
Ada satu yang menarik perhatian Kevin, yaitu seorang pria dengan tanduk seperti iblis berdiri di atas kepala seekor banteng raksasa yang tingginya setara dengan perfect Susanoo milik Kevin.
[Diablo! tidak salah lagi itu Diablo! bunuh dia tuan!]
'Itu hanya clone untuk mengecoh tuan, jangan keluarkan kekuatanmu supaya dia mengira tuan sangat lemah dan akan menyerang tuan suatu hari nanti tanpa persiapan khusus. Itu akan menguntungkan tuan suatu saat nanti.' ucap Dexter yang sudah pernah melawan iblis licik itu.
"Terimakasih info pentingnya, sekarang ayo kita bantai mereka!" teriak Kevin semangat.
"Hoeyyyy!!! tunggu pasukan bantuan dulu dasar sampah!!! kau mau jadi pahlawan hah? lihat kekuatan musuh dasar aib negara!!!" teriak seorang pria yang ternyata adalah Ferdi anak Cristian.
"Yang beban bukan aku tapi kau." ucap Kevin tersenyum sinis lalu memakai Perfect Susano'o nya.
"Jangan terlalu maju! tugas kita hanya backup dua orang itu." ucap Deni pada Brian yang baru mau ikut berlari.
"B-baik." jawab Brian memberikan damage area untuk mempermudahkan Kevin membunuh para monster di ikuti duo Archer Riski dan Rizal.
Dion dan Deni tetap melindungi Mage, Archer dan suport mereka yang fokus backup Kevin dan Tasya. Tasya menggunakan teknik nya yang bernama Scissor Sickle sesuai dengan senjatanya yaitu Sabit berwarna merah darah.
"Apakah hanya itu kekuatanmu?" teriak Kevin memanasi Tasya.
'Sialan!' umpat Tasya dalam hati mulai terpancing emosi.
"Sangat lemah! tidak cocok mendampingi ku!" teriak Kevin yang langsung membuat Tasya marah besar.
"Daiana!!!!! teriak Tasya sangat keras.
Muncullah Raksasa perempuan yang mengeluarkan aura mendominasi sangat amat pekat.
(Seperti itu)
Kemunculan raksasa itu membuat kaget semua orang termasuk Dion dan teman temannya yang tidak percaya dengan kekuatan asli Tasya.
"Masih belum cukup!!" teriak Kevin tersenyum sinis.
"Arghhhhhh......" teriak Tasya melapisi raksasanya dengan energi alam yang sangat amat tebal hingga membuat Kevin tersenyum senang.
[*Itu sudah lebih dari cukup..*]
"Aku juga punya ya jangan meremehkan aku!" ucap Kevin merasa di remehkan dengan tatapan Tasya.
"Deku!!!! datanglah!!!" teriak Kevin sangat keras hingga membuat Tasya sangat terkejut mendengar nama yang di panggil Kevin.
Woshhhh....
Boommmm......
Sebuah Raksasa yang jauh lebih besar dari milik Tasya muncul dengan enam tangan dan masing masing memegang senjata serta menyebarkan aura yang sangat kuat sampai membuat gedung Asosiasi Hunter retak dan hancur seketika.
'D-dewa para titan!' batin Tasya tergagap.
"I-itu....." ucap Brian menunjuk Deku sambil bergetar ketakutan.
"S-sumoner t-t-titan! sangat tidak bisa di percaya!" ucap seorang pemuda tergagap-gagap.
"Kuatnya Kevin sekarang!" ucap pemuda lain.
"Hancurkan semuanya Deku!!!!" teriak Kevin memerintahkan raksasa yang sudah sangat lama mengabdikan nyawanya pada Kevin seorang.
"Groahhhhhhh....."
Auman Deku membuat semua monster kelas Setan kebawah langsung berubah menjadi kabut darah. Kini hanya menyisakan 50 monster kelas Raja Iblis yang nyawanya sekarat dan banteng raksasa yang juga penuh luka hanya karena auman Deku.
"Bunuh!!!! hahahaha....." teriak Kevin kesenangan.
Dengan sangat mudah Kevin dan Deku mengalahkan Diablo yang tidak sempat menyerang sama sekali. Kini lokasi itu sudah bersih dari monster namun bersih juga dari bangunan.
Kevin menarik kembali Deku ke dalam dunia jiwa lalu berjalan dengan santai menemui teman temannya. Deni yang melihat Brian masih bergetar hebat langsung bertanya sambil panik.
"Kau kenapa!" teriak Deni menyadarkan Brian yang ketakutan setengah mati.
"I-itu t-tadi Dewa dari semua titan yang ada di alam semesta! aku tidak percaya dia bisa menjadikannya sebagai bawahan! pasti dia punya kekuatan yang tidak terbendung." ucap Brian masih bergetar.
"Kalau sama dia percaya aja, gak usah di ambil pusing." ucap Riski menepuk pundak Brian.
"Jangan di ambil pusing, dia bukan orang yang jahat." ucap Dion.
Kevin pun sampai bersama Tasya yang juga takut mendekati Kevin setelah melihat apa yang dia sumon.
"Keren gak?" tanya Kevin bangga.
"Mantap!" jawab Deni mengacungkan jempol.
"Hoeyyyy!!!!! siapa yang berani menghancurkan gedung ku!!!!!" teriak Virzha marah melihat gedung Asosiasi Hunter rata dengan tanah.
"Tadi ada iblis yang menghancurkan nya!" ucap Kevin mencari alasan.
"Kau kan pelakunya!!!" teriak Virzha marah mendatangi Kevin.
"Jangan menuduh begitu dong!" ucap Kevin mengelak.
Virzha menunjukkan foto di mana Kevin menyuruh Deku menghancurkan semuanya.
"Hehe....." Kevin hanya bisa nyengir tanpa merasa bersalah.
"Hemm....baiklah.." jawab Kevin pasrah karena dia memang salah disini.
Setelah itu Kevin mengajak Tasya untuk pulang, walaupun takut pada Kevin, Tasya dengan terpaksa mengikuti Kevin pulang karena dia sudah menjadi istri Kevin dan sebagai istri pantang bagi Tasya membangkang.
Sesampainya di rumah Kevin langsung pergi membersihkan diri lalu mentransfer uang ke rekening ayahnya. Setelah itu Kevin turun ke bawah untuk membuat mie instan karena perutnya yang keroncongan.
Karena sedang hujan deras Kevin membuat 2 bungkus mie rebus dengan 2 sosis, 2 telur dan beberapa potong bakso sebagai lauk tambahan. Setelah selesai memasak Kevin membuat es sirup lalu membawanya ke ruang keluarga bersama dengan mie buatannya.
Kevin makan sambil menonton TV si temani tiga hewan peliharaan nya yang tidur di sofa karena hawanya yang pas untuk tidur.
"Gak ada berita lain apa bangs*t! aku terus lo yang di shoot!" ucap Kevin kesal.
Saat sibuk mencari acara TV, Tasya datang dan duduk sedikit menjaga jarak sambil membawa mangkuk berisi bakso yang dia beli melalui gojek.
"Duduk sinilah, ngapain jauh jauhan gitu." ucap Kevin menepuk-nepuk tempat di sebelahnya.
"Disini aja hehe...." ucap Tasya canggung.
[Dia takut tuan sama Deku]
"Kamu takut sama aku?" tanya Kevin membuat wajah sedih.
"E-enggak kok, ini deket kan." jawab Tasya berpindah tempat ke samping Kevin.
"Aku tau kamu takut jadi gak usah di tutup tutupi begitu. Yah aku terima itu semua dengan lapang dada kok, kalau kamu mau pergi ya silahkan aja aku enggak ngelarang." ucap Kevin akting sedih.
"Enggak enggak!! aku gak mau pergi!!" ucap Tasya panik langsung memeluk Kevin dengan erat.
"Nohh gak papa kan? ngapain takut." ucap Kevin membalas pelukan Kevin.
"Iya iya." ucap Tasya mencium pipi Kevin lalu lanjut makan.
Saat sedang enak enak makan bersama, tiba tiba ponsel Kevin berdering dan memunculkan nama Ibu.
"Halo ibu, ada apa?" tanya Kevin.
"Kamu tidak papa kan nak?" tanya Aurora balik.
"Aman kok bu." jawab Kevin.
"Besok kamu bisa ke sini tidak? kakekmu ingin berbicara tentang perwakilan turnamen klan kita." tanya Aurora.
"Bisa bu, Tasya di ajak enggak?" tanya Kevin.
'Plakk....'
Tasya menepuk lengan Kevin dengan keras.
"Di ajak lah, ibu mau mengajarinya membuat kue." jawab Aurora.
"Kalau begitu Kevin tutup ya ibu." ucap Kevin.
"Iya, sampai jumpa besok ya nak." ucap Aurora menutup telepon.
Mereka berdua melanjutkan makannya dan setelah selesai mereka pergi tidur karena badan yang sudah pegal pegal.
Keesokan harinya
Kevin dan Tasya sudah berada di rumah Virzha, Kevin sedang berbicara dengan sang kakek di teras sedangkan Tasya di dapur membantu Aurora membuat kue.
"Kau sudah menemukan kandidat yang kuat nak?" tanya Adam kakek buyut Kevin.
"Sudah ada satu, satu lagi aku belum ketemu." jawab Kevin.
"Di mana dia asisten pelatihmu?" tanya Adam.
"Belum datang, lagi otw katanya tadi." jawab Kevin.
Tak lama seorang pria dengan perawakan yang lumayan kekar bersama seorang pria dengan tubuh kekar dan tinggi datang.
"Tuan." sapa mereka berdua.
"Siapa mereka?" tanya Andi merasakan aura yang sangat kuat dari tubuh kedua pemuda itu.
"Bawahan ku yang bakalan jadi asisten pelatih pribadi." jawab Kevin.
"Bagus bagus." ucap Andi puas.
Saat sedang berbincang bincang di teras, Kevin tak sengaja melihat kilatan cahaya yang merujuk ke seorang anak kecil yang bekerja menjadi tukang sapu jalan.
"Kek siapa dia itu?" tanya Kevin penasaran.
"Tidak tau, kepala pelayanan yang mempekerjakan anak kecil itu." jawab Andi.
"Kau fokus mencari kandidat mu dulu, baru urus anak kecil itu." ucap Adam.
Kevin melihat pemuda pemuda di sekitarnya dengan mata Rinnegan untuk melihat bakat apa yang di miliki mereka. Hal itu membuat Andi dan Adam kaget karena di mata Kevin sudah ada 6 titik yang artinya Kevin berhasil membangkitkan 6 tomoe langsung tanpa membangkitkan satu persatu.
Akhirnya Kevin menemukan salah satu pemuda yang tidak terlalu tinggi namun tubuhnya lebih kurus dari anak biasanya. Anak itu selalu di bully karena tidak memiliki bakat apapun selain menangis.
'Elemen petir merah, jekpot!' ucap Kevin dalam hhati
Bersambung.....