
Setelah hampir 3 jam bertapa, akhirnya seluruh tenaga dan energi Kevin sudah kembali full dan bugar seperti biasa.
"Ayo pergi." ajak Kevin pada Anton yang duduk memerhatikan Kevin sedaritadi.
"Bos yakin?" tanya Anton ragu dengan kondisi Kevin.
"Ayo cepat cebol!" ucap Kevin jalan terlebih dahulu.
Anton dengan cepat mengikuti Kevin yang berjalan duluan di depan sana. Sepanjang perjalanan, Anton hanya bisa menganga melihat hutan Mati yang sudah porak-poranda seperti terkena meteor raksasa.
Akhirnya keduanya sampai di kota Bagnon, kota paling dekat dengan hutan mati yang otomatis melihat secara langsung pertempuran Kevin melawan Naga Langit.
"Kau mau istirahat atau langsung lanjut ke kota selanjutnya?" tanya Kevin pada Anton.
"Langsung lanjut saja bos!" jawab Anton semangat.
"Kalau begitu kita isi perut terlebih dahulu sebelum lanjut perjalanan." ucap Kevin berjalan memasuki sebuah restoran mewah.
Keduanya memesan makanan yang banyak dan lezat, setelah makanan datang langsung mereka berdua memakannya dengan sangat lahap. Selesai makan, keduanya masih duduk di sana sembari beristirahat sejenak dan membiarkan makanan yang mereka makan tercerna dengan baik.
Saat sedang enak enak bersantai, seorang wanita cantik dan manis datang bersama rombongannya menghampiri Kevin.
"Permisi tuan, maaf mengganggu, apakah benar tuan ini seorang petualang?" tanya wanita itu dengan sopan.
"Iya, aku petualang, ada masalah?" tanya Kevin dengan suara berat efek dari topengnya.
"Saya ingin meminta tolong pada tuan untuk mengawal saya dan rombongan saya ke kerajaan Iceland, apakah tuan bersedia?" jawab wanita itu sekaligus bertanya.
"Berani berapa?" tanya Kevin.
"500 koin emas?" tanya wanita itu.
"Baiklah, kapan mau berangkat?" tanya Kevin lagi.
"Sekarang juga boleh tuan." jawab wanita itu tersenyum senang.
"Ayo, sekalian kau buat plat petualang." ucap Kevin berdiri mengajak Anton yang bengong melihat kecantikan wanita itu.
Anton tidak bereaksi dengan ajakan Kevin dan masih bengong melihat wajah cantik dan imut wanita itu.
Takk...
Kevin menjitak kepala Anton yang plontos dengan keras.
"Ayo bodoh!" ucap Kevin kesal.
"Siap bos!" ucap Anton hormat.
Kevin membayar makanannya lalu pergi mengikuti wanita tadi yang berjalan ke arah alun alun kota. Di alun alun kota sudah terdapat 5 kereta kuda mewah yang siap melakukan perjalanan.
Saat Kevin menelisik rombongan yang sedang berkumpul berbincang-bincang, dia melihat pria kemarin yang pingsan karena auranya.
"Kau tuan putri Ayla?" tanya Kevin tiba tiba.
"Iya." jawabnya santai.
"Kau sudah ada lima pilar ranah Nirvana, kenapa masih menyewa jasa ku?" tanya Kevin heran.
"B-bagaimana tuan tau ranah pilar kerajaan Discworld?" tanya Ayla kaget.
Kevin hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Ayla, dia mengajak Anton untuk membeli beberapa roti dan bahan pangan lain untuk persediaan makanan selama perjalanan.
"Sudah?" tanya Kevin.
"Sudah tuan." jawab kepala pengawal yang bernama Endrico.
"Ayo berangkat, aku akan jaga di belakang." ucap Kevin berjalan ke kereta barisan paling belakang.
Rombongan kerajaan Discworld pun berangkat menuju kerajaan Iceland. Kevin di belakang berjalan sambil berbincang-bincang dengan Anton menjelaskan tentang tatakrama pada yang lebih tua dan tentang cara mengetahui musuh yang bersembunyi.
Namun sesaat kemudian kereta berhenti mendadak yang membuat Kevin heran. Ayla berjalan ke belakang di temani dua orang pria, satu bertubuh biasa, dan yang satunya tinggi namun kurus.
"Kenapa?" tanya Kevin bingung.
"Aku hanya mau berjalan bersama tuan saja, biarkan mereka berada di kereta kuda." jawab Ayla tersenyum manis.
"Ohh..." ucap Kevin cuek.
Setelah itu kereta kembali berjalan melewati pos penjagaan dan mulai masuk ke dalam hutan yang masih asri.
"Bos, aku mau kecing sebentar." ucap Anton meminta ijin pada Kevin.
"Cepat, nanti aku tinggal kalau lama." ucap Kevin.
"Siap!" ucap Anton berlari menggunakan langkah setan yang di ajarkan Kevin.
"Dia ada di ranah apa?" tanya pria tinggi kurus.
"Masih Heaven Spiritual 5." jawab Kevin santai.
"Hah! masih sekecil dia sudah di Heaven spiritual?! berlian!!" ucap pria bernama Bobi itu.
Sekejap Anton sudah kembali dengan wajah lega dan memakan buah yang dia petik tadi saat kencing.
"Ini untuk bos! tadi aku nemu pohon apel liar!" ucap Anton memberikan satu apel berwarna putih pada Kevin.
"Terimakasih." ucap Kevin membasuh apel itu dengan elemen airnya.
"Ini untuk tuan putri dan anak buahmu." ucap Anton memberikan tiga apel pada Ayla.
"Terimakasih." ucap Ayla tersenyum manis.
"Sama sama..." ucap Anton tersenyum bahagia.
Mereka terus berjalan hingga Kevin menyuruh mereka berhenti karena merasakan hawa keberadaan 20 orang di depan.
"Selesai kan, bunuh, jangan kasih ampun, mereka masuk aliran hitam." ucap Kevin pada Anton.
"Hahaha....siap laksanakan komandan!!!" jawab Anton semangat.
Sesaat kemudian Anton menghilang dari tempatnya, Kevin mengajak Ayla dan dua anak buahnya untuk ke kereta barisan depan.
"Ada apa tuan?" tanya Endrico bingung.
"Kau diam saja di sini dan lihat." jawab Kevin menatap ke depan yang tidak ada apa apanya.
"Misi selesai bos!" ucap Anton datang membawa ke duapuluh kepala korbannya.
"Bagus! sekarang ganti pakaianmu dan lanjut kan perjalanan kita." ucap Kevin bertepuk tangan.
"Siap!" ucap Anton memberi hormat lalu pergi begitu saja.
"Kau ajari apa anak itu?! sampai jadi iblis berbahaya!" teriak Ethan dengan nada tinggi.
"Lanjutkan perjalanan, kau tidak perlu tau pelajaran apa yang aku berikan, karena nasibmu jauh lebih beruntung dibandingkan dirinya, kau hanya tau berteriak, memerintah, dan jadi. Kau dan semua orang kerajaan tidak akan tau yang namanya berusaha sendiri dengan keringat sendiri! mereka hanya tau menyuruh bukan bertindak sendiri! sekarang lanjutkan perjalanan jangan banyak omong!" ucap Kevin sinis.
Kevin kembali ke barisan belakang dan duduk di bawah pohon menunggu Anton. Tak lama Anton pun datang dengan pakaian yang sudah rapi.
"Ayo, tetap waspada dan jangan lengah." ucap Kevin yang menyadari rombongan kerajaan sudah lumayan jauh.
3 hari berlalu, mereka melakukan perjalanan dengan saling menjaga satu sama lain, Kevin dan Anton membunuh semua bandit dan kelompok monster yang mencoba menyerang rombongannya.
Hal ini membuat Ayla menaruh hati pada Kevin yang tampan, gagah, dan berani. Namun sayangnya Kevin selalu saja mencuek kan Ayla dan tidak menggubris perhatian yang Ayla berikan.
"Bos, kita mau apa di Kerajaan Iceland?" tanya Anton.
"Liburan, kalau kau tidak mau ya sudah kita langsung lanjutkan perjalanan ke kerajaan Valderman, bagaimana?" jawab Kevin.
"Kalau begitu kita liburan dulu bos! pikiranku penat butuh hiburan." ucap Anton.
"Kau punya uang?" tanya Kevin berniat menjahili Anton.
"Tidak bos." jawab Anton polos.
"Yahh gak punya uang, berarti kau tidak bisa liburan!" ucap Kevin.
"Terus gimana bos! begini, kau kan bosku bagaimana kalau aku pinjam uangmu dulu? besok aku kembalikan setelah menjual inti core yang tadi aku dapat." ucap Anton.
"Bunganya 50% loh, gimana?" tanya Kevin.
"Wahhhh......" ucap Anton berpikir keras.
"Hahahaha......" Kevin tertawa terbahak bahak melihat wajah Anton yang sedang berpikir keras.
Akhirnya mereka pun sampai di gerbang kota Kold, ibukota kerajaan Iceland. Mereka berpisah dengan rombongan kerajaan Discworld setelah menerima bayaran sebesar 1000 koin emas 2x lipat dari perjanjian karena mereka berdua sudah bekerja keras melindungi rombongan dari monster dan bandit yang menyerang.
Kevin mencari penginapan terdekat dan memesan satu kamar dengan dua kasur, setelah itu dia dan Anton pergi ke Asosiasi Petualang untuk mengantarkan Anton membuat plat petualang.
"Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pria tampan dan rupawan menyapa Kevin.
"Dia mau buat plat petualang." jawab Kevin menunjuk Anton.
"Mari dek, kakak antar ke ruangannya." ucap pria itu mengajak Anton.
"Aku tunggu di sana." ucap Kevin berjalan pergi.
Sedangkan Kevin duduk di sebuah Cafe yang masih satu area dengan Asosiasi Petualang, dia memesan kopi dan camilan menunggu Anton.
Kevin iseng iseng menghidupkan ponselnya untuk melihat chat yang di kirim Linda. Saat ponselnya menangkap sinyal, seketika ribuan pesan masuk dari nomor Linda. Intinya pesan pesan yang dikirmkan Linda berkaitan dengan rasa rindunya terhadap Kevin dan menanyakan kapan Kevin kembali.
Kevin iseng videocall Linda untuk melihat wajahnya setelah sekitar 6 bulan lebih tidak bertemu. Sudah Kevin duga, dengan cepat panggilannya langsung di jawab dan memperlihatkan wajah cantik dan imut Linda di layar ponselnya.
"Apakabar?" tanya Kevin santai sambil sebat.
Linda hanya diam saja sambil menatap Kevin dalam dalam.
"Apakabar? kalau enggak di jawab aku matiin." ucap Kevin.
"Aku kangen kamu!" ucap Linda lirih sambil meneteskan air matanya.
"Baru enam bulan." ucap Kevin tersenyum geli.
"Tapikan itu lama!" ucap Linda dengan suara serak.
"Besok kalau mau ketemu, kamu ikut ke kerajaan Valderman, sama sekalian bilang Rido boking in satu slot tournament atas nama sekte kita." ucap Kevin.
"Aku sama yang lainnya sekarang udah di kerajaan Valderman ayang!" ucap Linda dengan muka kesal.
"Lohh udah di sana ya? buru buru banget." ucap Kevin kaget.
"Gak tau, ayah Virzha ngajakin lebih dulu dateng di banding sekte lain." ucap Linda.
"Udah pesen ku tadi tolong sampaikan ke Rido." ucap Kevin.
"Iyaa." jawab Linda.
"Kamu jaga kesehatan ya, jangan banyak begadang, jangan stres stres ntar jadi kurus kan gak enak." ucap Kevin.
"Aku sekarang lebih mont*k ya!" ucap Linda sedikit berbisik.
"Hahahaha...." Kevin tertawa lepas mendengar ucapan Linda barusan.
"Kamu juga jaga kesehatan ya sayang! kemarin aku lihat kamu ada banyak luka parah, gimana udah sembuh belum?" tanya Linda.
"Udah, udah baikan." jawab Kevin.
Mereka berbincang bincang sangat lama sambil melepas rindunya masing-masing. Setelah 2 jam barulah Anton datang menghampiri Kevin dengan wajah yang kelelahan.
"Bagaimana?" tanya Kevin.
"Aku baru dapat tingkat SS bos!" jawab Anton sedikit kesal.
"Tidak apa, kau masih muda masih bisa memaksimalkan potensi. Kau mau makan apa? sana pesan biar aku bayar." ucap Kevin tersenyum.
"Siap bos!" ucap Anton semangat.
"Siapa itu yang?" tanya Linda dari panggilan video.
"Murid baruku." jawab Kevin.
"Ohhh...udahan dulu ya sayang, aku dah di panggil mama soalnya bye bye..." ucap Linda tersenyum cerah.
"Iyaa jaga kesehatan." ucap Kevin.
"Kamu juga." ucap Linda mematikan panggilan video.
Bersambung....