Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 72



Saat itu di dalam gedung tournamen sedang terjadi cekcok antara patriark sekte Naga Hitam dari aliran hitam dengan patriark sekte Matahari dari aliran putih. Patriark sekte naga hitam marah besar pada panitia karena murid kesayangannya yang sudah menginjak ranah Nirvana tewas meledak karena memakan 10 pill peningkat kekuatan sekaligus.


Patriark sekte Matahari ingin melerai pertengkaran Patriark sekte Naga hitam dengan salah satu panitia yang tidak bersalah itu. Namun Patriark sekte Naga hitam malah menghina Patriark sekte Matahari dengan mengatai sekte nya adalah sekte sampah yabg tidak pernah masuk ke babak play-off.


Memang Sekte Naga hitam ini adalah salah satu dari 5 sekte aliran hitam terkuat di seantero jagat, penghinaan Patriark sekte Naga hitam tadi membuat Patriark sekte Matahari marah dan akhirnya keduanya bertarung di arena pertarungan nomor 3.


Seluruh peserta di suruh berhenti demi keselamatan dan membiarkan kedua patriark itu bertarung sampai mati. Namun pilihan itu ternyata salah besar karena pertarungan dahsyat kedua patriark itu sampai harus di pasangi array pelindung tingkat Dewa dari Raja Dyrot.


Belum lagi kedua patriark itu memanggil beast spritual masing-masing berbentuk Griffin tingkat Suci milik patriark sekte Matahari dan Naga Iblis tingkat Dewa Iblis milik patriark sekte naga hitam.


Hal ini yang memacu ledakan dahsyat dan menyebarnya aura Iblis ke segala penjuru kota Giok.


Kevin dan teman-temannya naik ke atas gedung dan melihat pertempuran kedua patriark itu.


[Tuan pakai jubah khusus ini saja, yang itu sudah buluk, jubah ini saya buat khusus untuk tuan yang mempunyai jabatan sebagai ketua guild sekaligus menjadi Dewa nya para Dewa dan Raja nya alam semesta]


'Oke.' jawab Kevin.


Kevin membakar jubahnya dengan api emas lalu memakai jubah pemberian sistem.



Di jubah itu bergambarkan kepala Naga Langit yang di mulutnya terdapat sepasang pedang menyilang, di setiap sisi jubah terdapat ornamen ornamen khusus dan aksara kuno bertuliskan Dewa Alam Semesta serta aksara umum bertuliskan ketua.


"Keren!" ucap Deni kagum.


"Pembeda broo...sebagai ketua harus beda dari yang lain!" ucap Kevin berpose cool.


"Itu Iblis kan?" tanya Demian menunjuk Naga yang di tunggangi patriark sekte Naga hitam.


"Iya, tingkat Dewa Iblis." jawab Kevin kembali mengamati pertarungan dahsyat di bawah.


[Tuan, saya dapat item baru! tuan mau pakai?]


'Apa?' tanya Kevin.


[Mata penyerap dan sebuah mulut untuk saya berkomunikasi!]


'Mata itu untuk pengganti Rinnegan?' tanya Kevin.


[Tidak tuan, ini di pasang di telapak tangan dan bisa menyerap semua bentuk energi, senjata, atau pun serangan energi. Mata ini akan muncul jika tuan masuk ke dalam sebuah mode, bebas mode apapun itu, bahkan jika tuan memakai armor susano'o]


'Pakai! pakaiii!!!!' ucap Kevin semangat.


[Baik tuan! tuan tahan sebentar ya! oh ya tuan juga bisa pakai mata ini tanpa mode, caranya hanya dengan berkata 'mata']


Tiba tiba kedua telapak Kevin terasa seperti di kuliti dan di bolong dengan pisau, rasa sakit itu terasa selama 2 menit, setelahnya kembali seperti semula.


[Sudah tuan]


'Mata.' batin Kevin.


Sebuah mata Rinnegan 3 titik berwarna kuning muncul di telapak tangan kanan Kevin dan sebuah mulut di telapak tangan kiri Kevin.


"Vin tanganmu ada matanya!!" teriak Deni kaget.


"Diam bodoh! ini item baru!" ucap Kevin mengamati kedua telapak tangannya.


"Apa tuh kekuatannya?" tanya Rizal penasaran.


"Coba kau serang aku pakai bola api." ucap Kevin menghiraukan kericuhan di bawah.


"Coba ya." ucap Rizal membuat bola api yang sangat kuat lalu di lemparkan ke arah Kevin yang mengarahkan tangannya ke serangan Rizal.


Woshhh....


Syuutttt.....


Seketika serangan itu terserap habis oleh mata itu yang membuat teman temannya berseru kagum.


"Woahhhh....hebattt!" ucap Deni dengan mata berbinar.


[Oh iya, mulut itu akan muncul jika saya ingin berkomunikasi, dan tuan bisa mengontrol kemunculannya sesuka tuan]


"Vin liat tuh!" ucap Agus menunjuk ke bawah.


Di arena nomor 3 terlihat dua bola energi yang sangat amat kuat dari kedua patriark sekte itu. Keduanya mengumpulkan energi sebesar-besarnya untuk menyerang satu sama lain.


"Bahaya!" ucap Kevin melompat turun.


"Ayo!" ajak Dion melompat mengikuti Kevin.


Woshhh....


Woshhh....


Kedua bola energi itu melesat dengan kecepatan tinggi, sebelum saling bertabrakan Kevin terlebih dahulu berada di tengah-tengah kedua energi itu.


Syuttttt....


Kedua bola energi itu menghilang di telan telapak tangan Kevin tanpa sisa. Hal ini membuat kedua patriark sekte itu kaget dan menjaga jarak dengan Kevin.


"Sudah tua masih tol*l!" ucap Kevin.


"Apa maksudmu! bocah bau kencur!" ucap patriark sekte Naga hitam menyipitkan mata.


"Kalau serangan kalian tadi meledak semua orang di sini akan mati! apa kalian berencana membunuh semua orang di sini?!" ucap Kevin.


"Kau tau apa soal serangan tadi hah! bajing*n!" teriak patriark sekte Naga hitam marah.


Woshhhh....


Buaghhhh....


Boomm....


Seorang pria tua tiba tiba menyerang Kevin dari belakang, namun dengan reflek Kevin menghindari serangan itu lalu memukul dada pria tua itu dengan keras hingga terpental menabrak dinding tribun timur.


Kevin menarik tubuh pria tua itu dengan mata penyerap dan mencengkram kepala pria tua itu yang masih sadarkan diri namun tidak bisa berbuat apa apa.


"Siapa kau?" tanya Kevin dengan tombak cahaya raksasa di tangan kirinya.


"Kalau kau membunuhku maka tuanku Beelzebub akan datang dan memusnahkan mu!" ucap pria tua itu.


"Siapa pria busuk ini?" tanya Kevin berteriak.


"Yong, patriark sekte Ular Iblis!" jawab salah satu penonton.


"Tingkat berapa dia?" tanya Kevin.


"Patriark aliran hitam terkuat saat ini!" jawab penonton itu lagi.


"Aku tunggu tuanmu datang!" ucap Kevin membunuh Yong dengan tombak cahaya nya.


Duarrrr....


Hening.....


Semua patriark sekte dan Raja seluruh jagat di buat tertegun dengan perbuatan Kevin yang sangat berani.


"Groahhhhhh........" Naga Iblis tunggangan patriark sekte Naga hitam mengaum marah dan menyerang Kevin.


Diikuti oleh patriark sekte Naga hitam dengan mengeluarkan roh sihirnya berupa Titan Iblis. Mereka bertiga menyerang Kevin dengan brutal tanpa berfikir selanjutnya akan bagaimana.


'Apakah aku harus bantu tuan?' tanya Leo terlihat sangat marah tuanya di keroyok.


'Tidak perlu, kau terlalu suci untuk mengurus keroco seperti ini, biar Deku saja yang urus.' jawab Kevin.


'Saya siap yang mulia tuanku!' ucap Deku dengan suara berat.


"Mana tuan kaliannn!!!!!" teriak Kevin sangat keras hingga menggema ke semua sudut gedung.


patriark sekte Naga hitam berhenti menyerang karena sedikit gentar melihat topeng Kevin yang sudah mengeluarkan taringnya.


"Siapa tadi yang menantang ku? hah?" tanya sebuah suara sangat berat.


Setelah itu sebuah portal hitam besar muncul di hadapan Kevin.


"Tuan bel....masih ingatkah dengan saya?" tanya Kevin membungkuk memberi hormat.


"Ashuraaa.....bajing*n!!!!!!!!" teriak seorang pria dari dalam portal.


Seekor Iblis dengan tubuh 2x manusia dewasa keluar dari portal menunggangi seekor Hydra yang besarnya sampai menghancurkan arena pertarungan dan membuat sesak nafas penonton karena auranya.


"Hahaha.....masih ingat ternyata! oh ya, tuan Envy sudah aku bunuh, selanjutnya adalah kau!" ucap Kevin tertawa.


"Deku!!!" teriak Kevin.


Deku muncul dalam bentuk Roh Sihir supaya tidak menghancurkan gedung dengan tubuh raksasanya. Deku tak sendiri, dia mengajak Gord adiknya untuk membunuh Beelzebub.


"Kami bereskan keroco nya!" teriak Dion mengambang di atas angin bersama teman-teman lainnya dan Edith serta Atlas.


"Hahaha...kenapa pucat?" tanya Kevin pada Beelzebub yang seketika nyalinya ciut melihat Deku dan Gord.


"Serang!" teriak Beelzebub.


Seketika pasukan Iblis beserta monster Iblis keluar dari portal dan mengamuk.


"Kalian urus, biar aku bantai para bajing*n ini!" ucap Kevin berjalan maju ke depan.


"Serahkan pada kami!" ucap Agus semangat.


"Bunuh mereka untuku!" ucap Kevin pada Deku dan Gord.


Woshhh...


Woshhh...


Kedua dewa Titan itu melesat menyerang Naga Iblis yang sudah sangat ketakutan dan Patriark sekte Naga hitam yang sudah pasrah. Sedangkan Kevin menyerang Beelzebub dan Hydra dengan raksasa kayunya.


Pertempuran itu di lihat langsung oleh semua orang, patriak, dan raja raja seluruh dunia. Andreas dan Virzha hanya bisa tersenyum lebar melihat kebrutalan anaknya beserta teman temannya membunuh para Iblis.


"Benar benar satu guru!" ucap Andreas tertawa kecil.


"Hahahahaha....." Virzha hanya tertawa lepas.


Hanya dalam waktu 1 jam teman teman Kevin membantai semua Iblis dan monster Iblis hingga tak tersisa. Sedangkan Kevin masih mempermainkan Beelzebub yang sudah kehilangan Hydra.


Buaghhhh...


Woshhhh....


Boommm....


Kevin memukul dada Beelzebub dengan keras hingga terpental menabrak dinding beton.


"Lemah sekali pangeran satu ini!" ucap Kevin.


"Kakak kakak ku akan datang memburumu Ashuraaa!" teriak Beelzebub.


Jlebb...


"Aku tunggu tuan muda." ucap Kevin menusukkan tangannya yang sudah di lapisi elemen api emas ke jantung Beelzebub dan menariknya keluar sehingga Beelzebub tewas di tempat.


"Hahh.... jadi berantakan, maaf yang mulia atas kerusuhan nya!" ucap Kevin membuat kembali arena nomor 3 dengan elemen tanahnya.


"Kerusakan lainnya nanti saya ganti." ucap Kevin.


Setelah itu Kevin terbang entah kemana diikuti teman temannya, sedangkan Andreas dan yang lain pulang ke Villa karena hari sudah hampir malam.


Bersambung....