Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 48



Keesokan harinya


Kevin bangun dari tidurnya, saat sedang asik ngulet tiba tiba Kevin merasakan sebuah aura iblis yang sangat kuat hingga membuat Kevin muntah muntah karena merasakan mual akibat kejijikan nya terhadap para iblis.


"Jijik bet sumpah!" ucap Kevin jijik.


Setelah merasa mendingan, Kevin membangun kan semua orang untuk segera keluar dari hutan ini.


"Gak sarapan dulu?" tanya Dion bingung.


"Udah ayok buruan!" ucap Kevin berjalan pergi menahan mual.


"Ayo udah gak usah banyak komen!" ucap Deni mengikuti Kevin pergi dengan Agus senantiasa di sampingnya bercerita tentang apa saja.


Mereka pun lanjut berjalan, selama 3 hari 3 malam mereka melakukan perjalanan menuju ke kerajaan Valhala. Setelah perjalanan yang panjang serta melelahkan, akhirnya mereka pun sampai di gerbang masuk ibukota kerajaan Valhala.


Setelah mengurus semua kartu dan plat identitas di gerbang masuk, mereka pun segera pergi ke Villa yang sudah di beli oleh Kevin beberapa bulan lalu. Teman teman Kevin duluan pergi ke Villa, sedangkan Kevin menuruti Tania yang sedaritadi merengek minta jajan.


"Kamu mau upgrade plat petualang enggak?" tanya Kevin pada Tania yang sedang kebingungan melihat ke kanan kiri yang di penuhi berbagai pedagang jajanan.


"Emang ayang mau upgrade?" tanya Tania.


"Iya besok pagi, sekalian mau beli tanaman herbal di Paviliun." jawab Kevin mengikuti Tania yang berhenti di sebuah pedagang penjual pentol.


"Ya udah berarti aku juga ikut, kemanapun ayang pergi aku ikut!" ucap Tania tersenyum manis.


Setelah membeli beberapa jajanan, kedua sejoli itu pun pergi ke Villa yang sudah di beli oleh Kevin untuk bertemu dengan orang tua Kevin.


"Dari mana vin?" tanya Virzha yang sedang duduk di teras sambil merokok bersama Aurora.


"Itu nganter Tania beli jajan." jawab Kevin mencium tangan kedua orang tuanya.


"Gimana kabarnya nak? lancarkan hubungan kalian berdua?" tanya Aurora mencium kedua pipi Tania yang semakin mengembang.


"Baik tante." jawab Tania tersenyum manis.


"Jangan panggil tante dong, panggil mama!" ucap Aurora menggandeng Tania masuk ke dalam rumah.


"Ayah kenapa? kok cemberut gitu?" tanya Kevin.


"Kau tidak liat perut ibumu tadi?" tanya Virzha balik.


"Aku tidak terlalu memperhatikan ibu, aku terlalu lelah sampai tidak memperhatikannya." jawab Kevin duduk di kursi kosong tempat Aurora tadi duduk.


"Dia hamil vin, sudah 8 bulan, sehari setelah kalian berangkat baru ketahuan kalau dia hamil!" ucap Virzha.


"Terus? bukannya seharusnya ayah senang?" tanya Kevin aneh.


"Hey bodoh! kedua adikmu belum ketemu! masak ibunya harus melahirkan tanpa ada kedua anak bandel itu di sampingnya!" ucap Virzha memukul kepala Kevin.


"Ayah pikirkan dulu keadaan ibu, masalah dua anak itu biar aku yang cari besok. Yang terpenting keadaan ibu dulu." ucap Kevin.


"Gimana kekuatanmu?" tanya Virzha mengalihkan pembicaraan.


"Ya begitulah ayah, sekarang aku kalau merasakan aura iblis jadi mual, mau muntah semenjak menyerap kekuatan itu." ucap Kevin menghela nafas.


"Aku juga begitu, bahkan Andreas juga begitu, semua ras dewa akan merasakan hal yang sama karena tabrakan energi antara positif dan negatif. Lama lama kau juga akan terbiasa dengan hal itu." ucap Virzha.


"Semoga saja ayah." ucap Kevin menatap langit yang tiba tiba mendung.


Bresss...


Seketika itu juga hujan yang sangat amat deras pun turun, tanpa ada hujan rintik-rintik. Kevin masuk ke dalam rumah untuk membersihkan tubuh nya yang terasa sangat lengket.


[Tuan mau upgrade plat petualang?]


'Iya.' jawab Kevin.


[Mau upgrade ke ranah apa? sistem bisa program]


'Emperor.' jawab Kevin berendam di bathup untuk meregangkan otot ototnya yang pegal-pegal.


[Besok tuan tinggal ke Asosiasi saja untuk test lalu plat petualang sudah berubah otomatis]


'Aku lemas sekali bob, kenapa ya?' tanya Kevin merasa tubuhnya sangat lemas dan tidak bersemangat.


[Tuan belum setor pej*h ke nyonya besar]


'Aku tanya beneran bang*at!' ucap Kevin kesal.


[Tuan hanya harus beristirahat seharian full hari ini, kebetulan kan masih jam 10 pagi. Setelah beristirahat tuan akan merasa segar dan bersemangat lagi, oh iya hari ini jangan ngerokok dulu supaya organ tubuhmu bekerja maksimal]


'Okelah, dengan terpaksa.' ucap Kevin pasrah.


Setelah merasa puas berendam, Kevin pun keluar dari kamar mandi dengan celana boxer selutut dan kaos polos.


"Cuaca mendukung buat turu!" ucap Kevin merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk.


Saat ingin menutup mata, Tania masuk ke dalam kamar untuk memanggil Kevin ikut makan bersama.


"Makan dulu sayang, habis makan baru tidur." ucap Tania lembut.


"Arghh! males banget e yang!" ucap Kevin malas.


"Aku bawain ke sini ya." ucap Tania menawarkan.


"Enggak usah, aku ke sana aja, nyusul kalian makan duluan aja." ucap Kevin menolak.


"Jangan tidur lo ya!" ucap Tania.


"Iya sayangku!" ucap Kevin.


Setelah Tania keluar kamar, Kevin pun mengumpulkan niat untuk berjalan. Namun bukan niat yang terkumpul tapi malah ketiduran karena kecapean.


'Dasar bos pembohong! katanya mau keluar! malah turu! ngorok lagi!' ucap Kong kesal.


'Cuaca mendukung jadi bos ketiduran.' ucap Kuro tertawa kecil.


'Kemana harimau kemarin? perasaan tadi dia tidur di bawah pohon itu bersama Timy!" ucap Kong menengok kanan kiri.


'Mungkin jalan jalan.' ucap Kuro.


[Kalian merasakan aura iblis tidak?]


[Menurutmu berasal dari mana?]


'Kerajaan.' jawab Kong singkat lalu masuk ke gua nya.


Tania masuk ke kamar Kevin dan hanya bisa tersenyum geli melihat Kevin yang ketiduran dengan ponsel yang masih menyetel video youtube.


"Jangan berubah ya sayang." bisik Tania mencium pipi Kevin yang sedang ngorok.


"Gimana nak?" tanya Aurora menengok dari pintu.


"Ketiduran mah, kayaknya kecapean." jawab Tania.


"Ya udah nanti malem aja dia makannya." ucap Aurora pergi.


Tania menganggukkan kepala lalu pergi mandi, setelah mandi dia ikut tidur dengan memeluk Kevin yang tertidur sangat pulas.


Malam harinya


Kevin terbangun dari tidurnya karena alarm dari sistem.


"Hoammm....ck! malah laper!" ucap Kevin celingak celinguk.


[Makan lah tuan, daripada tidur dengan perut lapar?]


"Masih ujan aja nih!" gumam Kevin berjalan keluar kamar sambil garuk garuk pipi.


Kevin mendengar suara perbincangan di ruang makan yang sangat seru di barengi tawa yang menggelegar.


"Bangun vin?" tanya Dion melihat Kevin yang berjalan terhuyung huyung.


"Aku masih tidur kok." jawab Kevin duduk di samping Tania.


"Lagian tanya kek gitu! aneh bet om om satu ini!" ucap Deni.


Kevin hanya diam memakan makanan yang di siapkan oleh Tania, istri kesayangannya. Saat makan pun Kevin kadang masih suka ketiduran karena saking capeknya.


"Besok sore ikut ya nak." ucap Aurora mengajak Kevin.


"Kemana?" tanya Kevin.


"Demian sama Rizal mau nikah kecil kecilan di restoran tempat Laras kerja jadi manager." jawab Aurora.


"Hmm.." Kevin tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepala sambil menyuap nasi ke mulutnya.


"Lemes banget vin, semangat dikit napa! ini sahabatmu lo yang mau nikah!" ucap Dion kesal.


Kevin hanya menatap Dion dengan tatapan tajam yang menusuk sampai ke tulang.


"Kau ini kenapa sih Vin? kek gak rela sahabatnya nikah!" ucap Rizal tiba-tiba marah.


"Enggak, aku gak papa cuma capek aja kemarin jalan tiga hari tiga malem." jawab Kevin tersenyum manis yang terlihat sangat di buat buat.


Hening...


Kevin buru buru menyelesaikan makannya lalu kembali ke kamar karena takut mengganggu suasana teman temannya yang sedang bahagia.


"Haihh...lagi capek capeknya malah di hakimi!" gumam Kevin kembali tidur.


Keesokan harinya


Kevin bangun jam 5 pagi, dia mengganti pakaiannya dan berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Setelah selesai olahraga, Kevin pun langsung mandi dan sarapan dengan makanan yang sudah di belinya di toko sistem.


[Tuan mau berangkat sekarang? tapi nyonya besar masih tertidur pulas]


"Aku berangkat sendirian aja." jawab Kevin memakai jubah dewa kuno miliknya dan sebuah topeng Hannya yang bisa mengikuti gerak wajah si pemakai.


Topeng yang di pakai Kevin berwarna perpaduan biru keabu-abuan dengan merah, di dahinya terdapat ukiran mata, bertaring empat dan bertanduk dua.



"Tolong hilangin taringnya bob! bikin anak kecil takut aja!" ucap Kevin yang sudah di atas genteng Villa.


[Sudah tuan]


Kevin melompat dari genteng rumah satu ke rumah lain, dia sampai di Asosiasi petualang yang padahal masih jam 7 kurang tapi sudah di penuhi oleh para petualang yang mau mengumpul misi dan mengambil misi.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya resepsionis yang bernama Anya.


"Aku mau test naikkan plat petualang." jawab Kevin dingin dengan tatapan tajam dan aura ranah Heavenly Emperor yang keluar dari tubuhnya membuat siapapun segan untuk menyapa.


"Mari tuan biar saya tunjukkan ruangannya." ucap Anya menunjukkan ruangan khusus untuk test kenaikan plat petualang.


Dengan mudah tanpa mengeluarkan energi Kevin menuntaskan test yabg di berikan, 100% tanpa kecacatan.


"Selamat, tuan satu satunya petualang yang naik tiga tingkat sekaligus! tuan kini berada di tingkat Supreme!" ucap Anya memberi selamat.


"Terimakasih!" ucap Kevin mengambil plat miliknya lalu pergi ke papan misi untuk mencari misi yang cocok untuk mengisi waktu luangnya.


'Bob sialan! katanya emperor!' ucap Kevin sambil memilih misi dan di kelilingi para petualang yang menjaga jarak dengan Kevin takut membuat Kevin tersinggung.


[Sistem salah program tuan, maaf]


'Sudahlah, misi apa yang bagus hari ini?' tanya Kevin.


[Tuan ambil misi memburu ular iblis untuk di ambil kulit, taring, dan racunnya saja, untuk pemanasan]


Kevin mengambil kertas misi tingkat Legendaris tanpa ada keraguan yang membuat para petualang semakin segan dan respect.


"Aku ambil misi ini." ucap Kevin membawa kertas misi pada Anya yang sedang berjaga.


"Silahkan isi data diri tuan, setelah itu tanda tangan dan tulis waktu yang tuan butuhkan untuk menyelesaikan misi ini." ucap Anya menjelaskan.


Kevin mengisi semua data data sesuai petunjuk dari Anya, setelah beres Kevin menyimpan kertas misinya lalu pergi dengan terbang.


"Inpo lokasi Bob!" ucap Kevin sambil terbang menuju ke hutan yang tertera di kertas misi.


[Inti hutan iblis tuan! sebuah padang rumput yang terhimpit dua pegunungan besar!]


Kevin dengan kecepatan luar biasa menuju lokasi yang sudah sistem berikan pada peta.


Bersambung.....