
Keesokan harinya
Saat bangun Kevin merasakan tubuhnya sangat berat dan ketika membuka mata, ternyata Linda masih tidur dengan menindih dirinya.
'Sepertinya ide bagus bos kalau kau melatih nyonya besar dari sekarang, mumpung hari tournamen masih jauh.' ucap Kong.
'Iya juga! bagus idemu!' ucap Kevin baru sadar.
'Tapi lebih baik kau puas puas kan dulu berkumpul dengan keluarga, setelah puas baru melatih nyonya besar.' ucap Kuro.
'Iya iya aku paham!' ucap Kevin semangat.
Kevin membangunkan Linda dengan cara menciumi semua bagian wajah Linda. Karena risih Linda pun bangun dengan wajah kesal sambil mengelap mukanya.
"Hehehe....ayo bangun, aku mau jalan jalan." ucap Kevin.
"Weittt! hari ini ayang harus melayani aku seharian! enggak mau tau!" ucap Linda tegas.
"Kamu gak mau jalan?" tanya Kevin aneh.
"Jalan jalannya besok aja! hari ini kita full enak!" ucap Linda menyeringai lalu menyergap Kevin tanpa babibu lagi.
Dari jam 7 sampai jam 3 sore mereka berdua tidak keluar kamar sekalipun, kali ini Linda yang kewalahan, sedangkan Kevin masih kuat perkasa. Kevin pergi mandi setelah melihat Linda yang tertidur pulas karena kelelahan.
"Makan mie rebus enak ni, pas hujan lagi!" gumam Kevin saat berendam di bathtub.
Kevin buru buru menyelesaikan mandi lalu pergi ke dapur dengan pakaian kaos polos dan kolor selutut. Kevin memasak dua mie rebus dengan dua telur dan dua sosis.
"Linda di mana nak?" tanya Aurora yang sedang menggendong baby Axel yang masih berumur ±7 bulan.
"Di kamar masih tidur." jawab Kevin.
"Ohhh begitu.." ucap Aurora pergi dari dapur.
Tak lama Deni dan Agus datang menemui Kevin.
"Ada apa?" tanya Kevin yang sedang menuang mie rebusnya ke mangkuk.
"Vin, gimana kalau kita buat guild yang ketuanya kau!" jawab Deni semangat.
"Uruslah, lagi males mikir aku." ucap Kevin mencicipi mienya.
"Kau setuju kan?" tanya Agus.
"Iya, kau urus aja nama, jumlah anggota, maksimal anggota berapa, seragam, struktur organisasi, sama kas. Nanti kalau ada kesulitan tanya ayahku atau ke aku langsung, aku mau makan dulu." jawab Kevin.
"Siap!" ucap Deni dengan semangat.
Setelah Agus dan Deni pergi, Kevin pun lanjut makan dengan nikmat. Baru saja selesai makan, Linda datang dengan wajah berseri-seri.
"Ayang!" ucap Linda memeluk Kevin dan menciumi semua bagian wajah Kevin.
"Apasi!" ucap Kevin menahan wajah Linda.
"Hehehe....makasih ya sayang!" ucap Linda memeluk erat tubuh Kevin.
"Iyaaa, kamu makan gih, aku mau ke depan dulu." ucap Kevin melepas pelukan Linda.
"Mau kopi atau teh?" tanya Linda.
"Kopi." jawab Kevin.
"Okeyyy, nanti habis makan sekalian aku anter ya!" ucap Linda.
Kevin menganggukkan kepala lalu pergi ke ruang keluarga. Kevin duduk di samping Virzha yang sedang menonton berita terkini.
"Berita apa yah?" tanya Kevin.
"Berita waktu itu loh, yang naga langit bangkit." jawab Virzha.
"Ada cuplikannya? perasaan waktu itu gak ada drone." ucap Kevin heran.
"Kau yang gak sadar, waktu itu ada 3 drone yang mantau kita bertarung. Pakaianmu yang paling jelas terlihat, apalagi topengmu, topengmu sekarang jadi primadona baru, anak anak kecil banyak yang mengidolakan topengmu sekarang." ucap Virzha menjelaskan.
"Biarin dah, bodoamat." ucap Kevin cuek.
"Ini vin susunan utamanya, coba kau cek." ucap Deni memberikan secarik kertas pada Kevin.
Kevin melihat semua susunan utama yang di buat oleh Deni dan teman teman lain. Kevin ketua, Dion wakil, Rizal Sekertaris, Aurora Bendahara dan lain-lain.
"Ibuku bendaharanya?" tanya Kevin.
"Iya, daripada kita kita nanti uang kas nya malah buat judi!" jawab Riski.
"Ya terserah sih." ucap Kevin.
Mereka merundingkan tentang guild yang akan di bentuk, tak lama Linda datang membawa dua cangkir berisi kopi dan teh hangat. Dia memberikan kopi pada Kevin lalu duduk di sofa dekat Aurora yang sedang menggendong baby Axel.
"Logonya?" tanya Riski.
"Nama dulu, logo belakangan." jawab Kevin.
"Apa? buntu otakku kalau mikir nama tu!" ucap Deni.
"The Beast, kita selalu tampil pakai topeng." ucap Kevin.
"The Beast? si buruk rupa?" tanya Dion ragu.
"Jangan ambil nama indo nya gobl*g! ambil nama inggrisnya biar sangar! Dion ni gobl*g banget dah!" ucap Kevin kesal.
"Iya nih om Dion! tol*l!" ucap Riski ikut ikutan.
"Iya iya!" ucap Dion kesal.
"Logonya berarti harus ambil dari salah satu Beast atau monster iblis sesuai namanya." ucap Kevin.
Mereka dengan sigap langsung mencari logo yang cocok di aplikasi ponsel masing-masing.
5 menit kemudian Deni dan Rizal sama sama menemukan logo yang keren.
Deni menunjukan logo bergambar rubah putih bermata tiga dengan bercorak hitam serta ornamen ornamen di sekelilingnya. Sedangkan Rizal menunjukkan logo bergambar naga hitam dengan ornamen bunga merah.
"Ya mana tuh pilih." ucap Kevin.
"Lebih cocokan rubah gak sih?" tanya Dion.
"Iya, lebih elegan gambarnya, kalau yang naga kayak harus berwibawa gitu gak cocok sama kita." ucap Riski.
"Orang orang tol*l gini di suruh pakai logo naga! beg* bat!" ucap Agus.
"Yang mana buruan!" ucap Kevin.
"Yang punya Deni." ucap Demian.
"Iya punya Deni!" ucap Dion.
"Kirim den." ucap Kevin.
"Udah." jawab Deni.
'Bob buat jubah pakai logo ini, warna hitam semua, buat jubah ku kasih aksara khusus di bawah logonya.' ucap Kevin pada sistem.
[Khusus untuk jubah tuan sistem kasih aksara dewa kuno dan pasif tambahan. Semuanya serahkan pada saya, dua hari jadi tuan!]
'Yaa...' ucap Kevin puas.
"Dua hari lagi aku kasih jubahnya, kalian beli satu set baju petualang warna putih biar cocok sama jubahnya." ucap Kevin.
"Siap!" ucap mereka serentak.
Setelah itu mereka ngobrol mengenai berita yang sedang hangat hangatnya.
"Kamu kayaknya harus latihan deh nak." ucap Aurora pada Linda.
"Siapa yang ngajarin mah? aku udah lama pingin kultivasi kaya yang lainnya tapi siapa gitu yang mau ngajarin." ucap Linda.
"Kevin kan ada, kenapa harus bingung, dia sudah ada di puncak kultivasi jadi sudah tau semuanya tentang kultivasi terutama bakat kamu yang luarbiasa itu." ucap Aurora.
"Emang iya yang?" tanya Linda pada Kevin yang saat itu sedang memainkan ponselnya sambil merokok santai.
"Kamunya serius enggak, kalau enggak ya percuma." jawab Kevin masih fokus pada ponselnya.
"Iya serius!!! kamu mau enggak ngelatih aku!" ucap Linda.
"Besok bangun pagi aku ajarin kamu." ucap Kevin.
"Yesss!"ucap Linda semangat.
Malam harinya
Saat Kevin sedang enak enak santai di ruang keluarga bersama Deni dan Agus setelah makan malam, sebuah portal emas muncul tib tiba di belakang sofa.
Woshhh...
Bughh..
Bughh..
Dua tubuh pria dn wanita terlempar dari dalam portal. Kevin dengan spontan menoleh dan kaget setengah mati melihat kedua orang itu.
"Ayah ibu!" teriak Kevin berlari menghampiri kedua tubuh itu mengecek tubuh mereka berdua.
Dengan reflek cepat Kevin menggunakan metode penyembuhan tingkat dewa atas miliknya untuk menyembuhkan mereka berdua yang bersimbah darah dan terdapat puluhan luka parah di tubuh keduanya.
'Bajing*n!!!!!!!!' teriak Kong sangat marah hingga mengeluarkan aura raja gorila miliknya yang mampu menekan hebat Leo si naga langit.
'Tuan!!! aku mau kau sekarang ke alam dewa dan mengamuk di sana!!!! masalah kekuatan biar aku yang bantu!!!' ucap Leo ikut marah besar.
'Diammm!!!!!' ucap Kevin menahan mereka semua yang sudah tersulut emosi.
"Uhukk..." Andreas tersadar dari pingsannya melihat sekitar dan merasakan rasa lega.
"Ayah diam sebentar, aku urus ibu dulu." ucap Kevin dengan wajah panik.
"Den panggil Demian cepet!" ucap Agus ikut panik.
Deni dengan segera berlari sambil berteriak memanggil nama Demian. Sedangkan Kevin terus mencoba menyembuhkan luka di tubuh Zoya yang masih tak sadarkan diri.
Tak lama Demian beserta Linda datang dengan wajah paniknya.
"Cepat bantu ayahku!" ucap Kevin semakin panik karena Zoya tidak kunjung membaik.
Demian dan Linda tak banyak omong dengan sigap langsung membantu memulihkan kondisi Andreas yang sangat lemah.
"Ayolah!!!" ucap Kevin dengan keringat mengucur deras.
[Tuan, nyonya Zoya terkena racun Phoenix Merah yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di dalam otak, penawaran adalah 1/8 inti core Phoenix Hitam yang ada di hutan Ghaib, jika sampai besok sore nyonya Zoya tidak menyerap inti tersebut makan beliau akan tewas]
"Sayang tangani ibu, aku mau cari penawarnya dulu." ucap Kevin pada Linda.
"Jangan lebih dari besok sore!" ucap Linda memperingatkan Kevin.
Kevin hanya menganggukkan kepala lalu menghilang dari tempatnya.
"Uhuk..uhukk...kenapa kamu ijinkan nak, Phoenix Hitam sangat berbahaya." ucap Andreas pada Linda.
"Yang mulia jangan begitu, tuan besar melakukan ini semua demi ibunya yaitu yang mulia ratu Zoya, lagipun tuan besar sedang dalam amarah yang memuncak, mungkin alam dewa akan segera hancur dalam hitungan hari atau bulan." ucap Joy yang keluar dari bayangan Linda.
"Sial! uhuk...uhuk...." umpat Andreas kesal.
"Jangan banyak gerak om, saya jadi kesusahan nyembuhin luka lebar ini." ucap Demian mengelap keringatnya.
"Maaf." ucap Andreas pada Demian yang berusaha sekuat tenaganya.
Tak berselang lama Virzha bersama Aurora datang dengan tergesa-gesa. Melihat kakaknya terluka sangat parah membuat Virzha kaget bercampur marah.
"Kakak kenapa? apa yang terjadi?" tanya Virzha menghampiri Andreas lalu membantu menyembuhkan lukanya.
"Nanti aku ceritakan." ucap Andreas menahan rasa sakitnya.
Setelah 2 jam, Andreas pun pulih walaupun energi dan luka dalamnya belum sepenuhnya sembuh. Dia menceritakan semuanya yang di alaminya pada Virzha dan teman-temannya.
"Aku di kudeta, semua petinggi istana di bantu para dewa Olympus menyerangku yang belum pulih setelah melawan Naga Langit, mereka memanggil Phoenix Merah dengan mengorbankan jiwa klan Moto (keluarga besar Albert) yang di bantai Kevin bersama raja Rubah dulu." ucap Andreas menjelaskan.
"Siapa dalangnya?" tanya Virzha mengisi energi Demian yang habis total.
"Robbie, yang memegang tahta dewa perang saat ini, setelah Kevin memegang tahta Sang MahaDewa Agung, semua gelar dewa miliknya di copot dan di berikan pada yang lain, namun kekuatannya tidak ikut di copot." jawab Andreas terang terangan.
"Jangan sampai Kevin tahu soal ini!" ucap Virzha melihat ke semua teman teman Kevin.
"Maaf, saya sudah mengirim informasi ini pada tuan besar, karena ini adalah informasi penting bagi tuan besar." ucap Joy kembali ke bayangan Linda.
"Tak apa, besok ketika dia ke sini aku akan mencegahnya mengamuk di alam dewa, karena ini semua akan berbahaya, apalagi Naga Langit berhasil dia jinakkan menjadi beast spiritual sekaligus roh sihirnya." ucap Andreas.
"Kalau dia tetap nekat bagaimana?" tanya Aurora khawatir.
"Ada Linda, dia akan menurut padanya." ucap Andreas tersenyum penuh simpul.
Bersambung.....