
Keesokan harinya
Setelah dua minggu latihan fisik, Kevin mulai mengajari teman temannya untuk ber kultivasi.
"Buat apa kita belajar kek gini vin?" tanya Deni bingung.
"Ini tingkatan di dunia ini, di dunia ini gak ada lagi yang namanya level, yang ada cuma tingkat kultivasi dan kuat kuatan roh sihir." jawab Kevin.
"Lah baru tau aku." ucap Riski.
Kevin mengajarkan dasar dasar dalam ber kultivasi supaya tidak menimbulkan kerusakan pada tubuh mereka yang masih awam.,
'Bakalan lama nih.' batin Kevin menghela nafas lpanjang.
Kevin terus melatih teman temannya yang masih awam tentang kultivasi. Sampai hampir satu tahun mereka berlatih di dalam hutan larangan dan kini mereka sudah menduduki tingkat Roh Spiritual dan sudah membangkitkan roh spiritual nya masing-masing sebagai partner dalam bertarung.
Saat ini mereka sedang mencoba belajar membuat pil untuk di jual di Paviliun. Namun dari keenam orang itu hanya Demian yang serius menekuni job Alchemist ini.
"Gak bisa fokus cok aku!" ucap Deni dengan wajah yang menghitam karena terkena ledakan dari tungku Alchemist yang gagal.
"Iya! dahlah males aku!" ucap Riski tidak tertarik lagi dengan job ini.
Woshhh....
"Hahaha....berhasil berhasil!!!" teriak Demian gembira karena pertama kalinya dia berhasil membuat pil yang kesempurnaan nya 40%.
"Pil penyembuh tingkat SS kesempurnaan 40%, lumayan untuk pemula." ucap Kevin mangguk mangguk.
Kegembiraan Demian tidak luntur sampai makan malam tiba, dia makan malam sambil tersenyum lebar.
"Kapan kita pulang vin?" tanya Dion rindu dengan istrinya di rumah.
"Besok kita balik, tapi kita ke barat dulu buat mampir ke kerajaan Nuvoleon, ada sayembara menguntungkan di sana. Aku pingin ikut mencoba peruntungan." jawab Kevin.
"Berpetualang lagi!" ucap Riski senang.
Setelah makan malam, mereka pun tidur di tempat tidurnya masing-masing. Sedangkan Kevin, masuk ke dunia jiwa untuk berunding dengan para beastnya yang sedang ngerumpi.
"Ada apa bos?" tanya Kong bingung melihat tuannya yang tumben datang jam jam segini.
"Kerajaan Nuvoleon masih sayembara gak?" tanya Kevin balik.
"Masih bos, sampai sekarang mereka belum dapat obat penyakit sang permaisuri raja Nuvoleon. Tapi Kerajaan Iceland sudah tidak membuka pendaftaran untuk masuk ke makam leluhur yang di temukan." jawab Kuro.
"Oke nice ingfo!" ucap Kevin masuk ke dalam gubuknya.
Di sana dia berkomunikasi dengan sang ayah yang ada di alam dewa untuk menanyakan soal latihannya.
"Apakah aku harus latihan rutin ayah?" tanya Kevin.
"Iyalah! kalau tidak kekuatanmu akan menurun secara perlahan-lahan dan akhirnya mereka hilang begitu saja." jawab Andreas.
"Setiap hari atau seminggu tiga kali?" tanya Kevin.
"Culun seminggu tiga kali saja, latih semuanya supaya tidak ada satupun yang menurun." jawab Andreas.
"Baiklah, terimakasih untuk pendapatmu." ucap Kevin mengakhiri percakapan dan mulai berlatih tipis-tipis.
"Bos, bagaimana hubungan mu dengan wanita waktu itu? sepertinya dia sudah berubah." tanya Kong kepo.
"Aku tidak tau pasti bagaimana perasaannya padaku tapi kau tau kan perasaanku padanya." ucap Kevin menaik turunkan alisnya.
"Apa gara gara ritual waktu itu dia berubah jadi selembut ini padamu? atau bagaimana?" tanya Kong penasaran.
"Ntahlah hanya dia yang tau." jawab Kevin lanjut berlatih.
Hubungan Kevin dengan Tania selama ini memang lebih dekat dan akrab, terlebih lagi Tania sangat perhatian dan memperlakukan Kevin dengan sangat lembut berbeda dengan yang lainnya.
Hal ini membuat teman teman Kevin curiga dengan hubungan keduanya yang mungkin lebih dari saling kenal saja.
Setelah merasa cukup dalam berlatih, Kevin pun pergi mandi dan kembali ke gua yang ternyata sudah mulai pagi.
'Loh kok dah pagi aja.' batin Kevin bingung.
[Saya sudah merubah dimensi waktu dunia jiwa dan dunia luar tuan, saya menyamakannya supaya tidak memerlukan banyak energi alam]
'Ohh baiklah.' batin Kevin pergi berburu ke dalam hutan bersama Bombom.
"Makan apa ya? hem....." Kevin berpikir sembari berjalan menelusuri hutan.
(Buat yang tanya kenapa gak telpon ibu kevin yang ada di rumah, jawabannya gak ada sinyal di sini)
"Buat steak aja lah." ucap Kevin memutuskan masakan yang akan di buat pagi ini.
Kevin berburu monster yang berbentuk Gajah berkepala harimau dan berkaki kancil. Setelah memburu setidaknya 5 monster gajah, Kevin kembali ke danau dekat Gua untuk menguliti monster buruannya dan membersihkan isi perutnya.
Setelah di potong dengan potongan steak, Kevin mulai memasaknya dengan bumbu lengkap yang di beli di toko sistem. Sembari memasak, Kevin minum arak beralkohol rendah dan di temani rokoknya.
Saat sedang asyik memasak, teman temannya pun bangun dengan wajah segar dan sumringah. Mereka pergi mandi di danau, lalu setelah itu mereka sarapan bersama sama.
"Ngomong ngomong, gimana ya kabar cewek waktu itu?" tanya Rizal penasaran dengan gadis yang di pukuli oleh Joy.
"Gak tau." jawab Kevin segera setelah melihat wajah Tania yang tiba tiba cemberut.
"Habis ini kita ke mana vin?" tanya Dion mengalihkan pembicaraan.
"Ke kota kemarin, kita cari saudagar kaya yang mau ke Kerajaan Nuvoleon. Kita tawari pengawalan ke mereka biar makan sama penginapan kita di tanggung mereka. Sambil menyelam minum air." ucap Kevin tersenyum licik.
"Gak berburu dulu?" tanya Agus.
"Kan kalian dah ada banyak crystal kan? masa hampir setahun kalian gak pernah latih tanding lawan monster di sini?" tanya Kevin aneh.
"Ada sih tapi sedikit hehehe...." jawab Agus tertawa kecil.
"Ya nanti di perjalan sambil berburu biar bisa di jual banyak." ucap Kevin.
Setelah sarapan, mereka pun beberes barang barang lalu pergi dari sana menuju ke kota dekat hutan larangan yang bernama Kota Grille. Di perjalan mereka terus memburu monster monster kelas SSS untuk di ambil crystal dan kulitnya yang bisa di jual mahal ke Paviliun atau asosiasi petualang.
Mereka berjalan hingga sampai di bagian luar hutan larangan di sore harinya.
"Kita jual semua crystal sama kulit monster ke Paviliun terdekat, habis itu kita istirahat di motel di kota Grille." ucap Kevin yang beristirahat di pinggir jalan setapak yang mengarah masuk ke hutan.
"Oke!" jawab Riski.
Setelah puas beristirahat, mereka pun lanjut berjalan menuju kota Grille. Di tengah tengah perjalanan, mereka di cegat oleh segerombolan bandit yang rata arah ada di tingkat SSS.
"Serahkan wanita itu dan harta kalian! kalau tidak...." belum selesai ketua bandit itu berbicara Kevin sudah mencekiknya.
"Kalau tidak apa?" tanya Kevin mengencangkan cekikannya.
Karena tidak ada jawaban Kevin pun mematahkan tulang leher ketua bandit yang sudah di tingkat kultivasi Pemurnian Qi. Melihat ketuanya mati begitu saja, para bandit lain berniat untuk kabur, tapi dengan sigap teman teman Kevin membunuh mereka dengan sangat mudah.
"Lanjut." ucap Kevin berjalan di samping Bombom yang di punggungnya duduk Tania.
Akhirnya mereka sampai di kota Grille malam hari, Kevin memutuskan untuk bagi tugas.
"Gus, den, Zal, kalian jual Crystal sama kulit ke Paviliun. Aku sama yang lain cari motel buat kita istirahat." ucap Kevin.
"Siap!" jawab mereka bertiga pergi.
Kevin dan lainnya pergi mencari motel sambil mengamati perkembangan teknologi di kota ini.
"Udah banyak pedang yang jual jajanan di bumi ya, perkembangannya sangat cepat." ucap Riski yang melihat Tania membeli telur gulung di salah satu pedang.
"Kompor gas dah di edarkan ternyata." ucap Kevin melihat salah satu pedang gorengan.
"Banyak restoran luar di sini ya, berjejeran loh gila emang." ucap Dion melihat berbagai restoran khas dari luar negeri.
Setelah Tania selesai beli jajanan, mereka pun lanjut berjalan menuju motel yang sudah terlihat.
"Pesan empat kamar kelas 2 untuk dua malam." ucap Kevin melihat buku tamu yang menjelaskan macam macam kamar sesuai kelasnya.
"12 koin emas tuan biayanya." ucap resepsionis.
Kevin membayarnya dan mengambil kunci kamarnya, setelah itu Kevin dan yang lain pergi ke bagian restoran untuk makan malam.
"Ada sinyal gak di sini?" tanya Dion pada Riski yang sedang mencoba membuka ponselnya.
"Ada om." jawab Riski.
Dion menghidupkan ponselnya lalu menghubungi istrinya melalui video call.
(Note: para ilmuwan emang udah membuat design HP yang modern. Jadi HP layar sentuh dan kamera depan sudah biasa di sana. Aplikasi kayak IG, WA, YT, dan sebagainya juga sudah di buat karena para ilmuwan yang mendapatkan kekuatan khusus sesuai yang mereka minta)
"Kenapa?" tanya Kevin pada Tania yang terlihat murung.
"Capek." jawab Tania lendetan di lengan Kevin sambil scroll IG di ponselnya.
"Makan dulu baru tidur." ucap Kevin mengelus kepala Tania yang kelelahan itu.
"Vin, kau sama dia ada hubungan apa?" tanya Riski berbisik di telinga Kevin.
Kevin hanya menunjuk cincin berlian yang terpasang di jari manis Tania. Riski dan Demian memasang wajah terkaget bahagia sambil menyalami tangan Kevin.
Saat mereka bertiga sedang berbahagia, datanglah Dion dan yang lainnya yang baru saja melakukan kegiatan masing-masing.
"Kalian kenapa kok seneng banget gitu?" tanya Deni kepo.
"Ada deh.." ucap Riski.
"Dapet berapa?" tanya Kevin.
"Dapet 10 juta koin platinum sama 400 ribu koin emas." jawab Rizal.
"Bagi enam kalian." ucap Kevin.
"Kau enggak Vin?" tanya Deni kaget.
"Aku ada banyak kalau cuman receh gini." jawab Kevin.
"Sombong si anj*ng!" ucap Deni.
Mereka membagi koin emas dan platinum itu secara rata, saat sedang membagi rata uang hasil jual Crystal, makanan yang di pesan Kevin pun datang.
"Bangun, makan dulu." ucap Kevin membangunkan Tania yang tertidur.
Tania bangun dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Dia makan dengan di suapi Kevin, setelah makan malam Tania di suruh Kevin kekamar duluan, sedangkan dia mau merokok sebentar di luar.
"Ini kuncinya, langsung tidur ya." ucap Kevin mencium pipi Tania.
Setelah itu Tania beranjak pergi, Kevin melihat teman temannya yang masih fokus berdebat masalah uang yang tidak terbagi rata.
"Bagi dulu secara rata, kalau ada sisa, kasih ke panti asuhan deket sini aja jangan maruk." ucap Kevin menyalahkan rokoknya.
"Deni tol*l ini yang ngeyel!" ucap Riski.
"Mending buat karaokean aja!" ucap Agus mengusulkan ide bodohnya.
"Sini sini." ucap Kevin meminta sisa uangnya.
Ternyata sisa uangnya adalah 7 ribu emas, Kevin mengambil 5 ribu emas untuk di sumbangkan, sisanya dia kembalikan pada mereka.
"Tuh kalau mau foya-foya." ucap Kevin.
"Gas karaokean?" tanya Deni tersenyum lebar.
"Gass!" ucap Agus, Demian, Riski dan Rizal bersamaan.
Mereka berempat pergi ke tempat karoke bersama setelah makan malam. Sedangkan Dion memilih untuk langsung tidur ke kamarnya. Kevin masih duduk di sana sambil merokok dan di temani arak yang dia pesan barusan.
Saat sedang melamun, Kevin di tepuk punggungnya oleh seseorang yang tidak Kevin kenali.
"Permisi tuan, apakah benar anda seorang petualang?" tanya orang itu.
"Benar tuan." jawab Kevin.
"Perkenalkan saya Jhon kepala pengawal dari Kerajaan Valverde. Kalau boleh tau ada di tingkat apa tuan ini?" tanya orang bernama Jhon itu.
Kevin menunjukkan plat petualang tingkat SSS+ pada orang itu yang membuatnya tersenyum lebar.
"Bisakah anda mengawal kami? kami dari Kerajaan Valverde mau berkunjung ke sana besok lusa, namun dadi kemarin belum dapat satu pun petualang yang mau mengawal kami." ucap Jhon.
"Tuan mau bayar berapa?" tanya Kevin.
"Satu koin diamond tuan, semua biaya makan dan motel sudah kami tanggung." jawab Jhon.
"Sepakat." ucap Kevin menjabat tangan Jhon.
"Kalau begitu lusa pukul 07.00 kita bertemu di alun alun kota untuk berangkat." ucap Jhon.
"Baik tuan." ucap Kevin.
Jhon pun pergi dari motel itu, sedangkan Kevin pergi ke kamarnya untuk istirahat.
Bersambung......