
Keesokan harinya
Saat Kevin sedang membakar daging monster, dia merasa berkali-kali sekelebat bayangan seperti lewat berkali kali di belakangnya yang sedang membakar daging.
'Joy, tangkap bayangan itu! jangan sampai terbunuh, aku terganggu sekali dengannya!' ucap Kevin menyuruh salah satu panglima bayangannya berbentuk Dark Knight.
'Laksanakan tuan besar!' ucap Joy.
Panglima bayangan yang di kirim Kevin bergerak dengan kecepatan kilat menembus hutan larangan yang sangat berbahaya. Panglima bayangan itu berada di kelas Abyss dan itu adalah pasukan iblis terlemah yang di miliki Kevin.
Kenapa Kevin memberi kepercayaan padanya? karena Kevin tau kekuatan asli dari dark knight itu ada di tingkat apa.
"Gak bangun bangun mereka ini! bang*at bener!" ucap Kevin kesal karena teman temannya yang kebo.
Kevin sabar menunggu sampai akhirnya mereka berenam keluar gua bersamaan dengan wajah yang lebih segar dari kemarin.
"Lari keliling danau 10x habis itu push up 20x, squad jump, sit up 20x. Habis itu mandi terus sarapan." ucap Kevin.
"Semangat semangat!" ucap Dion berlari mendahului yang lainnya.
"Demi kuat!" teriak Riski ikut berlari diikuti oleh yang lain.
Sambil memperhatikan teman temannya berlari, Kevin menyeduh kopi dan duduk santai sambil merokok karena daging yang dia masak sudah matang dan sudah di simpan di dalam gua yang tertutup supaya tidak mengundang monster iblis di sekitar sana.
Kevin terus mengamati teman temannya hingga akhirnya mereka selesai berlari dan istirahat sebentar sebelum lanjut melakukan push up dan lain lain. Saat sedang melihat sekelilingnya, Kevin tiba tiba di kejutkan dengan kehadiran Joy yang membawa tubuh seorang wanita yang tak sadarkan diri.
"Bang*at! jangan tiba tiba gitu dong! minimal permisi dulu kek! ada apa?" tanya Kevin sambil marah marah karena kaget.
"Salam tuan besar, saya hanya ingin melaporkan bahwasanya ****** ini yang sedari tadi melompat kesana-sini bertujuan untuk mengawasi tuan besar yang tiba di sini semalam." ucap Joy.
"Seperti pernah lihat, tapi di mana ya?" gumam Kevin berpikir keras.
[Dia gadis yang waktu kemarin menabrak tuan saat di pernikahan Tasya]
"Ohh iya! ingat ingat! sudah kau taruh di situ saja, sekarang ajak pasukan mu berjaga di radius sekitar 1km dari area ini. Jangan buat keributan kalau bukan mereka yang memulai." ucap Kevin pada Joy.
"Kalau begitu saya pamit mengundurkan diri tuan besar." ucap Joy menghilang setelah Kevin menganggukkan kepala.
"Lanjutin gobl*k! malah ngalamun!" teriak Kevin ketika melihat teman temannya melamun menatap ke arahnya.
Mereka berenam langsung lanjut berolahraga walaupun terdapat banyak pertanyaan di kepala mereka berenam.
Setelah selesai olahraga, mereka berenam langsung mandi dan setelah mandi mereka langsung sarapan dengan lahap tanpa banyak bicara.
"Habis ini kita latihan fisik dulu, skill skill belakangan." ucap Kevin sambil merokok.
"Itu sapa vin?" tanya Deni menunjuk tubuh seorang gadis yang terkulai lemah di atas tanah.
"Gak tau namanya aku, tadi nemu tiba tiba ada di samping batu." jawab Kevin.
"Cantik juga dia vin, jadi sang* aku." ucap Deni dengan mata mesum.
'Plak...'
"Sadar gobl*k! muka gak seberapa sok sok-an as*!" ucap Dion menampar Deni dengan keras.
"Sang*an gobl*k!! makanya jangan kebanyakan nonton bok*p! jadi sedeng kan otakmu!" ucap Rizal.
"Hehehe..." Deni hanya bisa meringis sambil menggosok pipinya yang terasa panas.
"Udah udah sana latihan! kenta kent* aja pikirannya!" ucap Kevin mengusir mereka.
"Ngapain kita?" tanya Demian bingung di suruh latihan apa.
"Latihan fisik bodoh! mau kalian latih tanding tangan kosong kek, mau angkat beban kek, mau latihan reflek kek, yang penting berhubungan dengan fisik! jangan langsung ke skill." jawab Kevin.
"Ohh gitu! ya udah deh!" ucap Demian pergi mencari spot untuk membuat tempat pelatihan nya sendiri.
Mereka berenam pun menyebar ke berbagai arah, ada yang berdua ada yang sendiri mereka mencari spot terbaik untuk berlatih.
Sedangkan Kevin, dia menyeret tubuh gadis malang yang di pukuli oleh Joy ke dalam gua untuk di rawat lukanya.
'Rupa kek gini di bilang cantik? cuih! cantikan juga yang kemarin tapi jutek!' ucap Kevin dalam hati sambil membalut beberapa luka di tubuh gadis itu.
'Kau tau bos? dia ada di tingkat Dewa loh, kau tidak tertarik padanya?' ucap Kong.
"Cuihh....kelas teri ternyata! gak sepadan!" ucap Kevin meludah kesamping lalu pergi keluar gua.
Kevin melihat ke sekeliling gua dan merasakan ada aura yang fantastis di belakang tebing tempat gua yang mereka tinggali.
"Kebun tanaman herbal kah? atau apa?" tanya Kevin tersenyum tertarik.
'Sepertinya bukan kebun tuan, tapi hutan herbal yang menjadi mitos itu." ucap Dexter.
'Benar tuan.' jawab Dexter
"Aku tidak tertarik, buang buang waktuku kalau harus naik dan eksplor ke atas." ucap Kevin pergi jalan jalan bersama Bombom dalam wujud aslinya.
Sambil bersenandung Kevin dan Bombom berkeliling hutan larangan sambil mencari hewan buruan untuk makan malam nanti. Saat sedang berjalan santai, Kevin merasakan aura yang sangat dia kenal mulai melemah dan akan hilang beberapa jam lagi.
"Hahaha....sesuai perkiraan ku kan? hahaha...." ucap Kevin tertawa mengikuti benang aura yang mulai melemah itu.
Akhirnya sampailah Kevin di sebuah gua besar yang tertutup segel pelindung kelas Dewa Alam yang dengan mudah di tembus oleh Kevin tanpa perlu mengeluarkan energi sedikitpun.
"Kenapa? sakit?" tanya Kevin tersenyum sinis melihat wajah pucat seorang gadis yang tetap memasang mimik wajah ketus dan jutek.
Wanita itu tidak menanggapi pertanyaan Kevin karena harus menahan rasa sakit di perut bagian kiri karena terkena tusukan landak raksasa yang menyerangnya tadi.
"Masih untung kau aku temukan, kalau tidak, mati sudah kau di sini jadi fosil." ucap Kevin mengeluarkan kotak p3k dari cincin semestanya.
Wanita itu terlihat pasrah dengan memasang wajah yang sangat kesal dan terlihat tidak terima tubuhnya di sentuh laki-laki selain ayahnya.
"Kenapa? marah? ya sudah sembuhkan dirimu sendiri." ucap Kevin merasakan hawa membunuh dari wanita itu dan pergi begitu saja.
'Groahh...'
Bombom menguap karena bosan, Kevin sadar atas apa yang di rasakan Bombom dan dia memutuskan untuk berburu binatang besar sebagai hidangan nanti malam.
"Kita lanjut berburu! kalau kita dapat dua rusa, kau aku beri dua monster kelas SS!" ucap Kevin naik ke atas punggung Bombom.
Bombom dengan semangat membara berlari dengan kecepatan tinggi mencari seekor rusa besar untuk makan malam.
Di dalam gua tadi
"Dasar pria tidak peka! sudah menyentuh tubuhku seenaknya terus pergi gitu saja! sialan!" ucap wanita yang di tolong Kevin yang bernama Tania Angelica.
Tania menyembuhkan dirinya sendiri dengan memakan beberapa pil penyembuh di dalam kotak yang di beri oleh Kevin tadi. Setelah tubuhnya sembuh dan tenaga serta energinya pulih sepenuhnya, dia pergi mencari Kevin untuk meminta pertanggungjawaban atas dirinya yang merasa di lecehkan.
Di lain tempat
Saat ini Kevin sedang membersihkan tiga ekor rusa yang beratnya masing masing hampir menginjak 150kg. Kevin di temani oleh Bombom yang sedang mukbang dua ekor monster kelas SS+.
"Masak apa ya enaknya?" Kevin bertanya-tanya masakan yang cocok untuk malam ini di kepalanya.
Hingga tiba tiba sebuah tendangan dengan tenaga punuh mengarah ke kepala Kevin.
Boommm.....
Mengejutkan nya, tendangan itu berhenti di sekitar 5cm dari kepala Kevin dan seolah-olah terhalangi dinding transparan yang sangat amat kuat dan sulit di tembus.
"Haihhh...mau mu apa sih? sudah ku tolong tanpa meminta balasan sedikitpun, tapi sekarang kau malah mau membunuhku. Apa mau mu? mau tarung? sampai mati atau gimana?" tanya Kevin melapisi tubuhnya dengan api biru karena sudah sangat kesal dengan kelakuan wanita itu.
Wanita yang ternyata adalah Tania itu tertekan dengan aura yang merembes keluar dari tubuh Kevin hingga membuat beberapa organ dalamnya terluka parah dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
"Belum apa apa dah turu! gak seru!" ucap Kevin membuang nafas dengan kasar.
Kevin menggotong tubuh Tania dan menaikannya ke atas punggung Bombom lalu kembali ke gua untuk merawatnya.
Sesampainya di gua, Kevin membuat sebuah ranjang menggunakan elemen kayunya dan memberi kasur empuk di atas ranjang itu. Setelah semua siap Kevin meletakkan tubuh Tania di atas ranjang dan meminumkan pil penyembuh tingkat Legendaris ke mulut Tania.
"Sok cool bat ni cewek as*! coba kau ramah dikit, bakal aku jadiin istri kau." gumam Kevin berjalan keluar gua.
Kevin membakar dua ekor rusa buruannya tadi bersama dengan tiga ayam hutan yang sudah dibumbui untuk makan teman temannya yang sedang berlatih.
Malam harinya
Kevin menghidangkan dua ekor rusa besar dan tiga ekor ayam bakar pada teman temannya yang sudah kembali dari berlatih keras.
"Di dalem kok ada satu cewek lagi vin? cantik, montok lagi! siapa tuh?" tanya Deni.
"Jangan di godain ntar di bunuh kalian, bahaya tuh cewek. Kalau mau godain yang satunya aja lebih safety." jawab Kevin me wanti-wanti.
"Kenapa emangnya? kelihatan polos gitu mukanya, kok kau malah bilang bahaya sih?" tanya Deni.
"Ck..ngeyel bat sih ni bocah anj*ng! kalau udah di bilang jangan ya jangan! kau lupa kita lagi dimana!" ucap Riski kesal dengan otak Deni yang selalu ngeres.
"Gak paham lagi aku sama anak anj*ng satu ini! pikirannya kent* terus loh!" ucap Demian ikut kesal.
"Intinya kalau aku bilang jangan ya jangan, kalau aku bilang bahaya ya bahaya, kelas dia jauh di atas kalian, jadi jangan macem-macem sama dia. Aku aja tadi hampir ke bunuh kalau meleng." ucap Kevin.
Mereka langsung terdiam ketika mendengar cerita Kevin. Deni yang tadinya tertarik langsung kicep dan tidak berani gegabah lagi.
Selesai makan malam, mereka langsung istirahat di dalam gua tanpa menghiraukan dua perempuan yang ada di sana karena sudah sangat lelah.
Bersambung......