Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 31



Di suatu hutan yang sangat mencekam terdapat seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun sedang berlari ke segala arah yang dia lihat demi kabur dari kejaran sesuatu. Namun naas dia memang berhasil kabur dari kejaran sesuatu tetapi di malah terjatuh ke jurang yang sangat amat dalam.


"Inikah takdirku? jika ini akhir hidupku maka tolong lanjutkan kehidupan ini dan balaskan dendamku serta orang tuaku jika reinkarnasi itu nyata adanya!" ucap pemuda itu memejamkan matanya.


Flashback


Seorang pemuda bernama Kevin Bearnet berusia 20 tahun hidup miskin bersama kedua orang tuanya di kota pinggiran kerajaan Valhala. Kedua orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan gaji tak sampai 1 koin emas.


Sedangkan Kevin ingin membantu pun di larang oleh ibunya karena takut jika Kevin di bully dan dipukuli karena tidak memiliki bakat sedikit pun. Kevin juga ingin sekedar berburu rusa di pinggiran hutan terlarang untuk di jual kulitnya juga tidak boleh.


Hal ini membuat Kevin merasa jika dirinya hanyalah beban di keluarga kecil ini.


"Ayah bolehkah aku membantu memanen padi?" tanya Kevin memelas.


"Anakku satu satunya, tetaplah di rumah, biar kami yang mengurus semua kebutuhan rumah. Kamu kalau terlalu kecapekan nanti langsung sakit jadi duduk diam di rumah saja ya." jawab ayahnya menjelaskan.


"Baiklah ayah." ucap Kevin pasrah.


"Kami berangkat ya nak!" ucap ibunya dari luar.


"Hati hati ibu." ucap Kevin.


Setelah kepergian kedua orang tuanya, Kevin pun memilih ke dapur memasak untuk makan siang. Saat sedang fokus memasak, tiba tiba pintu rumah di dobrak seseorang dan meneriakkan sesuatu.


"Bunuh semuanya!!!" teriak orang itu masuk kedalam rumah Kevin.


Kevin yang mendengar teriakan itu langsung kabur ke tempat persembunyiannya untuk melindungi dirinya yang lemah ini. Setelah merasa tidak ada orang di rumahnya Kevin pun keluar dari persembunyiannya dan menengok ke luar melalui jendela rumah kayunya.


Kevin melihat para warga pinggiran kota kumuh ini di bariskan menjadi satu melintang yang sangat panjang. Ayah dan ibu Kevin juga ada di sana, mereka di suruh untuk menunduk dengan kepala yang di tutupi kain.


Tak salah lagi, mereka akan di eksekusi secara masal, sat persatu di penggal tanpa ada terkecuali mau anak kecil atau dewasa bahkan bayi pun di penggal.


Kevin berteriak histeris ketika tubuh kedua orang tuanya kejang-kejang dengan kepala terpisah. Algojo menyuruh para menjaga mengejar Kevin yang berlari ke arah hutan larangan.


"Maafkan aku ayah ibu!" ucap Kevin berlari sambil menangis sesenggukan.


Kevin terus berlari hingga terjatuh ke jurang yang biasa di sebut sebagai jurang tanpa dasar oleh para warga.


"Kemana dia?" tanya penjaga 1 sambil terengah-engah.


"Sudah biarkan saja, dia tidak mungkin bisa kembali." jawab penjaga 2 di angguki oleh penjaga lainnya.


"Kalau begitu kita kembali dan melapor pada pangeran Zet." ucap penjaga 1.


Para penjaga yang sekitar 10 orang itu pergi keluar hutan larangan untuk melaporkan bahwa pemuda tadi sudah berhasil di penggal dan di kuburkan di tempat.


Flashback end


Kini Kevin telah terjatuh ke dasar jurang yang membuat hampir semua tulangnya remuk tak berbentuk, hal ini membuat nyawanya langsung melayang.


Namun sebuah cahaya emas yang sangat menyilaukan muncul dari atas langit dan masuk kedalam tubuh Kevin.


Mata Kevin perlahan terbuka dan ucapan pertama yang keluar dari mulutnya adalah...


"Anj*nggg!!!!! sakit banget bang*at!!!!" teriaknya kesakitan.


[Tuan, halo tuan]


"Sembuhin dulu tol*l!" ucap Kevin kesal.


Sistem langsung menyembuhkan semu luka yang di derita Kevin, sepersekian detik kemudian Kevin sudah tidak merasakan apapun dan mulai tenang.


"Dimana ini?" tanya Kevin merasa tubuhnya yang sangat amat lemah, bakan semut lebih kuat baginya.


[Kita ada di jurang tanpa dasar tuan, setelah tuan kabur dari prosesi eksekusi masal di kota pinggiran]


"Ohh ya aku ingat! awas kalian akan aku balas!" ucap Kevin melihat kilasan masa lalu tubuh barunya.


Ya, cahaya tadi adalah jiwa Kevin yang dikirim oleh Kakek sesepuh dari alam dewa sana.


"Sekarang tolong teleportasi kan aku ke atas di tempat yang strategis." ucap Kevin meminta tolong pada sistem.


[Baik tuan]


Seketika Kevin berpindah ke sebuah pinggiran danau besar yang didekat sana terdapat gua yang cocok untuk tempat tinggal sementara.


"Mancing dulu kita." ucap Kevin mengambil alat pancing dan umpannya di inventory.


Kevin memilih spot di pertemuan tiga arus air, sambil menunggu Kevin sebat dan di temani arak buatan Kong yang minim alkoholnya.


"Udara yang sangat sejuk!" ucap Kevin tersenyum lebar.


"Ehh..anj*ng! jangan muncul tiba tiba gitu dong." ucap Kevin kaget.


"Maaf tuan, saya bingung mau menyapa bagaimana hehe..." ucap Cooper.


"Masuk ke dunia jiwa saja, berkenalan dengan yang lain di sana, jangan ada pergeludan." ucap Kevin.


"Baik tuan." ucap Cooper masuk kedalam tubuh Kevin.


Sistem sudah membuat dunia jiwa baru di raga Kevin yang baru dan itu jauh lebih luas sesuai energi alam di tempat Kevin tinggal.


"Bob, kau bisa jelaskan apa yang terjadi sebenarnya." ucap Kevin.


[Jadi, semua manusia di bumi di pindahkan jiwanya ke dunia kultivasi entah kenapa sistem tidak tau cara berpikir ayah tuan. Tapi intinya jiwa mereka di tarik oleh tangan tangan dari langit waktu itu dan akan di pindahkan ke sini.


Berbeda dengan tuan, jiwa tuan di pindahkan 3 tahun lebih dahulu untuk berlatih dan menyesuaikan diri dengan keadaan di dunia ini. Kekuatan tuan harus sudah kembali seutuhnya yaitu 1000% tanpa terkecuali. Karena jika tuan sudah memiliki kekuatan besar maka misi kali ini akan mudah di kerjakan]


"Lalu Hydra dan Typhoon?" tanya Kevin kaget dengan batas persentase kekuatannya.


[Itu hanya clone tuan, yang asli masih di dunia bawah atau dunia iblis bersama Kaisar Dewa Iblis yang sedang menyusun rencana]


"Berapa tahun target kita berlatih?" tanya Kevin.


[Pokoknya kalau belum 1000% kita belum boleh keluar dari hutan larangan]


"Baiklah kalau begitu." ucap Kevin menyadari pancing nya bergetar langsung menariknya dan akhirnya dia mendapatkan seekor ikan salmon besar yang beratnya mencapai 13kg.


"Saatnya santap menyantap!" ucap Kevin semangat membersihkan kotoran ikan hasil tangkapannya di pinggir danau.


Setelah bersih Kevin membawanya ke depan gua dan menyalakan api, Kevin membumbui ikan tersebut dengan bumbu lengkap dari inventory nya.


Setelah semua siap Kevin membakar ikan itu sambil meneteskan liur karena baunya yang sangat enak membuatnya ngiler.


Setelah matang Kevin berdoa sebentar lalu memakan ikan bakar itu dengan lahap. Setelah selesai makan, Kevin membeli kasur empuk di toko sistem lalu tidur di dalam gua.


Keesokan harinya Kevin masuk kedalam dunia jiwa untuk mulai berlatih dengan bantuan sistem.


"Bos!" sapa Kong yang sedang main catur dengan Cooper.


"Tuan." sapa Cooper.


"Inpo latihan khusus!" ucap Kevin.


"Bos latihan fisik dulu saja, tubuhmu terlihat sangat buruk dan cupu." jawab Kuro yang baru selesai berak.


"Okeh!" jawab Kevin pergi ke tempat untuk latihan fisik buatannya sendiri.


Dengan semangat membara Kevin berlatih dengan giat tanpa memerdulikan waktu, ngantuk tidur, kalau belum ngantuk lanjut latihan.


"Tuan, kalau boleh saran sering-sering gunakan skill mu, jangan terlalu sering mengandalkan patung legendaris itu. Gunakan saja jika sudah terpojok atau sedang melawan musuh yang kuat." ucap Dexter.


"Aku Terima masukan kalian semua!" ucap Kevin sangat welcome dengan masukan dari para beast spiritual miliknya.


"Setelah latihan fisik lanjut menempa tulang dan kulit sekaligus melatih kecepatan di dalam lava bos." ucap Kuro menuliskan daftar latihan Kevin.


"Baik!" jawab Kevin penuh semangat.


Setelah selesai mengisi perut sambil sebat sebentar Kevin lanjut melatih fisiknya. Ratusan tahun Kevin melatih Fisiknya mulai dari pushup 1000x secara bertahap, pull up 1000x bertahap, angkat beban, membentuk perut dan lengan dan berlari memutari gunung besar di selingi berlatih tarung tangan kosong.


"Sudah cukup bos! lanjut berendam di lava!" ucap Kuro.


"Baik!!" jawab Kevin.


[Semangat tuan!!! masih 999% persen lagi! sedikit lagi tuan!]


"Matamu!" ucap Kevin kesal.


[Hehehe....]


Kevin melepaskan semua pakaiannya lalu terjun bebas ke dalam kawah gunung berapi dan berenang kesana kemari sambil memeragakan lari ke sana kemari.


Tubuh Kevin yang baru sebelumnya tidak ada otot sedikitpun kini berubah menjadi penuh otot, perutnya sixpack, lengannya yang sudah berbentuk sempurna dan wajahnya yang lumayan tampan pasti membuat wanita mana saja terpincut.


"Tahan bos! demi kekuatan dan kebebasan!!!" ucap Kuro.


"Yeahhhh!!!" teriak Kevin lebih semangat.


Kevin terus berendam sambil melatih kecepatan nya di dalam lautan lava itu.


Bersambung......