
Saat sedang menunggu di mulainya kembali pelelangan, Tania dan Dita datang dengan berbagai camilan di tangan mereka.
"Nih yang." ucap Tania duduk di samping Kevin dan menyenderkan kepala di lengan Kevin sambil makan camilan.
"Makasih." ucap Kevin meminum boba pesanannya.
Tak lama setelahnya pelelangan pun kembali di mulai, para penonton juga terlihat antusias dari sebelumnya.
"Pelelangan bagian kedua di buka dengan pedang kelas Ghoib! harga di buka dari 5000 koin platinum!" ucap Jason meriah.
"5500 koin platinum!" teriak ruang VVIP no xx10.
"6000 koin platinum!!" teriak ruang VVIP no xx13.
"7000 koin platinum!" teriak ruang VVIP no xx10 tak mau kalah.
"9000 koin platinum!!!" teriak ruang no xx13 kekeh.
"Hoey baj*ngan! jangan menantang tuan muda yang perkasa ini! kalau kau berani menawar lagi, kerajaan Envuella akan menyerang kerajaan kalian!" teriak ruang VVIP no xx10.
Mendengar hal ini Kevin seketika di buat kesal, dia mengeluarkan aura tingkat Saint yang membuat gedung Paviliun bergetar hebat.
"Siapa yang bicara tadi? biar aku bunuh disini!" ucap Kevin menggunakan mix.
"Sayang jangan terpancing." ucap Tania menenangkan Kevin karena hanya dia yang tidak terpengaruh dengan aura Kevin.
"Kamu diam di situ dari pada menyesal." ucap Kevin dingin.
Tania langsung terdiam duduk di tempatnya tanpa mendebat perkataan Kevin barusan.
"T-tuan, maaf di pelelangan ini tidak boleh mengeluarkan aura atau pernyataan perang." ucap Jason ketakutan.
Kevin tidak menjawab dan langsung menarik kembali auranya.
Seketika pelelangan pun kembali di mulai, senjata kelas Ghoib tadi berhasil di menangkan oleh ruang nomor xx13 dengan nominal 100.000 koin platinum.
"Tanpa basa basi lagi, barang ke dua dan tiga akan saya gabung, barang itu ialah crystal monster kelas Iblis dan Setan! kedua barang ini kami buka dengan harga 1000 koin diamond!!!" teriak Jason yng membuat para tamu terkaget-kaget.
"2000 koin diamond!!" teriak ruang VVIP no xx12.
"4500 koin diamond!!!" teriak ruang VVIP no xx15.
"6000 koin diamond!" teriak ruang VVIP no xx16.
.
.
.
"1.000.000 koin diamond!!!" teriak ruang VVIP no xx15.
Hening....
"Selamat! ruang VVIP no xx15 berhasil mendapatkan dua crystal monster ini!" ucap Kevin bertepuk tangan.
"Selanjutnya, barang ke empat ini adalah busur panah kelas Legendaris, di buka dengan harga 20.000 koin platinum!!!" teriak Jason.
.
.
.
Dari barang keempat sampai sepuluh tidak ada yang membuat Kevin tertarik.
"Barang terakhir, barang paling ultimatum! barang ini adalah Batu permata yang di temukan di inti hutan larangan!! harga di mulai 30.000 koin diamond!" teriak Jason.
[Saya sarankan tuan untuk membelinya, sistem mengidentifikasi kalau batu itu sebuah inti energi yang sangat amat kuat! lebih kuat dari kekuatan tuan saat ini!]
'Woww! mengerikan kalau sampai di tangan yang salah!" ucap Cooper kaget.
'Bisa bahaya nih!' ucap Kevin kaget.
[Ya makanya saya sarankan untuk tuan beli sekarang juga!]
"500.000 diamond!" teriak Kevin karena dalam hitungan detik tidak ada yang mau menawar barang itu kan segera di kembalikan ke gudang.
"Ada yang mau menawar?" tanya Jason.
Hening...
"Kalau tidak ada selamat pada ruang VVIP no xx14 berhasil memiliki batu permata ini!" ucap Jason bertepuk tangan.
Setelah itu pelelangan pun berakhir, Kevin mengambil hasil penjualannya sekaligus membayar dua barang yang dia beli tadi. Setelah semua beres, Kevin kembali ke motel untuk menyelidiki batu barusan.
"Ayang mau ke mana?" tanya Tania manja memeluk erat lengan Kevin.
"Ada rapat sebentar, kamu di sini aja ya, privasi soalnya." jawab Kevin mengelus lembut kepala Tania.
"Jangan lama lama ya." ucap Tania melepas pelukannya.
"Paling dua jam sayang." ucap Kevin mencium kening Tania lalu menghilang dari hadapannya.
"Kecupan nya bikin kangen!" ucap Tania dengan pipi memerah lalu tidur dengan di selimuti selimut tebal.
Di dunia jiwa
"Bagaimana? apakah worth it?" tanya Kevin.
"Bisa di bilang tuan malah untung raksasa! batu ini bukan batu biasa, tapi batu inti dari kekuatan MahaDewa yang telah lama di cari oleh yang mulia tuan besar atau ayahmu." ucap Dexter.
"Kekuatan apa itu?" tanya Kevin bingung.
[Intinya tuan serap batu ini secepatnya, saya sudah memprogram satu juta tahun di sini sama dengan satu jam di dunia luar! tuan harus memiliki kekuatan ini untuk menjalankan misi dengan mudah dan lancar!]
"Sialan! minimal di rembuk dulu kek! masak tiba tiba suruh latihan gini!" ucap Kevin kesal.
"Intinya bos mau tidak? kalau tidak biar aku saja yang serap!" ucap Kong kesal.
"Iya iya!" ucap Kevin langsung bersiap untuk menyerap sari sari di dalam batu itu.
"Jaga jarak 500km dari sini, kemungkinan besar kita akan mati hancur jika terkena aura dari batu ini!" teriak Dexter yang di sambut panik oleh semuanya.
Hampir 2 minggu mereka semua menunggu Kevin selesai menyerap inti Crystal tersebut, hingga....
Duarrrr.....
Tiba tiba ledakan yang amat sangat dahsyat hingga membuat seluruh dunia jiwa berguncang hebat. Andreas yang sedang fokus rapat juga merasakan aura yang sangat amat mendominasi dan menekannya.
"Aura siapa ini?" tanya Andreas kaget karena sumur hidup belum pernah tertekan oleh aura siapapun.
"Tidak tau yang mulia." jawab penatua agung.
"Lanjutkan, aku akan menelusuri asal aura ini." ucap Andreas menghilang dan muncul di dunia jiwa Kevin yang sangat amburadul.
"Ada apa ini?" tanya Andreas kaget.
"Yang mulia jangan disitu! tuan sedang menyerap inti kekuatan MahaDewa yang melegenda!" teriak Dexter dari jarak yang amat sangat jauh.
"Apa!!! sialan!!!" teriak Andreas kaget lalu pergi sejauh mungkin.
Boommm.....
Duarrr.....
Ledakan demi ledakan terjadi hingga ledakan ke seratus yang paling besar efeknya terjadi.
Duarrrrrrrrr....
Sekali lagi dunia jiwa di buat berguncang hebat, para beast spiritual di buat ketakutan dengan menyebarnya aura yang amat mengerikan dan menekan sampai membuat mereka tidak bisa bergerak satu cm pun.
[Kekuatan sialan!]
Akhirnya karena sangat merepotkan, sistem pun akhirnya menyegel seluruh kekuatan yang di serap oleh Kevin tanpa terkecuali.
"Apa tadi itu sialan!" ucap Kevin terduduk terengah-engah.
[Tubuh mu belum kuat untuk menaklukkan kekuatan tadi, jadi kau harus segera berlatih seketat mungkin sebelum kekuatan itu meledakkan tubuhmu menjadi butiran darah]
"Crystal sialan! membuatku tersiksa saja!" ucap Kevin sangat kesal.
[Sebaiknya tuan pamit dulu pada Tania untuk berlatih sampai besok pagi supaya aman dan tentram tanpa gangguan]
"Haihhh...oke!" ucap Kevin pasrah.
Kevin keluar dunia jiwa dan muncul kembali di kamar motel tempat Tania tidur.
"Sayang, bangun sebentar." ucap Kevin lembut.
"Emmhhh...kenapa?" tanya Tania setengah sadar.
"Aku latihan sampek besok pagi ya, jangan di ganggu dulu." jawab Kevin tersenyum manis tak bosan melihat wajah cantik Tania.
"Iya, yang penting kamu jangan pergi dari aku." ucap Tania tersenyum ringan.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya." ucap Kevin baru mau menghilang tapi di tahan oleh Tania.
"Cium dulu." ucap Tania manja.
Kevin mencium kedua pipi Tania serta kening Tania, setelah Tania tersenyum bahagia baru Kevin pergi kembali ke dunia jiwa.
"Loh, ayah kok disini?" tanya Kevin yang sudah di dalam dunia jiwa nya yang kembali hijau dan menyegarkan.
"Gara gara kau yang sembarangan menyerap inti kekuatan! lain kali jangan sembrono begitu! tubuhmu bisa hancur kalau terlalu banyak menampung energi dan kekuatan dahsyat!" jawab Andreas memarahi Kevin.
"Maaf ayah, aku tidak tau kalau inti kekuatan itu bisa sekuat itu." ucap Kevin menyesal.
"Sekarang kau akan ayah latih seketat mungkin sampai titik di mana itu adalah batas kemampuan terdalam dari tubuhmu! sekarang bersiap!" ucap Andreas tegas.
"Baik ayah!" ucap Kevin masuk ke sebuah rumah mewah yang sudah tersedia bahan makan lengkap dan baju baju yang sesuai dengan tubuh Kevin.
Kevin mulai di latih oleh ayahnya dengan sangat keras tanpa ada keringanan sedikitpun. Jika membangkang Kevin akan langsung di jepret dengan karet dari neraka yang tembus ke tubuhnya.
"Yang semangat! kau bukan perempuan!!" teriak Andreas memarahi Kevin.
"Ayahnya lebih brutal dari anaknya!" bisik Cooper pada Kong yang sedang bermain remi dengan beast spiritual lain.
"Sttt jangan keras keras bodoh!" ucap Kong menyuruh Cooper diam dan melanjutkan permainan.
Kevin terus didik dengan sangat keras dan ketat selama beratus-ratus tahun lamanya, dari penggunaan skill, insting, reflek, indra perasa, mata Rinnegan, susano'o, teknik berpedang, pertarungan fisik, dan kecepatan yang terus di asah oleh sang ayah.
Bersambung....