Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 62



Di tempat teman teman Kevin


Virzha dan yang lain ketika mendengar suara auman yang sangat keras barusan di buat kaget sekaligus ketakutan karena merasakan aura yang sangat amat kuat menyebar ke semua arah.


"Naga Langit!" gumam Virzha dengan kaki gemetaran.


"Auman apa itu om?" tanya Deni berpelukan dengan Agus sambil ketakutan.


"Kalian lindungi yang lain, aku akan menemui kakakku!" ucap Virzha serius lalu menghilang begitu saja.


"Ayo kumpul semua!" teriak Dion yang membuat seisi rumah keluar dari kamar dan berkumpul di ruang keluarga sambil ketakutan dan panik.


Woshhhh....


Sebuah bayangan berbentuk seorang pria dengan full armor muncul dengan tiba tiba.


"Salam pada nyonya besar, perkenalkan saya Joy, pasukan bayangan yang di perintah yang mulia tuan besar Kevin untuk menjaga nyonya besar dari ancaman ini." ucapnya sambil memberi hormat pada Linda yang saling berpelukan dengan Lia.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Dion.


"Mohon maaf, saya dilarang yang mulia tuan besar untuk menceritakan apa yang terjadi, intinya yang mulia tuan besar saat ini sedang menghadapi sesuatu yang sangat besar dan kuat." jawab Joy dengan sopan.


"Apa yang di sembunyikan si bodoh itu! sialan!" gumam Dion kesal.


'Kyakkkkk.....'


Woshhhhhhh......


Suara pekikan seekor burung terdengar sangat nyaring membuat semua orang kaget dan semakin ketakutan.


"Tenang saja, itu adalah salah satu bawahan yang mulia tuan besar yang di tugaskan untuk menjaga kota ini, saya akan keluar sebentar kalian jangan kemana-mana." ucap Joy beranjak pegi keluar rumah.


Joy melihat Roky si Phoenix Emas sedang terbang memutari kota sambil terus menerus memekik. Dari atas Roky melihat perawakan Joy yang sesuai dengan deskripsi dari Kevin.


Woshhhh...


"Salam tuan Roky." sapa Joy.


"Di dalam sudah beres?" tanya Roky.


"Sudah tuan, silahkan anda membuat kubah untuk menyangkal aura ini." jawab Joy.


"Baiklah, kau jaga mereka, aku akan menghadap pada yang mulia setelah ini." ucap Roky.


"Baik tuan." jawab Joy menunduk memberi hormat.


Woshhhh....


Roky kembali terbang memutari kota dan membentuk sebuah kubah yang sangat amat kuat, setelah itu dia terbang dengan kecepatan cahaya menuju sumber aura ini.


Joy kembali ke dalam rumah dan melihat semua orang sudah lebih tenang tidak seperti tadi.


"Silahkan melakukan aktivasi seperti biasa, keadaan sudah lebih aman." ucap Joy lalu menghilang masuk ke bayangan milik Linda.


Di Alam Dewa


Para Dewa Dewi yang mendengar auman barusan juga menjadi panik termasuk Andreas dan para jajaran petinggi kerajaan langit.


"Naga Langit telah bangkit! kita akan berbuat apa yang mulia?" tanya penasehat kerajaan panik.


"Aku dan adikku akan turun ke alam fana, kalian tetap disini dan kendalikan alam dewa supaya para tetua dewa dewi yang sedang bertapa tidak terganggu." ucap Andreas mengambil tombak penguasa miliknya lalu mengajak Virzha pergi dengan masuk ke dalam portal yang dia buka.


"Ayo kita bekerja sama mengendalikan alam ini! jangan sampai para tetua dewa dewi yang sedang bertapa menembus ranah nya masing-masing tidak terganggu!" ucap penasihat kerajaan.


Di Hutan Mati


Saat ini Kevin sedang face to face dengan sang naga langit yang baru saja bangkit tapi kekuatannya sudah full tank.


Perkiraan Kevin tinggi dan besar naga itu jauh melebihi Dexter yang memegang tahta raja para beast spiritual dan tubuh terbesar di antara para bawahan Kevin.


"3x lipat dari Dexter! kekuatannya 3 tingkat di atasku, tapi aku sebagai pemegang tahta MahaDewa Agung tidak akan gentar sedikitpun!" gumam Kevin bertekat.


'Bos.....' Kong memanggil Kevin dengan jantung tang berdetak kencang.


"Kalian diam saja! akan aku tunjukan kekuatan asliku tanpa bantuan kalian! jangan sesekali membantuku walaupun sedang terpojok!" ucap Kevin serius.


'Tapi bos....' Kong ingin membantah tapi pandangannya tiba tiba menghitam karena Kevin menutup akses dunia jiwa.


"Open!" gumam Kevin membuka kekuatannya sampai 500%.


[Selamat bersenang-senang tuan!]


Kevin tersenyum sinis lalu terbang ke depan wajah Naga Langit.


"Siapa kau? beraninya kau berdiri di depan wajahku?" tanya Naga Langit dengan suara berat.


"Aku Kevin Bearnet, sang MahaDewa Agung pemegang tahta Dewa terkuat saat ini!" jawab Kevin lantang.


"Mau apa kau?!" tanya Naga Langit sedikit berteriak.


"Kau masih bertanya? hahahaha tentu saja melawanmu! kau sudah membuat kegaduhan di seluruh alam semesta akibat dari aura dan auman mu tadi!" jawab Kevin mengeluarkan kedua pedangnya.


"Hahahahaha......berani kau denganku? dulu membutuhkan ribuan dewa dewi untuk menyegel tubuh dan roh ku! sekarang kau berani menantang ku seorang diri?! hahahahaha mengantarkan nyawa!" ucap Naga Langit menatap remeh Kevin.


"Apa yang harus aku takutkan darimu?! kita sama sama makhluk hidup, tercipta dari tangan yang sama yang itu Tuhan Yang Maha Kuasa!! bisa mati bisa terluka! apa yang harus aku takutkan!!!" teriak Kevin lantang.


"Kalau begitu matilah kau!!!!" teriak Naga Langit menyerang Kevin dengan bola energi raksasanya.


Bommmm.....


Seluruh alam semesta bergetar hebat karena efek ledakan barusan.


"Lemah!!!" teriak Kevin dari sudut bibirnya meneteskan darah segar.


Woshhhh...


Boommmm....


Kevin menyerang Naga langit dengan menggunakan raksasa kayu miliknya yang membuat Naga Langit tergerak dua langkah ke belakang.


"Thunder Strom!!!" teriak Kevin keras.


Gluduk...gluduk...


Sesaat kemudian ribuan petir emas menyambar Naga Langit bergantian hingga membuat Naga Langit teralihkan fokusnya.


"Spesial susano'o!" ucap Kevin menyelimuti tubuh dan raksasanya dengan spesial susano'o nya.


Dengan kecepatan cahaya Kevin kembali menyerang Naga Labgit dengan penuh perhitungan.


Boommm....


Boommm...


Boommm....


Serangan Kevin tidak membuat kulit Naga Langit terluka sedikitpun yang membuat Kevin berdecak kesal.


"Lightning Dragon!" ucap Kevin mengarahkannya ke tubuh Naga Langit.


'Groahhhhh....'


Petir emas berbentuk seekor naga turun dari langit dan menyerang Naga Langit dengan brutal. Hal ini membuat Naga Langit sedikit mengalami luka di tubuhnya dan kesulitan dengan serangan Naga petir itu.


"Kesempatan! ayooo!!!" teriak Kevin menyerang Naga langit sambil menyari titik kelemahan Naga Langit.


Tak mau kalah, Naga Langit menyerang balik Kevin dengan bola energinya dan elemen angin miliknya yang membuat Kevin lebih kesulitan lagi dalam menyerang Naga Langit karena angin yang terus berhembus kencang dan mengaburkan pandangan.


Pertarungan hebat itu terus berlangsung selama 5 jam dengan jual beli serangan non stop dan pertarungan ini di saksikan langsung oleh semua Dewa Dewi di alam dewa. Andreas dan Virzha yang baru sampai juga sangat kaget dengan kondisi hutan Mati yang sudah porak-poranda akibat pertarungan keduanya.


Terlihat Kevin banyak mengalami luka parah, sedangkan Naga Langit hanya mengalami luka ringan saja di tubuhnya.


"Ayo!" ucap Andreas menggunakan combat mode miliknya yang membuat tubuhnya membesar menjadi sebuah raksasa dan mengeluarkan aura keagungan yang sangat besar.


Sedang Virzha menggunakan susano'o The Beast untuk membantu Kevin yang kesusahan.


"Baru bangkit sudah membuat kekacauan!!! dasar kau!!!!" teriak Andreas marah lalu menyerang Naga langit dengan brutal di bantu oleh Virzha dari jarak jauh.


"Bajing*n!!!" teriak Kevin marah melihat Ayahnya terkena pukulan telak Naga langit.


"God Susano'o!!!!" teriak Kevin.


Woshhhh...


Duarrrrrrr......


Petir hitam yang menjadi mitos pun terpaksa menyambar karena terpancing kekuatan Kevin yang sangat amat mengerikan itu.


Kecepatan yang lebih cepat dari cahaya membuat Kevin lebih mudah menyerang Naga Langit karena fokusnya sudah terbagi tiga.


Boommmm....


Boommmm....


Boommmm...


Pertarungan dahsyat itu terus berlangsung tanpa adanya istirahat dan saling kejar mengejar, pertarungan dahsyat itu hanya terjadi di satu tempat namun efeknya ke semua tempat.


Terlihat Naga Langit sudah terluka parah dan sangat lemah karena di keroyok langsung tiga dewa terkuat saat ini.


"Groahhhhh....."


"Beraninya kalian membuat ku lemah begini! bajing*n!!!!" teriak Naga langit dengan keras lalu dia masuk ke combat mode miliknya yang membuat tubuhnya membesar dan kekuatannya meningkat 4x lipat dari sebelumnya.


"Ayah kembalilah! tubuhmu sudah terluka parah! biar aku yang menyelesaikan ini! karena aku yang memulainya jadi aku yang harus menyelesaikan nya!" ucap Kevin bersiap.


"Jangan sampai terluka parah!" ucap Andreas menggendong Virzha yang pingsan kehabisan energi membuka portal dan masuk ke dalamnya.


Andreas muncul di dalam rumah Kevin yang membuat semua orang di dalamnya kaget dan kepanikan.


"Sayang!!!" teriak Aurora menangis.


Linda dengan cepat menyembuhkan luka Virzha di bantu Demian. Sedang Andreas terduduk lemas karena energinya yang terkuras habis dalam pertarungan dahsyat tadi.


"Dimana Kevin?" tanya Zoya panik.


Andreas mengibaskan tangannya lalu sebuah portal besar yang menayangkan pertarungan Kevin. Hal itu membuat teman teman Kevin ter bengong tidak bisa berkata-kata.


"Astaga..." ucap Zoya lirih melihat luka di sekujur tubuh Kevin.


"Yang mulia terlalu memaksakan." ucap Joy memberikan potion pada Andreas.


"Ini sudah tugasku, tapi aku tidak menyangka kalau dia jauh lebih kuat dari dugaanku." ucap Andreas menghela nafas panjang.


"Tuan besar akan selalu membuat kejutan." ucap Joy tersenyum lalu kembali ke bayangan Linda.


Di pertarungan


Saat ini Kevin sangat kewalahan melawan Naga Labgit yang memasuki Combat mode miliknya, di pikiran Kevin terus terpikirkan untuk menggunakan mode Six Path miliknya, tapi terus di bantah oleh Kevin.


[Tuan semangat! jangan bergantung pada mode mode! ayo gunakan kekuatan murni mu!]


"Arghhhhhhh.....Destroyer Statue!!!!!!" teriak Kevin sekeras-kerasnya.


Boommmm.......


Sebuah patung budha dengan ribuan tangan muncul, ukurannya 2x lipat dari tubuh Naga langit, patung itu di lapisi energi dari God Susano'o yang membuatnya semakin kuat dan mengerikan.


"Mati aku!!!!" teriak Naga langit ketakutan dan berusaha kabur.


"Tapak suci!!!!!" teriak Kevin.


Ribuan tangan Budha tadi menghujam tubuh besar Naga Langit bertubi-tubi hingga Naga Langit terkapar tidak sadarkan diri. Kevin melompat ke arah dada Naga Langit dan dengan cepat Kevin menarik tubuh raksasa itu ke dalam dunia jiwa.


Woshhhh....


Kong dan yang lainnya kaget setengah mati melihat tubuh Naga Labgit yang selama ini mereka sembah terkapar di depan mata mereka.


[Siapkan tubuhmu tuan! ini akan menyakitkan!]


Tiba tiba Naga Langit tersadar dan melihat energinya terserap ke dalam tubuh Kevin. Dengan pasrah Naga langit menyerahkan energinya ke Kevin dan bersedia menjadi bawahan Kevin si MahaDewa Agung.


"Arghhhhhhh......" teriak Kevin kesakitan.


1 juta tahun berlalu


Akhirnya Kevin selesai menyerap semua energi milik Naga Langit dan kini tubuhnya terasa sangat lemas dan tidak bisa melakukan apa apa.


Sistem menyobek sedikit jempol Kevin dan mengambil darahnya untuk di teteskan di dada dan dahi Naga Langit.


Seketika tubuh keduanya bersinar terang, setelah 5 menit akhirnya sinar terang itu lenyap dan menyisakan tubuh Kevin yang terkapar lemah, sedangkan Naga Langit terlihat sehat sentosa bahkan kekuatannya meningkat 10x lipat dari sebelumnya.


"Tidak sia sia aku jadi bawahannya! aku berhasil menembus ranah yang menjadi mitos! aku sudah di ranah Dewa Semesta!" teriak Naga Langit bangga.


(Ranah Dewa semesta itu mustahil bagi hewan dewa seperti Naga Langit dan yang lainnya jadi dia patut bangga)


"Tubuh bos mau kita apakan?" tanya Kong sedih melihat Kevin masih terbujur lemah.


[Tuan akan sadar 1 jam lagi jadi kita taruh di dunia luar saja]


"Aku percaya padamu." ucap Kong.


Sistem mengeluarkan tubuh Kevin dan menaruh di dalam gua tempat Anton bersembunyi.


"Bos! kau kenapa!" teriak Anton histeris.


Anton terus menangisi Kevin hingga 1 jam kemudian Kevin membuka matanya namun tubuhnya masih sangat lemas.


"Aku butuh minum." ucap Kevin lemah.


Anton dengan sigap memberikan air putih, Kevin minum dengan perlahan untuk menghilangkan rasa dahaganya. Setelah puas minum, Kevin pun mulai menyerap energi alam untuk memulihkan tenaga tubuhnya.


Bersambung.....