Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 75



Keesokan harinya


Kevin sedang bersantai di teras belakang sambil melihat ketiga hewan peliharaannya yang baru dia keluarkan semenjak perpindahan alam dulu. Cuaca cerah pagi hari di temani pisang goreng, secangkir kopi dan sebungkus surya cukup membuat Kevin bahagia.


Saat sedang bengong tiba tiba Jason datang mengagetkan Kevin.


"Kakak!!!" teriak Jason membuat Kevin kaget.


"Anj*ng!" umpat Kevin kaget.


"Hahaha...kakak ayo latih aku! aku mau jadi kuat sepertimu!" ucap Jason yang saat itu masih berumur 15 tahunan karena wujudnya beda dengan di bumi.


"Gakk...kamu minta sama ayah saja! kakak sedang malas!" ucap Kevin menolak.


"Yahhh kakak gak seru!!!!" ucap Jason kesal lalu berlari ke dalam rumah mencari ayahnya.


"Enak enggak pisangnya?" tanya Linda berdiri di pintu karena saat itu dia sedang menunggu masakannya matang.


"Enaklah kamu kan pinter masak." jawab Kevin.


"Tadi Jason kenapa?" tanya Linda.


"Minta di latih tapi aku lagi mager, ya udah aku suruh ngomong ke ayah." jawab Kevin.


"Ohh gituuu...." ucap Linda pergi mengecek masakannya.


Tak lama Virzha keluar bersama Lia dan Jason yang wajahnya terlihat sangat bahagia.


"Kalian mau latihan apa?" tanya Virzha bingung.


"Kultivasi!!!!" teriak keduanya semangat.


"Gak bisa bodoh! fisik kalian terlalu lemah! mau mati konyol atau gimana?!" ucap Kevin membuat kakak beradik itu langsung cemberut.


"Kakak diam saja! kau tidak mau melatih tapi banyak omong!" ucap Lia marah.


"Terserah!" ucap Kevin cuek.


Kevin masuk ke dalam rumah, dia berjalan ke ruang keluarga membawa pisang goreng dan kopinya untuk teman menonton TV.


"Vin, kapan latihan?" tanya Deni baru pulang dari pasar bersama Rina istrinya.


"Minggu depan aja, aku juga mau latihan tipis-tipis." jawab Kevin.


"Oke!" jawab Deni semangat.


Kevin menontoj TV sambil memperhatikan orang orang beraktivitas. Dia juga melihat Andreas keluar kamarnya dan langsung ke halaman belakang.


'Tanganku kenapa gatel ya anj*ng!' ucap Kevin dalam hati.


[Tuan butuh asupan darah! sebaiknya ambil satu dongeon kelas Dewa]


'Ya, hari ini juga aku ambil.' ucap Kevin memakan satu pisang goreng lalu pergi ke kamarnya untuk ganti baju dan siap siap.


Setelah siap, Kevin meninggalkan satu surat untuk Linda lalu dia pergi masuk ke portal yang sudah di siapkan sistem.


"Udara ini....sudah lama aku tidak menghirup!" ucap Kevin tersenyum lebar.


'Halo boss!!! aku comeback!!' ucap Kong tiba-tiba.


"Kok sebentar?" tanya Kevin sambil berjalan menyusuri hutan lebat tempat nya spawn.


'Istriku marah marah terus! jadi mending disini sekalian lihat aktivitas mu sehari-hari.' jawab Kong mengambil arak buatan Kuro sebagai teman menonton perjalanan Kevin.


"Mentalmu lemah berarti! hahaha..." ucap Kevin tertawa geli.


'Kau belum tau saja istriku kalau ngomel bos! hatimu mungkin akan hancur jika mendengar omelannya!' ucap Kong dengan nada kesal.


Sepanjang perjalanan mereka terus berbincang-bincang memecah suasana yang sepi, hingga akhirnya seekor Minotaur raksasa muncul menghadang jalan Kevin.


"Siapa kau berani memasuki wilayah ku!" teriak Minotaur itu marah mengeluarkan aura iblisnya.


'Siapa ini?' tanya Kevin dengan wajah aneh.


[Bos dongeon tuan]


'Lohh kok langsung ketemu bosnya?' tanya Kevin bingung.


[Di dongeon ini tuan harus melawan 10 bos sekaligus, semuanya ada di kelas Abyss ke atas]


'Hahaha seru nih kayaknya!' ucap Kevin semangat dan langsung menyerang Minotaur tanpa bantuan senjata dan energi, murni kekuatan fisik.


Di rumah


Linda bingung mencari keberadaan Kevin yang entah pergi ke mana, saat masuk ke kamar dia menemukan sepucuk surat dari Kevin yang membuatnya sedikit khawatir.


"Astagaa..kok enggak bilang dulu sih!" ucap Linda khawatir.


Linda keluar kamar berusaha menutupi kelakuan Kevin yang pergi tanpa pamit, dia menonton Lia dan Jason berlatih sambil tetap merasakan khawatir dengan keadaan Kevin.


"Lin, Kevin kemana? Chris nyariin tuh." tanya Agus.


"Dia pergi tadi, katanya cari misi." jawab Linda.


"Ohh yaudah aku bilang ke Chris dulu, biar nanti dateng lagi." ucap Agus yang diangguki Linda.


'Fiuhh aman.' batin Linda.


Di halaman tak hanya ada Virzha, Andreas, Lia dan Jason, tapi terdapat Dion dan Rido yang datang atas permintaan Virzha untuk ikut melatih Lia dan Jason.


"Langsung latihan kultivasi saja! aku benci kalau harus latihan fisik dahulu!" ucap Jason menuntut keras.


"Bahaya nak, tubuhmu akan rusak kalau di paksakan." ucap Andreas.


"Ayolahhh dari dulu sampai sekarang masak latihan fisik dahulu." ucap Jason memohon.


"Kau mau di latih tidak!!!" ucap Dion tegas.


"I-iya deh..." ucap Jason menurut.


Setelahnya Jason dan Lia melakukan peregangan otot terlebih dahulu, baru setelah peregangan keduanya langsung melakukan push-up, squad jump, sit up dan lari keliling halaman membawa 4 galon sebanyak 10 putaran.


"Hahhhh.....capek!!!! istirahat dulu!" ucap Lia terduduk lemas.


Dion mengguyur Lia dengan air yang membuat Lia gelagapan.


"Lanjutkan, kalau berhenti lagi aku guyur air panas!" ucap Dion datar.


Dari pagi sampai sore tanpa istirahat mereka berdua dilatih sangat keras oleh Dion dan Rido, sedangkan Virzha dan Andreas hanya menonton dari teras sambil tersenyum remeh.


"Belum tau gimana kerasnya latihan kakaknya." ucap Virzha tersenyum kecil.


Andreas hanya tersenyum dan terus memperhatikan setiap gerakan mereka yang sudah mulai lemas. Saat sedang fokus berlatih tiba tiba sebuah portal merah muncul di sebelah gudang.


Woshhhh....


"Permisi...." ucap seorang pemuda tampan berpakaian lusuh dengan aura sangat kuat yang keluar dari portal.


"Siapa kau?" tanya Rido waspada.


"Jangan waspada begitu, aku hanya sahabat dekat Ashura, benarkan disini tempat Ashura tinggal?" ucap pemuda itu.


"Tidak ada yang namanya Ashura disini." ucap Dion mengeluarkan senjatanya dan siap untuk menyerang.


"Hah? ohh salah rumah! maaf maaf!" ucap pemuda itu meminta maaf.


"Heyy! mau apa kau?!" teriak seseorang pemuda yang berlumuran darah monster dari atas genteng.


"Kauu! turun! gelud kita anjeng!" teriak pemuda itu mengepakkan tangan.


"Kekuatan lemah berani nantang!" ucap pemuda di atas genteng.


"Bang*at!!!" teriak pemuda itu marah lalu menyerang pemuda yang di atas genteng itu.


"Siapa itu?" tanya Virzha.


"Kevin, bocah tadi rivalnya dulu jadi wajar kalau sering berantem. Namanya Dean Henderson dewa yang jadi petualang untuk menjelajah alam dan mencari kekuatan leluhur yang terpecah ke seluruh penjuru alam semesta." jawab Andreas tertarik dengan pertarungan keduanya.


"Ayo, aku mau nonton!" ajak Virzha.


"Jaga rumah, tetap latih kedua bocah itu!" ucap Andreas sebelum menghilang dari tempatnya.


"Kuatnya anak itu! aku sampai muntah darah!" ucap Rido setelah memuntahkan seteguk darah karena aura Dean.


"Ayo lanjutkan!" ucap Dion menurut Lia dan Jason lanjut latihan.


Di belakang gunung tempat Phoenix Emas singgah terdapat padang rumput yang sangat amat luas, di sana Kevin dan Dean bersiap untuk bertarung menentukan siapa yang terkuat saat ini.


"Ayo keluarkan kekuatan yang sudah kau pungut!" ucap Kevin melapisi tubuhnya dengan aura Kong karena saat ini hanya ada Kong di dunia jiwa.


"Cihh...lagi lagi beruk itu! sialan!" ucap Dean kesal karena mengingat kejadian menjengkelkan yang berkaitan dengan Kong.


'Hahaha..dia benci padaku hanya karena waktu itu aura ku tak sengaja menyodok bo'ol nya! hahaha...' ucap Kong tertawa geli.


"Sudah ayo buktikan sampah!" ucap Kevin.


Dean melapisi tubuhnya dengan aura Naga Laut yang menjadi Beast Spiritual nya, setelah itu dia langsung melesat menyerang Kevin dengan brutalnya.


Namun karena Kevin sudah mengaktifkan God Of Eyes dan mata Rinnegan nya, gerakan Dean dengan mudah terbaca oleh Kevin.


"Monoton sekali gerakan mu bodoh! pantas selalu kalah kalau lawan iblis!" ucap Kevin menendang perut Dean dengan keras hingga terpental jauh menabrak pohon besar.


'Tidak ada variasi gerakan! bodoh sekali dia itu!' ucap Kong.


"Kau curang! kau pakai mata keluargamu!" teriak Dean tidak terima.


"Alasan! sekarang ayo adu patung!" teriak Kevin.


"Oke! siapa takut!" teriak Dean mengeluarkan raksasa batunya.


Sedangkan Kevin mengeluarkan Naga Kayunya yang jauh lebih kuat dari raksasa batu milik Dean.


"Bajing*n kau curang!!!! kataranya patung!" teriak Dean tidak terima.


"Ini apa bodoh! patung Naga! tol*l banget!" teriak Kevin sedikit kesal.


"Iya juga deng!" ucap Dean baru sadar.


"Banyak omong!" teriak Kevin menyerang Dean.


"Tungguuuu.....kyaaaa......" teriak Dean berteriak ketakutan.


Boommmm....


Dean terjatuh ke tanah dengan setengah badan masuk ke dalam tanah hingga hanya memperlihatkan kedua kakinya saja.


"Lemah sekali!" ucap Kevin menarik kedua kaki Dean keluar dari tanah.


"Kau curang babi! sudah ku bilang tunggu! aku belum siap!" ucap Dean kesal.


"Terus maumu apa?" tanya Kevin membersihkan diri dengan elemen airnya.


"Gelud!" jawab Dean.


Dean langsung menyerang Kevin tanpa babibu lagi, Kevin yang belum siap terkena serangan telak hingga memuntahkan seteguk darah. Kevin tersenyum lebar karena merasa Dean sudah mulai serius.


Kevin pun ikut serius dan menyambut serangan Dean, keduanya bertarung dengan tangan kosong dan hanya di bantu aura dari masing masing Beast Spiritual.


Terlihat sangat sengit dan sama sama kuat, hasil dari pertarungan keduanya membuat berbagai cekungan cekungan akibat dari pukulan atau tendangan yang meleset.


Karena tak puas dengan pertarungan tangan kosong, Dean pun mengeluarkan satu pedang andalannya diikuti Kevin yang menggunakan pedang Yin Yang miliknya.


Trang..


Tring...


Trang...


Bunyi-bunyi dentingan senjata yang saling beradu menghiasi padang rumput yang sunyi. Tarian keduanya juga membuat setiap orang yang menonton terkagum-kagum.


Akibat dari petarungan menggunakan pedang itu lengan Dean hampir putus terkena sabetan pedang Kevin, sedangkan Kevin hanya mengalami luka ringan.


Dean melompat mengambil jarak lalu meminum potion penyembuhan yang dalam sekejap mata lengannya kembali seperti semula. Dean mengaktifkan mata Jougan yang dia dapat dari dewa semesta terdahulu.


Dean membuat sebuah Susano'o berwarna biru muda yang besarnya 2x gunung tempat Phoenix Emas singgah, Susano'o itu berbentuk kakek tua bertangan enam memegang senjata cakram setiap tangan.


"The Destroyer!" teriak Dean menamai Susano'o nya.


"Hahaha....akhirnya ada yang sepadan denganku!" teriak Kevin gembira.


Bersambung.....