Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 78



Keesokan harinya


Kevin dan teman-temannya kembali melatih murid-murid di sekte tentang cara mengendalikan besar kecil mana dalam penggunaan skill. Hal ini sangat penting supaya ketika bertarung mana mereka tidak mudah habis.


"Fokus ini dulu den, mereka masih awam banget, bahaya." ucap Kevin.


"Iya, padahal udah pernah aku ajarin tapi kok bisa lupa." jawab Deni.


Setelah itu Kevin kembali memperhatikan para murid sekte yang sedang berlatih. Saat sedang memperhatikan muridnya berlatih, Kevin melihat Ayla dan Rosa yang selalu saja bertengkar jika berdekatan.


"Hey! kemari!" teriak Kevin memanggil kedua gadis itu.


"Yaaa patriark?" tanya keduanya menghampiri Kevin sambil menunduk.


"Kenapa bertengkar terus?" tanya Kevin balik.


"Dia yang mulai patriark! dia terus mengejek!" jawab Rosa menunjuk Ayla.


"Kau yang mulai ya! dasar!" teriak Ayla tidak terima.


"Sudah! sekarang lari keliling 10x!" ucap Kevin tegas.


"Jangan patriark, saya tidak kuat, tubuhku lemah." ucap Rosa memohon.


"Dasar lemah! cuma 10x saja tidak kuat!" ucap Ayla mencibir Rosa.


"Kamu tambah 10! cepat lakukan! kalau tidak nanti aku tambah 50 kali!" ucap Kevin menunjuk Ayla.


"Apa! patriark! ini tidak adil!" teriak Ayla tidak terima.


Namun Kevin pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.


"Dasar kau ******!" teriak Ayla marah pada Rosa.


"Apa? aku tidak berbuat apa apa! mulutmu yang salah! dasar mulut kotor!" ucap Rosa tidak mengerti lagi dengan Ayla.


Dari pada terus bertengkar, Rosa pun memulai hukumannya walaupun dia tau tubuhnya tidak akan kuat.


Sedangkan Kevin, dia pergi menemui teman-teman nya yang sedang berbincang-bincang tentang langkah selanjutnya untuk membimbing para murid sekte.


"Ayo latihan." ajak Kevin berjalan ke lapangan kosong di samping halaman latihan.


"Ohh! gass lah!" ucap Deni semangat.


Mereka berenam berjalan mengikuti Kevin diikuti Laras dan Bella yang juga datang untuk melihat ayahnya.


"Latih tanding ya." ucap Kevin.


"Lawan?" tanya Dion penasaran.


"Aku." jawab Kevin melapisi tubuhnya dengan Susano'o.


"Wahahahaha....ini yang aku tunggu!" teriak Agus semangat membuat zirah perang dari energi Beast Spiritual nya diikuti yang lainnya.


"Kak Laras! kemari! bahaya!" panggil Linda.


"Bella, ayo ke tempat kak Linda, kita lihat dari sana." ajak Laras.


"Okey bun!" ucap Bella nurut lalu berlari menghampiri Linda yang duduk bersama Kinar yang momong anaknya sambil melihat suaminya berlatih.


Pertarungan enam lawan satu pun di mulai, Kevin mengaktifkan God Of Eyes dan Rinnegan nya. Walaupun melawan enam orang dengan ranah Heavenly Emperor, Kevin masih bisa dengan mudah menahan kekuatan mereka yang sangat dahsyat itu.


Boom..


Boom..


Boom...


Suara ledakan ledakan dari serangan teman-teman Kevin yang meleset terdengar nyaring sampai menghentikan para murid yang sedang berlatih untuk menonton pertarungan mereka.


"Ayo! mana kekuatan kalian!" teriak Kevin remeh.


"Wah! ngeremehin!" teriak Deni kesal lalu mengeluarkan Beast Spiritual nya yang berbentuk Roh Sihir seekor Naga Api raksasa yang sangat panjang.


"Ayo! Ayo!" teriak Kevin semangat.


"Anak anjeng!" teriak Deni menyerang Kevin dengan semangat membara.


"Ayo serang!!!" teriak Demian yang sudah duduk di atas Beast spiritual nya yang berupa seekor Ular Naga Putih raksasa yang memiliki pasif spesial yang dapat menyembuhkan luka apapun itu yang bersarang pada makhluk hidup di sekitarnya.


Ledakan demi ledakan terdengar, Kevin yang kewalahan menghadapi teman-teman nya pun terpaksa memanggil Kuro untuk membantunya dalam melatih teman-temannya itu.


Woshhh.....


"Groahhhhh......" Kuro mengaum yang membuat semua roh sihir teman-teman Kevin lenyap begitu saja.


"Anj*ng! hilang gitu aja!" umpat Deni kaget.


"Ayo!" teriak Kevin dengan kecepatan tinggi menyerang teman-temannya yang lengah itu.


Bughh..


Bughh..


Bughh..


Boom..


Mereka semua terpental jauh hanya dengan pukulan Kevin tanpa bantuan Kuro.


"Bang*at! aku lengah!" teriak Dion kesal.


"Ayo! mana lagi!" teriak Kevin.


Dengan cepat, teman-teman Kevin berdiri dan melapisi tubuhnya dengan energi Beast spiritual mereka lalu menyerang Kevin bersamaan.


Kevin dengan mudahnya menghindari serangan teman-temannya dan mendaratkan pukulan telak ke tubuh mereka satu persatu. Kevin mengincar Demian yang menutupi tubuhnya dengan Array pelindung yang bisa berkamuflase.


Boom...


"Arghhhh..." teriak Demian terkena serangan telak Kevin yang dapat dengan mudah menembus Array yang dia buat.


"Jangan sesekali terlalu mengandalkan Healer!" ucap Kevin kembali menyerang teman-temannya hingga mereka kehabisan mana dan tidak kuat bertarung lagi.


"Ahh lemah!" teriak Kevin memasukkan Kuro ke dunia jiwa kembali.


"Lhoo..kalian keluarin Beast, aku juga keluarin Beast dong! mana ada curang anj*ng!" ucap Kevin tidak terima protes Agus.


"Si anj*ng gak sadar sama kekuatannya sendiri!" ucap Demian kesal.


"Hahahaha...udah udah! kalian latihan yang lebih rajin! kalau sudah siap, kabari aku, nanti kita latih tanding lagi!" ucap Kevin tertawa puas.


"Cih! sombong!" ucap Riski berdecak kesal.


"Hey! kenapa berhenti!" teriak Kevin melihat murid-murid sekte berhenti latiha.


Seketika para murid berhamburan dan cepat cepat kembali berlatih takut terkena hukuman seperti Ayla dan Rosa tadi.


Kevin menghampiri Linda yang sedang konsultasi tentang kehamilan pada Laras yang kaget mendengar berita membahagiakan ini.


"Paman hebat! bisa mengalahkan enam orang sekaligus!" ucap Bella bertepuk tangan.


"Itu biasa saja Bella, Bella tidak main di taman?" tanya Kevin.


"Enggak, Bella mau main sama papa saja." jawab Bella menggelengkan kepala.


"Itu papamu, sana temui, beri semangat." ucap Kevin menyuruh Bella menghampiri ayahnya.


Bella berlari kencang lalu memeluk Dion dari belakang. Saat malam harinya, Laras mengumumkan kabar bahagia dari Linda saat makan malam.


"Hah? yang bener? kamu enggak bohong kan Linda?" tanya Aurora bahagia sampai meneteskan air mata.


"Benar mah, aku hamil, udah dua minggu." jawab Linda.


"Wahahaha....akhirnya kita punya cucu!" teriak Zoya bahagia memeluk Aurora.


"Iya!! bahagia nya!" ucap Aurora.


Saat mereka sedang berbahagia, Kevin malah merasa aneh dengan sifat mereka. Raut wajahnya menggambarkan apa yang dia pikirkan saat itu.


'Mereka alay sekali!' batin Kevin.


"Kamu jaga istrimu baik baik ya nak, jangan di tinggal jauh dulu." ucap Aurora menasehati Kevin yang sedang makan dengan santainya.


"Iyaaa..." jawab Kevin menurut.


"Ayahhh..." ucap Linda mencium pipi Kevin.


Setelah makan malam, Kevin duduk di ruang keluarga sambil menonton TV di temani secangkir kopi dan rokok.


"Bim, besok latihan apa lagi?" tanya Deni.


"Masih sama." jawab Kevin.


"Okey!" ucap Deni duduk di samping Kevin.


Karena suntuk, Kevin pun duduk di teras rumah sambil merokok. Di saat sedang santai itu, Kevin tiba tiba di serang oleh seseorang dengan di lempar sebuah kunai beracun.


Namun Kevin dengan mudah menghindar, di memperhatikan sekitarnya hingga menemukan seorang pria yang melayang di udara dengan pakaian serba hitam.


"Aura dewa?!" gumam Kevin sedikit kaget.


Kevin melesat dengan kecepatan penuh ke arah orang itu, pria itu yang melihat Kevin mendekat langsung pergi ke adalah selatan dengan kecepatan tinggi.


"Siap siap!" ucap Kevin pada para Beast Spiritual nya.


'Ayo bos! hajar!!' teriak Kong semangat.


Kevin terus mengikuti pria itu pergi sampai di sebuah gunung yang besar yang di sana sudah berdiri tiga pria lain. Pria yang diikuti Kevin itu berdiri di belakang ketiga orang itu.


"Siapa kalian?" tanya Kevin turun dan berdiri di depan mereka jarak 10 meter.


"Aku Zet! Dewa Pencipta!" ucap pria paling depan memperkenalkan diri.


"Aku Mike! MahaDewa yang baru!" ucap pria di samping kiri Zet.


"Aku Brian! Dewa Alam Semesta terdahulu!" ucap pria di samping kanan Zet.


"Aku Odin! dewa Olympus yang kau siksa dulu!" teriak orang di belakang ketiga pria itu.


"Hahaha...kalian mau balas kematian sekutu kalian? hahahaha...bodoh sekali!" ucap Kevin tertawa sinis.


"Kau yang bodoh! kami tak selemah mereka! Kamilah yang merancang rencana itu! kami ada di atasmu! kekuatan kami 1000x lipat di atasmu!" ucap Zet sombong.


"Ha? oh ya?" tanya Kevin pura pura kaget.


"Kenapa? kau takut? hahaha dasar bocah kemarin sore! beraninya mengusik rencana besarku untuk bersekutu dengan Kaisar Dewa Iblis!" teriak Zet.


"Ohh itu rencanamu? cih! menjijikkan!!" ucap Kevin.


"Demi kekuatan apapun akan aku lakukan! kalaupun harus bersekutu dengan mereka!" ucap Zet dengan pdnya.


"Dasar budak kekuatan!" ucap Kevin.


Tiba tiba Mike menyerang Bima dengan bola api hitamnya.


Boom....


"Hahaha...mati kau bajing*an!" teriak Mike bangga.


Namun saat debu debu menghilang tertiup angin, Mike di buat kaget melihat Kevin yang tidak bergeser satu centi pun.


"Hah? serangan receh seperti itu kau banggakan?" tanya Kevin remeh.


[Bodoh sekali mereka tuan! tidak mengecek dulu kekuatan lawannya namun langsung menyerang begitu saja!]


"Dasar bodoh!" ucap Kevin mengeluarkan roh sihir dari Leo.


Woshhhh....


Wajah Leo yang sebesar rumah 3 lantai pun muncul di belakang tubuh Kevin dengan wajah sangarnya.


"Dewa receh! aku sembur sekali saja mati mereka tuan!" ucap Leo.


Ketiga pria itu seketika tertegun melihat wajah dan aura roh sihir tersebut. Mereka ingin sekali kabur namun sayangnya tubuh mereka tidak bisa di gerakan sama sekali.


Bersambung.....