Strongest Hunter

Strongest Hunter
Episode 30: Arc 1 End



Kevin mengambil rokok di inventory nya lalu membakarnya untuk menenangkan pikirannya yang sudah kemana mana.


"Halo, kita ketemu lagi!" ucap seorang pria sesepuh.


"Ada apa kek? ada misi lagi?" tanya Kevin sudah tau dari raut wajah keriput kakek itu.


"Ah kau tau aja! hahaha...." jawab kakek sesepuh tertawa lepas.


"Misi apa kek?" tanya Kevin dengan suara tidak semangat.


"Tidak sulit, kau cuma di beri misi untuk hidup sebahagia mu di alam selanjutnya, cari istri, buat anak, bangun bisnis dan hidup enak begitu saja." jawab kakek sesepuh.


"Aku menolak, cintaku hanya untuk Tasya seorang, kalau kakek suruh aku cari wanita lain mending masukkan aku ke neraka untuk bertemu Vulcan." ucap Kevin.


"Memangnya aku bilang kau harus cari istri baru?" tanya kakek sesepuh.


"Tidak." jawab Kevin.


"Ya sudah, kau jalani hidupmu di alam selanjutnya dengan biasanya, jangan terlalu mengejar kekuatan dan kekuasaan." ucap kakek sesepuh.


"Kalau begitu aku setuju." jawab Kevin tersenyum senang.


"Aku di suruh ayahmu untuk mengantarkan jiwamu me tubuh seorang anak lemah atau kasarnya sampah sebuah klan. Tapi sebelum itu dia menyuruhku untuk mengantarmu ke hadapannya dan bertemu ibumu." ucap Kakek sepuh.


"Baik, tolong tunjukkan jalannya kek." ucap Kevin.


Mereka berdua berjalan keluar ruangan putih itu menuju ke sebuah portal emas, mereka berdua masuk ke dalam portal itu.


Saat membuka mata mereka sudah berada di depan sebuah singgasana megah yang terdapat Andreas, Virzha, dan Andi di sana.


"Kevin!!" teriak wanita cantik memeluk tubuh Kevin dengan erat.


"Ibu lepaskan! aku tidak bisa bernafas!" ucap Kevin.


Wanita itu melepaskan pelukannya lalu menciumi pipi Kevin berkali-kali.


"Aku sudah dewasa ibu! hentikan itu!" ucap Kevin geli.


"Di mata ibu kamu masih bayi!" ucap Wanita bernama Zoya itu terus mencium pipi Kevin.


"Enak sekali dia, di ciumi bidadari cantik sepertinya!" ucap Virzha iri.


"Dia ibunya bodoh! kau terlalu lama di bumi jadi bodoh!" ucap Andreas memukul kepala Virzha.


"Hehehe...." Virzh hanya bisa nyengir.


"Sayang berhentilah menciumnya, dia sudah dewasa, dia juga sudah punya istri." ucap Andreas.


"Hah! siapa wanita yang berani menikahi anakku? sesuci itukah dia?" tanya Zoya marah.


"Ibu jangan menghina istriku ya!" ucap Kevin marah.


"Ohh maaf kak, ibu hanya marah karena tidak di undang dalam pernikahanmu." ucap Zoya langsung meminta maaf supaya tidak di musuhi anak tercintanya.


"Hemphh...alasan!" ucap Kevin kesal lalu pergi meninggalkan ibunya dan duduk di samping ayahnya untuk bertanya-tanya sebentar.


"Hiks...hiks....aku ibu yang buruk! hiks..." ucap Zoya menangis.


"Kakak ipar, mari aku beri tahu bagaimana mencinta anak yang tepat dan tidak berlebihan." ucap Aurora yang ikut di bawa oleh Virzha.


"Kamu kebetulan ibunya di bumi kan, ayo ajari aku cara mencintainya!" ucap Zoya menyeret Aurora ke kamarnya.


Aurora hanya bisa pasrah dan mengikuti kemana tangannya di gandeng. Sedangkan Kevin terus bertanya kepada ayahnya tentang semua ini.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Kevin.


"Aku tidak mau menghancurkan suasana saat ini, biar sistemmu yang menjelaskannya nanti." jawab Andreas.


"Kalau begitu apa ayah bisa jelaskan soal siluet naga yang waktu aku menangisi jasad sahabatku?" tanya Kevin.


"Bukannya kau sudah tau ya?" tanya Andreas bingung.


"Aku tidak tau apa apa ayah, yang aku tau hanya segel asing yang aku anggap sakral terbuka lalu aku tutup kembali, sisanya aku tak tau apa apa." jawab Kevin semakin bingung.


"Di dalam inti tubuhmu ini bersemayam seekor naga langit yang sangat di takuti seluruh makhluk hidup, maka dari itu kau selalu di panggil tuan besar. Aku biasa menyebutnya dengan Kaisar para Naga, rohnya sengaja aku segel di dalam jiwa mu supaya menjaga jiwamu agar tidak hancur. Tapi ternyata dia bisa merubah rohnya menjadi wujud raga." ucap Andreas.


"Kalau kau mau melihat wujud aslinya, carilah raganya di dalam gudang kerajan paling dalam, jika kau mau kau bisa menjadikannya sebagai beast spiritual atau kartu AS mu. Dengan catatan kau harus menaruh sekitar sepertiga dari roh utuh naga itu ke dalam jiwamu." ucap Andreas menjelaskan.


"Terimakasih atas idenya ayah!" ucap Kevin langsung pergi ke gudang kerajaan.


5 menit kemudian


Akhirnya Kevin sampai di pintu gudang yang di maksud oleh ayahnya, Kevin menempelkan telapak tangannya ke pintu itu dan membuat pintu gerbang terbuka.


Kevin langsung masuk kedalam dan seketika pintu gudang tertutup kembali. Kevin berjalan ke dalam gudang dengan menghidupkan api birunya untuk penerangan.


Kevin melihat ke kanan kiri yang isinya hanya koin emas dan platinum bertumpuk tumpuk tanpa adanya tanda sebuah raga naga.


"Inikah?" tanya Kevin kagum dengan aura positif dari naga di depannya ini.


Dari dalam tubuh Kevin terdapat rasa ingin menyentuh dahi dari naga tersebut sekaligus meneteskan darahnya yang suci.


"Haruskah? jika tidak ada sistem aku bingung membuat keputusan." ucap Kevin ragu ragu.


Dari dalam lubuk hati Kevin terdapat kata lakukan, hingga akhirnya Kevin meneteskan darahnya di dahi, dada dan mulut naga itu. Tak lama setelahnya sanga naga memunculkan reaksi yang mengejutkan.


Naga itu mengaum sangat keras hingga menggetarkan kerajaan yang kokoh hanya dengan auman nya saja.


"Salam pada yang mulia Mahadewa!" ucap Naga itu membungkuk memberi salam.


"Kau tau aku?" tanya Kevin kaget.


"Semua hewan dewa sudah tau yang mulia." jawab Naga.


"Maksudku kau tau aku yang sebenarnya?" tanya Kevin.


"Saya sudah berada di jiwa yang mulia sejak sebelum lahir jadi saya tau semua seluk-beluk yang mulia dari dunia kultivasi sampai ke bumi dan kembali ke sini untuk membangkitkan raga saya." jawab Naga.


"Kau mau jadi bawahanku?" tanya Kevin yang tidak terpengaruh dengan aura mendominasi Naga itu.


"Dengan senang hati yang mulia." jawab Naga itu senang.


"Tapi dengan syarat harus menempatkan sepertiga roh mu di jiwaku." ucap Kevin.


"Saya menerimanya yang mulia." jawab Naga.


"Baiklah namamu Cooper! panggil aku bos atau tuan saja, yang mulia itu terlalu canggung." ucap Kevin.


"Baik tuan." ucap Naga yang di beri nama Cooper itu.


"Kau bisa mengecilkan tubuhmu?" tanya Kevin.


"Bisa tuan." jawab Cooper mengecilkan tubuhnya lalu melompat ke pundak Kevin.


Kevin mengangguk lalu berjalan keluar, melihat emas dan platinum yang menganggur Kevin menyimpan semua itu di cincin semestanya lalu pergi dengan hati gembira.


'Kekuatan dapat kekayaan pun dapat! hahaha...' ucap Kevin dalam hati tertawa lepas.


(



(Gitulah gambarannya)


Kevin menghampiri ayahnya yang sedang makan di ruang makan bersama yang lainnya.


"Sudah?" tanya Andreas tersenyum senang melihat Naga di pundak Kevin yang sangat dia kenal.


"Aman!" jawab Kevin tersenyum lebar.


"Ayo makan nak, keburu dingin." ucap Aurora.


"Baik ibu." jawab Kevin menurut karena masih menganggap Aurora sebagai ibunya walaupun sudah bukan di bumi lagi.


Kevin makan dengan lahap di temani Cooper yang juga sedang makan daging monster mentah. Setelah makan Kevin sebat sebentar di temani ayahnya yang melepas rindu sebelum berpisah kembali.


"Nak ini pesan ayah, kau akan kembali ke dunia kultivasi di mana yang kuat berkuasa dan yang lemah di tindas. Kau jangan sampai menindas satu orang tak bersalah jangan sekalipun. Kau tidak boleh membunuh orang tak bersalah sekalipun kalau bandit atau sebagainya bebas. Jangan terlalu sering minum walaupun umurmu sudah lebih dari cukup." ucap Andreas.


"Aku tidak pernah minum miras ayah, kecuali buatan Kong. Selebihnya aku hanya minum kopi, sirup, teh, marimas, nutrisari, es lilin, sama ngrokok doang." ucap Kevin.


"Baguslah kalau begitu, ayah harap kau bisa berinteraksi dengan sesama manusia. Buatlah bisnis yang besar untuk menghidupi istrimu di sana, jangan lupa buat anak supaya ayah dan kedua ibumu senang." ucap Andreas.


"Baik ayah." ucap Kevin menurut.


Perbincangan antara ayah dan anak yang terus memberikan saran yang baik pada anak semata wayang nya ini.


Hingga akhirnya kakek sesepuh tadi memanggil Kevin karena sudah waktunya untuk berangkat dan memulai kehidupan baru.


"Ayah ibu aku pamit ya, sampai jumpa lain waktu." ucap Kevin mencium tangan keempat orang tuanya sebelum pergi.


"Jangan lupakan ibu ya nak." ucap Zoya menangis sesenggukan.


"Tidak akan ibu, sampai jumpa semuanya." ucap Kevin melambaikan tangannya.


Setelah itu Kevin di telan oleh portal hitam dan hilang begitu saja.


"Semoga berhasil nak." ucap Andreas menggendong istrinya yang pingsan begitu juga Virzha.


Bersambung.....


Arc 1 End! maaf ya kalau end battle nya kurang memuaskan, Arc 2 lanjut tahun depan ya!!!!