
Setelah puas beristirahat di cafe, mereka berdua pun kembali ke motel untuk bersih bersih dan tidur karena hari sudah mulai malam.
Keesokan harinya Kevin mengajak Anton untuk pergi ke pasar malam untuk healing dari pikiran pikiran negatif di kepala mereka. Keduanya bermain berbagai permainan yang ada di pasar malam itu seperti kakak adik yang sangat akrab.
"Kau mau main apa lagi? mumpung masih di sini." tanya Kevin.
"Aku sudah puas bos, besok lagi." jawab Anton dengan wajah yang terlihat sudah plong.
"Ya sudah ayo balik ke motel, besok kita jalan jalan ke tempat lain." ucap Kevin tersenyum senang.
"Siap bos!" jawab Anton yang saat itu menenteng berbagai macam makanan khas pasar malam.
Akhirnya mereka berdua pun kembali ke motel setelah puas bermain di pasar malam.
Selama satu bulan ini mereka berkunjung ke berbagai wisata di kerajaan Iceland, hampir semua tempat wisata seperti danau, tempat pemancingan, kebun binatang, kolam renang, pasar malam di kota lain, pantai, candi peninggalan leluhur, dan wisata lainnya.
[Bagaimana tuan? apakah sudah plong?]
'Sudah! aku merasa hidupku lebih berwarna dari sebelumnya.' jawab Kevin senang.
[Bagus tuan! saya juga ikut senang dengan kebahagiaan tuan!]
'Kerajaan ini banyak memiliki tempat wisata indah bos! aku suka!' ucap Kong.
'Iya banyak tempat healing disini!' ucap Kuro merasa lebih rileks dari biasanya.
'Besok ajak nyonya besar sekalian tuan, sepertinya dia akan suka dengan wisata wisata disini.' ucap Cooper memberi usul.
'Ide bagus!' ucap Kevin.
[Sekarang tuan bisa mulai perjalanan ke kerajaan Valderman, karena jarak dari kerajaan Iceland ke kerajaan Valderman memakan waktu dua minggu paling sebentar]
'Jauhnya!' ucap Kevin kaget.
[Mau bagaimana lagi tuan, sudah terlanjur]
'Ya sudahlah kalau begitu!' ucap Kevin pasrah.
"Besok kita pergi ke kerajaan Valderman, sebelum itu kita beli persediaan dulu." ucap Kevin pada Anton.
"Siap bos!" ucap Anton tegas.
Setelah itu Kevin masuk ke dunia jiwanya untuk menemui Naga Langit yang sedang bertapa di guanya.
"Dimana naga itu?" tanya Kevin.
"Dia masih bertapa bos, entah dia mengejar kekuatan apa." jawab Kong heran.
"Dia maniak kekuatan bos! tidak bisa di ajak bercanda!" ucap Kuro.
"Haihhh...." Kevin menghela nafas panjang lalu pergi ke gua yang di tempati Naga langit.
"Keluar sebentar, aku mau bicara." ucap Kevin dari mulut gua.
Tiba tiba tanah bergetar seirama dengan sebuah langkah kaki. Seekor Naga raksasa berwarna putih bersih keluar dari gua dengan tatapan tajam dan wajah garangnya.
Buakkkkk......
"Tatapan mu tidak sesuai dengan kekuatanmu! jangan tampakan tatapan dan wajah garangmu itu di depan wajah yang mulia!" teriak Kong memukul wajah Naga langit dengan keras.
"Kong hentikan!" ucap Kevin tegas.
"Maaf bos!" ucap Kong meminta maaf.
"Ada apa?" tanya Naga langit menunduk kebawah tempat Kevin berdiri.
"Kau bertapa untuk mengejar kekuatan apa?" tanya Kevin.
"Aku sedang mengejar kekuatanmu!" jawab Naga langit dengan sinis.
"Kau yakin?" tanya Kevin menyebarkan aura penguasa miliknya yang di full kan sampai 1000% yang membuat Naga Langit memuntahkan banyak darah segar.
"Ini baru auraku, belum aku gabung dengan aura mereka, jangan sesekali kau menantang ku di sini! kalau kau tak mau kehilangan segalanya yang sudah kau capai!" ucap Kevin sinis lalu menarik aura nya.
"Maaf." ucap Naga langit dengan nafas terengah-engah.
"Siapa namamu?" tanya Kevin kembali santai.
"Leo." jawab Naga langit.
"Panggil aku bos atau tuan terserah mu, oh iya kau bisa menjadi roh spiritual juga?" tanya Kevin.
"Bisa tuan." jawab Leo merendahkan martabatnya yang selama ini di takuti oleh seluruh alam semesta karena kekuatannya.
"Bagus, akrab kan diri dengan mereka supaya komunikasi mu lebih bagus." ucap Kevin.
"Baik tuan." ucap Leo.
"Kalau begitu aku pergi dahulu." ucap Kevin baru selangkah ingin pergi namun di cegah oleh sistem.
[Tunggu tuan! tuan harus melakukan penyerapan kekuatan Naga langit yang kemarin tuan serap dulu! kalau tidak nanti kekuatan itu akan hilang dan sia sia!]
"Berapa lama?" tanya Kevin.
[Saya tidak tau tuan, yang paling penting waktu di sini sudah say setel sedemikian rupa]
"Baiklah!" ucap Kevin menurut.
Kevin masuk ke dalam sebuah gua khusus miliknya yang biasa dia gunakan untuk bertapa bertahun-tahun.
Kevin bertapa selama ratusan juta tahun menyerap kekuatan Naga langit yang sangat besar dan kuat. Hingga title nya sebagai dewa terkuat semakin tak tertandingi.
[Sudah tuan, sekarang 1% kekuatanmu sudah setara sedang petualang ranah Immortal Supreme, jadi tolong bijaklah menggunakan kekuatanmu]
"Arghhhh....pegall!!!" teriak Kevin ngulet.
"Aura penguasa mu semakin pekat bos!" ucap Kong kagum.
"Oh ya? bagus dong kalau gitu!" ucap Kevin senang.
"Sudah bos! di luar sudah pagi sebaiknya kau melakukan perjalanan ke kerajaan Valderman untuk menemui nyonya besar." ucap Kuro.
"Siap!" jawab Kevin semangat.
Kevin keluar dunia jiwa dan melihat Anton yang sudah siap dengan pakaian lengkap serta ransel besarnya yang berisi berbagai pakaiannya.
"Masukan ke cincin ini, cincin ini berguna untuk menyimpan semua barang bawaan mu, jadi tidak perlu bawa tas kayak gitu." ucap Kevin memberikan cincin Giok indah.
"Terimakasih bos!" ucap Anton.
"Di dalamnya sudah ada 50.000 koin emas jadi kalau mau beli apapun tidak perlu meminta uang padaku lagi." ucap Kevin.
"Terimakasih banyak bos!" ucap Anton.
"Ayo berangkat." ucap Kevin.
Keduanya pun berangkat ke toko bahan pangan terdekat untuk membeli sembako sebagai bahan persediaan selama perjalanan.
Setelah membayar semuanya, Kevin mengajak Anton untuk minum es tebu terlebih dahulu sebelum lanjut perjalanan. Saat sedang enak enak minum es tebu, keduanya di hampiri seorang pria bertubuh atletis dan tampan.
"Selamat siang tuan, apakah tuan seorang petualang?" tanya pria tampan bernama Brian itu.
"Iya, kenapa?" tanya Kevin balik.
"Bisakah tuan mengawal rombongan kami? rombongan kami kekurangan orang untuk pengawalan ke kerajaan Valderman." jawab Brian.
"Mengawal pedagang atau rombongan kerajaan?" tanya Kevin.
"Pedagang tuan." jawab Brian dengan sopan karena merasakan aura Kevin sangat pekat dan kuat.
"Ohh baiklah, kami berdua ikut." ucap Kevin.
"Mari tuan, saya tunjukkan arahnya." ucap Brian senang.
Kevin mengajak Anton untuk mengikuti Brian dari belakang. Mereka bertiga sampai di dekat gerbang kota tempat rombongan pedagang dan petualang yang sedang menunggu.
"Teman teman, aku sudah mendapatkan petualang yang akan melengkapi kekurangan kita!" ucap Brian berteriak ke arah rombongan itu.
"Ahh syukurlah!" ucap seorang pria paruh baya bernama Sugi.
"Mana?" tanya seorang gadis cantik, manis dan mont*k berlari menghampiri Brian.
"Jangan liat, kau masih kecil!" ucap Kevin menutup mata Anton rapat rapat karena dua buah gunung sedang mantul mantul.
"Bos tidak asik!" ucap Anton kesal.
[Sepertinya perjalanan kita akan molor sedikit tuan]
'Iya aku paham.' ucap Kevin paham.
"Kapan kita berangkat?" tanya Kevin pada kumpulan petualang yang sedang asik berbincang bincang itu.
"Ahh maaf, aku sampai lupa mengenalkan tuan, tuan perkenalkan saya Brian, gadis ini namanya Limey, cowok besar itu namanya Dom, cowok cool itu namanya Regi, dan gadis di sana namanya Dike." ucap Brian memperkenalkan teman temannya.
"Itu yang lain?" tanya Kevin menunjuk rombongan petualang lain yang sedang nongkrong di barisan kereta paling depan.
"Itu beda kelompok tuan, di sini kami menyewa dua kelompok petualang sesuai dengan syarat yang di berikan penjaga gerbang." ucap Brian.
"Tuan, perkenalkan nama saya Sugi, pimpinan kelompok pedagang ini." ucap Sugi tersenyum canggung.
"Aku Kevin, ini Anton muridku." ucap Kevin memperkenalkan diri.
"Mari kita bersiap untuk berangkat." ucap Sugi berteriak.
Seketika para petualang kembali ke posisinya dan para kusir naik ke keretanya masing masing lalu memulai perjalanan panjang mereka.
Seperti biasanya Kevin dan Anton selalu berjalan paling belakang untuk mengawasi keadaan dari barisan belakang. Namun kali ini mereka tidak berdua, mereka di temani Dike dan Dom yang hanya diam saja mendengarkan ocehan Kevin dan Anton yang membahas berbagai hal.
"Awasi kiri kalian!!!" teriak Kevin tiba tiba mengeluarkan pedang darah miliknya, seketika satu rombongan berhenti berjalan.
Dom dan Dike ikut mengeluarkan senjatanya, Brian berlari ke belakang untuk memastikan keadaan.
"Ada apa?" tanya Brian.
"Tetap jalan namun jangan lengah dengan area hutan kiri." ucap Kevin.
"Hoeyyyy!!!! ada apa sampah!" teriak seorang pria dari barisan depan.
"Siapa itu?" tanya Kevin.
"Dia anak dari tuan Sugi, maaf ya tuan atas perkataannya." jawab Brian merasa bersalah pada Kevin.
"Ahh santai saja tidak perlu meminta maaf begitu." ucap Kevin santai.
"Baiklah aku akan menyuruh mereka melanjutkan perjalanan." ucap Brian di angguki Kevin.
Setelah rombongan kembali berjalan, Kevin memberi kode pada Anton lalu memberi tahu Dom dan Dike.
"Jangan longgar kan kewaspadaan kalian, di depan ada tiga peleton bandit, mereka akan menyegat lalu mulai menyerang dari belakang." ucap Kevin.
"Baik." jawab Dom dengan suara berat.
Benar saja, belum saja berjalan 100 meter rombongan kembali berhenti karena di hadang oleh 10 orang bandit beserta ketuanya.
"Berhenti!!!! serahkan harta kalian! kalau tidak akan kubunuh kalian semua dan mengirimkan kepala kalian ke keluarga kalian!" teriak seorang pria tinggi besar berkulit hitam.
"Heyy petualang sampah urus mereka semua!!! kalian aku bayar untuk melindungi kami!" teriak seorang pria bernama Nik anak Sugi.
Para petualang tadi tidak bisa berbuat gegabah karena ketua bandit itu sudah di ranah Expert dan menunggangi seekor kalajengking merah yang terkenal sebagai beast berbahaya.
Di belakang Kevin, Anton, Dom dan Dike sedang bertarung hebat melawan 50 bandit lebih.
"Habisi semua! jangan tanggung!" ucap Kevin pada Anton yang hanya melumpuhkan musuhnya tanpa membunuhnya.
"Siap bos!" jawab Anton seketika menggila menggunakan pedangnya.
Dalam 20 menit mereka berempat berhasil membunuh semua bandit yang menyerang dari belakang. Kevin mengambil satu kepala dan berjalan ke barisan depan bersama Anton yang menyeret satu mayat dengan isi perut terburai.
Bughh...
Kevin melempar kepala yang dia bawa ke depan ketua bandit yang masih crewet berbicara dengan Nik. Anton juga melempar tubuh yang dia seret ke depan ketua bandit itu.
"Expert....beast spiritual tingkat SSS, lumayan juga." ucap Kevin dengan tubuh berlumuran darah segar.
"Bajing*n!!!" teriak ketua bandit itu marah.
Woshhhh....
Jlebb.....
"Crokkkkkk....." ketua bandit itu ingin berteriak namun lehernya sudah di tusuk hingga tembus oleh Kevin.
Slashh..
Slashh...
Slashh...
Kevin juga membunuh kalajengking merah itu dengan memotongnya menjadi tiga bagian.
"Minimal kalau jadi ketua sudah ada di ranah Nirvana!" ucap Kevin mencabut pedangnya dan ketua bandit itu langsung terjatuh bersimbah darah.
"Bunuh mereka! jangan sampai ada yang lolos!" teriak Kevin.
Para petualang tadi yang hanya bisa berdiam diri langsung bergerak cepat mencari bandit yang mencoba kabur.
Sedangkan Kevin menghampiri Nik yang duduk di kereta kuda barisan paling depan sembunyi di belakang tubuh ayahnya karena ketakutan.
"Jaga mulutmu, lain kali hargai pekerjaan orang lain! mulutmu harimaumu! jangan sampai karena pedasnya ucapanmu membuat ayahmu kesusahan atau bahkan mati!" ucap Kevin mengacungkan pedangnya.
"M-maaf." ucap Nik ketakutan.
Bersambung....