Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 45"



Setelah genap 1 juta tahun, Kevin mulai sedikit demi sedikit di ajari sang ayah untuk menaklukkan kekuatan yang sangat amat liar di dalam tubuhnya.


"Kita mulai 20% setiap seratus ribu tahun! jika si tahun ke lima belum bisa di jinakkan, maka dengan terpaksa kau harus bertarung dengan yang menguasai kekuatan ini di dalam tubuhmu dengan taruhan jika kalah maka tubuh ini akan hancur menjadi butiran darah, jika menang maka kau akan menguasai kekuatan yang melegenda itu." ucap Andreas.


"Baik!" jawab Kevin yang kini sudah lebih kekar dari sebelumnya dan mentalnya yang jauh lebih terasah.


Di mulai lah latihan menjinakkan kekuatan liar nan brutal yang ada di dalam tubuh Kevin, dari 1% Kevin mencoba untuk menundukkan nya.


Sadar tak sadar kekuatan Kevin kini melonjak pesat akibat ajaran sang ayah yang rela membagi dua tubuhnya demi melatih sang anak sekaligus menjadi kaisar alam semesta.


Setelah genap 500 ribu tahun, Kevin tetap saja belum bisa menjinakkan satu persen pun kekuatan liar yang ada di dalam tubuhnya.


"Terpaksa, sekarang tunjukkan hasil latihanmu di dalam sana!" ucap Andreas memukul tengkuk Kavin yang membuatnya pingsan seketika.


"Ayah sialan!" teriak Kevin yang kini berada di sebuah padang rumput yang sangat menenangkan hati dan pikiran.


"Anak muda, adakah keperluanmu datang ke sini?" tanya seorang yang berbadan sangat kekar melebihi Andreas, tinggi dan mengeluarkan aura yang sangat agung serta mendominasi.


Rambutnya yang hitam panjang serta wajah yang sudah bapak bapak membuat kewibawaannya sangat kental.


"Anu, maaf sekali om, saya di sini hanya mau menuntut ilmu dari kekuatan yang saya serap." ucap Kevin bergidik ngeri melihat tubuh pria itu yang sangat besar dan tinggi.


"Hahaha akhirnya ada juga yang bisa menyerap peninggalanku! ayo kita ke gubuk tempatku tinggal!" ucap pria itu mengajak Kevin.


Kevin hanya bisa menuruti ajakan pria besar itu tanpa bisa menolak.


"Siapa namamu anak muda?" tanyanya duduk di teras gubuk reot.


"Kevin Bearnet om." jawab Kevin canggung.


"Perkenalkan namaku Bima Sanjaya, panggil aku Bima. Sebelum aku mewariskan kekuatanku yang tak seberapa itu, kau harus melewati syarat utamanya!" ucap pria bernama Bima itu.


"Syaratnya apa?" tanya Kevin.


"Kalahkan aku dalam permainan catur!!!" teriak Bima heboh sendiri.


'Inimah ez!' batin Kevin.


Bima mengeluarkan papan catur dan menyusunnya, setelah tersusun rapi, barulah mereka bermain. Namun tak sesuai harapan Bima yang di pikiran dia akan sangat mudah mengalahkan anak muda pemula di depannya.


"Skak mat!!" ucap Kevin yang hanya berjalan 10 kali.


"Wehh catur sialan!" teriak Bima melempar papan catur sekaligus dengan bidaknya.


'Bisa bisanya aku di pecundangi pemula sepertinya! sialan!' batin Bima sangat kesal.


"Gimana om?" tanya Kevin.


"Mari kita mulai pelatihannya!" ucap Bima.


Akhirnya Kevin pun melakukan latihan, setelah merasa sangat puas dengan semua gerakan Kevin yang sangat kuat dan berkecepatan tinggi, Bima langsung melakukan pentrasferan kekuatan yang membuat Kevin yang sebelumnya sangat fokus langsung kaget dan berteriak keras karena merasakan hal yang sangat menyakitkan, lebih sakit dari berendam di lautan lava.


"Tahan! kau akan aku jadikan pewaris ku!" ucap Bima tersenyum senang.


Kevin semakin berteriak histeris setelah merasakan sesuatu yang sangat amat besar masuk ke dalam tubuhnya. Sistem yang merasakan sesuatu yang amat sangat besar dan mengerikan masuk kedalam tubuh Kevin langsung siaga tingkat 4.


Sistem mencerna semua yang masuk ke dalam tubuh Kevin dan merapikan nya ke dalam status dan tubuh Kevin saat ini.


[*Sangat besar dan kuat! tuan akan menjadi yang terkuat saat ini!*]


Setelah 3 jam berlalu, barulah pentrasferan kekuatan pun selesai, tubuh Bima sedikit demi sedikit mulai transparan dan berubah menjadi butiran cahaya.


"Jangan gunakan kekuatan itu di luar kendali mu! jinakkan kekuatan itu dulu sebelum kau memakainya! jangan menindas orang! jangan membunuh orang tak berdosa! berbuatlah yang bermanfaat!" ucap Bima sebelum menghilang bergabung dengan cahaya matahari.


"Aku akan simpan pesan mu di otakku!" gumam Kevin mengepalkan tangan.


Sedetik kemudian Kevin kembali ke dunia jiwa yang di sana sudah ada Virzha, Zoya, dan Aurora.


"Lakukan penjinakan dulu sebelum kau bergabung dengan kami!" ucap Andreas menahan Zoya yang mau berlari memeluk Kevin.


Kevin menutup matanya dan duduk posisi bersila, dia masuk ke dalam tubuhnya yang di sana sudah terdapat sebuah energi inti bewarna Oranye sebesar matahari. Di sekelilingnya terdapat inti energi yang sebelumnya menguasai tubuh Kevin.


Boommm......


Kevin terpental beberapa meter ke belakang akibat ledakan energi yang berusaha menyuruhnya pergi.


"Berani kau menyuruhku pergi! baj*ngan!" teriak Kevin masuk ke mode sixpath yang kemudian menekan sangat kuat energi terbesar itu hingga tak berkutik.


Di luar Andreas kaget dengan tubuh Kevin yang tiba tiba berubah menjadi mode sixpath yang sebelumnya belum dia suruh mengaktifkannya.


"Apa apaan ini!" teriak Andreas melompat mundur menjaga jarak.


[Tuan Kevin sudah menguasai sepenuhnya mode ini yang mulia, setelah bertarung dengan Dexter saat itu juga tuan Kevin melakukan penggabungan dan mendapatkan mode sixpath yang sangat kuat ini]


"Sialan! aku saja belum berani melakukannya! dia malah mendahului aku!" gumam Andreas menggelengkan kepala kagum dengan pendirian Kevin.


Di dalam tubuh Kevin


Kevin tau kalau energi baru itu sudah menyerah, tapi dia tetap menekannya tanpa ampun karena sudah berbuat semena mena di tempat orang.


"Kalau kau sampai berani melakukannya sekali lagi, aku ku tekan kau sampai hilang dari dunia ini!" ucap Kevin tegas.


Energi itu seakan mengerti dan membuat saluran energi ke bola energi lain yang sudah mulai redup. Kevin kembali ke mode awalnya lalu kembali ke tubuhnya.


"Haishhh merepotkan!" gumam Kevin menghela nafas panjang.


[Selamat! tuan mendapatkan title sang MahaDewa Agung! title ini menaikkan kultivasi tuan sampai ke ranah Kaisar Dewa Alam Semesta! sekali lagi selamat!]


'Wihh gila!' batin Kevin kaget.


[Dengan begini kekuatan tuan akan membuat semua makhluk di dekatmu selain ras dewa akan hancur! maka dari itu saya akan menekan kekuatan tuan sampai ranah Heavenly Emperor dan membatasi kekuatan tuan sampai 100% saja!]


'Gak bisa turun lagi kultivasi ku?' tanya Kevin.


[Maaf tuan, itu sudah paling lemah tidak bisa lagi di turunkan!]


'Baiklah kalau begitu!' ucap Kevin.


"Bagaimana? sudah lebih enak?" tanya Andreas merasakan aura Kevin yang sudah kembali ke ranah Heavenly Emperor dan energinya yang sudah tenang.


"Aman ayah." jawab Kevin.


"Setelah ini ayah akan pergi, lakukan percobaan kekuatan baru mu dan lakukan adaptasi." ucap Andreas.


"Terimakasih ayah sudah melatih ku sampai ke titik ini!" ucap Kevin berterima kasih.


"Sama sama, ini sudah kewajibanku sebagai ayah." ucap Andreas.


Setelah itu barulah kedua ibu Kevin memeluk eratnya sambil mengatakan rasa rindu yang tidak bisa di bendung.


Setelah puas bertemu dengan Kevin, keduanya pun kembali ke alam dewa untuk melakukan rutinitas seperti biasanya.


[Lakukan percobaan tuan!]


"Cepat bos! aku mau lihat kekuatanmu!" ucap Kong semangat karena di dalam tubuhnya juga terjadi 100 letusan peningkatan kekuatan akibat penyerapan Kevin.


"Apa dulu ya?" tanya Kevin bingung.


"Susano'o bos! yang aku baca baca di kitab, setelah seseorang menyerap inti kekuatan tadi, maka susano'o atau raksasa yang di miliki nya akan berubah warna!" ucap Kuro.


"Bob cek statusku dulu!" ucap Kevin tidak sabar.


[Status


Nama: Kevin Bearnet


Usia: 25 Tahun


Title: Pemilik Sistem, Dewa Kuno, Mahadewa Agung


Job: All Mastered


Kultivasi: Kaisar Dewa Alam Semesta


Level: ∞


STR: ∞


DEF: ∞


VIT: ∞


Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Cahaya, Kegelapan


Teknik:


-Karate


-Taekwondo


-Void Sword


-Dual Sword (Damage ×2)


Skill:


-Death Stab


-Devils Step


-Wind Slash


-Dragon Fire Of Death


-Thunder Strom


-Death Punch


-Lighning Dragon


-Black Fire Ball


-Doubel Fire Slashes


-Susano'o


-Perfect Susano'o


-Spesial Susano'o


-Ashura Susano'o


-God Susano'o


-Giant Wood Man


-Spesial Giant Wood Man


Mode:


-Chakra


-Dewa Cahaya


-Kegelapan


-Abyss


-Beast


-Six Path


Beast Spirit:


-Rubah ekor 9


-Gorila Putih


-Naga Penguasa


-Kaisar Naga


-Serigala Petir


Poin Sistem: Unlimited


Kekayaan: ∞


Inventori:


-Devine Light Sword


-Death God Sword


-Scythe Of Death


-Dual Death Dagger


-Spear God Of War


\=>Shop


\=>Gacha]


"Perfect Susano'o!" teriak Kevin.


Seketika sebuah patung elastis besar berwarna biru kau dengan memegang dua pedang muncul membalut tubuh Kevin. Besarnya pun satu kali lebih besar dari sebelumnya, auranya lebih kuat dan menekan, serta lebih sangar dari sebelumnya.



(Kayak gitu lah ya)


"Susano'o!" ucap Kevin.


Patung tadi menghilang dan berganti menjadi sebuah tengkorak setengah tubuh manusia raksasa yang melindungi tubuh Kevin.


"Spesial susano'o!" ucap Kevin.


Patung tadi berganti menjadi patung yang sama dengan perfect susano tapi di lapisi oleh api emas yang semakin membuat auranya lebih kuat dan menekan.


"Ashura susano'o!!!" teriak Kevin semangat.


Boomm....


Sebuah susano'o yang di lapisi petir emas dengan besar yang sama dengan gunung tempat Kevin berendam lava.


(Note: tingginya sekitar ±300 meter)


"Wohhh boss!!! auranya ngeri!!!!" teriak Kong kagum melihat susano'o Kevin yang tingginya sama dengan tingginya jika berdiri dengan dua kaki tanpa bantuan tangan.


"God Susano'o!!!" teriak Kevin lebih bersemangat.


Boommm


Sebuah patung elastis yang berbeda sangat jauh dari sebelumnya muncul, bertubuh sangat besar, tingginya 500m, auranya jauh lebih kuat dan menekan, berwarna emas, memiliki sebuah lambang mengambang di belakang tubuhnya, dan tanda di dadanya tempat Kevin berdiri mengendalikan susano'o dewa ini.



(Kayak gitu gambarannya, kadang bisa bawa pedang kadang enggak)


"Bos sudah bos! aku tidak tahan!" teriak Kong tertekan sampai jatuh tersungkur tidak bisa bergerak.


Kevin menghilangkan susano'o nya dan merasakan hal yang menggembirakan hati.


"Hebat sekali!!!" teriak Kevin melompat kesana-sini.


[Tuan tidak perlu beradaptasi lagi karena kekuatan itu yang sudah duluan beradaptasi dengan tubuhmu. Tuan hanya perlu menguasai besar kecilnya kekuatan yang akan di keluarkan]


"Woke!" ucap Kevin senang.


Setelah itu Kevin pun mulai belajar mengendalikan kekuatannya yang maha dahsyat itu.


Bersambung.....