayo." ajak Kevin.


Dean, Andreas dan Virzha berangkat ke sekte untuk melakukan pelantikan. Mereka melakukan rapat setelah pelantikan sampai larut malam, setelah selesai rapat Kevin dan kedua ayahnya langsung pulang ke rumah.


Virzha dan Andreas langsung pergi ke kamar karena rasa kantuk, sedangkan Kevin pergi ke dapur untuk memasak makanan karena perutnya belum terisi sejak tadi siang.


Kevin membuat 2 bungkus mie instan di tambah dua telur dan tiga sosis. Setelah makan Kevin membuat kopi dan di bawa ke kamar untuk teman merokok di balkon.


"Lohh kamu belum tidur?" tanya Kevin ketika melihat Linda keluar kamar mandi.


"Kebangun, kebelet beol tadi yang." jawab Linda mengucek matanya.


"Ya udah tidur gih, aku mau ngeroko di balkon bentar." ucap Kevin mencium kening Linda dengan penuh kasih.


"Iya sayang." ucap Linda mencium kedua pipi Kevin lalu lanjut tidur.


Kevin duduk di balkon kamar menghidupkan rokoknya lalu menyeruput kopinya, plongg....


"Arghhh....enaknya!" gumam Kevin menghembuskan nafas beratnya.


Kevin menikmati keindahan bintang-bintang malam sambil merokok dan ngopi yang membuat pikirannya lebih tenang dari sebelumnya.


Jam 3 malam Kevin baru merasakan kantuk, dia pergi mengembalikan gelasnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk.


"Peyukkk..." ucap Linda manja karena terbangun merasakan pergerakan Kevin.


Kevin memeluk Linda dengan lembut sambil mengelus rambutnya dan sesekali mencium pipi Linda.


Satu minggu berlalu


Saat ini Kevin sedang memperhatikan Jason dan Lia yang sedang berusaha membangkitkan mata Sharingan karena keduanya merupakan keturunan dari Virzha jadi keduanya tidak bisa membangkitkan mata Rinnegan seperti Kevin.


"Arghhhhh....." teriak Jason kesakitan sambil memegangi matanya.


"Kyaaaaaa....." teriak Lia ikut kesakitan.


"Ayah mundur!" teriak Kevin pada Virzha yang tergerak untuk membantu Lia dan Jason.


Mendengar teriakan Kevin, Virzha langsung mengurungkan niatnya dan melompat mundur menjaga jarak.


Benar saja, ledakan energi yang sangat kuat terjadi sesaat setelah Virzha melompat mundur. Karena saat itu mereka melakukan pembangkitan di Sekte jadi dengan cepat para petinggi dan tetua Sekte melakukan penanganan pertama.


"Mundur, kita lihat seberapa hebatnya patung mereka!" perintah Kevin.


Para tetua dan para petinggi Sekte melompat mundur menjaga jarak saat Kevin dan Dean berjalan mendekati Jason dan Lia.


"Keturunan The Beast?" tanya Dean mengernyit kan alisnya.


"Iya, kau taukan." jawab Kevin tersenyum.


"Hati hati, sudah bereaksi." ucap Dean menarik Kecin mundur beberapa langkah.


Woshhh...


"Hahaha...kalian kumpulan orang lemah!!!" teriak Jason sombong.


"Cuihh...." Lia meludah ke depan kaki Kevin.


"Ayang..." panggil Linda lirih karena teringan kejadian waktu itu.


Woshhhhhh.......


Spesial Susano'o yang di lapisi aura milik Leo yang tingginya setara dengan gunung belakang Sekte dan auranya yang menekan semua orang di sana termasuk Dean dan para petinggi lain.


"Ayo lawan aku!" ucap Kevin dengan suara berat.


"Nak! pukuli saja! sampai bonyok!" teriak Virzha juga kesal.


"Dasar anak tidak tau diri!" teriak Aurora juga marah melihat kelakuan kedua anaknya itu.


"Patriark ada tamu!!!" teriak seorang murid kekar yang berlari ke halaman belakang tempat mereka membangkitkan mata Sharingan Jason dan Lia.


Kevin langsung menghilangkan Susano'o nya dan menyuruh Naga Kegelapan dan ular kepala lima menyerang Lia dan Jason sampai sekarat.


"Jangan sampai mati, sekarat saja." ucap Kevin.


"Baik yang mulia." ucap Kedua monster bayangan itu langsung menyerang kakak beradik itu dengan sangat brutal.


"Siapa tamunya?" tanya Kevin.


"Katanya dari kerajaan Valderman Patriark." jawab murid bernama Tegar itu.


"Ayah ayo." ajak Kevin pada Virzha selaku Patriark ketika Kevin tidak ada.


Keduanya menemui tamu yang menunggu di aula Sekte. Ternyata bukan hanya kerajaan Valderman, tapi kerajaan Discworld dan kerajaan Nuvoleon yang jauh jauh datang ke Kekaisaran Bizantium yang menaungi beberapa kerajaan di benua ini termasuk kerajaan Valhala.


"Ada keperluan apa yang mulia?" tanya Kevin.


"Kami mau memasukan putra putri kami ke Sekte ini, apakah masih menerima murid? kalau masih kami akan mendaftarkan putra putri kami ke Sekte ini." jawab Raja Dyrot menjelaskan.


"Mari ke ruangan saya, nak kau urus formulir nya." ucap Virzha.


"Okey." jawab Kevin pergi ke ruang TU (tata usaha)


Kevin mengambil beberapa formulir pendaftaran dan nota pembayaran seragam. Setelah itu dia bawa ke ruangan ayahnya.


"Silahkan di isi dan di lengkapi berkasnya, setelah itu silahkan urus biaya seragamnya di ruang Tata Usaha. Jika sudah nanti bisa ke halaman belakang untuk perkenalan pada murid lainnya." ucap Kevin sebelum pergi dari ruangan.


Kevin kembali halaman belakang untuk melihat hasil kerja kedua bawahannya. Saat sampai dia sangat puas karena tubuh kedua adiknya yang terdapat banyak sekali luka parah.


"Mantap!!! kerja bagus!! kembalilah!" ucap Kevin puas.


"Terimakasih yang mulia." ucap kedua monster bayangan itu lalu menghilang masuk ke bayangan Kevin.


"Ayo yang punya job Suport, jadikan dua orang itu bahan percobaan kalian!" ucap Kevin pada murid murid yang sedari tadi berkumpul untuk menonton.


"Baik Patriark!" jawab para murid berlari mengerubungi tubuh Jason dan Lia.


Kevin duduk di samping Linda yang sedang bertapa menyerap energi alam.


'Mau naik ke Dewa Putih?' batin Kevin mengerutkan alisnya.


[Ya tuan, nyonya besar mau naik ke ranah Dewa Putih]


"Yang jangan disini, bahaya." ucap Kevin yang membuat Linda langsung menghentikan tapanya.


"Kenapa?" tanya Linda bingung.


"Murid yang di bawah ranah Earth Spiritual bakalan mati hancur karena aura kamu, mending nanti aja di kamar, biar aku handel." jawab Kevin.


"Ohh oke deh!" ucap Linda setuju.


"Hey, latihannya mau di mulai kapan?" tanya Dean menghampiri Kevin yang sedang berduaan dengan Linda.


"Nanti, ini ada siswa baru, nanti habis perkenalan kita mulai latihan yang kemarin di bicarakan." jawab Kevin.


"Oke." ucap Dean pergi.


Tak lama kemudian Virzha datang bersama 9 orang anak muda yang berpakaian khas putra putri kerajaan, termasuk putri Ayla dan putri Rosa anak raja Brave.


"Ayo kumpul!!!" teriak Dion.


Semua murid langsung berkumpul sesua gendernya, di kiri murid laki-laki dan kanan murid perempuan. Virzha melakukan pembukaan, setelah itu di lanjut perkenalan diri para putra putri kerajaan.


Ada Raya, Dian, dan Roky dari kerajaan Valderman, ada Ayla, Brian, Bian dan Torymus dari kerajaan Discworld, ada Rosa dan Lina dari kerajaan Nuvoleon.


Kesembilan pemuda pemudi itu melakukan perkenalan dengan caranya sendiri. Setelah melakukan perkenalan mereka lanjut berlatih bersama-sama.


Ayla dan Rosa berlatih sambil diam diam curi pandang pada Kevin yang sedang mengawasi para murid berlatih.


"Vin, Lia sama Jason gimana?" tanya Dion menunjuk Lia dan Jason yang sedang di tangani oleh Linda dan Demian.


Kevin menghampiri mereka bersama Dion untuk mengecek keadaan mereka.


"Gimana?" tanya Kevin.


"Gak terlalu parah kok, habis ini juga udah bisa latihan." jawab Linda.


"Iya, udah bisa latihan lagi kok." ucap Demian.


"Ya udah kalau udah selesai langsung suruh gabung aja." ucap Kevin.


"Okei." jawab Linda.


"Aku ke kamar mandi dulu." ucap Kevin.


Kevin masuk ke kamar mandi dan berkaca dengan membuka bajunya.


Kevin kaget melihat kedua tangannya yang tiba tiba terdapat tato di sana.



"Kapan muncul ni tato?" tanya Kevin bingung.


'Itu dari saya tuan, sebagai tanda jika tuan adalah orang yang saya pilih sebagai majikan.' ucap Leo yang sudah kembali dari kesibukannya.


"Ohhh gitu!" ucap Kevin paham.


[Lebih baik di tutup tuan, karena akan berbahaya jika di lihat orang maruk. Naga Langit sangat di cari cari kekuatannya, tato itu menjadi petunjuk kalau tuan lah pemegang penuh kekuatan Naga langit. Jadi tuan akan selalu di buru oleh oknum-oknum Dewa atau iblis iblis yang menginginkan kekuatan lebih]


Kevin mengambil perban di inventori nya lalu di lilit kan pada kedua tangannya. Setelah beres Kevin memakai kembali bajunya lalu keluar untuk menemui Linda.


Bersambung.....