Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 32"



Setelah hampir 100 tahun berendam, akhirnya Kevin mencapai tulang dewa Kuno dan kualitas kulit yang sama, tingkat tulang dan kulit ini tidak bisa di tembus oleh senjata apapun di bawah kelas SSS+.


"Lanjut pengolahan elemen dan energi! semangat bos!" ucap Kuro.


"Bentar makan dulu, habis energiku." ucap Kevin.


"Oke bos!" ucap Kuro setuju.


Kevin makan dengan lahap tanpa memikirkan waktu di luar sudah berapa tahun. Setelah makan Kevin memutuskan untuk sebat sebentar sambil menenangkan pikiran dan hati.


"Tuan jangan terlalu memaksakan, santai saja jangan buru buru nanti malah celaka bisa beda ceritanya." ucap Cooper menasehati Kevin.


"Aku memang seperti ini orangnya jadi ya susah buat berubah." ucap Kevin.


"Berubah sedikit sedikit lebih baik tuan daripada tidak sama sekali." ucap Cooper.


"Akan aku coba." ucap Kevin berdiri untuk melanjutkan latihannya.


Kevin melatih kembali penguasaan elemen-elemen miliknya sebelum melanjutkan ke pengendalian skill.


"Tuan lebih baik kau melatih dengan mengarahkan ke suatu target dari yang dekat sampai jauh." ucap Dexter.


"Ide bagus!" ucap Kuro.


"Ayo lakukan!" ucap Kevin semangat.


"Mereka bertiga kalau soal kekuatan memang tidak bisa di ganggu, jadi nikmati saja kesenangan mereka sebelum hilang." ucap Kong.


"Aku hanya kasihan dengan tuan." ucap Cooper.


"Jangan kasihani dia, kalau kau memiliki sifat seperti itu maka bos akan merasa bahwa dirinya belum kuat dan akan terus berlatih tanpa henti untuk di akui." ucap Kong.


"Aku akan mencobanya." ucap Cooper.


Kevin terus berlatih hingga puluhan ribuan tahun tanpa ada break untuk sekedar berlibur. Hingga kini kekuatannya sudah mencapai 900% dan tinggal melatih kesabaran dan penguasaan pedang serta reflek dalam bertarung yang sudah mulai tumpul.


"Hiat!!!" teriak Kevin mengibaskan tangannya yang membuat sebuah batu raksasa meledak dan menjadi butiran debu.


"Hahahaha....ezz kidss!!" ucap Kevin sok keren.


"Tuan kau tidak cocok sama sekali." ucap Dexter.


"Berlaku bodoh seperti itu sangat menjijikkan bos." ucap Kong meludah.


"Cih..iri saja!" ucap Kevin kesal kesenangannya terganggu.


[Tuan kekuatanmu sudah full, kini sudah saatnya kita keluar dan berinteraksi dengan sesama manusia]


"Oke! tapi aku mau ganti baju dulu." ucap Kevin masuk kedalam gubuk kecil untuk ganti baju sederhana dan menekan kekuatannya sampai petualang kelas D.


Setelah selesai ganti baju Kevin mulai merapikan inventory dan cincin semestanya yang sangat berantakan.


"Harta sepertiga di cincin sisanya di inventory, baju, crystal, senjata, alat masak dan pancing, jubah, topeng, dan plat identitas di cincin semesta! semua sudah selesai mari kita menjelajah!" ucap Kevin gembira.


"Tiga hewan ini bagaimana nasibnya bos?" tanya Kong menunjuk tiga hewan peliharaan Kevin yang sedang bermain dengan gembira.


"Kalian urus saja, aku tidak berencana untuk menetap di satu tempat beberapa tahun ini." jawab Kevin.


"Baiklah kalau begitu." ucap Kong pasrah.


Setelah itu Kevin pun keluar dunia jiwa dan spawn di depan gua yang di penuhi tanaman merambat.


"Berapa tahun aku berlatih?" tanya Kevin penasaran.


[5 tahun tuan, para manusia di bumi juga sudah di kirim ke sini sesuai bentuk tubuh yang mereka inginkan, jadi kemungkinan besar tuan tidak akan melihat wajah wajah teman tuan satu di bumi karena mereka sudah berganti wajah dan tubuh. Dan menakjubkan nya lagi para ilmuwan dari bumi sudah berhasil menyalurkan energi listrik ke semua wilayah.


Ponsel, TV, jaringan internet semua sudah ada, mobil sebenarnya juga akan di buat tetapi banyak yang tidak setuju karena akan merusak udara segar yang ada. Jadi mereka memilih memanfaatkan tenaga kuda sebagai kendaraan atau beast spiritual.]


"Baguslah kalau begitu, oh ya cek statusku." ucap Kevin mendengarkan sambil berjalan ke luar hutan larangan.


[Status


Nama: Kevin Bearnet


Usia: 25 Tahun


Title: Pemilik Sistem, Dewa Kuno, Mahadewa yang Agung


Job: All Mastered


Level: ∞


STR: ∞


AGI: ∞


DEF: ∞


VIT: ∞


Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Cahaya, Kegelapan


Teknik:


-Karate


-Taekwondo


-Void Sword


-Dual Sword (Damage ×2)


Skill:


-Death Stab


-Devils Step


-Wind Slash


-Dragon Fire Of Death


-Thunder Strom


-Death Punch


-Lighning Dragon


-Black Fire Ball


-Doubel Fire Slashes


-Susano'o


-Perfect Susano'o


-Ashura Susano'o


-Giant Wood Man


-Spesial Giant Wood Man


Mode:


-Chakra


-Kegelapan


-Abyss


-Beast


-Six Path


Beast Spirit:


-Rubah ekor 9


-Gorila Putih


-Naga Penguasa


-Kaisar Naga


Poin Sistem: Unlimited


Kekayaan: ∞


Inventori:


-Devine Light Sword


-Death God Sword


-Scythe Of Death


-Dual Death Dagger


-Spear God Of War


\=>Shop


\=>Gacha]


"Sepertinya aku butuh hewan tunggangan." gumam Kevin.


Kevin terus berjalan menyusuri hutan yang lebat dan lembab, Kevin sadar kenapa hutan ini di namai hutan larangan karena suasananya yang mencekam serta aura negatifnya yang sangat pekat tanda menjadi sarang para monster iblis.


Kevin terus berjalan sambil merokok dan menyanyi seperti orng gila di dalam hutan. Saat sedang enjoy menyanyikan lagu kesukaannya Kevin melihat seekor Harimau putih yang terluka parah.


Kevin bergegas menyelamatkan harimau tersebut dengan teknik penyembuhan yang dia kuasai. Setelah berusaha dengan keras, akhirnya harimau putih itu selamat dan bisa bergerak bebas.


Kevin memberi beberapa daging monster segar dari monster monster yang dia temui di jalan. Kevin menyimpan mayat monster monster ini untuk persediaan makanan supaya tidak kelaparan.


"Sudah aku pergi dulu ya." ucap Kevin beranjak pergi.


Namun harimau imut itu terus mengikuti kemana Kevin pergi entah apa maunya.


"Kau mau apa? 5 monster sudah habis kau makan, sekarang minta apa lagi? crystal?" tanya Kevin bingung.


[Dia ingin ikut denganmu tuan, dia juga memohon untuk di beri 5 crystal tingkat SSS untuk bahan evolusinya]


"Ini makan!" ucap Kevin memberi 5 buah crystal tingkat SSS yang sebenarnya ingin Kevin jual ke Paviliun di kota terdekat dengan imbalan informasi penting serta beberapa tumbuhan herbal langka yang tidak ada di toko sistem karena sedang kosong.


Setelah memakan crystal yang di beri Kevin, harimau putih itu tiba tiba mengeluarkan sayap di punggungnya serta ekornya yang berbulu semakin lebat. Aura yang di keluarkan harimau itu juga sangat postif serta berwibawa.


Harimau Putih itu menjilati wajah Kevin sebagai tanda terimakasih dan melompat kesana-sini tanda hatinya yang sangat gembira.


[Dia ingin menjadi bawahanmu tuan]


Kevin melukai jempolnya lalu meneteskan darahnya ke dalam mulut harimau putih itu yang sudah mangap dari tadi. Tubuh harimau itu bersinar beberapa saat menandakan bahwa dia naik ke tingkat Suci dalam sekejap.


Tubuh harimau putih itu menjadi lebih besar dari sebelumnya dan taringnya lebih panjang dari sebelumnya.


"Ayo pergi keluar hutan ini." ucap Kevin menaiki punggung lembut harimau putih itu.


'Nama yang cocok apa ya?' batin Kevin bertanya tanya.


"Namamu Bombom okei." ucap Kevin melihat ke kanan kiri untuk memastikan situasi.


'Groah...'


Coco hanya menggeram kecil lalu fokus ke penerbangannya ke arah utara.


"Bom pergi ke kota di sana." ucap Kevin menunjuk sebuah kota besar di bawah.


Bombom melesat ke arah bawah dan turun agak jauh dari gerbang kota untuk merubah bentuknya menjadi seekor kucing biasa yang duduk di pundak Kevin.


Kevin masuk ke dalam kota tanpa hambatan berkat plat identitas yang di siapkan sistem sebelumnya. Kevin pergi ke penginapan terdekat dan memesan kamar disana sebelum pergi makan di restoran terdekat.


"Aku mau pesan satu kamar untuk satu malam saja." ucap Kevin.


"Biayanya satu koin emas tuan." jawab resepsionis.


Kevin membayar lalu pergi keluar setelah menerima kuncinya. Kevin mencari restoran terdekat untuk makan siang sebentar sambil mengistirahatkan tubuhnya.


"Aku pesan sup hati angsa dan bebek bakarnya satu, aku juga minta daging sapi mentahnya satu piring saja. Untuk minumnya minta teh hangat saja." ucap Kevin pada pelayan.


"Di tunggu tuan." ucap pelayanan pergi.


Kevin merokok sambil bermain ponsel untuk melihat berita terbaru di dunia ini.


'Bob, bagaimana cara aku tau orang reinkarnasi dari Dion dan yang lainnya?' tanya Kevin dalam hati.


[Tuan bisa lihat energinya atau auranya karena setiap orang mempunyai aura yang berbeda. Aura orang orang di bumi berbeda-beda dengan orang di alam ini, apa lagi tuan sudah sngat hafal dengan aura kelima sahabat tuan]


'Jadi dari auranya ya....oke oke paham aku.' ucap Kevin paham.


Tak lama kemudian makanan yang di pesan Kevin datang dan langsung di santap nya dengan sangat lahap. Setelah selesai makan Kevin kembali ke penginapan untuk istirahat.


"Kemungkinan besar mereka berenam sudah janjian di ibu kota suatu kerajaan untuk bertemu. Apa lagi ini sudah dua tahun berlalu sejak mereka di pindahkan." ucap Kevin sambil rebahan.


'Bos pergi ke ibukota saja, di sana pasti ada Paviliun besar yang tanaman herbalnya lengkap.' ucap Kong.


"Aku akan pergi besok." ucap Kevin memejamkan matanya untuk tidur.


Bersambung.....