
Saat sedang makan camilan yang dia pesan, Kevin iseng iseng membuka ponselnya yang ternyata sudah ratusan panggilan dari Linda dan kedua ibunya, serta spam chat dari Linda yang membuat Kevin merinding.
"Ini kalau aku ketemu sekarang pasti dah di amuk!" gumam Kevin ketakutan.
'Mending bos diamkan saja dari pada nanti kena marah di telfon.' ucap Kuro.
Kevin hanya menganggukkan kepala dan lanjut makan camilan yang sudah dia pesan. Saat sedang fokus memikirkan latihan untuk Anton, ponsel Kevin kembali berdering dan memunculkan foto Linda bersama dirinya.
"Waduhh! mati!" gumam Kevin menepuk jidatnya.
'Hayoloh.....aku tidak ikut ikutan ya bos!' ucap Kong menjahili Kevin.
Kevin mengangkat telpon tersebut dengan tergagap.
"H-halo..." ucap Kevin dengan keringat dingin bercucuran di dahinya.
"Ayanggggg.....!!!!" teriak Linda dari telepon, Kevin menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Apaa?" tanya Kevin masih sedikit ketakutan.
"Kenapa pergi gak bilang bilang!!!!" teriak Linda dengan emosi meluap luap.
"Maaf...." ucap Kevin mematikan telepon dan langsung mematikan ponselnya supaya tidak ada notifikasi lagi.
"Fiuuhhhh.....besok di amuk bodoamat, yang penting telingaku sekarang ini tidak tuli!" gumam Kevin dengan nafas lega.
Kevin membayar camilan nya lalu pergi ke kamar untuk menemui Anton.
"Ayo pergi! kau harus secepatnya menjadi kuat!" ucap Kevin pada Anton yang sedang asik menonton TV.
"Baik bos!" ucap Anton tegas lalu membereskan pakaiannya.
Setelah semua beres, mereka berdua pun pergi dari motel tersebut setelah mengembalikan kunci kamar. Keduanya pergi ke hutan Mati untuk berlatih, 3 hari perjalanan mereka tempuh sampai di bibir hutan Mati.
Terlihat hutan yang sangat rimbun berkebalikan dengan namanya, tapi memang aura dari dalam hutan sangat amat kuat dan mengerikan.
"Siapkan nyalimu! ayo masuk!" ucap Kevin pada Anton yang duduk di punggung Bombom.
"Siap bos! aku selalu siap kapanpun!!" ucap Anton tegas.
Mendengar jawaban Anton, Kevin merasa senang karena mendapatkan murid yang tidak takut apapun walaupun kemarin hampir mati di penggal dan melihat warga desa di penggal tetap tidak mengalami trauma pada apapun itu.
Keduanya pun masuk ke dalam hutan mati dengan tingkat waspada yang sangat tinggi, Kevin membunuh semua monster yang berusaha menyerang Bombom dan Anton dengan di bantu mata Rinnegan miliknya.
"Bos! kau hebat sekali! aku tidak rugi jadi anak buahmu!" ucap Anton takjub dengan gerakan gerakan indah Anton.
"Kau akan aku ajari gerakan tadi! tapi sebelum itu kau harus melakukan latihan fisik dan kultivasi terlebih dahulu!" ucap Kevin.
"Siap bos!" ucap Anton.
Mereka terus masuk ke dalam hutan Mati sampai setelah berjalan selama 6 jam, mereka menemukan sebuah danau yang indah namun mengeluarkan aura yang lebih tinggi dari ranah Immortal Supreme.
'Aura siapa ini?!' tanya Kevin kaget sekaligus waspada.
[Tuan mendapatkan harta karun!!! ini aura milik Naga Langit tuan! tuan harus mencari batu pusat aura ini karena itu sangat penting dan kuat]
'Besok aja, aku lelah, letih, lesu hari ini.' ucap Kevin lemas.
"Bos, kita istirahat di mana?" tanya Anton.
"Kita cari gua, jangan di sini, berbahaya." jawab Kevin lanjut berjalan.
Setelah 30 menit berjalan akhirnya mereka menemukan gua yang lumayan besar dan cocok untuk di jadikan tempat tinggal sementara.
Kevin membuat dua ranjang dengan elemen kayu miliknya lalu di beri springbed yang di beli di toko sistem. Setelah itu dia membuat makanan dengan daging monster persediaan nya.
Selesai makan, mereka berdua pun beristirahat dan melanjutkan kegiatan besok.
Keesokan harinya
Kevin bangun tidur langsung mandi di dunia jiwa, lalu memasak makanan untuk sarapan Anton. Seteah semua siap, Kevin duduk bersantai di atas batu besar sambil merokok dan minum kopi.
'Kita di sini maksimal 6 bulan ya bos, setelah itu lanjut ke Kerajaan Victoria untuk memperbarui plat petualang milikmu yang hampir habis masa berlakunya. Setelah itu lanjut ke Kerajaan Nuvoleon untuk berkunjung sebentar sebelum pergi ke Kerajaan Valderman untuk mengikuti tournament.' ucap Kuro.
'Hitung saja sebagai refresing bocah itu sebelum ikut tournament tuan.' ucap Cooper.
'Yaa..' jawab Kevin nurut saja.
Tak lama Anton pun bangun, dia ngulet di mulut gua sambil menguap celingak celinguk.
"Cuci muka dulu, habis itu makan!" ucap Kevin.
"Siap bos!" ucap Anton.
Kevin melihat kanan kiri memperhatikan setiap pepohonan di sekitarnya sambil menunggu Anton selesai sarapan.
'Aku juga tidak tau tuan, auranya sangat kuat, lebih kuat dari auraku.' ucap Dexter.
'Kau kalah kuat? wihh ngeri juga ni pemilik aura!' ucap Kevin kaget.
[Ini berbeda dengan yang di danau tuan, sepertinya ini aura milik seorang dewa atau dewi penguasa terdahulu, saya tidak merasa kalau aura ini milik seekor monster atau beast spiritual]
'Banyak banget misteri disini, tapi aku tidak tertarik sama sekali.' ucap Kevin.
'Nak, ini aku ayahmu, segeralah pergi dari hutan itu sebelum sang Naga Langit bangkit dari tidurnya! aku tidak mau melihatmu terluka parah di sana!' ucap Andreas melalui telepati.
'Kalau mau bangkit, bangkit saja, aku tidak takut ayah, berani mengusik ku akan aku bunuh dia.' jawab Kevin santai.
'Terserah kau, aku sudah memperingati mu! hal selanjutnya itu tergantung dengan dirimu sendiri.' ucap Andreas.
"Ya sudah!" gumam Kevin cuek.
"Ayo cepat lakukan peregangan!" teriak Kevin pada Anton yang sudah selesai sarapan.
"Siap!" jawab Anton tegas, lalu dia mulai melakukan peregangan supaya nanti ketika melakukan latihan tidak terjadi cidera.
Setelah melakukan peregangan, Kevin menyuruh Anton untuk berlari 10 putara setara lapangan volly. Setelah lari Anton di suruh untuk pushup, squad jump, dan sit up untuk membentuk tubuhnya.
Setelah semua itu bisa di lalui, Anton di suruh istirahat sejenak, setelah 15 menit istirahat, Anton langsung di latih Kevin dengan gerakan dasar beladiri.
dari mulai tangan kosong hingga beladiri menggunakan senjata seperti pedang, dagger, sabit, tombak, panah, dan senjata lainnya. Pelatihan beladiri ini di jalani Anton selama satu bulan penuh dengan di barengi pembentukan fisik dan tulang.
Setelah satu bulan berlatih beladiri, Anton lanjut di latih tentang kultivasi oleh Kevin, diawali dengan membuka dantian (tempat energi di tampung) lalu di lanjut belajar menyerap energi alam dan energi di suatu benda seperti batu warisan leluhur.
4 bulan full Anton ber kultivasi hingga kini sudah menduduki ranah Master Spiritual yang membuat Kevin sangat kagum dengan daya tahan tubuh Anton. Kualitas tulang Anton juga sudah mencapai tingkat Perak, dimana kualitas tulang Perak di usia 9 tahun sudah sangat istimewa.
"Sudah cukup! nanti tubuhmu meledak kalau terus terusan ber kultivasi." ucap Kevin menghentikan Anton.
Anton membuka matanya lalu menatap tajam ke arah Kevin.
"Kau sudah berani ya?" tanya Kevin menatap tajam balik Anton sambil menekan Anton menggunakan aura ranah Immortal supreme yang membuat Anton tak sadarkan diri.
Tiba tiba sebuah roh sihir berbentuk banteng emas bertanduk enam muncul dari tubuh Anton.
"Kau yang mengendalikannya?" tanya Kevin melapisi tubuhnya dengan energi milik Kong yang berwarna putih bersih.
"M-maafkan hamba yang mulia! hewan sialan ini sulit sekali si kendalikan!" ucap seorang pria tua berambut putih panjang muncul tiba tiba di samping banteng emas itu.
"Biar aku yang urus binatang sialan ini!" ucap Kevin dingin.
'Kong!' ucap Kevin.
Dari belakang tubuh Kevin muncul roh seekor Gorila Putih raksasa yang menekan hebat roh sihir milik Anton dengan aura nya.
"Kau roh rendahan! beraninya kau menantang yang mulia tuan besar! hewan rendahan hina! kembali ke tempatmu sebelum aku bunuh!!!" teriak Kong marah.
"M-maafkan aku!" ucap banteng emas ketakutan lalu masuk kembali ke dalam tubuh Anton.
"Sudah bos, aku pergi dulu." ucap Kong santai lalu kembali ke dunia jiwa.
"Jaga anak ini dari mara bahaya, aku tidak bisa selalu ada di sisinya, kalaupun dia sudah tidak mampu melawan musuh dengan kekuatannya sendiri, ambil alih saja tubuhnya jangan khawatir, aku sudah menanamkan segel penjaga roh." ucap Kevin pada kakek tua tadi.
"Baik yang mulia, kalau begitu hamba kembali dulu, sampai jumpa." ucap kakek tua itu.
Sesaat setelahnya Anton pun kembali sadar dan merasakan pusing di kepalanya serta tubuhnya yang sangat lemas.
"Baca kitab kitab ini, besok kita praktek." ucap Kevin memberikan kitab langkah setan, teknik pedang bayangan, pukulan kematian, dan tendangan seribu bayangan.
"Baik bos!" ucap Anton masuk ke dalam gua untuk istirahat.
2 bulan berlalu, kini Anton sudah menguasai semua kitab yang dulu di berikan Kevin, kekuatannya setara dengan petualang ranah Heaven Spiritual tingkat 4. Hubungan Kevin dengan Anton juga terjalin erat, mereka sering bercanda gurau sampai tertawa mereka tidak bersuara.
Saling ejek satu sama lain atau lebih tepatnya Kevin yang sering mengejek Anton. Walaupun begitu Anton tetap memanggil Kevin dengan sebutan Bos untuk menghormati Kevin sebagai penyelamat nya.
Berbarengan dengan di akhirnya latihan Anton, sebuah gempa yang amat sangat dahsyat serta aura yang lebih mengerikan dari ranah Immortal Supreme muncul dari hutan Mati.
"Kau masuk, jangan sesekali keluar! ingat jangan sekali kali mencoba keluar kalau tidak mau mati!" ucap Kevin serius.
"Mencoba keluar pun pasti tidak bisa!" ucap Anton kesal.
"Kau tau itu!" ucap Kevin memberi array penghalang tingkat dewa alam di mulut gua, setelah itu pergi ke asal aura ini muncul.
Woshhhh....
Seekor Naga raksasa berwarna putih bersih mengepakkan sayap raksasanya sambil menyebarkan aura penguasa langit miliknya.
"Groahhhhhhhhhh........" Naga tersebut mengaum sangat keras hingga terdengar ke seluruh sudut alam semesta.
Bersambung......