Strongest Hunter

Strongest Hunter
Episode 28



Keesokan harinya


Kevin bangun agak siang karena malas saja hari itu, setelah mandi dia langsung sarapan sereal secukupnya. Selesai sarapan, Kevin mengajak ketiga hewan peliharaannya jalan jalan keliling komplek mumpung matahari belum di atas kepala.


Kevin berjalan sambil menengok kanan kiri sambil keheran kenapa hanya hunter yang berjalan di komplek itu, dimana para warga biasa?


'Aneh bener dah!' batin Kevin lanjut berjalan hingga sampailah di taman komplek dan melepaskan ketiga hewan peliharaannya yang sudah bisa bermain seperti biasanya.


Saat sedang enak enak merokok sambil memperhatikan ketiga hewan peliharaannya bermain lari larian tiba tiba sebuah ledakan yang amat sangat besar terjadi entah dari mana asalnya.


Duarrrrrr......


Kevin terpental beberapa meter karena terkena efek ledakan yang amat sangat dahsyat itu. Kevin berdiri dan memastikan keadaan ketiga hewan peliharaannya yang terbaring lemas.


[Masukan ke dunia jiwa saja tuan supaya tidak terjadi yang tidak tidak]


Kevin memasukkan ketiganya ke dunia jiwa lalu berlari ke rumahnya untuk memastikan keadaan sang istri.


"Yang!" panggil Kevin masuk kedalam rumah yang mengalami sedikit retakan.


Kevin teriak teriak memanggil Tasya sambil berkeliling rumah dengan perasaan panik. Kevin pergi ke rumah Dion untuk bertanya namun di sana tidak ada satu orang pun, bahkan kucing peliharaan Bella juga tidak ada.


"Kemana mereka?" tanya Kevin mengecek ponselnya dengan tangan sedikit bergetar karena kepanikan yang melanda.


Kevin menelepon semua teman dan keluarganya namun tidak ada nomor yang aktif satu pun. Merasa feeling nya tidak bagus langsung terbang menggunakan sayap cahayanya dan melesat menuju asal ledakan sesuai tali aura yang menyebar.


5 menit kemudian Kevin sampai di sebuah daerah yang amat luas dengan gedung-gedung yang sudah rata dengan tanah. Di daerah tersebut terdapat cekungan yang berisikan lautan monster kelas Abyss dan dua ekor monster raksasa kelas Dewa Iblis yang memancarkan aura kegelapan yang pekat.


"Apa maksudnya ini?" tanya Kevin kebingungan di atas langit.


[Sepertinya di majukan tuan]


"Sial!!!" ucap Kevin sadar dengan langit yang berubah gelap sedikit kemerahan padahal masih siang bolong.


Aura iblis juga menyebar ke seluruh daerah walaupun dinding pelindung bumi masih utuh tanpa ada retakan sedikitpun. Kevin merasakan sedikit hawa keberadaan manusia di sebuah gedung tinggi dan besar.


"Di sana?" tanya Kevin aneh.


'Bodoh sekali manusia manusia ini! bukanya berusaha melawan malah sembunyi seperti cacing!' ucap Kong kesal.


Kevin menghampiri gedung besar dan merah itu untuk memastikan, saat ingin mendekat tiba tiba sekitar 20 hunter mencegat Kevin sambil menekan dengan aura pembunuh.


"Sampah di larang masuk! pergi! mati sana di makan monster!" ucap hunter 1.


"Sampah sialan! pergi! kehadiranmu hanya akan membuat gedung sempit!" ucap hunter 3 sambil menghunus kan pedang.


"Aku hanya memastikan keadaan istriku!" ucap Kevin menekan balik dengan aura pembunuh yang jauh lebih pekat bahkan air lumpur kalah pekat.


Ke 20 hunter itu langsung hancur menjadi gumpalan darah, kejadian itu di lihat semua orang dan hunter. Membuat mereka ketakutan dan mengira jika Kevin akan balas dendam pada mereka yang sudah menindas nya dulu.


Kevin masuk kedalam gedung dan berlari mengikuti aua yang di pancarkan oleh Tasya, Kevin terus berlari hingga sampai di lantai paling atas. Kevin memasuki sebuah ruangan dan langsung di peluk erat erat oleh seorang wanita dengan harum yang khas di hidung Kevin.


"Kenapa HP kalian gak aktif si!" ucap Kevin kesal.


"Gak ada sinyal bodoh! listrik pun mati di semua wilayah!" jawab Deni.


"Iya bener kata Deni! semua daerah terdampak bencana alam angin tornado sama ledakan yang besar dua jam yang lalu." ucap Riski.


'2 jam?' batin Kevin terheran-heran.


[Tuan sempat pingsan tadi, sistem mau bangunkan tapi entah kenapa tidak bisa dan tidak berpengaruh di tubuh tuan]


"Ini ada apa sih vin? ayah bingung ini!" tanya Virzha kebingungan karena kejadian yang tiba tiba dan tidak sesuai di tanggal annya.


"Ragnarok datang lebih cepat ayah." jawab Kevin yang membuat Rizal terbatuk batuk hingga sedikit kejang-kejang.


"Jangan bercanda kau! di tanggalan ayah, masih ada waktu empat minggu lagi vin!" ucap Virzha membantah ucapan Kevin.


"Tadi aku lihat Hydra sama Typhoon di asal ledakan tadi, anak buah mereka ada jutaan monster sama iblis di kelas Abyss." ucap Kevin menunjukkan foto di ponselnya.


"Sial ternyata benar!" ucap Virzha memukul tembok lalu pergi keluar untuk menemui Thomas.


Kevin melihat teman temannya yang terdiam membeku dengan tatapan kosong seperti tidak memiliki tujuan hidup lagi. Kevin melihat Tasya yang meneteskan air mata sambil menatap wajah Kevin entah apa yang dia pikirkan.


"Kalian kalau mau mati sia sia ya silahkan kalau mau ikut gelud ayok ikut aku." ucap Kevin pergi keluar ruangan.


Dion tersadar lalu menampar pipi semua teman temannya untuk ikut berperang bersama Kevin.


"Ayo kita berjuang sekali lagi sebelum mati!" teriak Dion menampar semua teman temannya supaya sadar.


"Ayah!! Bella takut!!" ucap Bella memeluk kaki besar Dion.


"Bella disini sama mamah ya, ada tante Tasya juga kok." ucap Dion.


Bella berlari memeluk erat tubuh Tasya sambil gemetar ketakutan di ikuti Laras yang memeluk tubuh Tasya.


"Aku serahkan yang ada di luar pada kalian! yang di sini biar aku yang urus." ucap Tasya.


"Baik!" jawab kelima pria di sana.


Kelima orang itu turun ke bawah menemui Kevin yang sedang melakukan Rapat dadakan dengan semua tetua dan ketua agung klan di Jakarta.


"Pokoknya tetap sediakan beberapa hunter kelas Kaisar untuk jaga jaga, sisanya ikut ke medan perang sebelum terlambat." ucap Kevin tidak mau di bantah.


"Baik! kami akan bersiap sebentar." ucap Ketua agung klan Brian.


Kevin menunggu para tetua bersiap sambil mondar-mandir cemas memikirkan strategi apa yang akan dia pakai supaya Iblis yang di belakang semua ini tidak tau batas kekuatan Kevin.


[Tuan keluarkan saja semuanya! setelah ini sistem akan jelaskan berapa persen batas kemampuan tuan yang sebenarnya! tidak perlu memperdulikan Kaisar Dewa Iblis rendahan itu, sekarang yang terpenting adalah tuan harus dan wajib memenangkan pertempuran ini demi masa depan yang cerah!]


'Okeh!!! kalau gitu! BUKAA!!!' batin Kevin membuka 100% kekuatannya yang membuat bumi bergetar hebat.


"Gempa susulan!!!" teriak Riski lari kalang kabut.


"Diem bodoh! noh liat Kevin lagi ngapain!" ucap Deni mengunci kepala Riski.


"Ngapain tuh?" tanya Riski aneh.


"Tatonya bersinar!" ucap Demian terkejut.


"Bocah tengik! jangan serakah!" ucap Virzha mengaktifkan mata Sharing-an yang berwarna biru terang.


"Kau tidak paham takdirku ayah hahaha...." ucap Kevin tertawa lepas.


"Ucapan bodoh!" ucap Deni memukul kepala Kevin supaya sadar dari kebodohannya.


"Biar keren sedikit den bodoh!" ucap Kevin di angguki Riski.


"Keren matamu! situasi genting gini masih santai aja! ayah ama anak sama sama bodoh!" ucap Deni.


Di lantai atas gedung


"Akhirnya ada manusia normal juga!!!" teriak Lia ketika melihat Deni memarahi kebodohan Kevin.


"Tante jangan aneh gitu, kakak emang terobsesi dengan manusia normal." ucap Joseph pada Laras yang bingung dengan sifat Lia.


"Matamu!" ucap Lia menampar Joseph.


"Dasar wanita berjiwa pria!" ucap Joseph berlari bersembunyi di belakang ibunya.


Dibawah


Setelah lama menunggu akhirnya para tetua bersama pasukan mereka masing masing datang dengan perlengkapan yang sangat lengkap.


"Kami siap!" teriak mereka semua serentak.


"Ingat keselamatan nomor satu! kemenangan nomor sekian! kalau aku bilang mundur kalian semua harus kembali ke sini tanpa ada terkecuali! lindungi orang di sekitar kalian tanpa pandang bulu! ini pertempuran antar Ras bukan antar Klan jadi jangan egois!" teriak Kevin.


"Yang berhasil membawa pulang minimal 2 kepala iblis dapat 1M!" teriak Kevin yang membuat semua orang berteriak semangat.


"Berangkat!" teriak Kevin.


Mereka semua berangkat dengan menggunakan beast spiritual yang di miliki setiap klan. Kali ini Kevin menumpang di Elang Petir milik Dion untuk memerintahkan pasukannya yang di pimpin Bram dan Dom untuk bergerak ke titik yang sudah di tentukan.


.


.


.


.


10 menit kemudian


Setelah 10 menit perjalanan akhirnya mereka semua sampai di sebuah daerah yang tadi di datangi Kevin. Semua pasukan speechless dengan lautan monster dan iblis kelas Abyss yang mencoba keluar namun tidak bisa karena terhalang dinding yang di buat Kevin.


Bersambung.....