Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 67:Amukan Kevin



Kini Kevin sudah berada di hutan Ghaib, malam malam buta dia nekat masuk ke dalam hutan Ghaib. Di sini bukan fisik yang diserang namun roh sihir sekaligus roh jiwa, jika kedua roh itu tidak kuat maka pemiliknya akan tewas saat itu juga.


Tekanan di hutan ini 5x lebih kuat dari hutan lainnya yang berisi monster iblis atau beast liar. Kevin terbang dengan kecepatan penuh mengabaikan roh roh liat yang mencoba menyerangnya.


Saat ini Kevin sudah sampai di titik yang di tandai sistem, dia teriak teriak memanggil Phoenix Hitam supaya tidak membuang waktu.


Woshhhh......


Seekor burung Phoenix berukuran raksasa mendarat di hadapan Kevin, burung itu menatap Kevin dengan remeh seperti tidak tau Kevin itu siapa.


"Satu lagi serangga datang menantang, kau mau inti coreku kan? hahahaha tidak semudah itu manusia rendahan!" ucap Phoenix hitam.


Kevin hanya diam tidak menjawab karena amarahnya yang sudah meledak ledak.


"Kenapa? sudah pesimis? nanti kalau kau tidak membawa inti core ku ibumu mati, bagaimana dong?" tanya Phoenix hitam.


"Bajing*n!!!!" teriak Kong tiba tiba keluar dari dunia jiwa.


Kong dengan amarah yang sudah meledak ledak langsung menyerang Phoenix hitam dengan sangat brutal. Namun walaupun begitu serangannya hanya tembus ketika mengenai tubuh Phoenix hitam.


"Hahaha kau raja tapi bodoh!" ucap Phoenix hitam meledek Kong.


"Kong!!!!" teriak Kevin menghentikan aktivitas Kong yang sangat sia sia itu.


Kong melompat ke belakang Kevin dengan amarah yang masih meluap-luap.


"Gunakan roh kita! roh sihir harus di lawan dengan roh sihir! kalau tidak itu akan sia sia bagi kita dan menguntungkan bagi musuh! masuk ke dalam dan berubahlah menjadi roh sihir!" ucap Kevin.


"Baik bos!" ucap Kong tegas lalu masuk ke dunia jiwa kembali.


Dengan tiba tiba Kong kembali keluar namun kini sebagai roh sihir berbentuk gorila merah darah dengan mahkota dan tongkat sakti miliknya. (Kong kalau marah bulunya jadi merah darah)


"Bunuh dia untuk ibu!" ucap Kevin penuh penekanan lalu duduk bersila.


"Groahhhhhhhh....." Kong mengaum sangat keras sampai terdengar hingga Villa tempat teman temannya menunggu.


Kevin menyelimuti tubuh Kong dengan aura penguasa yang menambah kekuatan Kong sampai 2x lipat.


"Hahahaha.....hari ini adalah hari yang menyenangkan!" ucap Phoenix hitam menyerang Kong dengan kecepatan tinggi.


Bughh...


Bughh...


Boommm..


Boommm..


Boommm...


Keduanya bertarung sangat sengit dan seimbang, walaupun Kong sudah di mode marah digabungkan dengan mode combat nya sekaligus di bantu aura penguasa Kevin, tetap imbang melawan Phoenix hitam.


"Hahaha....kau sangat lemah!" ucap Phoenix hitam meremehkan Kong yang sedari tadi masih menahan kekuatannya untuk mengetahui gerakan gerakan dari Phoenix hitam.


"Sudah bos!" teriak Kong.


"Bunuh!!!" teriak Kevin keras.


"Groahhhhh....." Kong kembali mengaum lalu memukuli Phoenix hitam dengan sangat brutal hingga Phoenix hitam tidak berkutik.


Bughh...


Bughh..


Bughh...


Duarrrrrr.....


Duarrrrr.....


Duarrrr....


Kong menggunakan bola energinya untuk menyerang Phoenix hitam ketika burung itu menjauh.


Tak butuh waktu lama Phoenix hitam terkapar dengan kedua sayap patah serta paruhnya yang robak sangat panjang.


"Kau salah meremehkan orang! terlalu meremehkan sampai lupa menggunakan kekuatanmu yang luar biasa itu!" ucap Kong dengan tatapan tajam.


"Kalau ada kesempatan tolong jadikan aku bawahannya." ucap Phoenix hitam dengan intonasi yang tidak terlalu jelas.


"Nanti akan aku rundingkan dengan tuan besar!" ucap Kong lalu memecah kepala Phoenix hitam dan mengambil inti core nya.


"Silahkan bos." ucap Kong memberikan inti core Phoenix hitam pada Kevin lalu masuk ke dalam tubuh Kevin.


[Cepat tuan! hari sudah pagi!]


Kevin menyimpan inti core tersebut lalu terbang dengan kecepatan penuh kembali ke villa.


Pukul 12.00 Kevin sampai di Villa karena jarak antara kota Giok dengan hutan Ghaib menempuh 1 bulan perjalan menggunakan kereta kuda maupun jalan kaki.


Kevin menghampiri Linda yang senantiasa menjaga kondisi Zoya supaya tidak drop dan berakibat fatal nantinya. Kevin mencuil 1/8 inti core Phoenix hitam lalu di taruh di dada Zoya.


Setelah semua bahan siap Kevin membantu Zoya menyerap inti core tersebut supaya racun yang mendiami tubuh Zoya musnah.


3 jam berlalu


Perlahan tubuh Zoya bereaksi secara berkala, hingga tak lama dia membuka matanya sambil terbatuk batuk.


"Syukurlah...." ucap Linda lega.


"Istriku..." ucap Andreas memeluk Zoya dengan erat.


Yang tidak mereka sadari Kevin sudah menghilang dari tempatnya entah pergi kemana.


"Dimana Kevin?" tanya Zoya.


Seketika satu villa menjadi panik mencari keberadaan Kevin.


"Hancur......" sebuah suara menggema di dalam Villa.


"Sudah terlambat...." ucap Virzha terduduk lemas.


"Sudahlah ayah, Kevin melakukan ini semua pasti karena membela kalian berdua, biarkan saja dia membalaskan dendam kedua orang tuanya. Kalau amarahnya di pendam terus nanti akan tidak baik kedepannya." ucap Linda mencoba menenangkan Virzha dan Andreas yang panik setengah mati.


"Tapi dia belum siap menyangga tahta Dewa Alam Semesta!" ucap Andreas.


"Benar kata Linda, percayakan pada Kevin, dia pasti sudah berfikir dua atau sepuluh langkah kedepan." ucap Aurora.


"Baiklah." ucap Andreas pasrah.


Di tempat Kevin


Kini Kevin sedang berada di gerbang kerajaan penguasa alam dewa, dia berdiri di sana dengan amarah yang meluap luap melihat Phoenix Merah yang bertengger di atap kerajaan memandang rendah ke semua arah seakan dialah raja alam semesta.


'Bajing*n! beraninya dia memperlihatkan tatapan itu! rasanya ingin aku colok matanya dan memakan tubuhnya!' ucap Leo marah.


"Akan aku berikan waktu itu, tapi tunggu aku membunuh Robbie dan dewa lainnya!" ucap Kevin mengepalkan tangannya.


'Baik tuanku!' ucap Leo yang kini sangat menghormati Kevin.


[Jika tuan berhasil membunuh Robbie makan otomatis tuan akan menyandang title Rajanya para Dewa, Dewanya Alam Semesta! apakah tuan siap?]


"Siapa yang tidak siap?" tanya Kevin melangkahkan kakinya masuk ke gerbang kerajaan.


Para prajurit kerajaan membungkuk memberi hormat pada Kevin seakan tau dialah raja yang sebenarnya.


"Dimana Robbie?" tanya Kevin.


"Di aula singgasana yang mulia." jawab prajurit yang menjaga pintu masuk kerajaan.


"Terimakasih." ucap Kevin masuk ke dalam kerajaan dengan menendang pintu.


Bruakkkk....


Kevin berjalan sambil menyebarkan aura penguasanya yang sangat mendominasi. Saat sampai di aula singgasana Kevin melihat Robbie dengan para Dewa Olympus sedang tertawa puas dengan hasil kerja mereka.


"Lupakah kalian dengan aku?" tanya Kevin yang membuat seisi aula menjadi hening seketika.


Seketika Robbie dan dewa Olympus menghilang dari tempatnya untuk kabur melarikan diri ke sebuah padang rumput yang sangat luas di depan sebuah gua.


"Pergi mencari bantuan? hahaha....naif!" ucap Kevin menghilang dari tempatnya dan muncul di padang rumput yang sudah terdapat Robbie dan para dewa Olympus termasuk para tetua Dewa yang kekuatannya di atas rata rata dewa penguasa.


"Tetua Dewa....." ucap Kevin menyeringai di balik topengnya.


"Yang Mulia MahaDewa, apakah ada keperluan?" tanya tetua dewa 1.


"Keperluan ku dengan Dewa Kematian dan para Dewa Olympus, kalau kalian ikut campur maka sampaikan pesan terakhir kalian pada dunia ini." ucap Kevin merubah wujudnya menjadi mode Six Path yang membuat semua tetua dewa pucat karena ketakutan.


"Y-yang mulia kami tidak akan ikut campur." ucap tetua dewa 3.


"Y-ya, kami tidak akan ikut campur!" ucap tetua dewa 4.


"Pergi! sebelum kalian aku bunuh!" ucap Kevin dengan suara berat.


"B-baik!" ucap tetua dewa 1.


10 tetua dewa yang tadi sangat gagah berani melindungi Robbie dan para Dewa Olympus pergi dengan ketakutan.


"Kalian berani mengkudeta ayahku dengan membangkitkan Phoenix Merah! membuat ibuku terkena racun dan hampir mati! kalian sudah berani bermain main dengan mati ya!" ucap Kevin marah.


"Ampuni kami Yang mulia!" ucap Robbie.


"Ampun? HAHAHAHAHA....." ucap Kevin tertawa kencang dan tiba tiba muncul di belakang Robbie lalu mencekik lehernya dengan sangat keras.


Satu tangan lain Kevin gunakan untuk menembakkan bola hitam yang mustahil di tembus oleh energi dan kekuatan apapun itu, namanya Gudodama.


Para Dewa Olympus di rantai menggunakan Gudodama yang dengan elastis berubah menjadi rantai hitam yang sangat mustahil di putus.


"Ternyata aku berlebihan HAHAHAHAHAHA......" ucap Kevin tertawa sangat keras.


'Siksa mereka bos!!!!' teriak Kong sangat gembira.


'Siksa mereka sampai tidak mau mati tidak mau hidup tuanku!' ucap Leo.


'Yaaaa.......' teriak Kuro dan Cooper bersamaan.


'Auuuuuu....' Timmy mengaum tanda setuju.


"Orang sepertimu tidak cocok mengisi slot dewa yang aku tinggalkan! dasar menjijikkan!" ucap Kevin melempar tubuh Robbie yang lemas karena sulit bernafas.


Buaghhh....


Kevin menendang perut Robbie dengan sangat keras hingga membuat semua organ pencernaannya hancur menjadi bubur.


Kevin meraih tenggorokan Robbie dan mencengkram dengan sekuat tenaga.


"Vulcan, aku serahkan sampah ini untuk kau siksa sesukamu!" ucap Kevin menarik tenggorokan Robbie sekuat tenaga hingga tertarik keluar bersama paru-paru nya.


Dalam sekejap Robbie mati dalam keadaan mata melotot tidak percaya dengan takdirnya.


'Yaaaaaaaa.......' teriak para beast milik Kevin di dalam dunia jiwa sangat puas.


"Kalian menunggu antrean ya?" tanya Kevin menyeringai.


'Bakar!!!!' teriak Kong sangat di barengi tawa keras yang lainnya.


"Tenang saja kalian tidak aku siksa kok." ucap Kevin yang membuat para Dewa Olympus lega.


"Tapi aku bakar hidup tidur dengan api abadi HAHAHAA....." ucap Kevin membuat semua Dewa Olympus menangis pasrah.


Kevin membakar semua Dewa Olympus dengan Api Abadi yang membuat mereka semua berteriak histeris karena kepanasan.


"Leo! bunuh burung perkutut itu dan bawa kepalanya kemari!!!" teriak Kevin mengeluarkan Leo yang besarnya sangat di luar nalar.


"Hahaha....laksanakan tuanku...." ucap Leo senang.


Leo terbang lalu menyerang Phoenix Merah dengan sangat brutal, tak lupa dia menyiksannya dengan mencabuti satu persatu bulu Phoenix Merah. Setelah bersih baru dia memakannya dengan menyisakan kepalanya untuk di berikan pada Kevin.


"Silahkan tuanku..." ucap Leo yang sudah puas lalu masuk ke dunia jiwa kembali.


Woshhh....


Kevin membakarnya dengan api abadi hingga tak tersisa lalu pergi ke atap kerajaan untuk menerima title barunya.


Semua tindakan kejam itu di saksikan oleh Linda dan teman teman Kevin melalui cermin milik Joy.


Bersambung.....