
Kevin terbang dengan kecepatan tinggi menuju puncak gunung di belakang bangunan sekte yang megah.
"Bisa datar gini! dari jauh kayak lobang lava dah!" ucap Kevin kaget mengetahui puncak gunung itu datar dan sangat luas serta terdapat goa yang sangat besar dan mengeluarkan aura keagungan yang beberapa hari ini selalu dia rasakan.
"Hallo...." panggil Kevin dari mulut goa.
Woshhh......
Seekor burung Phoenix berwarna Emas yang sangat amat besar terbang keluar goa yang tingginya sekitar 100m dan lebar 80m itu, sangat cocok dengan tubuh besar sang burung.
"Salam pada yang mulia MahaDewa Agung! perkenalkan nama hamba Roky, si Phoenix penguasa Beast Burung." ucap Phoenix tersebut memperkenalkan diri.
"Ohhh, kau sudah kenal dengan ku? dari mana?" tanya Kevin kaget.
"Semua Beast Penguasa sudah tau yang mulia." jawab Roky.
"Kenapa kau bisa ada di sini? bukannya tempatmu ada di alam dewa?" tanya Kevin bingung.
"Hamba sedang menjalankan hukuman dari sanga Kaisar Dewa yang Agung, hamba di kurung di gua ini sampai yang mulia menemui hamba. Selama ratusan bahkan jutaan tahun hamba menunggu kedatangan yang mulia ke gunung ini." jawab Roky.
"Kau sudah bebas, silahkan kembali ke alam dewa." ucap Kevin.
"Yang mulia tidak mau membuat kontrak dengan hamba? hamba bersedia melakukan apapun perintah dari yang mulia." ucap Roky.
"Tidak, sudah terlalu banyak yang menjadi Beast Spiritual ku. Begini saja, kau boleh tetap di sini, asalkan jaga kota dan sekte di bawah, tapi jangan asal keluar, keluar dan bantulah mereka jika keadaan sudah sangat mendesak." ucap Kevin.
"Baik! perintah yang mulia akan hamba lakukan!" ucap Roky tegas.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa!" ucap Kevin sebelum menghilang.
Kevin pergi ke sekte untuk melihat para murid yang sedang berlatih. Kevin bingung kenapa para murid berlatih sangat serius dan mati matian.
"Tuan." sapa seorang pria tampan dengan perawakan yang sangat sempurna bagi para wanita, dia adalah Rido, orang yang di utus Kevin untuk menjalankan sekte ini selama Kevin pergi berpetualang.
"Kenapa mereka berlatih mati matian begini?" tanya Kevin mengerutkan alisnya.
"Setahun lagi akan ada tournament besar yang di adakan di Kerajaan Valderman, jadi saya inisiatif untuk mendaftarkan sekte kita untuk mengikuti tournament itu. Sekalian kita mengumumkan kalau ada satu sekte aliran putih yang baru berdiri." jawab Rido menjelaskan.
"Terserah mu lah, aku terima jadi saja, yang penting itu baik bagi sekte ini aku setuju setuju saja." ucap Kevin pergi meninggalkan Rido.
Kevin terbang ke arah hutan dan duduk di sebuah pohon yang sangat besar dan rimbun. Kevin duduk di dahan pohon yang sangat besar dan cocok untuk duduk dan tiduran.
'Besok kita langsung gas ke Kerajaan Victoria, bos seharian besok usahakan untuk melupakan kasih sayang mu pada Nyonya besar, karena kita akan pergi paling sebentar satu tahun.' ucap Kuro.
"Iyaaa." jawab Kevin melamun.
'Semangat dong bos! lemes banget!' ucap Kong.
"Aku ngantuk! bukan lemes!" ucap Kevin menguap.
Karena asik melamun, akhirnya Kevin pun ketiduran di pohon besar itu sampai malam hari. Saat bangun, Kevin kaget setengah mati sekaligus panik karena janjinya tadi untuk pulang sorean.
Dengan buru buru, Kevin pergi kembali ke rumah dan melihat Linda yang duduk di teras di temani secangkir teh hangat dan raut wajah yang terlihat sangat kesal.
"Hallo sayang...." sapa Kevin cengar-cengir.
"Dari mana?" tanya Linda datar.
"Dari sekte." jawab Kevin masih cengar-cengir.
"Kok sampek jam segini?" tanya Linda memperlihatkan jam di ponselnya yang saat itu menunjukkan pukul 20.00.
"Ketiduran, capek habis ngelatih anak anak hehe...." jawab Kevin.
"Kamu tau gak sih aku tuh pingin seharian sama kamu, besok malem kamu udah pergi, pulangnya enah kapan! tolonglah ngertiin aku!" ucap Linda kesal.
"Iyaaa...maaf ya..." ucap Kevin tersenyum lembut lalu memeluk Linda yang sangat kesal itu.
"Maaf maaf, besok juga di ulang lagi!" ucap Linda kesal dan tidak membalas pelukan Kevin.
"Udah udah...ayo masuk, hawanya dingin di luar." ucap Kevin menggandeng tangan Linda yang masih terlihat kesal itu.
"Senyum dong, cemberut gitu bikin cantiknya ilang loh." ucap Kevin membujuk Linda yang saat itu mereka berdua sedang di dalam kamarnya.
"Biarin!" ucap Linda ketus.
"Ya udah, aku mandi dulu ya." ucap Kevin pergi mengambil baju lalu masuk ke kamar mandi.
Saat sedang enak enak mandi, tiba tiba pintu kamar mandi yang sengaja tidak Kevin kunci di dobrak oleh Linda yang saat itu hanya memakai celana hotpants dan bh saja.
"Mau apa kamu?" tanya Kevin menutup adik kecilnya menggunakan kedua tangannya.
Linda hanya menatap datar wajah Kevin lalu melucuti celananya dan bh nya, setelah itu keduanya melakukan hubungan suami istri selama berjam-jam.
Pukul 01.00 pagi keduanya baru tertidur pulas setelah lanjut bermain di atas ranjang sampai titik pejuh penghabisan.
Keesokan harinya
Kevin bangun dari tidurnya karena Linda yang terus menerus mengguncang tubuhnya berusaha membangun kan Kevin dari mimpinya.
"Hmmm....." Kevin menyahut setengah sadar.
"Bangun! udah jam 12! ayo jalan jalan!" ucap Linda memeluk Kevin yang tidur telentang.
"Panas, mager, nanti sore aja." jawab Kevin ngulet dan memeluk Linda dengan erat.
"Kaki ku masih lemes sayang." ucap Kevin mencium kening Linda.
"Huhh! ya udah deh! nanti sore ya! kalau bohong awas kamu! aku hukum semalaman!" ucap Linda mengancam.
"Iyaaa...." jawab Kevin melepas pelukannya.
"Cium.." ucap Linda dengan suara halus sekaligus manjanya.
Kevin mincium kedua pipi, kening, serta bibir indah Linda. Setelah itu baru Linda pergi sehabis membalas ciuman Kevin.
'Bos mau berangkat kapan?' tanya Kuro.
'Besok aja lah, lemes banget badanku!' jawab Kevin.
'Oke bos!' jawab Kuro paham dengan kondisi Kevin.
Kevin pun kembali tidur dengan pulas dan kembali bangun jam 2 siang, dia langsung mandi dan pergi ke dapur untuk mengisi perutnya yang keroncongan.
"Ayang mau makan apa?" tanya Linda mencium pipi Kevin sambil memeluknya dengan erat.
"Apa aja yang penting kenyang." jawab Kevin mencium balik pipi Linda yang tembem.
"Sebentar ya." ucap Linda membuka kulkas untuk melihat bahan makanan yang ada.
'Tubuhnya lebih semok dan berisi ya, baru sadar aku!' ucap Kevin dalam hati.
"Yang, besok lagi jangan pakai pakaian yang ketat gitu ya, gak enak di lihat sama yang lainnya." ucap Kevin.
"Iyaa maaf." ucap Linda merasa bersalah.
"Kamu ngertikan maksud aku." ucap Kevin lembut.
"Iya paham kok." ucap Linda menganggukkan kepala.
"Kalau di kamar sama aku gak papa, tapi kalau di luar gini usahakan pakai yang longgar aja." ucap Kevin tersenyum.
"Iyaaa.." jawab Linda merasa senang karena di perhatikan oleh suaminya itu.
Setelah masakannya matang, Linda pun menyajikannya pada Kevin yang saat itu masih sabar menunggu sambil memandangi tubuh Linda yang sangat molek.
"Aku ganti baju yang lebih santai dulu ya, kita makan bareng ya." ucap Linda pergi ke kamar buru buru.
Tak lama Linda kembali menghampiri Kevin dengan setelan baju yang lebih longgar dan tidak memperlihatkan lekukan tubuhnya.
"Nahh ginikan lebih santai." ucap Kevin mencium pipi Linda.
"Iyaa, udah ayo makan keburu dingin." ucap Linda tersenyum senang.
Mereka berdua makan sore sambil ketawa ketiwi dan saling suap menyuap, benar benar pasangan yang serasi.
Aurora dan Zoya yang tadi pagi datang pun sangat senang melihat situasi ini, keduanya sangat amat bahagia melihat anak mereka bisa tertawa lepas bersama seorang wanita yang sangat tulus dan baik.
"Memang wanita yang sangat cocok untuk putra kita!" ucap Aurora.
"Benar benar pengertian." ucap Zoya yang sedikit meneteskan air mata.
"Sudah, kita jangan mengganggu mereka, ayo berkumpul di ruang tengah." ucap Aurora menggandeng tangan Zoya.
Selesai makan, Kevin pun pergi ke ruang tengah untuk sekedar ikut nimbrung teman temannya yang sedang asik mengobrol.
"Baru bangun vin?" tanya Deni yang sedang asik main PS yang baru selesai pengerjaannya oleh para pengusaha.
"Iya, semalem begadang soalnya." jawab Kevin.
"Begadang? ngapain?" tanya Agus nyengir.
"Ya cerita cerita aja sama Linda, gara gara keseruan ya sampe jam 3 kita melek di kamar sekalian nonton TV." jawab Kevin yang diiyain Agus.
"Ayang mau kopi enggak?" tanya Linda yang berjalan menghampirinya.
"Gak jadi keluar?" tanya Kevin bingung.
"Enggak ah, tiba tiba mager hehe..." jawab Linda.
"Ohh ya udah, tolong buatin kopi agak manis ya." ucap Kevin.
"Okey!" jawab Linda tersenyum cerah.
Entah kenapa hari itu Linda terlihat sangat amat bahagia dan wajahnya terlihat lebih cerah dari biasanya.
"Gamenya apa aja yang udah keluar?" tanya Kevin pada Rizal.
"Banyak vin, game game lawas aja udah banyak yang keluar, yang lagi hype tu PES, GOW, GTA, Tekken, masih banyak lagi dah. Gak nyesel aku beli ini 100 koin diamond." jawab Rizal.
"Udah canggih aja teknologinya." ucap Kevin.
Tak lama Linda datang dengan dua cangkir gelas berisi kopi dan teh. Kopinya di berikan pada Kevin, sedangkan tehnya untuknya sendiri.
Kevin memperhatikan teman temannya yang asik bermain game dengan sangat seru sambil mengusap usap rambut Linda yang sedari tadi menyender di pundaknya.
Bersambung.....