Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 77



Kevin menghampiri Linda yang sedang berbincang-bincang dengan Laras yang sedang menemani Bella menjenguk Dion yang sudah rutinitas nya setiap makan siang akan ke Sekte untuk mengantar makan siang sekaligus bermain-main di sana.


"Sayang, ayo ikut aku." ajak Kevin pada Linda.


"Kemana?" tanya Linda curiga.


"Udah ikut aja." jawab Kevin menggandeng tangan Linda.


Linda hanya bisa pasrah dengan keadaan ini, dia mengikuti kemana Kevin pergi. Kevin pergi ke sebuah rumah mewah satu lantai tempatnya bersantai di sekte yang di jaga oleh Bombom dan Timmy.


"Groahhh..." Bombom mengaum sambil menganggukkan kepala seperti menyapa.


"Tumben tidak tidur, biasanya tidur." ucap Kevin.


"Roarrrr...." Bombom mengaum cempreng sambil menjulurkan lidahnya.


Kevin hanya tersenyum kecil lalu masuk ke dalam rumah bersama Linda.


"Kamu mau naik tingkat kan?" tanya Kevin duduk di sofa.


"Iya." jawab Linda singkat.


"Ya udah bertapa, biar aku alirin energinya." ucap Kevin.


Linda dengan semangat langsung duduk bertapa menyerap energi yang di alirkan oleh Kevin. Dalam waktu 5 menit di dalam tubuh Linda terdengar suara ledakan sekaligus aura ranah Dewa Putih yang menyebar ke seluruh ruangan.


"Kendalikan dulu auranya, habis itu baru serap semua energi yang tadi meledak." ucap Kevin menghentikan aliran energinya.


10 menit kemudian Linda membuka matanya sambil tersenyum bahagia dan memeluk Kevin dengan sangat erat.


"Makasih ya sayangku!! aaaaa...makin sayang sama kamu!" ucap Linda memeluk erat tubuh Kevin.


"Udah udah...kamu mau makan enggak?" tanya Kevin melepas pelukan Linda.


"Kamu ada bahan enggak di sini?" tanya Linda.


"Gak ada, aku enggak pernah tidur di sini soalnya, mau belanja dulu apa?" tanya Kevin balik.


"Ya udah ayok." jawab Linda.


Mereka berdua keluar rumah bergandengan tangan, saat berjalan keduanya bertemu dengan Laras dan Bella yang baru selesai bermain di taman bermain sekte.


"Tante mau kemana?" tanya Bella.


"Jalan-jalan dong, Bella habis dari mana?" tanya Linda balik.


"Bella habis main di taman, ini mau pulang sama mama!" jawab Bella antusias.


"Hati hati di jalan ya." ucap Linda.


"Iyaaa...dada tante!" ucap Bella melambaikan tangan pergi bersama Laras.


Keduanya melanjutkan perjalanan ke supermarket terdekat untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Setelah berbelanja mereka kembali ke sekte untuk masak dan makan siang.


"Aku masak dulu ya, kamu tunggu di depan aja, kalau udah selesai nanti aku panggil." ucap Linda.


"Oke..." jawab Kevin berjalan ke ruang tamu untuk duduk duduk.


Kevin menghidupkan rokoknya sambil bengong memikirkan Final Battle yang akan datang, apakah dirinya bisa mengatasi atau tidak.


Tak terasa Kevin bengong sudah hampir 1 jam dan Linda sudah selesai masak.


"Sayang ayo makan!" panggil Linda dari dapur.


Kevin tersadar dari lamunanya dan langsung beranjak pergi ke ruang makan untuk makan siang bersama istrinya.


"Ayang tadi ngalamun mikirin apa?" tanya Linda yang sekilas melihat Kevin melamun tadi saat mengambil piring di lemari.


"Enggak, cuman mikirin sekte." jawab Kevin bohong.


"Aku istri kamu, ayo cerita." ucap Linda menatap Kevin dalam dalam dengan mata indahnya.


"Nanti aku cerita, gak enak kalau sambil makan." ucap Kevin membelai Linda dengan lembut.


Sehabis makan Kevin berjalan ke kamar sambil membawa secangkir teh hangat manis buatan Linda yang sudah di campur beberapa tanaman herbal supaya ketahanan Kevin dalam olahraga malam lebih hebat.


"Haihhh....pusing pren!" ucap Kevin merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk.


'Kau memikirkan apa sih bos? sepertinya stress sekali!' tanya Kong penasaran.


[Biasa, tuan memikirkan Final Battle. Padahal masih sangat lama, paling 10 atau 15 tahun lagi]


'Iya makanya itu! umurku dah agak tua bodoh!' ucap Kevin.


[Kata siapa? tuan akan terus muda walaupun umurmu berabad-abad! semua dewa dewi seperti itu! mereka tidak akan mati karena umur, mereka akan mati jika di bunuh atau di cabut oleh malaikat maut atas perintah Tuhan]


'Ahhh pusing aku Bob!' ucap Kevin mengusap wajahnya dengan kasar.


Tiba tiba Linda membuka pintu sambil tersenyum lembut menatap Kevin yang sedang rebahan menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Ayang setress kenapa? coba cerita." ucap Linda duduk di meja rias sambil mengucir rambut panjangnya.


Kevin menceritakan tentang Final Battle yang akan terjadi belasan tahun yang akan datang. Menjelaskan semua tugasnya di medan pertempuran dan apa yang akan di dapat jika memenangkan pertempuran itu.


"Kan masih lama, kenapa ayang memikirkan sekarang? ayang lupa kalau kehidupan itu memiliki banyak tujuan dan tidak hanya satu saja. Ayang dulu tujuannya menikah dan hidup bahagia, setelah menikah ayang pasti punya banyak tujuan lagi dong. Punya anak, bahagiakan anak istri, punya banyak jaringan, dan masih banyak lagi contohnya." ucap Linda menjelaskan.


"Nahh salah satunya adalah Final Battle, ayang bisa membangun kekuatan dari sekarang seperti sekte ini dan prajurit bayangan ayang itu. Nah kalau sudah kesampaian ayo cari tujuan lain seperti memperkuat mereka atau lainnya. Tapi ayang juga harus ingat bahwa di sekitarmu ada keluarga kecil yang membutuhkan kehangatan keluarga dan akan senantiasa mendengar keluh kesah ayang dalam mencapai tujuan. Jangan malu malu cerita sama aku atau orang tua kamu, karena semua itu tidak harus di lakukan sendirian, tapi bergotong-royong." ucap Linda duduk di samping Kevin sambil mengelus lembut pipi Kevin.


Kevin terdiam sebentar sambil menatap mata indah Linda.


[Nyonya besar benar tuan, kau tidak melulu melakukan sesuatu untuk Final Battle tapi kau harus memperhatikan sekeliling, terutama keluarga kecilmu. Bagaimana kau membahagiakan merek dan menjaga mereka dari marabahaya]


'Ahh otakmu pendek! pikiran mu selalu ke Final Battle sampai lupa bahwa ada keluarga dan teman-teman yang selalu memperhatikanmu.' ucap Kong santai.


"Gimana? udah paham sayang?" tanya Linda tersenyum manis.


"Udah, kamu istirahat sini." jawab Kevin menepuk bantal di sampingnya.


Linda merebahkan tubuhnya di samping Kevin sambil memeluk lengan kekar Kevin.


"Ayang..." panggil Linda lirih.


"Yaa..." jawab Kevin menengok.


"Aku hamil." ucap Linda membuat Kevin mematung.


'Bos...' panggil Kong juga kaget.


'T-tuan....' panggil Leo terbangun dari tapanya karena kaget.


"Apa? gak denger aku hehehe..." tanya Kevin tertawa di buat buat karena air matanya yang sudah menumpuk.


"Iya, aku hamil anak kamu." jawab Linda tersenyum lebar.


"Ha ha ha ha...." Kevin tertawa terputus-putus dengan air matanya yang mulai menetes.


"Enggak usah nangis sayang.." ucap Linda mengelap air mata Kevin sambil mencium pipinya.


Kevin tidak bisa berkata-kata, dia hanya bisa memeluk erat tubuh Linda sambil terus meneteskan air mata kebahagiaan.


"K-kamu jaga kesehatan ya." ucap Kevin masih memeluk erat tubuh Linda.


"Iyaaa, aku tau porsi pekerjaan rumah kok, kamu enggak usah khawatir." ucap Linda membalas pelukan Kevin dengan lembut.


"Kamu yang istirahat sayang, pikiran kamu udah penuh sama tanggung jawab yang berat. Istirahat dulu satu minggu, gak boleh ke sekte dulu, bebaskan pikiran kamu dari hal hal yang enggak penting." ucap Linda menasehati Kevin masih dalam pelukan Kevin.


"Iya, aku nurut sama kamu." ucap Kevin menurut pada Linda.


"Rokoknya juga di kurangi ya, jangan sehari tiga bungkus, di kurangi pelan pelan. Besok satu hari dua bungkus sampai bisa sehari satu bungkus." ucap Linda.


"Aku coba kurangin ya." ucap Kevin.


Akhirnya mereka pun tertidur dalam posisi saling memeluk.


Bersambung....