
Malamnya Kevin kembali ke kamar sebelumnya untuk istirahat, dia tidak ke kamar Linda karena masih canggung jadi memilih untuk tidur sendiri sementara waktu.
"Stok rokok habis ya Bob?" tanya Kevin.
[Habis tuan, lusa baru isi ulang lengkap, kalau tuan mau beli rokok harus ke kedai atau supermarket terdekat]
"Yahhh...terpaksa dah." ucap Kevin malas.
Kevin memakai celana training panjang dan kaos polos lengan panjang, dia pergi ke luar mencari warung untuk beli rokok.
"Jam berapa si ini? kok udah sepi aja!" gumam Kevin heran.
[Jam setengah 9 tuan]
"Masih sore dah sepi!" gumam Kevin.
Kevin terus berjalan sambil celingak celinguk mencari warung, namun sepanjang jalan semua ruko tutup entah kenapa. Setelah menyusuri kota, akhirnya Kevin menemukan satu warung buka.
Langsung saja Kevin berjalan ke sana membeli rokok dan beberapa makanan dan minuman berasa.
"Loh, tuan berani keluar?" tanya penjual kaget.
"Beranilah, ngapain takut!" jawab Kevin menghidupkan rokok yang dia beli.
"Tuan tidak takut di serang roh roh liar yang belakangan meneror kota?" tanya penjual.
"Tidak, berapa semuanya?" tanya Kevin balik.
"100 koin emas tuan." jawab penjual.
Setelah membayar belanjaannya, Kevin pun pergi menuju ke Villa. Di tengah perjalanan Kevin di cegat oleh segerombolan roh bermacam-macam bentuk dan bermacam tingkat kekuatannya.
"Fiuhhh.....mau apa kalian?" tanya Kevin menghembuskan asap rokoknya dengan sangat santai.
"Ato serang!!!!" teriak salah satu roh memberi aba aba.
"Aku makan kalian hahahaha......" ucap seekor Phoenix Hitam muncul dari tubuh Kevin dengan aura yang sangat amat mengerikan.
"Dasar penghianat!!!" teriak roh seekor elang hitam menyerang Phoenix hitam namun dengan mudah di lumpuhkan dan di makan oleh Phoenix hitam.
"Hahaha...beraninya kalian mengusik tuanku! mati kalian!" teriak Phoenix hitam marah lalu menyerang gerombolan roh liar itu dengan brutal.
Tak butuh waktu lama semua roh liar itu habis di makan oleh Phoenix hitam tanpa menimbulkan kerusakan sedikitpun di sekitar.
"Kembalilah Siren." ucap Kevin.
"Baik tuanku." jawab Phoenix hitam yang di beri nama Siren itu.
Phoenix hitam itu masuk kembali ke tubuh Kevin, setelahnya Kevin lanjut berjalan menuju Villa dengan santai seakan tidak terjadi apa apa. Sesampainya di Villa, Kevin kaget melihat Linda yang tidur di sofa teras dengan mata sembab.
"Aneh aneh aja dah." gumam Kevin menggendong tubuh Linda masuk.
Kevin merebahkan tubuh Linda di kamar lalu pergi ke ruang keluarga menyalakan PS.
"Waktunya bebass..." ucap Kevin semangat.
"Kevin...." panggil seorang wanita dari kejauhan.
"Hahhh....gak jadi dah..." gumam Kevin lemas.
'Hahahahaha....bos sangat terkekang!' ucap Kong tertawa lepas.
Baru saja menghidupkan TV, Kevin sudah di panggil oleh Aurora yang sudah memantau dari tadi.
"Iyaa...." jawab Kevin mematikan TV lalu beranjak pergi dengan wajah cemberut.
"Orang kok gak punya aturan! liat tuh istrinya gak keurus! sana temuin!" ucap Aurora memarahi Kevin.
"Iya iyaaa..." jawab Kevin ketus.
Kevin pergi ke kamarnya dan tidak jadi tidur sendirian lagi. Kevin memutuskan untuk merokok di balkon sebelum tidur, dia juga melamun di balkon entah memikirkan apa.
"Ayang ngapain?" tanya Linda terbangun dari tidurnya karena kebelet pipis.
"Bengong aja." jawab Kevin sedikit kaget.
"Kenapa belum tidur? udah malem loh ini." tanya Linda sambil mengucek matanya.
"Bentar lagi, kamu bobok dulu aja aku masih mau di sini dulu." jawab Kevin tersenyum melihat wajah imut Linda.
"Jangan malem malem yah, kalau gitu aku mau pipis dulu." ucap Linda pergi.
'Secantik itu kau sia sia kan bos? ish ish ish..jahat sekali!' ucap Kong.
'Bacot kunyuk!' ucap Kevin.
'Aku bosan sekali bos! tidak ada lawan kuat lagi kah? di sini tidak ada kegiatan!' ucap Kong.
'Kau datangi istrimu saja, lagian aku juga bingung mau ngapain. Kalian kalau bosan silahkan keluar cari udara segar, aku tidak melarang.' ucap Kevin.
'Yesss!!!!' teriak Kong semangat lalu hilang begitu saja.
'Aku ijin sebentar ya tuan, ada keperluan yang belum sempat aku selesaikan!' ucap Leo ikut menghilang.
'Tidak usah pamit, pergi saja, aku mau santai sebentar.' ucap Kevin.
'Siap bos!' ucap Kuro.
Setelah melamun selama 2 jam di balkon sambil merokok Kevin pun merasakan kantuk, dia menyudahi kegiatannya lalu pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka.
Setelah itu dia pergi tidur di samping Linda yang tertidur pulas. Kevin mencium kedua pipi dan kening Linda lalu ikut tidur di sampingnya.
Keesokan harinya
Kevin bangun jam 11 siang, ketika keluar kamar semua orang sudah pergi entah kemana. Jadi hari itu Kevin berpikir bisa bebas main PS. Namun ketika pergi ke dapur untuk membuat sarapan, dia melihat Linda sedang duduk bengong di meja makan.
"Kamu gak ikut yang lain?" tanya Kevin mengambil air putih.
"Enggak, gak mood, liat di rumah aja." jawab Linda tanpa menengok ke arah Kevin.
Kevin hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk memakan makanan yang sudah di siapkan di atas meja.
"Kamu mau jalan?" tanya Kevin menawarkan.
"Enggak ah, males, di rumah aja sama kamu." jawab Linda tersenyum kecil.
"Ya udah." ucap Kevin melanjutkan makannya.
Setelah makan, Kevin pergi ke ruang keluarga menghidupkan TV dan PS, tak lupa diamengambil beberapa camilan dan minuman berasa di inventori yang semalam dia beli di warung.
"Beli ini, sekalian cari rokok." jawab Kevin.
Linda memeluk tiduran di pangkuan Kevin sambil bermain ponsel dan ngemil. Sedangkan Kevin fokus main PS sambil sesekali mencubit pipi Linda karena gemas.
Sorenya karena merasakan lapar Kevin membangunkan Linda yang ketiduran untuk pergi mencari makan.
"Bangun....." bisik Kevin di telinga Linda.
"Hemm....." Linda menutup telinganya dan kembali tidur.
Kevin iseng meremas ** Linda yang 2x telapak tangannya.
"Ahhh.... apasih!" ucap Linda mendesah lalu terbangun dari tidurnya.
"Ato cari makan! laper aku." ajak Kevin cengengesan.
"Bentar aku cuci muka dulu!" ucap Linda ketus karena merasa kesal barangnya di remas tanpa ijin.
"Cepetan! kalau lama aku tinggal." ucap Kevin mematikan TV dan PS lalu pergi ke teras menunggu Linda.
Tak lama Linda datang dengan hoodie putih oversize dan celana panjang longgar, sedangkan Kevin hanya memakai celana pendek dan hoodie hitam gambar logo guild The Beast.
Mereka berjalan ke luar Villa mencari warung pinggiran terdekat.
"Ayang mau makan apa?" tanya Linda menggenggam erat tangan Kevin.
"Apa aja, yang penting perut keisi." jawab Kevin.
"Bakso mau? di depan ada tuh." tanya Linda menunjuk sebuah ruko yang barusan buka.
"Boleh." jawab Kevin setuju.
Mereka berjalan ke warung bakso itu dan memesan dua porsi. Setelah itu keduanya duduk menunggu sambil ngobrol ringan.
"Habis ini mau kemana?" tanya Kevin.
"Jalan duluan aja, bingung kalau mau kemana nya." jawab Linda.
"Oke." ucap Kevin.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan langsung mereka berdua santap sampai habis. Setelah selesai makan dan membayar, mereka berdua jalan jalan keliling kota.
"Ayo beli gelang yang, couple!" ajak Linda.
"Yaaa..." jawab Kevin menurut.
Linda memilihkan sepasang gelang di pedagang emperan, setelah sekian lama memilih akhirnya Linda membeli sepasang gelang kayu berwarna hitam kecoklatan.
Satu di berikan pada Kevin, satunya dia pakai sendiri. Setelahnya mereka memutuskan untuk kembali ke Villa karena hari sudah hampir malam. Sesampainya di Villa mereka melihat para penghuni rumah sudah kembali bersama para murid sekte dengan wajah murung.
"Kenapa? kok murung gitu?" tanya Kevin masih digandeng erat oleh Linda.
"Maaf tuan, kami mengecewakan mu, perwakilan sekte kita tidak ada yang berhasil masuk 50 besar. Maaf mengecewakan." ucap Rido membungkuk meminta maaf.
"Hahaha...tak apa, dari awal kan sudah aku bilang, aku tidak menuntut kalian menang. Tournament ini hanya aku gunakan untuk melatih mentalitas kalian. Lagipula masih ada waktu lain kan? santai saja." ucap Kevin terkekeh.
"Tapi kita kalah dengan satu orang bos! payah sekali! satu sekte di kalahkan oleh satu orang dari aliran hitam pula!" ucap Anton.
Pletak....
"Terus kenapa? kalau begitu ceritanya ya kalian latihan lebih tekun, tournament ini sudah di setting para bandar judi. Jadi tidak usah kalian pikirkan, tunjukkan perkembangan kalian di hari berikutnya sebagai balas dendam atas cibiran orang-orang." ucap Kevin menjitak kepala plontos Anton.
"Siap bos siap!" ucap Anton tegas.
"Kalian mau langsung pulang atau mau di sini dulu?" tanya Kevin.
"Pulang aja vin, pertandingan nya gak seru sama sekali, yang menang itu itu aja, gak ada kejutan." jawab Demian.
"Ya udah, aku beres beres bentar." ucap Kevin mengajak Linda ke kamar.
Kevin membereskan barang-barang nya di bantu Linda yang semakin hari semakin semok dan cantik maksimal.
"Kok kamu makin seksi sih yang! heran aku!" ucap Kevin jadi sang*.
"Besok aja di rumah! sepuas kamu!" ucap Linda genit
"Mwehehe...." Kevin tertawa sinis.
"Udah ayok!" ajak Linda keluar kamar.
Kevin membuka portal ke kota miliknya yang masih belum memiliki nama. Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, mereka pun masuk portal dan tiba-tiba muncul di depan rumah yang sudah lama di tinggal pergi.
"Ahahaha....istanaku!" ucap Kevin kangen dengan rumahnya itu.
"Norak bet!" ucap Riski.
"Bacot!" ucap Kevin berlari masuk ke dalam rumah.
"Lohh tuan sudah pulang? memangnya tournament nya sudah berakhir?" tanya Edward kaget karena sedang bersih bersih rumah.
"Kita kalah, tapi ya sudahlah itu tidak penting! terimakasih sudah merawat rumahku." jawab Kevin.
"Ahh ini hanya iseng tuan, saya bosan di rumah tidak ada pekerjaan jadi mending ke sini beres beres sekalian merawat tanaman di belakang." ucap Edward menggaruk tengkuknya.
"Di mana Chris dan Alan?" tanya Kevin.
"Mereka sedang inspeksi keliling kota, saya tidak di ajak jadi mending cari pekerjaan lain saja hehehe...." jawab Edward.
"Ohh, sudah sudah biar di lanjutkan teman temanku saja, kau pergi cek buruh tani dan kebun saja." ucap Kevin.
"Baik tuan, saya pamit undur diri." ucap Edward berpamitan.
Tak lama teman teman Kevin masuk ke dalam rumah dan kagum melihat kerapian pekerjaan Edward.
"Ayang jadi tidak?!" teriak Linda dari lantai dua.
"Jadilah!" jawab Kevin semangat.
"Wehh kau mau ngapain vin anj*ng!" ucap Deni.
"Kerja kelompok." jawab Kevin membuat mereka tertawa geli.
Sesampainya di kamar, Kevin di suguhi pemandangan Linda yang hanya memakai daleman saja tanpa baju dan celana. Hal itu langsung membangkitkan libido Kevin, Kevin berlari menerkam Linda setelah mengunci pintu dan menutup semua gorden.
Bersambung......