
Akhirnya mereka semua sampai di sebuah daerah yang tadi di datangi Kevin. Semua pasukan speechless dengan lautan monster dan iblis kelas Abyss yang mencoba keluar namun tidak bisa karena terhalang dinding yang di buat Kevin.
"Terlalu banyak!" ucap Ketua klan Bramantyo.
"Maaf kami terlambat!" teriak Bram dari atas langit menunggangi naga api yang amat sangat besar di ikuti di belakang ribuan manusia dengan kekuatan di atas rata rata hunter.
"Jangan takut, kita mati tidak sia sia! jadi sekarang ayo serang!" teriak Kevin.
"Yaaaaa!!!" teriak semua orang berlari menyerang para monster yang sudah terlepas dari dinding pelindung.
Mereka menyerang sesuai dengan job masing-masing, Fighter dan Guardian maju paling depan sedangkan Mage, Archer dan Suport ada di barisan belakang membantu memberikan serangan area.
Kevin bersama para bawahannya menusuk ke tengah-tengah lautan monster dan iblis lalu membantai mereka semua seperti membantai para serangga.
"Habisi semua! jangan ada sisa satu pun!" teriak Kevin.
"Baik!!!" jawab mereka serentak.
Kevin membantai para monster dan iblis dengan sangat enjoy tanpa kesulitan sedikitpun. Menebas dengan dua pedang yang sudah lama tidak di pakainya yaitu pedang kegelapan dan pedang cahaya yang kelasnya jauh di atas pedang darah.
"Sudah lama tidak di pakai tapi masih enak juga ya!" ucap Kevin sambil bertarung membantai para monster dan iblis.
Kevin terus membantai para monster dan iblis namun jumlah mereka tidak berkurang tetapi malah terus bertambah dengan kekuatan yang lebih kuat lagi.
"Sialan bukanya berkurang malah nambah terus!" ucap Kevin mengaktifkan zirah susano'o nya lalu lanjut bertarung dengan lebih semangat tanpa melihat kondisi teman temannya yang mengenaskan.
Ya, di barisan belakang kelima teman teman Kevin terus di gempur oleh puluhan ribu monster yang mengincar keberadaan mereka sesuai perintah sangat raja.
"Jangan patah semangat! kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan!" teriak Dion yang sudah terengah-engah.
"Aku sudah tidak kuat lagi!" ucap Rizal sebelum pingsan dan di tarik oleh para monster untuk di cabik cabik setelah itu di tinggal begitu saja.
"Sialan kalian!!!" teriak Deni naik pitam melihat sahabatnya mati di cabik cabik dan di tinggal begitu saja.
Deni dengan ceroboh nya masuk ke kerumunan monster dan berniat menyerang mereka dengan brutal seperti yang di lakukan Kevin, namun apalah daya nahas tubuhnya malah di cabik cabik oleh para monster hingga mati menjadi mayat bersama dengan Rizal.
"Bajing*n!!!!" teriak Riski menyerang para monster sambil emosi sehingga arah serangannya malah nyasar ke arah Demian yang sedang menyembuhkan luka Dion yang sekarat.
Duarrr......
Demian dan Dion seketika mati karena ulah Riski yang sangat ceroboh, Riski yang melihat ulahnya langsung syok dan terduduk pasrah melihat para monster yang dengan cepat menghampirinya untuk di cabik cabik.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja! aku tidak sengaja!" ucap Riski menangis sejadi-jadinya lalu tiba tiba pandangannya menjadi hitam karena kepalanya di penggal oleh iblis yang kejam dan menjijikkan.
Semua kejadian tragis itu tidak di sadari Kevin karena dia terlalu senang dengan dirinya sendiri hingga melupakan orang penting dalam hidupnya kali ini.
'Kok sepi sih? perasaan tadi banyak yang teriak teriak.' ucap Kevin dalam hati merasa ada kejanggalan.
'Ceroboh! kesalahan fatal yang tidak pernah hilang! dasar bos bodoh!' ucap Kong kesal.
Kevin membelalakkan matanya lalu melompat ke belakang untuk memeriksa keadaan sahabatnya.
Kevin melihat tubuh para sahabatnya yang sudah tidak berbentuk dan itu membuat api dendam yang sudah sangat lama padam kini membara seperti di siram bensin.
Tk hanya tubuh kelima sahabatnya saja namun semua hunter pun mati dalam keadaan yang sama yaitu di cabik cabik. Namun anehnya Kevin tidak melihat di mana tubuh ayah dan kakeknya berada.
"M-maafkan kecerobohan ku." ucap Kevin menangis.
[T-tuan]
Sistem merasakan hal yang mengerikan muncul di dalam tubuh Kevin entah apa itu.
'Bos jangan hilang kendali di sini!' teriak Kuro panik.
Kevin terus menggerutu dengan menyalahkan dirinya sendiri, terus menerus sampai ada siluet naga yang amat sangat besar di belakang Kevin.
"Siapa yang berani membuat tuanku membuka segel ku! hah!!!!" ucap siluet naga itu dengan aura yang jauh lebih mendominasi dari Dexter.
'Sial! cicak itu yang keluar!' ucap Kuro tak bisa bergerak karena tertekan oleh aura milik siluet naga tersebut.
Kevin tersadar dari rasa bersalahnya lalu menutup kembali segel di dalam tubuhnya dan mengubur kelima mayat para sahabatnya dan para hunter yang telah gugur di lubang yang di buat oleh para pasukan bayangannya yang memiliki inisiatif sendiri.
"Aku akan balaskan dendam kalian hari ini juga, aku tidak akan pergi sebelum membalaskan dendam kalian semua!!" teriak Kevin dengan amarah yang membara.
Kevin memanggil kedua Titan yang sudah lama mengabdi padanya lalu mengaktifkan Ashura Susano'o dengan di tambahi energi milik Kuro.
"Bunuh mereka semua!!!" teriak Kevin penuh dendam.
"Bram kau dan yang lainnya mundur dan urus yang ada di gedung!" teriak Kevin.
"Baik!" ucap Bram langsung menyuruh semua anggota mundur dan berjaga di gedung.
Akhirnya Kevin memiliki ruang untuk all in, Kevin mengerahkan semua kekuatannya hingga Deku dan Gord bisa mengeluarkan kekuatan asli mereka.
Di tengah pertarungan antara Kevin dan kedua Titannya melawan jutaan monster dan iblis, sistem di ajak komunikasi oleh Andreas.
[Ada apa tuan besar?]
"Aku akan lakukan sekarang juga, suruh para bawahanmu untuk mempersiapkan upacaranya." ucap Andreas.
[Baik tuan besar]
Setelah itu sistem memprogam semua bawahan yang dia beli beberapa waktu lalu untuk mempersiapkan semua yang di butuhkan oleh Andreas.
Tiba tiba Bumi bergetar hebat dan dari langit muncul tangan tangan hitam yang jumlahnya tidak terhitung, hal ini membuat Kevin kebingungan dn memilih untuk lanjut melawan Hydra dan Typhoon yang sedari tadi hanya tertawa terbahak-bahak.
Karena sudah muak, Kevin mengeluarkan semua pasukan bayangan dan undead nya untuk membantai para monster dan iblis lalu berlari ke arah Typhoon dan Hydra berdiri.
"Kong!" teriak Kevin memanggil beastnya.
Seekor Gorila Putih yang besarnya mencapai 500M muncul dengan zirah susano'o berwarna hijau tosca membawa tongkat emas yang di ujung atas terdapat berlian yang mengkilap tak lupa di kepalanya terdapat mahkota yang mewah dan indah.
"Bermain-main nya sudah ya, sekarang waktunya pulang." ucap Kevin menyeringai.
"Sudah saatnya bos!" teriak Kong berlari menyerang dua monster mengerikan itu.
Walaupun dengan tubuh yang sangat besar Kong memiliki kecepatan yang sama dengan Kevin, kekuatan dari tongkatnya juga membuat Kong di jadikan hewan Dewa terkuat ke dua setelah Kuro.
Pertarungan ketiga monster raksasa itu terjadi sangat sengit, jual beli serangan yang membuat bumi bergetar berkali kali karena efek dari serangan mereka.
(Note: kejadian kayak gini terjadi di semua negara dan semua daerah di dunia ini tidak terkecuali)
Duarrr.....
Duarrr.....
Duarrr......
Woshhh....
Boommm....
"Cuihh....hanya serangan serangga!" ucap Typhoon yang notabene nya adalah rajanya para monster.
"Hah? hahahaha kau mabok ya? lihat patnermu!" ucap Kong di lanjut ketawa Kevin.
Ya, Kong dan Kevin sedari tadi memfokuskan serangan mereka ke Hydra karena jika tidak jutaan monster yang di lawan oleh Deku dan Gord tidak akan ada habisnya.
Kini Hydra sudah mati dengan dada yang bolong akibat tusukan tongkat sakti milik Kong dan Deku serta Gord sudah selesai membantai para monster dan iblis yg meresahkan.
"Bunuh!" ucap Kevin dingin lalu dengan kecepatan yang tidak terlihat Kong dan kedua Titan itu menyerang Typhoon dengan sangat brutal. Typhoon yang di nobatkan sebagai rajanya para monster itu mati dengan perlawanan yang tidak berarti.
"Cuih...clone meresahkan!" ucap Kong meludahi wajah Typhoon.
"Masuk!" ucap Kevin menyuruh mereka bertiga masuk kedalam dunia jiwa.
Setelah itu Kevin memasukkan semua crystal ke dalam cincin semestanya lalu berziarah ke makam kelima sahabatnya yang berjejer an.
"Aku sudah membalaskan dendam kalian, sampai ketemu di alam selanjutnya." ucap Kevin menaburkan bunga sambil menangis sesenggukan.
'Kehilangan sahabat lebih menyakitkan dari pada kehilangan kekasih.' ucap Kong mengelap aur matanya dengan menggunakan salah satu ekor Kuro.
'Minimal jangan pakai ekorku! pakai ekormu sendiri!' ucap Kuro kesal sambil menangis juga.
'Maaf.' ucap Kong lanjut menangis dengan mengelap air matanya menggunakan ekornya sendiri.
Saat sedang memanjatkan doa terbaik untuk kelima sahabat nya tiba tiba sebuah portal menyedot jiwa Kevin yang sedang berdoa dengan khusyuk.
Saat membuka mata karena doa nya selesai, Kevin terkejut terheran-heran karena dia sudah berada di sebuah ruangan yang full putih tanpa ada satupun hiasan.
"Apa lagi ini!" ucap Kevin lemas.
Bersambung.....