
Sore harinya Kevin dengan berlari sendirian menuju ke kamar yang di tempati Rizal.
"Kenapa?" tanya Kevin membuka pintu kamar tiba tiba dan Kevin melihat Rizal sedang asik berciuman dengan mantan permaisuri kerajaan Nuvoleon.
"Anak anj*ng!" umpat Kevin membanting pintu lalu kembali ke kamarnya.
"Mau pamer si asw!" gumam Kevin sangat kesal.
Saat makan malam, Deni lagi lagi di cuekin oleh teman tamannya walaupun sudah tidak merangkul seorang wanita pun.
"Besok kita balik." ucap Kevin singkat lalu kembali ke kamarnya meninggalkan Tania setelah makanannya habis.
"Dia kenapa?" tanya Dion aneh.
"Gak tau." jawab Tania cuek.
"Siapa tuh om?" tanya Riski berbisik.
"Calonnya." jawab Dion.
"Wahh sial! aku keduluan! besok aku ajak cewekku ya! biar gak dikira jomblo abadi!" ucap Riski iri.
Setelah makan malam mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing untuk istirahat.
Keesokan harinya
Kevin dan teman-temannya kini sedang beristirahat di bawah pohon rimbun yang sangat menyejukkan. Kevin duduk bersila menyerap energi matahari untuk mengembalikan energinya yang terbuang tadi.
Setelah puas, Kevin pun pergi ke sungai untuk membasuh mukanya yang terasa sangat kaku akibat debu. Setelah merasa segar, Kevin pun mengajak yang lain untuk lanjut berjalan.
Di tengah-tengah perjalanan, mereka di cegat oleh segerombolan bandit sebanyak 50 orang, karena suasana hati Kevin sedang di rundung kekesalan, dia langsung memukuli semua bandit itu dan mencabut kerongkongan mereka satu persatu, setelah itu di belahnya dada mereka dan satu persatu di hancurkan nya jantung mereka.
"Kejamnya temanmu itu!" ucap pacar Riski yang bernama Diana.
"Ayo lanjut!" ucap Kevin yang masih berlumuran darah segar.
"Ganti dulu baju kamu!" ucap Tania menahan tangan Kevin.
Kevin menurut dan pergi ke semak semak lalu mengganti bajunya dan membasuh tubuhnya dengan elemen air miliknya. Setelah semua beres, mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju kerajaan Valhala yang sangat jauh.
"Bandit bandit ini minta di penggal kali ya! emang anj*ng!" ucap Kevin sangat kesal jika mengingat kejadian kemarin sore.
"Udah cok! suasana hatimu lagi buruk! biarin aja!" ucap Dion menahan Kevin yang sedang kalap.
"Arghhh!" teriak Kevin kesal.
Tania hanya bisa spam kata sabar pada Kevin sambil mengelus elus lengannya dengan selembut mungkin.
[Ck! tuan jangan emosian begitu! ingat! di dalam timmu ada tiga orang baru! mereka belum terbiasa melihat sebuah kekejaman! hentikan semua ini!]
'Bos sialan! kendalikan emosimu!' teriak Kong marah.
Kevin hanya bisa diam lalu meminta istirahat pada Dion dan lainnya di sebuah gubuk tua. Dia pergi masuk kedalam hutan untuk memenangkan hatinya yang sedang tidak terkendali.
"Tenang sayang jangan emosian, sudah ya marahnya." ucap Tania membujuk Kevin dengan lembut sambil membelai pipi Kevin.
"Aku mau sendiri dulu, kamu ajak mereka duluan aja." ucap Kevin.
"Sudah ya sayangnya aku, tidak perlu di pikirkan lagi, mereka berdua juga sudah mengikat janji. Sekarang yang harus di pikirkan bagaimana kita berdua harus menjalankan masa depan." ucap Tania selembut mungkin menjelaskan pada Kevin.
Kevin masih terdiam menatap kosong sungai yang mengalirkan air yang sangat bening.
"Sudah ya sayang, tenang aja kan ada aku di samping kamu, kamu bebas mau curhat apa saja. Istri tercinta kamu ini siap mendengarkan keluh kesahmu selama ini." ucap Tania sangat lembut hingga akhirnya membuat hati Kevin yang sedang keruh luluh juga.
"Aku cuma lagi kesel aja gak marah gak apa, cuma sekedar kesel aja." ucap Kevin akhirnya berbicara setelah semalaman membisu.
"Kesel kenapa?" tanya Tania yang menjelma seperti seorang ibu yang berbicara pada anaknya.
[*Kalau sampai nyonya pergi dari hidup tuan, habis sudah kisah ini!*]
'Sialan kau bos! luluh kalau sama cewek! baj*ngan!' ucap Kong kesal.
Kevin bercerita panjang lebar pada Tania yang senantiasa mendengarkan dengan seksama apa yang keluar dari mulut Kevin sambil membelai rambut Kevin dan mengelus punggung Kevin.
"Cuma seperti itu kan, sudah ya tidak usah di pikiran dalam dalam. Itu cuma masalah kecil, masalah kita nanti akan lebih besar kalau sudah memiliki anak. Jadi aku harap kamu bisa lebih dewasa lagi jangan sering ngambek cuma gara gara masalah kecil seperti ini. Oke sayang." ucap Tania mencium pipi Kevin dengan lembut.
Setelah itu mereka pun kembali ke tempat teman teman yang lain beristirahat. Saat sampai di sana Kevin melihat mereka tertidur pulas karena kelelahan.
"Mereka tidur vin, nungguin kau yang kelamaan curhat!" ucap Agus.
"Ck! kalau bangun tenda di sini bahaya gus! di sini tempat lalu lalang monster, apa lagi di San ada sungai bersih!" ucap Kevin berpikir keras.
"Bangunin aja, kita majuan dikit." ucap Deni memberi saran.
"Bisu matamu! dari tadi ku ajak ngobrol diem aja kau kont*l!" ucap Deni kesal.
"Bangunin mereka dah buruan, keburu ketemu malem kita!" ucap Kevin beres beres.
Tania yang melihat perubahan pada sifat Kevin langsung tersenyum lebar dan kembali ke sifatnya yang manja dan cuek.
'Bos memang tidak boleh pisah dengan nyonya besar!' ucap Kuro baru menyadarinya.
[Aku juga berpikir begitu!]
'Jangan sampai besok waktu berpetualang mereka berpisah! kita harus memberi mereka berdua segel penyatu supaya tidak bisa terpisahkan satu sama lain.' ucap Cooper.
[Aku akan lakukan!]
Kevin dan teman temannya pun segera berjalan cepat setelah terbangun dari tidurnya. Akhirnya mereka sampai di sebuah tanah lapang yang lumayan lebar dan cukup untuk satu tenda berdiri serta api unggun nya.
"Sana cari kayu! jangan diem aja bang*at!" ucap Kevin memberi perintah.
Agus dan Deni langsung berlari dengan cepat untuk mencari kayu bakar, sedangkan Kevin, dia mendirikan sebuah tenda baru yang di beli di sistem yang bisa muat untuk 10 orang lebih.
"Dah tunggu di dalem, biar aku yang berburu sekaligus masak!" ucap Kevin ketus.
"Ayang..." panggil Tania memberi peringatan.
"Iya iya..." jawab Kevin tersenyum manis.
"Lebih dewasa ya janjinya tadi." ucap Tania tersenyum geli membuat siapapun yang melihat wajah cantiknya akan langsung jatuh hati padanya.
Kevin membuat clone untuk berburu, setelah itu dia pergi ke sungai untuk mencuci beras. Setelah semua beres Kevin pun kembali ke tenda untuk memasak nasi dengan kayu bakar yang sudah Agus dan Deni kumpulkan.
"Tolong bersihin dong yang, sekalian ambil air buat bikin kopi." ucap Kevin yang kedatangan clone miliknya yang membawa seekor rusa raksasa bertanduk perak.
"Oke sayang." jawab Tania senang bisa membantu.
"Kau ada rokok vin? tadi lupa beli rokok aku anj*ng!" ucap Deni kelupaan.
"Tuh tinggal pilih." ucap Kevin melemparkan lima slop rokok dari Gudang Garam Surya, Marlboro, LA Ice Purple, Sampoerna Mild, dan Juara Filter.
"Lengkap juga! beli di mana kau?" tanya Deni dengan mata berbinar.
"Sistem lah mana lagi." jawab Kevin.
"Wahh kaya kau! di tempatku rokok malah bet!" ucap Deni.
"Beda kelas sistem kita, punya mu terlalu menjunjung tinggi kesehatan! jadi kalau jual rokok mahal!" ucap Kevin.
"Sialan!" umpat Deni tersenyum masam.
Akhirnya Tania pun kembali dengan seekor rusa yang sudah bersih dari segala kotoran, Kevin memasak rusa raksasa itu sambil merokok dan memangku kepala Tania yang tiduran di pahanya.
"Kau dah pernah makan ular gus?" tanya Deni pada Agus.
"Belum lah! liat kulitnya aja dah geli apa lagi makan dagingnya!" jawab Agus geli.
"Temen ku pernah cok! katanya rasanya amis banget! kalau yang masak bener kenyal kenyal ke daging sapi sama ayam di gabung! kok bisa ya dia gak geli!" ucap Deni.
"Ku pernahnya makan daging biawak! rasanya sana kek daging kambing! enak kalau di bakar gak alot!" ucap Agus.
Mereka berdua asik bercerita sambil ketawa ketiwi di temani rokok yang di sediakan Kevin.
"Hoammm....ayang ngantuk!" ucap Tania menatap Kevin dengan mata indahnya.
Ternyata Kevin ketiduran saat sedang membakar rusa raksasa hasil buruan.
"Ayang bangun nanti gosong." ucap Tania lembut.
"Hoammm....ketiduran gegara dengerin mereka cerita!" ucap Kevin ngulet.
Setelah rusa bakar matang, mereka pun menyantapnya dengan lahap, setelah makan malam, para perempuan termasuk Tania tidur di dalam, sedangkan para pria tidur di luar untuk menjaga keadaan.
"Untung ada api cok! kalau gak mati kena hipotermia kita cok!" ucap Riski.
"Lebay kalian!" ucap Kevin yang menghangatkan tubuhnya dengan energi matahari yang sangat menghangatkan dan membuat nyaman.
"Setan! kau enak ada elemen api! kita gak ada!" ucap Riski kesal.
"Dah lah mau tidur aku! ngantuk bet!" ucap Kevin memejamkan matanya lalu terlelap karena tidak mendengarkan suara jangkrik yang bersahutan.
Bersambung......