
Kevin masuk ke dalam rumah dan alangkah terkejutnya dirinya karena melihat teman temannya yang duduk melamun tanpa ada tatapan kehidupan di mata mereka.
"Hoeyyy monster!!!!" teriak Kevin membuat semua teman temannya lari berhamburan keluar rumah sambil mengeluarkan senjatanya masing-masing.
"Mana mana! mana monsternya!" teriak Riski menengok kanan kiri tapi tidak ada monster satu pun di sana.
"Sialan kau vin!" teriak Deni kesal membanting senjatanya.
"Anj*ng dibodoh bodohi aku!" umpat Riski kesal lalu kembali masuk ke dalam rumah ayah Kevin.
"Makanya jangan bengong bodoh! dah pagi nih, di mana Kenzo sama Doni?" tanya Kevin.
"Hari ini Bram yang dampingin mereka, dia bilang nyuruh kau istirahat setelah lihat kau kemarin. Semi-final besok, besok habis semi-final langsung finalnya di gelar bersamaan di hari yang sama sekaligus pengumuman perwakilan dan penyerahan hadiah." jawab Dion.
"Kalian kenapa bengong?" tanya Kevin penasaran.
"Anu..hehe..." Riski hanya bisa ngang ngong tidak jelas seperti orang struk.
"Apa si?" tanya Kevin makin penasaran.
"Mereka takut Ragnarok nak." jawab Virzha keluar dari dapur sambil membawa kopi untuk teman teman Kevin.
"Ayah sudah memberitahu?" tanya Kevin mencium tangan ayahnya sebagai tanda sopan santun.
"Sudahlah, aku kan kemarin sudah meminta ijin darimu." jawab Virzha.
"Ngapain takut? Ragnarok itu cuman perang biasa gak ada ngeri ngerinya. Soalnya itu belum final battle yang sebenarnya." ucap Kevin setelah meminum kopi buatan ayahnya dan menghidupkan rokoknya.
"Final battle? maksudnya?" tanya Deni tidak mengerti.
"Lawan Iblis dengan kelas tertinggi atau dengan kata lain dewanya semua Iblis di alam semesta. Kalian beruntung gak lihat final battle antara ras Dewa lawan Ras Iblis yang jauh lebih mengerikan dari perang dunia satu atau dua." jawab Kevin.
"Kau ikut vin?" tanya Deni.
"Aku? kau tanya aku ikut apa enggak? ck..ck..ck..ck...benar benar pertanyaan bodoh alias gobl*k!" jawab Kevin menggelengkan kepalanya.
"Aku kan gak tau jadi aku tanya as*!" ucap Deni kesal.
"Jelas ikutlah! orang itu persyaratan mutlak dari ayahku kalau aku mau jadi penerusnya. Hampir semua Dewa Dewi bakalan ikut mau itu lemah atau kuat harus ikut karena final battle ini adalah ajang harga diri bari para Dewa." ucap Kevin.
"Ngeri juga ya." ucap Demian.
"Dahlah aku mah bobok manis dulu, capek badanku." ucap Kevin beranjak pergi ke kamarnya.
"Om aura nya kok beda ya om." ucap Rizal sadar dengan sikap Kevin yang lebih tenang dari sebelumnya.
"Ngantuk dia jadi agak beda." ucap Virzha.
"Masuk akal juga." ucap Rizal.
Kevin masuk ke dalam kamar dan langsung tidur setelah ganti baju. Kevin tidur memeluk Tasya yang tidak bisa tidur dari semalam, tepat setelah tangan Kevin menyentuh Tasya, Tasya merasakan tubuhnya yang rilexs dan perlahan-lahan merasakan kantuk.
[Sepertinya semua orang di rumah ini ketakutan dengan Ragnarok yang di ceriakan ayahmu tuan]
'Biarkan saja, mereka akan lupa seiring berjalannya waktu.' ucap Kevin sebelum terlelap.
'Sistem ini aku ayahnya Ashura, aku mau memberikan berita terbaru. Ragnarok akan terjadi beberapa hari lagi dan tolong kirim semua bawahan Ashura ke setiap penjuru negara berpenghuni untuk melakukan segel pengikat. Aku di perintahkan yang mulia untuk melakukan pengumpulan ras manusia di satu dunia fana yang sama.' ucap Andreas berkomunikasi dengan sistem tanpa Kevin dan Beastnya ketahui.
[Kalau begitu hamba akan membeli beberapa budak untuk melakukan misi ini tuan besar]
'Terserah apa yang kau rencanakan, yang penting hasilnya sama aku sudah puas.' ucap Andreas sebelum mengakhiri komunikasi.
[*Aku akan melakukannya dengan sempurna*]
Sistem membeli ratusan budak atau bawahan kelas Dewa Alam atas nama Kevin dan di sebar ke seluruh penjuru dunia dan menunggu perintahnya untuk melakukan segel pengikat pada semua orang di setiap kawasannya sendiri sendiri.
Setelah itu Sistem melepaskan segel kekuatan Kevin dan merubahnya menjadi maksimal 80% saat Ragnarok dan 20% di hari biasa dengan menekan aura yang sangat mengerikan di tubuh Kevin.
Tak lupa Sistem meningkatkan kekuatan keempat beast spirit Kevin ke tingkat tertinggi untuk mengantisipasi situasi terburuk nanti. Jika semua selesai akhirnya sistem menonaktifkan diri untuk mengisi energinya di alam kehampaan.
Di suatu planet terpencil
"Selamat datang kembali tuan ku!" ucap seorang pria dengan dua tanduk di kepalanya.
"Aku mau minum!" ucap pria dengan perawakan mengerikan dengan tanduk seperti domba dan tubuhnya yang 2x lipat dari manusia biasa.
"Silahkan tuanku, minuman dengan nutrisi tinggi!" ucap pria dengan tanduk kecil yang ternyata Diablo.
"Arghhhhhh....." teriak pria dengan perawakan mengerikan itu yang ternyata adalah Kaisar Dewa Iblis yang sudah bangkit.
"Bersiaplah kalian para cecurut!!!!! aku, Yama sang Kaisar Dewa Iblis telah bangkit dan akan menjadikan kalian sebagai budak!!!!!" teriaknya mengeluarkan aura Iblis yang menyebar luas ke seluruh alam semesta.
Aura Iblis itu butuh seharian penuh untuk menyentuh bumi dan isinya. Kejadian ini sudah di antisipasi sistem dengan menaikkan maksimal kekuatan Kevin.
"Kapan kita akan menyerang para calon budak kita tuan?" tanya Diablo menyeringai puas.
"Siapkan pasukan kita, aku akan membuat clone diriku sendiri untuk mengetahui kekuatan musuh sampai dimana. Saat final battle kita akan membalas semuanya dengan lebih mengerikan." ucap Yama menyeringai mengerikan.
"Laksanakan tuanku." ucap Diablo pergi dengan hati senang.
"Ashura!!!!!! aku akan balaskan dendam atas kematian adikku Mammon!!!! bajing*n!!!!!!" teriak Yama marah.
Keesokan harinya Kevin dan teman temannya pergi ke gedung turnamen untuk mendukung dua murid Kevin bertanding merebutkan kursi final karena kemarin berhasil tembus ke semi-final.
"Kalah menang itu tidak masalah, aku tidak akan memarahi kalian berdua. Yang terpenting adalah kalian harus berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan hasil latihan kalian selama ini." ucap Kevin pada Doni dan Kenzo.
"Kami tidak akan mengecewakan guru!" ucap Keduanya serentak.
"Semangat!" ucap Kevin sebelum menghilang dari hadapan kedua kakak beradik itu.
"Kita tidak boleh gerogi! kita adalah murid seorang yang luarbiasa! kita harus semangat!" ucap Kenzo memberi pidato pada Doni.
"Yaaa!!!!" teriak Doni semangat.
"Tunjukkan yang terbaik! jangan kecewakan paman!" ucap Bram mengepalkan tangan.
"Kami tidak akan mengecewakan paman!" teriak keduanya semakin bersemangat.
Dari tribun VIP mereka melihat semangat ketiga orang dari perguruan Teratai Putih itu menjadi senang bercampur sedih karena melihat semangat dua anak dari keluarga miskin yang masih polos.
"Apa yang kau bicarakan tadi?" tanya Deni mengelap air matanya.
"Hanya pidato penyemangat biasa." jawab Kevin tersenyum bahagia.
"Aku bangga padamu karena bisa sampai di semi-final dengan tiga anak dari keluarga bawah. Aku sangat terharu." ucap Riski terus menerus meneteskan air mata.
"Lebay anjir!" ucap Kevin kesal.
Akhirnya turnamen babak semi-final pun di buka, penonton hari ini lebih banyak dari sebelumnya karena ingin melihat secara langsung generasi emas tahun ini.
Pertandingan pembukaan dimulai dengan Doni vs Joni dari perguruan Kera Sakti. Kedua pemuda itu saling berpelukan sebelum bertanding tanda respect satu sama lain.
"Mulai!" teriak Wasit.
Keduanya mengeluarkan senjatanya masing masing lalu saling menyerang satu sama lain. Pertarungan dengan senjata ini seimbang hingga akhirnya senjata kedua pemuda itu hancur.
"Kita lanjut dengan senjata elemen!" ucap Joni membuat senjata dari petir birunya.
"Baik!" jawab Kenzo membuat pedang dari petir merahnya.
Pertarungan antara petir pun terjadi, suara petir yang beradu membuat semua penonton menutup telinga mereka supaya gendang telinganya tidak pecah.
[Tuan sebaiknya buat dinding segi enam untuk melindungi penonton]
Kevin mengibaskan tangannya dan seketika dinding merah melingkari arena pertarungan dan melapisi semua bagian gedung.
(Gedung turnamen tuh tengahnya bolong jadi dinding pelindung melapisi gedung kayak donat)
Suara petir beradu pun lebih teredam dan penonton melanjutkan menonton tanpa khawatir pada telinga mereka. 30 menit Kenzo dan Joni bertarung, akhirnya Joni mengeluarkan Roh Sihirnya dan mengKO Kenzo dengan sekali serangan.
"Pemenangnya Joni dari Perguruan Kera Sakti!" teriak wasit.
Kenzo di gendong Bram ke tribun peserta untuk di lakukan penanganan pertama.
"Doni semangat! kakakmu biar paman yang urus!" ucap Bram memberi semangat pada Doni.
"Baik paman!" ucap Doni pergi ke atas arena karena sudah di panggil wasit.
Doni bertarung mati matian melawan perwakilan dari klan Wiliam yang lolos ke semi-final. Doni memakai elemen cahayanya untuk mempercepat gerakannya dan mengalahkan lawan dengan telak.
"Minum air di meja itu untuk memulihkan energimu yang terkuras habis." ucap Bram menyuruh Dion.
"Bagaimana keadaan kakak paman?" tanya Doni sambil minum.
"Kakakmu baik baik saja, tapi sepertinya dia tidak bisa bertarung untuk memperebutkan juara tiga." jawab Bram.
"Kalau begitu menyerah saja paman, demi keselamatan kakak." ucap Doni.
"Baiklah, kalau begitu paman akan berbicara dengan wasit dahulu." ucap Bram turun ke arena untuk berbicara dengan wasit.
"Karena peserta nomor 83 tidak bisa bertarung untuk memperebutkan juara 3 maka peserta nomor 99 menjadi juara 3!!" teriak wasit di barengi tepukan tangan penonton.
"Kita akan break 30 menit untuk memberikan ruang istirahat pada peserta final!" ucap wasit pergi dari arena untuk beristirahat.
Kevin menghampiri Doni untuk memberikan motivasi sedikit.
"Doni, kau jangan memaksakan diri mengeluarkan roh sihir oke! aku tidak mau melihat ragamu di ambil alih oleh roh sihir yang ada di dalam tubuhmu. Kalau tidak kuat menyerah saja, masih ada waktu lain. Akan berbahaya jika roh sihir yang belum di latih langsung di gunakan untuk bertarung. Kalau kau tidk mau cacat seumur hidup ikuti omongan gurumu ini." ucap Kevin memperingati Doni.
"Siap guru! aku akan bertarung dengan jantan tanpa meminta bantuan roh sihir atau apapun itu!" ucap Doni tegas.
"Bagus! telan pil ini supaya mana mu kembali pulih!" ucap Kevin memberikan pil bewarna hijau pada Doni.
Doni tanpa pikir panjang langsung menelan pil pemberian gurunya dan benar saja mananya yang habis tak tersisa kembali pulih dan terisi penuh.
"Secara jantan!" ucap Kevin mengajak tos tinju.
"Jantan!" ucap Doni menjawab tos tinju Kevin.
Bersambung......