Strongest Hunter

Strongest Hunter
Episode 20



"Tutup mulutmu!" teriak Andi marah.


"Ooooo.....begitu caramu ya sampah! oke oke... setelah kami sekeluarga mengabaikan diri ke klan sampah ini kau dengan mudahnya mengungkitnya. Ternyata apa yang di ucapkan kakakku benar adanya ya...oke oke." ucap Virzha santai.


"Sudah nak, tidak ada untungnya kita terus ada di klan lemah ini." ucap Andi mengajak Virzha pergi.


"Kevin, ayo pergi! tidak ada gunanya kita bertahan di tempat sampah ini!" ajak Virzha.


"Ingat kata kataku tadi, jika salah satu dari klan ini yang berani berteriak atau mendekati keluargaku, semua kepala kalian akan aku jadikan piramida di jalan raya." ucap Kevin mengancam lalu pergi begitu saja.


Hening.......


"Sialan kalian!!!!!" teriak Adam marah karena kecerobohan para petinggi dua pilar terkuat klan Wiliam keluar.


Di rumah Virzha


Saat ini mereka sedang beberes untuk pindahan ke klan Bailly tempat ayah Aurora tinggal dan berencana untuk menetap di sana.


"Suatu saat akan aku hancurkan klan bajing*n ini!" ucap Kevin yang masih sangat sangat kesal dan marah hingga mengeluarkan aura kegelapan yang sangat pekat.


"Kevin!!!" teriak Aurora memperingati Kevin.


Kevin hanya bisa menurut dan menghilangkan aura kegelapan nya dan lanjut beberes barang barangnya. Setelah selesai mereka pun berangkat ke klan Bailly tak lupa mengajak keluarga Doni untuk pindah.


Sesampainya di klan Bailly mereka di sambut baik oleh orang orang dan di bantu menurunkan barang barang.


Kevin yang biasanya cerewet kini berubah menjadi pendiam dan auranya yang sangat kelam membuat siapapun tidak berani mengajaknya bicara kecuali Tasya yang selalu mencoba untuk menghiburnya.


[Tuan sudahlah, ada waktunya untuk balas dendam, aku yakin yang mulia sudah mengaturnya]


'Tau ni bos! emosian loh!' ucap Kong kesal.


'Ingat tuan, santai jangan kaku.' ucap Kuro.


Kevin masih belum bisa memaafkan perbuatan klan Wiliam pada ayahnya jadi di dalam hatinya masih ada dendam besar yang harus segera terbalaskan.


"Ayang udah dong marahnya, jangan cemberut begitu nanti gantengnya ilang loh." ucap Tasya mengelus elus lengan Kevin smbil terus membujuk.


Kevin hanya melirik lalu menghilang dari hadapan orang orang.


"Sial! dasar anak bodoh!" ucap Virzha ikut menghilang untuk mewanti wanti yang akan terjadi selanjutnya, Andi juga ikut mencari Kevin bersama anaknya Virzha supaya kejadian tak diinginkan tidak terjadi.


"Haisss...anak itu selalu ceroboh! sudah ayo bereskan barang barang kalian dan istirahat." ucap seorang kakek bernama Abraham Bailly.


Mereka membereskan barang barang dengan di bantu orang orang dari klan Bailly yang jiwa simpatinya tinggi.


Di tempat lain


Kevin saat ini sedang berada di dalam dunia jiwa dan sedang melamun memikirkan Tasya yang menurut Kevin akan takut lagi dengannya.


Woshhhhhh......


Tiba tiba seorang pria kekar, tampan dan berkharisma tinggi muncul di depan Kevin.


"Anakku, ada masalah apa?" tanyanya pada Kevin.


"Haisss....kenapa ayah harus datang kemari? urusan kerajaan lebih pentingkan." ucap Kevin tidak menjawab pertanyaan pria kekar itu.


"Saat ini yang bisa mengerti keadaanmu hanya aku seorang saja, jadi urusan kerajaan bisa di tunda. Sekarang ceritalah apa masalah yang sedang kau alami." ucap pria yang bernama Andreas yang ternyata ayah Kevin.


Kevin menjelaskan apa yang terjadi tadi di klan Wiliam dengan rinci dan tidak ada yang di tambah tambahi atau di kurang kurangi. Setelah mendengar cerita anaknya Andreas hanya bisa mengela nafas dengan kesabaran anaknya yang setipis tisu.


"Kau itu punya kekuatan bukan untuk menunjukkan kalau kau itu yang terkuat, kau punya kekuatan untuk menjaga orang orang di sekitar mu. Jangan sekali kali mengancam orang dengan kekuatan besarmu hanya karena dia menghinamu. Tapi kalau orang itu sudah berani merendahkan orangtuamu kau boleh menyiksanya dengan sepuasmu." ucap Andreas menarik nafas.


"Emosimu itu masih sering los kontrol jadi kau harus benar benar menjaga kesadaran jiwamu supaya tidak mencelakai orng lain. Kau itu seorang Dewa, bahkan sudh di nobatkan sebagai Dewa terkuat dari yang terkuat masa masalah sekecil ini tidak bisa di atasi dengan kesabaran. Berapa banyak rintangan yang sudah ku lewati dengan kesabaran? masa hanya di katai sampah ngamuk. Rendah sekali harga dirimu!" ucap Andreas.


Kevin masih duduk melamun di sana dan tidak bergerak sama sekali.


"Ayo keluar, kau pria kan? masa minta maaf saja tidak berani." ucap Andreas.


"Hilangkan dulu auramu ayah! dasar bodoh!" teriak Kevin tertekan dengan aura karismatik Andreas sampai tidak bisa bergerak satu senti saja.


"Ohh maaf." ucap Andreas menarik aura nya.


Kevin berdiri dan menghilang dari hadapan Andreas lalu muncul di atas gedung pertemuan klan Bailly Kevin mendengarkan rapat yang sedang membicarakan pergantian marganya, ayahnya dan Lia yang akan di lakukan besok.


Yang membuat Kevin tertegun adalah para petinggi yang menerima kedatangan anggota baru dengan tangan terbuka. Dan yang membuat Kevin lebih kaget adalah mereka semua belum mengetahui kekuatan Kevin yang sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia.


[Klan ini memang kurang update]


'Bos yang terkenal saja mereka tidak tau? benar benar ketinggalan berita sekali! kuno!' ucap Kong menggeleng kan kepala.


Karena hari sudah malam Kevin pun pergi ke rumah di mana ayah dan ibunya akan tinggal. Di sana ternyata masih ada teman teman Kevin yang menunggu kepulangannya karena khawatir.


'Kau menyia-nyiakan sahabat yang solid begitu bos?' tanya Kuro tersanjung dengan kesolidan teman teman bosnya.


Kevin pun masuk ke dalam rumah perlahan lahan seperti maling.


'Gimana ya kalau di tampar? kalau pelan mah gak papa, lah ibu kalau ngamuk beda dari yang lain.' ucap Kevin dalam pikirannya yang tidak bisa di dengar sistem dan para hewan peliharaan.


Saat sedang memikirkan sesuatu, tiba tiba Kevin merasa merinding dan ketika menengok dia sudah melihat ibunya yang membawa gagang sapu dengan mimik wajah yang terlihat sangat marah.


"Halo ibu hehe...." sapa Kevin nyengir pasrah.


"Masih berani menampakkan wajahmu pada ibu hah!" teriak Aurora memukuli Kevin tanpa ampun.


"Ibu maafkan akan mu yang bodoh ini!!! ampuni aku ibu!!!" teriak Kevin kesakitan.


Kevin terus di pukuli hingga Virzha datang melerai keduanya, Kevin sembunyi di belakang tubuh Virzha sambil ketakutan. Terlihat tubuh Kevin yang lebam lebam dan terlihat juga bekas pukulan gagang sapu di punggung Kevin.


"Sudah sudah, kita bicarakan baik baik di dalam oke, tidak baik di lihat tetangga." ucap Virzha yang sebenarnya juga takut.


Aurora masuk kedalam rumah dengan wajah yang masih jengkel, Virzha menyeret tubuh Kevin yang sudah pasrah ke dalam rumah.


"Kau dari mana saja tadi bodoh!" tanya Virzha pada Kevin yang sedang si obati Tasya dengan telaten.


"Ak dari tadi hanya di atas gedung pertemuan ayah." jawab Kevin sedikit bergerak hingga membuat tamparan kecil dari Tasya yang menyuruhnya diam.


"Ngapain disana? berjemur?" tanya Virzha bingung.


"Ngerokok." jawab Kevin polos.


Virzha hanya bisa tepuk jidat dan menghela nafas panjang setelah menyadari usahanya yang sia sia menunggu di dekat kediaman klan Wiliam. Virzha masuk kedalam kamar untuk menenangkan istrinya yang masih jengkel.


"Sudah." ucap Tasya setelah selesai mengobati luka Kevin.


"Besok kalau lagi emosi jangan langsung pergi, pamit dulu mau kemana biar gak pusing nyariin." ucap Dion.


"Itu namanya bukan emosi om." ucap Riski membantah nasihat Dion.


"Iya deng." ucap Dion lupa.


"Ya udah kita pulang dulu Vin, besok kita kesini lagi." ucap Deni pamitan.


"Ya, hati hati di jalan." ucap Kevin.


Deni dan teman temannya pulang setelah berpamitan dengan orang tua Kevin yang berada di kamarnya.


Setelah kepergian Dion dan teman temannya Kevin masuk kedalam kamar untuk istirahat.