Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 73



Keesokan harinya


Kevin dan teman-temannya pergi ke gedung tournamen untuk menonton kembali tournamen yang kemarin terlewat.


Woshhh....


Seorang pria sepuh tiba tiba muncul di kamar tempat Kevin dan teman-temannya menunggu tournamen di mulai.


"Wehh dewa baru! bagaimana kabarmu bocah tengik!" ucap pria sepuh itu.


"Baik, ada keperluan apa kakek tiba tiba datang?" tanya Kevin penasaran.


"Aku tidak ada urusan denganmu, aku ada urusan dengan istrimu." jawab pria sepuh menunjuk Linda yang sedang bermain dengan baby Axel.


"Sayang, kesini sebentar." panggil Kevin pada Linda.


Linda menghampiri kedua pria itu dengan kepala penuh pertanyaan.


"Kenapa?" tanya Linda dengan wajah bingung.


"Kau ikut aku, ada satu upacara yang wajib kau hadiri. Cuma sebentar, paling 1 jam." jawab pria sepuh.


"Pergilah." ucap Kevin merasa di tatap oleh Linda.


"Baiklah aku ikut." ucap Linda menurut.


"Kami pergi dulu ya." ucap pria sepuh menghilang bersama Linda.


Kevin hanya tersenyum lebar lalu kembali main game di ponselnya.


"Siapa itu nak? kenapa kamu ijinkan istrimu di pinjam?" tanya Aurora heran.


"Dewa Pencipta, dia yang dulu memindahkan jiwaku dan memberikan kekuatan semua ini. Walaupun aku yang sudah sekuat ini, tetap tidak akan bisa melawannya yang 1000x lipat di atasku. Lagian dia hanya meminjam Linda untuk upacara peresmian di alam dewa." jawab Kevin.


"Sekuat itu? tapi kenapa aku gak ngerasa auranya?" tanya Deni kaget.


"Dia bukan tipe orang yang suka pamer jadi auranya di tekan sampai tidak bisa di rasakan oleh siapapun itu." jawab Kevin.


"Ohhh bukan tipe kita!" ucap Deni tertawa.


'Nyonya besar ada upacara apa bos?' tanya Kong penasaran.


[Upacara pengesahan nyonya besar sebagai Dewi Kebijaksanaan dan Dewi Penyembuhan. Entah nanti namanya akan berubah atau tidak karena dia cemburu namanya di samakan oleh tuan]


'Ohhh begitu!' ucap Kong paham.


Hari itu tournamen masih sama bosannya karena seperti sudah di setting oleh petinggi Asosiasi Petualang, kenapa begitu? karena hampir semua juara di tournamen sebelumnya di beri lawan yang mudah dan kultivasi nya jauh di bawahnya.


Sedangkan peserta peserta baru yang kekuatannya lumayan di beri lawan yang sepadan atau bahkan satu dua tingkat di atasnya. Hal ini yang membuat Kevin curiga dan merasa bosan.


"Linda mana ya? katanya satu jam." ucap Aurora.


Baru saja di bicarakan, tiba tiba pria sepuh tadi bersama Linda muncul dengan tatapan Linda yang menunjukan keangkuhan karena sudah menjadi seorang Dewi.


"Bocah tengik, ada satu tugas lagi untukmu, maaf aku terlambat mengembalikannya." ucap pria sepuh itu sebelum menghilang.


"Bajing*n! gak tanggung jawab! awas kau ya kakek bau tanah! ku botakin kalau ketemu lagi!" ucap Kevin kesal.


"Kalian rakyat jelata! jangan dekat dekat! kasta kalian di bawah ku!" ucap Linda yang membuat seisi kamar kaget sekaligus geram.


"Ayo balik, kita selesaikan di rumah." ajak Kevin dengan aura yang sudah tidak terkontrol, karena di belakang tubuhnya sudah muncul siluet putih Naga Langit dengan wajah murkanya.


"Jangan lepas kendali nak, berbahaya." ucap Andreas memperingati Kevin.


"Ayah, jangan bilang begitu, ayo pulang." ucap Kevin dengan suara berat.


"Sial!" umpat Andreas.


"Suara itu!" gumam Virzha merinding.


Mereka kembali ke Villa bersama Linda yang selalu menjaga jarak dengan mereka dan memperlihatkan wajah jijiknya.


Sesampainya di rumah Kevin langsung mengajak mereka ke halaman belakang yang sangat luas.


"Dewi Kebijaksanaan dan Penyembuhan, tunjukan wajahmu bajing*n!" ucap Kevin dengan siluet wajah Leo di belakang tubuhnya berukuran sebesar Villa tempat mereka tinggal.


"Nak!!!" teriak Zoya panik sambil memeluk Andreas dengan erat.


"Aku tidak akan pandang bulu jika sudah menyangkut orang tuaku, kau boleh menyebut ku rakyat jelata, tapi kalau berani memanggil sebutan itu pada orang tuaku maka kau sudah berdamai dengan yang namanya kematian." ucap Kevin menyeringai, God Of Eyes, Rinnegan dan Gudodama sudah muncul siap untuk bertarung, aura penguasa milik Kevin juga sudah menyebar menekan semua orang di sana.


"Kevin!!!!!" teriak Aurora semakin panik.


[Bunuh saja tuan! baru dapat tahta receh sudah sombong!]


"Hahaha....hanya dewa biasa sudah sombong! aku ini Dewi Kebijaksanaan dan Penyembuhan yang dua tingkat di atasmu! sadar kau dewa receh!" ucap Linda sombong.


"Buta!" ucap Leo yang hanya menampakkan wajahnya saja belum kepala full.


'Tunjukan bos! ayo sekali kali sombong bolehlah!' ucap Kong tertarik.


Kevin mengeluarkan aura Kaisar Alam Semesta yang langsung membuat Linda jatuh terduduk dengan hidung dan mulut mengeluarkan darah segar.


"Dewi receh sekali serang hancur tubuhmu, kau baru dapat dua title tingkat 3 saja sudah sombong! aku yang pernah menyandang 5 title tingkat raja biasa saja kok! ingat di atas langit masih ada langit! kau boleh sombong tapi jangan keterlaluan dan melihat potensi diri! mulutmu harimaumu bodoh!" ucap Kevin menghilangkan auranya serta menonaktifkan God Of Eyes, Rinnegan dan Gudodama nya.


"Aku pamit tuanku, tolong ingatkan dia jika tidak mau mati konyol." ucap Leo kembali ke tubuh Kevin.


"Kau dengar? itu Naga Langit, kau bisa saja mati barusan hanya dengan auranya 1% saja. Beruntung dia bisa aku kendalikan, kenapa aku menahannya? karena aku masih melihatmu sebagai istri dan keluargaku. Katanya Dewi Kebijaksanaan, mana? sombong itu bijaksana ya? baru tahu aku." ucap Kevin kembali santai seperti biasanya.


Linda hanya diam membisu.


Plakk....


"Ayo bicara, mana ucapan sombong mu tadi! mana!" teriak Kevin menampar Linda dengan keras.


"Diamkan saja, ini pelajaran untuk Linda." ucap Virzha pada Zoya yang mau melerai keduanya.


Woshhhh.....


Sebuah Roh Sihir berbentuk wanita bergaun merah bersujud meminta maaf di depan Kevin.


"Maafkan saya yang mulia, saya yang menghasut nyonya tadi! maafkan saya...." ucapnya memohon.


Woshhhh....


Zhaks keluar dari tubuh Linda dan langsung memaki Roh wanita dan Linda bersamaan.


"Bodoh! tadi sudah ku bilang derajat kalian jauh lebih rendah di bandingkan yang mulia! bodoh sekali bang*at! mentang-mentang sudah bisa pakai kekuatan dan dapat kekuatan luarbiasa bisa seenaknya? tidak! bajing*n!" teriak Zhaks marah-marah.


"Hayoloh...." ucap Deni spontan.


Buughhh...


Kevin melempar sendal ke arah Deni sambil menahan tawa.


"Hehe...." Deni hanya nyengir tak berdosa.


"M-maaf." ucap Linda mulai menangis.


"Biar keren lah." ucap Deni dengan suara pelan namun masih bisa di dengar dengan jelas.


Plakk....


"Diem bodoh! kau mau di maki sama burung itu?!" ucap Riski berbisik setelah memukul kepala Deni.


"Enggak." jawab Deni berbisik.


"Makanya diem blok!" ucap Riski kesal.


"Maaf yang mulia, mereka berdua sebelumnya sudah saya cegah dan jelaskan tentang tahta yang mulia, tapi mereka tetap keras kepala. Mohon maaf atas keluputan saya." ucap Zhaks pada Kevin.


"Tak apa, selanjutnya tolong bimbing mereka ke jalan yang lebih baik supaya kedepannya tidak menimbulkan masalah baru." ucap Kevin memaafkan.


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membimbing kedua wanita bodoh ini ke jalan yang sebenarnya." ucap Zhaks.


"Baiklah, kau boleh pergi." ucap Kevin menganggukkan kepalanya.


"Ayo! dasar wanita penghasut bodoh! aku hukum kau!" ucap Zhaks menendang Roh wanita itu masuk ke dalam tubuh Linda.


"Maafin aku!" ucap Linda terduduk lemas sambil menangis.


Kevin berlalu begitu saja masuk ke dalam Villa, sedangkan teman-teman yang lain menghampiri Linda untuk menyemangatinya.


Kevin masuk ke kamarnya untuk pergi mandi karena tubuhnya yang terasa lengket akibat keringat. Setelah mandi, Kevin pergi ke kamar yang masih kosong dan tidur di sana karena masih jengkel jika melihat wajah Linda.


Keesokan harinya


Kevin bangun pukul 09.00 dan langsung melakukan olahraga ringan lalu setelah itu dia pergi ke atap untuk menyerap energi matahari selama 10 menit. Setelah itu baru Kevin mandi, Kevin berendam untuk menenangkan diri dari emosi emosi semalam.


Setelah mandi Kevin menyalakan TV lalu memilih makanan di toko sistem sebagai santapan sarapannya.


"Mau ngapain ya hari ini?" gumam Kevin bingung.


'Rebahan aja bos! nonton tournamen juga membosankan!' ucap Kong.


"Ide bagus! kayaknya hari ini juga bakalan hujan! jadi hawanya cocok buat turu!" ucap Kevin menganggukkan kepala.


Kevin membeli berbagai macam snack di toko sistem untuk teman menonton film atau ketika ingin menonton tournamen dari TV. Kevin menonton film SpongeBob The Movie yang di tayangkan ulang di alam ini.


Kevin ketawa ketiwi menonton film, hingga tiba tiba seseorang membuka pintu kamarnya.


"Kevin, ayo turun! udah jam berapa ini masih diem di kamar! ayo turun!" ucap seorang wanita cantik yang ternyata adalah Aurora yang mendapat laporan dari Deni.


"Enggak ah males, aku mau disini aja. Pingin males malesan seharian kayak pengangguran." ucap Kevin menolak.


"KEVIN!!!!" panggil Aurora dengan nada lebih tinggi.


"Iya iya!" ucap Kevin menurut, dia mematikan televisi dan membereskan semua sampahnya lalu pergi turun ke bawah untuk ikut kumpul dengan yang lain atau ngopi di teras depan sambil halu.


Kevin membuat kopi di dapur sambil merokok, dia tidak menghiraukan keberadaan Linda yang duduk melamun di meja makan dengan makanan masih utuh.


"Pas hujan! push rank sambil ngopi plus sebat! gini aja bahagia banget!" gumam Kevin yang sedang menunggu air mendidih.


Setelah selesai dia membawa kopinya ke teras depan untuk di nikmati sembari mengamati hujan sesuai prediksinya tadi.


"Kemana?" tanya Agus.


"Ngopi di depan." jawab Kevin tanya berhenti.


"Ayo push rank!" ajak Riski.


"Ayo, aku di depan tapi." jawab Kevin yang sudah duduk di sofa teras.


"Invite!" ucap Riski.


"Yooo..." jawab Kevin dari teras.


Mereka bermain dengan have fun, menang syukur kalah ya udah main lagi. Hingga Linda datang menghampiri Kevin membawa segelas teh.


"Ayang...." panggil Linda lirih.


"Gobl*k!!! Deni tol*l! push goblok!!" teriak Kevin.


(ya, bermain dengan Have fun)


"Ayang...." panggil Linda lagi namun sedikit lebih keras.


"Hmmm...." Kevin masih fokus pada gameplaynya.


"Ayang aku minta maaf, kemarin aku bodoh banget." ucap Linda meminta maaf sambil menatap Kevin dalam dalam.


"Ya." jawab Kevin singkat.


"Ayangg!" panggil Linda lagi karena merasa ucapannya barusan tidak di dengar Kevin.


"Yaaa hahaha...akhirnya glory! setelah sekian lama terjebak di Romawi!" ucap Kevin gembira.


"Winstreak 15 ya ges ya! nasib jadi orang jago! jago bet gw anj*ng!!" ucap Kevin menyombongkan diri.


"Ayang ihh!" panggil Linda dengan mata berkaca-kaca karena di acuh kan.


"Apasi?!" tanya Kevin sedikit risih.


"Aku mau ngomong! dengerin dong!" jawab Linda.


"Apa? mau sombong lagi? iya dah Dewi Kebijaksanaan yang paling agung. Yang mulia Dewi mau bicara apa yang mulia? hamba akan senantiasa mendengar." ucap Kevin menyindir.


"Ayang maafin aku!!! hiks...hiks...aku salah! aku bodoh! maafin aku yang!" ucap Linda bersimpuh di kaki Kevin memohon maaf.


"Lohh yang mulia jangan begitu, hamba hanya rakyat jelata." ucap Kevin memaksa Linda berdiri namun Linda tetap kekeh.


"Maafin aku! hiks...hiks..." ucap Linda menangis sesenggukan.


"Kenapa?" tanya Kevin.


"Aku sombong, aku bodoh tidak mendengarkan nasehat baik, aku di butakan kekuatan! aku salah! maafin aku hiks..hiks.." jawab Linda menangis lebih kencang.


"Terus?" tanya Kevin.


"Aku gak akan ulangin lagi! kalau aku ngulangin kamu boleh bunuh aku! maafin aku sayang hiks...hiks...hiks.." jawab Linda sesenggukan.


"Iya iya, janji ya jangan di ulangin lagi." ucap Kevin.


"Iya janji." ucap Linda mulai mereda tangisan nya.


"Udah sana mandi, habis itu tidur, kamu belum tidur kan." ucap Kevin mengelus rambut halus Linda yang berantakan akibat stres.


"Iya." jawab Linda menurut.


Kevin mencium kedua pipi Linda lalu menyuruhnya segera pergi ke kamar. Setelah kepergian Linda, Kevin lanjut push rank!


Bersambung....