Strongest Hunter

Strongest Hunter
Episode 15



Keesokan harinya


Kevin terbangun karena ponselnya terus berbunyi tak ada hentinya, saat di cek ada hampir seratus panggilan masuk dari Tasya yang membuat Kevin pasrah pada keadaan.


Kevin menelepon balik dan saat itu juga teriakan marah dari Tasya terdengar sangat nyaring.


"Baru bangun loh yang, santai dikit napa dah." ucap Kevin ingin sekali rasanya menangis.


"Ohh maaf kalau gitu." ucap Tasya merasa bersalah.


"Kenapa telpon?" tanya Kevin.


"Minta oleh oleh." jawab Tasya.


"Kan bisa WA aja to, gak usah telpon puluhan kali." ucap Kevin menepuk jidat.


"Oh iya deng! maaf sayangku aku lupa." ucap Tasya lupa.


"Mau oleh oleh apa?" tanya Kevin.


"Nanti aku kirim list nya di WA, sekarang aku akhiri dulu ya lagi masak soalnya." jawab Tasya menutup telepon.


Kevin membanting ponselnya di atas kasur dengan amarah yang meluap luap.


"Cuman mau bilang gitu aja harus telpon puluhan kali! sialan!!!! tidurku yang nyenyak harus terganggu!!" ucap Kevin kesal.


Namun tiba tiba ponselnya kembali berbunyi dan memunculkan nama Tasya.


"Halo ada apa lagi?" tanya Kevin pura pura lembut.


"I love you!" ucap Tasya langsung mematikan telpon.


"Bodo amat anj*ng!" umpat Kevin pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya karena hari ini rencananya akan pergi membeli oleh oleh.


Di bawah Kevin sudah di tunggu teman temannya yang sudah berpakaian rapi karena akan pergi ke mall.


"Ayo buruan, mamakku dah telpon mulu dari tadi!" ucap Demian.


"Ya udah ayok." ucap Kevin.


Mereka pun berangkat menggunakan taksi ke megamall yang lumayan dekat dengan hotel. Sesampainya di sana mereka langsung berjalan ke tempat yang sesuai dengan pesanan keluarganya masing-masing.


'Banyaknya pesenan Tasnya anj*ng! pesanan satu keluarga apa satu komplek bangs*t!' ucap Kevin dalam hati ketika melihat list oleh oleh yang harus dia beli.


"Habis berapa ini aku hadeuhhh..." gumam Kevin mulai berbelanja, namun sebelum itu dia menjual semua crystal yang dia ambil kemarin sebagai pundi-pundi uangnya di kala terdesak.


Berjam-jam mereka habiskan untuk membeli oleh oleh yang di minta keluarganya. Setelah sore hampir malam, mereka berkumpul di restoran dalam mall untuk makan bersama. Kali ini Kevin berbaik hati mentraktir teman temannya yang wajahnya masam.


"Santai aja kali ini aku yang bayar, aku tau pasti uang kalian menipiskan." ucap Kevin tersenyum masam.


"Kau memang sahabat terbaikku Vin!" ucap Demian sedih.


"Belum genap dua hari aku jadi orang kaya dah ludes aja uangku a*u a*u!" umpat Rizal.


"Sedihnya hidup kalian ini." ucap Kevin mengerti perasaan mereka semua.


"Kita mau pulang kapan?" tanya Dion.


"Besok aja, dah malem e soalnya." jawab Kevin.


"Oke, aku BO tiketnya ya." ucap Dion.


"Cari yang paling pagi biar pas sampek masih sore." ucap Kevin.


"Jam berapa?" tanya Dion.


"Jam 9 atau jam 10 an." jawab Kevin.


"Oke." ucap Dion.


Setelah kenyang mereka pun kembali ke hotel untuk prepare barang barang supaya tidak ada yang tertinggal. Setelah selesai prepare mereka langsung tidur supaya besok tidak bangun kesiangan.


Keesokan harinya


Setelah berpamitan dengan walikota dan Aron mereka pun berangkat kembali ke Indonesia. Di dalam pesawat mereka hanya bisa tidur karena gabut tidak ada yang bisa di bicarakan dengan kursi sebelah.


15 jam pun berlalu, akhirnya mereka sampai di Indonesia dengan selamat dan utuh. Mereka di sambut keluarga masing masing yang tau jika mereka kembali lebih awal dari berita yang beredar di televisi.


"Ayang!!!" teriak Tasya memeluk erat Kevin sambil menciumi pipi Kevin.


"Udah yang udah, tempat umum loh ini." ucap Kevin malu.


"Iya nak, kita ke mobil dulu. Nah kamu boleh cium suami kamu sepuasnya." ucap Aurora menasehati mantunya.


"Ayo kita ke mobil!" ucap Tasya semangat.


Andi dan keluarganya pergi ke mobil dan Tasya dengan sigap kembali memeluk erat Kevin dan menciumnya sepuas mungkin


'Tulung...tulung...' ucap Kevin meminta pertolongan pada Kong dan yang lainnya tapi tidak ada jawaban satu pun.


Mereka berangkat pulang ke rumah dengan kecepatan sedang, Aurora sangat bahagia melihat anaknya yang tertidur pulas di pangkuan Tasya seperti waktu kecil dulu.


Virzha membawa Kevin ke kediaman klan Wiliam karena permintaan kakeknya yang ingin berbicara dengan Kevin yang di nobatkan sebagai pahlawan dalam misi kemarin.


Sesampainya di kediaman klan Wiliam Kevin langsung di bangunkan oleh Tasya untuk turun dan beristirahat di kamar saja. Kevin mematuhi saran Tasya dan berjalan masuk ke kamar yang sudah di siapkan oleh Aurora.


Kevin langsung tidur setelah menyentuh kasur yang nyaman, Tasya merasa kasihan pada suaminya yang memikul beban yang sangat berat dari Sang Pencipta.


Keesokan harinya


Kevin bangun dengan badan yang segar dan langsung mandi dan membuat kopi untuk teman sebatnya.


"Sarapan tidak perlu udut nomer satu! moto hidup yang sangat bijak dan membangun!" ucap Kevin pergi ke teras sambil membawa kopinya.


Kevin melihat orang orang klan Wiliam yang sedang jogging di depan rumahnya, saat sedang santai ponselnya tiba tiba berdering.


"Halo, ngapa?" tanya Kevin pada Dion yang meneleponnya.


"Di rumah ayahku." jawab Kevin.


"Aku ke sana ya." ucap Dion.


"Ya ku tunggu." jawab Kevin menutup telepon.


Setelah itu Kevin kembali bengong entah memikirkan apa yang penting bengong itu nikmat jika di barengi kopi dan rokok. Dengan bengong se stres apapun itu akan hilang seketika jika di padukan dengan rokok dan kopi.


"Yang sarapan dulu!" teriak Tasya dari dalam.


Kevin langsung masuk ke dalam untuk sarapan bersama-sama.


"Kamu ngopi sebelum sarapan?" tanya Tasya.


"Iya." jawab Kevin.


"Jangan di biasakan, gak baik buat kesehatan. Kalau habis makan gak papa soalnya lambung udah keisi." ucap Tasya menasehati suaminya.


"Iya maap." ucap Kevin meminta maaf.


Mereka melanjutkan sarapan, selesai sarapan Kevin duduk di teras sambil menunggu kedatangan Dion. Setelah satu jam akhirnya Dion datang sendirian karena istrinya sedang menemani Bella piknik sekolah.


"Ada apa si? kok tiba tiba kesini?" tanya Kevin.


"Gimana kalau kita rekrut satu mage buat ngelengkapin squad kita?" tanya Dion balik yang menemukan ide ini semalam.


"Siapa yang mau?" tanya Kevin.


"Laki ya? hemmm....." ucap Dion berpikir keras.


Saking kerasnya berpikir Kevin masuk ke dalam untuk membuat minum dan saat kembali Dion masih berpikir keras.


"Minum dulu, otakmu beku itu." ucap Kevin menyodorkan es sirup melon.


"Makasih!" ucap Dion menengguk minuman yang di sajikan Kevin hingga habis.


"Kau udah nemu kandidatnya?" tanya Kevin.


"Gimana kalau Brian? atau Rony? atau Rossi?" tanya Dion merekomendasikan pilihannya.


"Kalo kataku sih mending Brian, dua orang yang kau sebut tadi udah punya guild jadi susah buat rekrut mereka. Brian juga kuatkan? skill skillnya gak bisa di pandang remeh, damage area dia kuat, bisa sumon undead juga kan." jawab Kevin.


"Iya sih, gimana kalau kita training dulu? besok di dongeon kelas S? setuju gak?" tanya Dion.


"Boleh boleh, minggu depan ajak dia ya." jawab Kevin setuju.


"Oke oke." Ucap Dion mengacungkan jempol.


Mereka lanjut berbincang bincang hingga Laras menelepon Dion dan minta di jemput sekarang.


"Aku pergi dulu ya, istriku dah pulang minta di jemput dia." ucap Dion pamit.


"Iya hati hati." jawab Kevin.


Dion pun pergi meninggalkan Kevin untuk menjemput istrinya di sekolah Bella. Kevin masuk kedalam rumah untuk mencuci gelas yang si gunakan tadi supaya tidak menumpuk.


Selesai mencuci gelas Kevin memilih untuk menonton TV karena bosan tidak ada orang di rumah, Tasya dan ibunya pergi entah kemana, sedangkan ayahnya pergi rapat dengan petinggi klan tentang tournamen dua bulan lagi.


Di lain tempat


Di sebuah daratan gelap tanpa adanya matahari berdiri sebuah istana megah yang isinya iblis iblis kelas Dewa Iblis yang mempunyai rencana untuk membangkitkan kembali sangat Kaisar Kegelapan atau Kaisar Dewa Iblis yang Agung dari tidur panjangnya.


"Bagaimana rencana kita? apakah sudah siap?" tanya pangeran iblis yang bernama Diablo pada para tetua iblis.


"Belum tuan, kita masih harus mengumpulkan beberapa bahan langka untuk membangunkan tuan besar dan menguasai dunia manusia." jawab salah satu tetua.


"Apa saja yang masih kurang? biar aku sendiri yang mencarinya." tanya Diablo.


"Yang pertama Cakar Raja Vampire, darah kepala Hydra pertama, cakram iblis yang sekarang di pegang oleh Raja iblis di selatan benua, pedang iblis yang kini di pegang kaisar iblis di utara benua, mahkota kaisar iblis yang ada di penyimpanan Kerajaan kita, dan yang terakhir adalah darah murni dari keturunan asli klan Nara sekaligus penerus Kaisar Semesta Dewa Kuno yang terhormat." jawab sangat tetua.


"Akan aku usahakan mendapatkan semua yang tuan besar butuhkan, siapa nama keturunan dewa sialan itu?" tanya Diablo.


"Ashura Bearnet itu namanya dahulu, sekarang berganti menjadi Kevin Wiliam. Istrinya bernama Anastasya Blossom, tuan tinggal ancam istrinya saja jika ingin berhadapan langsung dengannya." ucap sang tetua licik.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang memulai dari yang paling mudah." ucap Diablo pergi.


Di tempat Kevin


Saat ini Kevin masih seru menonton BoBoiBoy hingga tiba tiba sistem menyuruhnya siaga karena akan datangnya masalah besar.


[Tuan! siaga 1! siaga 1!]


"Ada apa?" tanya Kevin.


[Darahmu di incar untuk membangunkan Kaisar Dewa Iblis dan sebagai umpannya nyonya Tasya akan di culik! saya menyarankan tuan untuk menaruh naga dan ular bayangan ke dalam bayangan nyonya supaya tetap terjaga]


"Baik!" ucap Kevin menaikkan kekuatan naga dan ular bayangannya menjadi level Kaisar Dewa supaya maksimal menjaga sang istri.


"Kalian berdua jaga istriku baik baik, jangan sampai tangan iblis yang menjijikkan menyentuh kulitnya yang suci." ucap Kevin serius.


"Siap yang mulia tuan besar!" jawab Naga Kegelapan yang amat panjang serta bertubuh raksasa dan ular berkepala lima yang memiliki tubuh raksasa serta menguasai lima elemen utama.


"Pergi laksanakan misi dariku!" ucap Kevin.


"Baik!" jawab keduanya kompak.


[*Kenapa aku panik? padahal walaupun iblis menjijikkan itu bangkit hanya dengan 50% kekuatan tuan saja iblis itu tidak bisa bergerak lebih! haihh...terlalu berlebihan!*]


'Kong dan Kuro berlatih lah kembali, aku rasa kekuatan kita belum cukup untuk mengatasi kiamat Ragnarok yang tinggal dia tahun setengah lagi. Aku juga akan berlatih melawan para monster kelas Kaisar Iblis mulai besok.' ucap Kevin.


'Baik bos!' ucap Kong dan Kuro serentak.


Kevin mematikan TV lalu pergi ke kamarnya untuk memikirkan langkah selanjutnya yang akan dia pihak.


Bersambung.......