
Keesokan harinya Kevin mulai membangun desa kecil itu, di mulai dari memperluas wilayah desa. Kevin mengajak para warga untuk gotongroyong menebang pohon untuk memperluas desa.
Tidak lupa, Kevin membeli banyak bahan material di toko sistem untuk pembangunan infrastruktur desa.
"Kira kira kita buka sampai mana?" gumam Kevin yang kini di atas langit melihat progres para warga yang kini sedang makan siang.
'Lebih baik kita los kan sampai 30km² bos, kita bangun dua rumah sakit besar, pangkalan militer, dan sisanya kita bangun infrastruktur yang menghasilkan uang. Untuk perumahan kita bisa renovasi rumah yang sudah ada saja.' ucap Kuro.
"Bangun benteng atau tembok saja?" tanya Kevin.
'Benteng saja bos, supaya lebih aman.' jawab Kuro.
Kevin memilih bentuk benteng yang ada di toko sistem, setelah mendapatkan yang cocok, Kevin membelinya dan menaruh di batas yang sudah di beri tanda oleh Sistem.
Boommm...
Benteng tinggi dan sangat tebal mengelilingi desa yang belum sepenuhnya bersih dari pepohonan liar. Sedangkan lima tambang emas dan berlian di kelilingi juga dengan benteng pertahanan namun lokasinya terpisah dari desa utama.
"PR nya tinggal bersihin pohon, terus lanjut bangun infrastruktur!" ucap Kevin turun ke bawah untuk menemui para warga yang masih kaget dengan suara barusan.
"Tuan, suara barusan itu apa?" tanya kepala desa yang bernama Chris.
"Aku buat benteng barusan." jawab Kevin duduk lalu menghidupkan rokoknya.
Saat sedang berfikir sambil merokok, Kevin melihat seorang gadis yang amat sangat cantik dan memiliki tubuh yang seksi serta montok sedang berjalan ke arahnya memegang secangkir kopi.
"Ini tuan di minum." ucapnya tersenyum manis.
"Terimakasih." jawab Kevin mengambil kopi.
Gadis itu pergi meninggalkan Kevin setelah mengedipkan matanya dan mengelus pelan pahanya yang di balut celana panjang ketat.
'Semoknya bos! gila!' ucap Kong.
'Besarnya bokongnya! tete nya juga gede anj*ng!' ucap Kevin masih tertegun.
[Tuan, ayo fokus! pembangunan desa ini tidak boleh terhambat!]
Kevin menggelengkan kepala lalu berbicara pada Chris dan Edward tentang rencananya.
"Satu minggu ini aku mau kalian membersihkan pohon pohon liar dan menyimpan kayunya untuk membuat kandang ternak. Setelah semuanya bersih kita mulai membangun infrastruktur di mulai dengan rumah sakit terlebih dahulu." ucap Kevin.
"Baik tuan." ucap keduanya menganggukan kepala.
Setelah puas istirahat, para warga pun kembali bekerja untuk menebang pohon dan membersihkan wilayah di dalam benteng.
8 bulan berlalu sangat cepat, kini sebuah kota yang lumayan besar dan mewah jadi berkat kerja keras warga dan Kevin. Desa kecil yang miskin dan kumuh kini jadi sebuah kota mewah dan terlihat meriah walaupun masih belum ada warga baru yang datang.
Kevin dan para warga juga membuat lahan pertanian gandum, padi, dan jagung untuk menambah pemasukan kota. Mereka juga memperluas wilayah kebun teh dan Kopi supaya menghasilkan lebih banyak kopi dan teh unggulan untuk di kirim ke berbagai kerajaan dan kota.
'Sekarang bos tinggal beli budak yang banyak untuk mengisi kota dan di jadikan pekerja tambang dan pekerja kebun teh dan kopi. Setelah itu kita mulai membangun Sekte raksasa dan yang terkuat di belakang kota!' ucap Kuro.
[Sistem sudah ada bangunannya tuan, sekarang tuan tinggal menyiapkan tempatnya saja]
"Oke!" ucap Kevin berjalan keluar balaikota.
"Kakak mau kemana?" tanya seorang gadis yang waktu itu memberikan kopi pada Kevin, namanya Agnes.
"Keluar sebentar." jawab Kevin memakai topengnya.
"Aku boleh ikut tidak?" tanya Agnes memeluk lengan Kevin sambil menggesekkan tete nya.
"Kau di sini saja! aku cuma sebentar!" ucap Kevin mendorong pelan tubuh Agnes karena tidak tahan lengannya di gesek gunung kembar.
"Hemm..." Agnes menundukkan kepala dengan wajah sedih.
"Apa tubuhku tidak menggairahkan kak? kenapa kamu tidak mau berhubungan denganku?" tanya Agnes lirih.
'Sifat kek lon*e gini mana mau aku blok!' batin Kevin pergi meninggalkan Agnes begitu saja.
"Tuan mau kemana?" tanya Edward yang baru mau menemui Kevin.
"Pergi beli budak." jawab Kevin sambil memakai jubahnya.
"Buat apa tuan beli budak?" tanya Edward heran.
"Buat isi kota, jadi penambang, jadi buruh kebun, jadi buruh tani, jadi pekerja motel, restoran, dan masih banyak lagi kegunaannya." jawab Kevin.
"Oh iya, tadi tuan Chris bilang kalau akan ada beberapa rombongan pedagang yang akan tinggal di sini untuk mengisi ruko yang masih kosong." ucap Edward.
"Kau urus pajaknya, jangan mahal mahal, kota ini masih belum ada pengunjung." ucap Kevin.
"Baik tuan." jawab Edward.
Setelah itu Kevin membuka portal ke Ibukota Kerajaan Valhala untuk mencari budak di sana. Sesampainya di Ibukota, Kevin langsung berjalan ke sebuah pasar budak untuk melihat lihat budak di sana.
"Ada yang bisa saya bantu bos?" tanya seorang pria gendut berwajah mesum.
"Budak pekerja." jawab Kevin singkat.
"Butuh berapa bos?" tanya pria itu.
"Kau punya berapa?" tanya Kevin balik.
"Saya ada persediaan 500 budak bos, 150 di antaranya petualang yang saya tebus dari Kerajaan." jawab pria itu.
"Aku beli semuanya." ucap Kevin.
"Bos serius?" tanya pria itu tidak percaya.
"Iya, cepat siapkan sekalian hitung totalnya." jawab Kevin mengibaskan tangan.
"Baik! bos tunggu di aula pasar saja." ucap pria itu cepat cepat.
Kevin memilih pergi keliling pasar melihat lihat budak. Saat sedang berjalan lihat lihat budak, Kevin melihat seorang demi-human cantik setengah telanjang yang di kurung pada kandang besi beraliran listrik.
'Furry! anj*ng semok lagi! sat!' batin Kevin melotot.
"Bos tertarik dengan demi human ini? harganya cuma 3 koin platinum." ucap wanita menor menghampiri Kevin.
"Deal!" ucap Kevin memberi tiga koin platinum pada wanita itu.
Wanita itu melepaskan demi human itu dan mengalungkan sebuah kalung bergerigi lalu memberi sebuah remot pada Kevin.
"Jika budak itu melawan, pencet tombol merah ini saja, otomatis kalung itu akan menyetrum tubuhnya." ucap wanita menor itu.
"Pakai baju ini." ucap Kevin melemparkan baju wanita yang tertutup supaya lekuk tubuhnya tidak di lihat orang lain.
Demi human itu memakai baju pemberian Kevin di kamar mandi, setelah itu dia mengikuti Kevin yang berjalan menuju aula pasar. Di sana sudah terlihat ratusan budak setengah telanjang yang di jaga oleh puluhan pria berbadan besar membawa sebuah pecutan.
"Total?" tanya Kevin pada pria gendut tadi.
"5000 koin diamond bos." jawab pria gendut itu.
Kevin membayar biayanya lalu membuka sebuah portal hitam besar.
"Masuk!!" teriak Kevin membuat ratusan budak itu berlarian masuk ke dalam portal karena ketakutan.
Kevin dan demi human itu ikut masuk ke dalam portal dan muncul di sebuah kota mewah.
"Chris!!" teriak Kevin memanggil Chris.
Dua orang pria berwibawa datang menghadap Kevin.
"Ya tuan." ucap Chris.
"Data orang orang ini, tempatkan mereka di rumah atau mess yang cocok." ucap Kevin.
"Baik tuan." ucap keduanya serentak.
Mereka berdua mengajak para budak itu pergi ke aula balaikota untuk di data identitasnya. Sedangkan Kevin mengajak demi human itu ke kediamannya yang besar dan megah di belakang balaikota tepat di samping gerbang menuju tempat Sekte nya akan di bangun.
"Siapa namamu?" tanya Kevin melepas kalung bergerigi di leher demi human itu.
"C-cristina t-tuan..." jawabnya tergagap karena ketakutan dengan aura Kevin yang merembes keluar.
"Hewan apa kau?" tanya Kevin melepas topengnya lalu menghidupkan rokoknya.
"R-rubah tuan." jawab Cristina menundukkan kepala menyembunyikan wajah merahnya karena melihat wajah tampan Kevin.
"Kau kultivator?" tanya Kevin.
"I-iya tuan." jawab Cristina.
"Di tingkat apa?" tanya Kevin.
"Saint tuan." jawab Cristina masih menundukkan kepala.
Setelah itu Kevin menyuruh Cristina untuk menemui Edward supaya mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuannya. Sedangkan Kevin, dia melamun di ruangannya memikirkan Tania yang sampai sekarang belum menghubunginya sejak keberangkatan ke alam Dewa.
Saat sedang melamun, ponsel Kevin berdering dan memperlihatkan nama Virzha.
"Halo..." sapa Kevin.
"Hey bodoh! kenapa kau belum ke sini juga! sudah lima bulan aku dan ibumu tunggu kedatanganmu ke sini untuk menengok adikmu! dasar anak durhaka!" ucap Virzha berteriak sampai Kevin menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Aku sedang sibuk ayah! besok aku ke sana. Aku tadi lupa mau mampir." ucap Kevin menepuk jidat.
"Besok ku tunggu! awas kau lupa!" ucap Virzha emosi menutup telepon.
"Haihhh.....kenapa tadi lupa!" gumam Kevin memijit kedua alisnya.
Saat sedang merilekskan diri, tiba tiba Agnes masuk ke dalam ruangannya tanpa ijin yang membuat Kevin kesal.
"Kakak mau kopi?" tanya Agnes dengan pakaian yang transparan.
"Keluar!!!!!" teriak Kevin sangat keras sampai mengeluarkan aura pembunuhnya.
Agnes yang kaget sekaligus ketakutan langsung berlari keluar ruangan dengan tubuh bergetar hebat.
"Bajing*n!" umpat Kevin sangat kesal.
[Bos, aku mau kasih video seru!]
Sebuah hologram muncul di depan Kevin, terputar lah sebuah video yang memperlihatkan Tania yang sedang bercumbu mesra dengan seorang pria tampan berpakaian Kerajaan.
"Astaga...." ucap Kevin lirih.
"Nak..." panggil seseorang di pikiran Kevin.
"Ya ayah?" tanya Kevin.
"Aku minta koordinat tempatmu sekarang." jawab suara itu.
Kevin memberikan titik koordinat nya pada Andreas yang menghubunginya barusan.
Woshh...
Andreas muncul di depan meja Kevin lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Kevin.
"Jangan gegabah ya nak." ucap Andreas.
"Iya ayah." jawab Kevin masih lemas.
[Malangnya nasibmu tuan!]
'Kasihan sekali kau bos!' ucap Kong merasa malang.
"Ini kotamu nak?" tanya Andreas pergi ke balkon ruangan.
(Ruangan Kevin ada di lantai dua)
"Iya, ayah mau memberi saran?" tanya Kevin mencoba mengalihkan perasaannya.
"Kamu sudah buat jalur kereta kuda ke sini belum?" tanya Andreas.
"Sudah, bahkan aku buat lebih lebar dari sebelumnya." jawab Kevin.
"Kamu fokus dulu pada perkembangan ekonomi kota, kembangkan dulu bahan pangan supaya kalau musim ekstrim warga tidak kelaparan." ucap Andreas.
"Baik ayah." ucap Kevin.
"Oh ya, padang rumput di belakang kota itu mau aku buat Sekte, bagaimana pendapat ayah?" tanya Kevin.
"Bagus, lokasinya strategis." jawab Andreas setuju.
Setelah berbincang-bincang agak lama, Andreas pun kembali ke alam dewa untuk melakukan kewajibannya sebagai Kaisar Alam Semesta. Sedangkan Kevin, memilih untuk istirahat di kamarnya karena kepalanya yang sangat pusing memikirkan video dari Sistem tadi.