Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 35



Kevin yang sedang ngalamun tib tiba di telepon oleh Aurora dari alam dewa.


"Halo ibu, ada apa?" tanya Kevin lemas.


"Nak, kenapa kamu menolak pilihan kami berdua? apakah kurang cantik? apakah kurang seksi?" tanya Aurora.


"Aku bukan menolak ibu, mimik wajahnya yang tidak santai itu membuatku tidak percaya diri." jawab Kevin.


"Aduhhh...kamu ini bodoh sekali! ayo sekarang bangun hubungan dengannya sekarang! ibu tidak mau kamu terlarut dalam kesedihan yang mendalam karena memikirkan orang yang sudah berlalu." ucap Aurora menutup telepon.


"Haihh...memang susah kalau bicara sama dua iblis itu! padahal dia cantik tapi ya jutek banget anj*ng!" gumam Kevin tidak menyadari bahwa wanita tadi ada di sampingnya sedang tersipu malu.


Kevin kembali menatap danau yang indah di hiasi beberapa angsa berpasangan dan bangau bangau yang sedang mencari makan untuk anak anaknya membuat hati Kevin tenang dan perlahan-lahan menggusur paksa keberadaan Tasya di hatinya.


'Bob aku beli rokok tiga slop dong, buat stok.' ucap Kevin dalam hati.


[Sudah ada di inventory tuan, jangan lupa jaga kesehatan ya]


Kevin mengambil satu bungkus rokok lalu menyalahkannya, dia menikmati kopi buatan Kong yang di campur beberapa tanaman herbal untuk teman santai rokok.


"Kau tidak sesak merokok puluhan barang dari tadi?" tanya wanita itu yang sedari tadi diam menatap wajah tampan Kevin.


"Wanj*ng!!!! bang*at!!!" teriak Kevin kaget se kaget kagetnya.


"Kalau muncul jangan tiba tiba gitu! aku tuh kagetan!" ucap Kevin dengan nada marah padahal dia tidak marah sedikitpun tetapi hanya kesal saja.


Tapi wanita itu salah tangkap dan merasa Kevin marah dan benci padanya. Dia berlari entah kemana yang membuat Kevin heran.


"Aneh bener anj*ng! dah ngagetin orang minggat lagi as*!" ucap Kevin kesal.


[Tuan kita harus bicara untuk merencanakan langkah selanjutnya]


"Okeh!" jawab Kevin sudah merasa plong dan bisa berkegiatan seperti biasanya.


Kevin berjalan ke tempat biasa mereka para beast spiritual berkumpul untuk rapat dadakan.


"Bagaimana perasaanmu bos?" tanya Kuro.


"Aman sudah!" jawab Kevin mengacungkan jempolnya.


"Tuan aku punya dua opsi untuk langkah selanjutnya, opsi pertama tuan kembali ke hutan larangan bersama para sahabat tuan untuk melatih mereka sampai minimal mencapai petualang tingkat SSS. Opsi ke dua ikut pelelangan Paviliun Mawar Putih di dekat alun alun kota. Tuan mau puluh yang mana?" ucap Cooper memberi opsi.


"Apa saran kalian?" tanya Kevin menatap yang lainnya.


"Lebih baik kembali ke hutan larangan dulu bos, kau bisa melatih sambil mencari tumbuhan herbal yang lumayan langka di sana. Setelah itu kau bisa ikut pelelangan Paviliun Mawar Putih di sini." ucap Kuro.


"Betul kata senior, lagian pelelangan tidak cuma di lakukan setahun sekali tapi sebulan sekali atau seminggu sekali tuan." ucap Kuro.


"Ya udah kalau gitu kita berpetualang dulu aja!" ucap Kevin memutuskan.


Setelah itu Kevin pun keluar dunia jiwa untuk tidur dan melanjutkan harinya besok.


Keesokan harinya


Kevin terbangun karena kaget mendengar teriakan teman temannya yang sangat histeris di luar.


"Ada apa si? teriak teriak!" ucap Kevin garuk garuk pipi dengan mata yang belum sempurna terbuka.


"Vin ada cewek vin! cantik lagi!" ucap Deni semangat.


"Mana?" tanya Kevin mengucek matanya.


"Lagi di kamarnya om Dion, dia luka parah katanya garaa gara di serang monster." jawab Deni.


"Ah bodoamat anj*ng! mau lanjut tidur aku!" ucap Kevin meregangkan tubuhnya lalu masuk ke kamarnya kembali.


Kevin lanjut tidur dengan nyenyak sampai siang hari baru Kevin bangun dengan segar bugar. Kevin mandi lalu keluar kamar untuk makan siang.


"Baru bangun vin?" tanya Laras melihat Kevin datang dengan wajah berbinar.


"Iya, semalem begadang soalnya." jawab Kevin makan siang dengan lauk yang ada di atas meja.


[Tuan, ayah dan ibumu akan kesini untuk ikut tinggal dan mengawasimu. Yang saya maksud tuan Virzha dan nyonya Aurora]


'Hari ini?' tanya Kevin.


[Itu sudah di depan tuan]


"Tante, ayah dan ibuku ada di depan, tolong suruh masuk dulu ya." ucap Kevin minta tolong.


"Siapa? paman Virzha sama bibi Rora?" tanya Laras.


"Iya." jawab Kevin.


"Oh oke." ucap Laras berjalan ke teras.


"Kevin!!! ibu rindu denganmu!" ucap wanita yang sama persis dengan wujur Aurora di bumi.


"Iya ibu, aku juga." ucap Kevin membalas pelukan ibunya.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Aurora melepas pelukannya.


"Baik tante." jawab Deni.


Mereka berbincang bincang sampai Kevin menanyakan soal wanita yang tadi pagi sempat menggegerkan seisi Villa.


"Gimana cewek tadi?" tanya Kevin meminum kopi.


"Masih belum sadar, barusan aku tengok masih pingsan." jawab Laras.


"Oh ya, lusa kita pergi ke hutan larangan ya." ucap Kevin.


"Ngapain vin? cari mati kita di sana?" tanya Deni kaget.


"Kalian ini lemah banget bodoh! minimal harus di tingkat SSS dulu baru bisa berpetualang di dunia ini." jawab Kevin.


"Iya juga, sekalian dah mau cari tanaman herbal di sana." ucap Demian tertarik dengan job Alkemis.


"Sepakat ya lusa." ucap Kevin.


"Berapa hari?" tanya Riski.


"Paling lama setahun, itu paling lama ya. Kalau saya serap kalian bagus ya paling dua bulan selesai." jawab Kevin.


"Oke lah kalau begitu!" ucap Riski.


Saat sedang berbincang bincang dengan asik, tiba tiba teriakan minta tolong terdengar dari kamar Dion. Mereka dengan panik langsung masuk kedalam kamar Dion untuk mengecek ada apa di sana.


Ternyata asal teriakan tadi dari wanita yang perutnya di balut perban dan masih pingsan.


"Den, minumin pil ini. Kau kan pingin banget punya cewek kan." ucap Kevin memberi pil berwarna merah.


Deni tanpa pikir panjang langsung meminumkan pil yang Kevin berikan pada wanita yang malang itu. Sepersekian detik kemudian wanita itu kejang-kejang lalu memuntahkan cairan berwarna hitam berbau tidak sedap.


Kulit yang semula nya pucat kini normal seperti orang pada umumnya. Gadis itu sadar dan melihat Deni sedang membersihkan muntahannya dengan telaten.


"Syukurlah kamu sudah bangun, ini minum dulu supaya segar." ucap Laras membantu gadis itu duduk dan memberinya minum melalui sedotan stainless.


"Vin, ayah mau bicara sebentar di luar." ucap Virzha pada Kevin.


Kedua orang itu keluar dan duduk di teras untuk membicarakan sesuatu.


"Ada apa ayah?" tanya Kevin menghidupkan rokoknya.


"Bagaimana kekuatanmu? sudah kembali full?" tanya Virzha.


"Sudah full ayah, 1000% full tank!" jawab Kevin bangga.


"Bagus, tapi ingat jangan sampai menindas yang lemah. Kau sudah menjelaskan bagaimana tatanan alam ini pada mereka?" tanya Virzha.


"Belum, rencananya sih besok sekalian latihan." jawab Kevin.


"Di hutan larangan nanti jangan sampai kau lengah ya, walaupun kekuatanmu sudah kembali tapi teman temanmu belum. Jaga mereka dari sergapan monster iblis di sana jangan sampai lengah karena sekali meleng saja bisa fatal." ucap Virzha.


"Aku paham." ucap Kevin.


"Aku akan tinggal di sini selama mungkin untuk mengawasimu dan memberi pendapat jika kau ada dalam sebuah masalah." ucap Virzha.


"Jaga saja rumah ini selama kami pergi hanya itu ayah permintaanku." ucap Kevin.


"Baik, kau siapkan barang barangmu sana." ucap Virzha.


"Baik." ucap Kevin pergi ke kamarnya.


Di dalam kamar Kevin memutuskan untuk kembali ke dunia jiwa untuk sekedar minum minum dan ngobrol dengan yang lainnya.


"Inpo lagi ni bos, Kekaisaran Nuvoleon mengadakan sayembara untuk yang bisa menyembuhkan penyakit istrinya maka akan di beri imbalan 100juta koin Diamond. Kerajaan Iceland juga sedang membuka pendaftaran untuk masuk ke dalam makam leluhur yang menyimpan banyak harta kekayaan dan senjata suci di dalamnya. Kebetulan kedua wilayah ini berdekatan dengan hutan larangan, bagaimana bos minat?" ucap Kuro memberi info.


"Keep dulu dah, kalau selesai latihan masih ada waktu ya kita gas!" ucap Kevin.


"Oke bos!" ucap Kuro.


"Bos, gadis kemarin bisa keluar dunia jiwa loh, aku pun kaget melihatnya menembus segel tingkat dewa teratas ini. Sekarang entah kemana dia, dan aku juga tidak perduli." ucap Kong.


"Biarkan saja wanita bodoh itu, tidak peduli juga aku. Lagian gak mungkin dia bertahan di alam Fana yang tidak ada energi khusus dewa sepertinya, kalau sampai nyasar ke hutan larangan mati dia fiks." ucap Kevin tidak peduli.


Setelah ngobrol sebentar, Kevin pun menyiapkan barang barang yang di butuhkan untuk latihan besok lusa. Setelah lengkap semua Kevin pun keluar dan melanjutkan hari harinya seperti yang lain.


Bersambung.......