
Dua hari kemudian
Kini Kevin dan Tasya sudah sah menjadi suami istri setelah melakukan acara nikah di dunia jiwa yang di hadiri beberapa Dewa langit dan bawahan Kevin yang ada di dunia Kultivator.
Mereka melakukan pesta meriah yang di ikuti ayah Kevin si Dewa Kuno yang memegang tahta semesta beserta kakek Kevin yang tahtanya belum di ketahuinya.
Saat ini Kevin sedang berada di dalam dongeon kelas Dewa Iblis untuk merayakan hari pernikahannya sekaligus melemaskan ototnya dan mencari pundi-pundi uang dari kristal monster.
Kevin dengan susah payah meminta ijin pada Tasya setelah mengetahui kelas dongeon yang akan Kevin masuki. Bahkan ada acara ngambek juga, jadi Kevin harus membujuk Tasya dan kembali meminta ijinnya.
Akhirnya Tasya mengijinkan Kevin dengan catatan harus kembali tanya luka sedikitpun.
"Mana ini monsternya!!! hoeyyy!!!! susah payah aku minta ijin tapi pas masuk gak ada monster!!! brengs*k!!!" teriak Kevin kesal.
Tiba tiba tanah bergetar hebat dan dari ujung jalan terdapat ribuan monster raksasa kelas Raja Iblis yang menjadi kroco di dongeon kelas Dewa Iblis ini.
"Kroco aja dah sekuat ini! gimana bosnya!! hahaha aku sangat bersemangat!!" teriak Kevin mengeluarkan pedang darah miliknya.
Dengan teknik Dual Sword Kevin melayani ribuan raksasa monster itu. Semangat yang membara membuat tubuhnya tidak kenal yang namanya lelah, energi terus mengalir tanpa henti-hentinya karena energi alam yang melimpah ruah dan cahaya matahari yang terik menjadi sumber yang melimpah bagi Kevin.
Pertarungan yang amat sengit terjadi antara pasukan kelas Raja Iblis melawan Kevin sang Dewa Kuno. Walaupun terus terluka Kevin tidak menyerah melatih penguasaan teknik Dual Sword miliknya.
Setelah menerima luka yang cukup berat, Kevin memutuskan untuk menjaga jarak dan meminum potion penyembuh tingkat Mitos.
"Sepertinya sudah cukup berlatihnya." ucap Kevin menggunakan perfect susanoo nya lalu menyerang kumpulan raksasa monster itu dengan di selingi skill skill miliknya.
Setelah berjam jam bertarung tanpa henti, akhirnya monster kelas Raja Iblis pun habis dengan meninggalkan puluhan luka di tubuh Kevin. Kevin meminum potion penyembuh tingkat Suci yang membuat semua lukanya sembuh dan memulihkan semua energinya yang sudah terbuang sangat banyak.
"Makan dulu sebelum gelud!! apalagi ini buatan ayang! pasti menambah energi dan kekuatan!" ucap Kevin makan dengan lahap bekal yang di buat Tasya.
'Bos, kau harus waspada dengan bos dongeon kali ini, jangan terlalu meremehkan dia. Aku sangat mengenal aura ini.' ucap Kuro.
"Baiklah!!!" ucap Kevin semangat.
'Bisakah kau menyelesaikan nya dengan cepat bos? aku mau cepat cepat makan enak.' tanya Kong.
"Aku usahakan nanti." jawab Kevin setelah puas makan bekalnya yang sangat banyak.
[Musuh segera datang tuan, sebaiknya tuan segera memasukkan inti cristalnya ke cincin sebelum di makan oleh musuh]
Kevin mengibaskan tangannya lalu seketika mayat dan inti cristal yang berserakan menghilang dan masuk ke dalam cincin semesta milik Kevin.
"Aku sudah siap!" teriak Kevin setelah menyimpan wadah bekalnya.
'Boommmmm....'
Raksasa bermata satu dan memiliki enam tangan muncul dengan wajah yang sangat jelas sedang marah besar. Cyclop, nama raksasa itu adalah Cyclop yang sudah di kelas Dewa Iblis.
"Menarik!" ucap Kevin mengeluarkan Ashura Susanoo miliknya yang sudah di gabungkan dengan energi milik Kuro.
Keduanya langsung saling menyerang tanpa menahan kekuatan lagi karena ini adalah pertarungan harga diri yang kalah maka akan mati dan tidak akan bisa bangkit kembali seperti Dewa Iblis lainnya.
'Boommm...'
'Boommm....'
'Duarrrr.....'
'Duarrrr.....'
'Duarrr......'
Ledakan demi ledakan terdengar sangat nyaring hingga membuat tanah di sekitarnya hancur. Kevin yang masih menahan kekuatannya pun kini menambah presentase kekuatannya menjadi 30%.
"Deku!!!" teriak Kevin memanggil nama seseorang.
'Boommmmm.....'
Sebuah Raksasa bertangan tiga pun muncul dengan aura yang sangat mendominasi bahkan Cyclop mundur beberapa langkah karena tertekan aura yang di keluarkan raksasa ini.
(Gitulah gambarannya)
Kevin naik ke atas kepala raksasa itu dan mulai melapisinya dengan perfect susanoo untuk menambah kekuatan raksasa bernama Deku itu.
"Mari kita selesaikan dengan cepat Deku!!!" teriak Kevin.
'Groahhhhhh.....'
Auman raksasa itu saja sudah membuat tubuh Cyclop mengalami beberapa luka. Tak menahan lagi Kevin langsung menyerang habis habisan Cyclop hingga tak berdaya dan akhirnya menusuk dagu Cyclop dengan tombak Deku hingga tembus dan membuat Cyclop mati seketika.
"Kerja bagus Deku!!! sekarang kembalilah!!" ucap Kevin.
Seketika raksasa yang menjadi tunggangan Kevin menghilang dan menyisakan Kevin dengan mayat Cyclop yang harganya tak ternilai.
"Aku kaya!!!" teriak Kevin setelah meminum potion tingkat Mitos.
Setelah memasukkan tubuh Cyclop ke dalam cincin Kevin pun masuk ke dalam dunia jiwa untuk membagikan inti cristal pada para hewan Dewa.
"Jangan berebut! makan dengan tenang aku mau istirahat." ucap Kevin.
"Siap bos!!" teriak Kong gembira.
Setelah selesai berendam dan membersihkan tubuhnya, Kevin keluar untuk menemui Tasya dan makan siang bersama.
[*Peningkatan kekuatan tuan sangat di luar akal sehat!! kekuatannya sudah sepenuhnya bangkit tapi waktu itu hanya aku batasi sampai 50% saja tapi kini sudah meningkat sampai 80% akibat pertarungan tadi! benar benar di luar nalar*]
Kemunculan Kevin di ruang makan membuat Tasya lega walaupun masih terdapat sedikit bekas luka yang mulai menghilang efek dari elemen kayu dan regenerasi sel dari darah Dexter yang sudah mengikat kontrak dengan Kevin.
"Syukurlah kamu selamat!" ucap Tasya memeluk erat Kevin.
"Iya iya, boleh aku makan sekarang?" tanya Kevin.
"Tentu." jawab Tasya mengelap air matanya lalu ikut makan bersama Kevin.
Setelah selesai makan Kevin dan Tasya menghabiskan waktu bersama dengan menonton tv yang sedang menayangkan kejadian portal break.
'Oh ya Bob, Tasya ada di kelas apa?' tanya Kevin penasaran.
[Dewa Putih tuan]
'Dewa Putih? ada tingkatan di atas Dewa Semesta?' tanya Kevin bingung.
[Ada dua tingkatan tuan, Dewa Putih dan Kaisar Semesta. Namun dua tingkat itu jauh lebih lemah dibandingkan dengan kekuatanmu yang sekarang]
"Kamu Hunter juga yang?" tanya Kevin.
"Iya hehe...." jawab Tasya nyengir.
"Kelas apa?" tanya Kevin.
"Masih di Dewa Alam, lebih lemah dari kamu." jawab Tasya bohong.
'Merendah untuk meroket.' ucap Kevin dalam hati.
"Bagus!" ucap Kevin mengacungkan jempol.
Setelah puas menonton tv Kevin memilih untuk jalan jalan keluar rumah sebentar bersama tiga hewan peliharaannya yang sangat semangat sekali.
Saat baru keluar rumah, Kevin di sambut dengan orangtuanya yang datang berkunjung bersama dua adiknya.
"Mau kemana kau bocah tengik!" tanya Virzha ngegas.
"Jalan jalan lah." jawab Kevin santai sambil merokok.
"Di rumah kosong dong?" tanya Aurora.
"Ada orang kok, masuk aja. Calon mantu." jawab Kevin langsung pergi begitu saja.
Aurora yang mendengar ucapan Kevin langsung keluar dari mobil dan berlari secepat kilat masuk ke dalam rumah. Dan benar saja di dalam rumah ada seorang wanita cantik yang sedang membereskan dapur sembari mencuci pakaian di mesin cuci.
Aurora dengan gembira menyapa Tasya dan mengajaknya ngobrol dengan menjelaskan siapa dirinya hingga melupakan anak dan suaminya.
Sedangkan Kevin masih terus berjalan hingga ke taman komplek lalu duduk sebentar sembari menghirup udara sore hari. Setelah puas, Kevin mengajak hewan peliharaannya pulang melewati jalan tadi.
Saat berjalan di depan rumah tetangga sebelah Kevin di sapa oleh suara yang tak asing. Ya, suara itu adalah Dion yang pindah rumah karena keinginan istrinya yang ingin dekat dengan Tasya.
"Kau beli rumah disini?" tanya Kevin.
"Iya, kebetulan kemarin waktu aku kesini terakhir kali ada plang pengumuman kalau rumah ini di jual, ya aku foto kalau penting jugakan. Ehhh..kemarin istri ku merengek mintak pindah biar deket sama Tasya. Ya udah langsung aku hubungin yang punya rumah dan langsung deal dengan harga yang lumayan murah buat rumah semewah ini." jawab Dion menjelaskan dengan rinci.
"Baguslah, kalau aku lagi pergi dia bisa ke sini buat cari hiburan atau sekedar ngobrol sama istrimu." ucap Kevin lega.
Mereka ngobrol sebentar lalu Kevin pamit pulang karena di tunggu ayah dan ibunya di rumah. Sesampainya di rumah, Kevin langsung di suguhkan dengan masakan yang sangat banyak dan terlihat lezat.
"Ayah, siapa yang memasak ini semua?" tanya Kevin pada ayahnya yang sedang menonton tv bersama anak bungsunya.
"Biasa, ibumu tercinta yang memasak ini semua untuk calon mantunya." jawab Virzha.
"Ohh gitu." ucap Kevin memberi makan hewan peliharaannya yang sangat kelaparan akibat berlarian di taman komplek tadi.
Setelah itu Aurora memanggil semua orang di sana untuk segera makan malam.
"Kamu ikut masak yang?" tanya Kevin pada Tasya.
"Iyaa, tadi juga di ajarin masak sama mamah." jawab Tasya tersenyum senang.
"Ohh gitu." ucap Kevin mangguk mangguk.
"Kamu tadi bicara sama siapa di depan nak?" tanya Aurora pada Kevin.
"Dion, dia pindah ke sebelah soalnya istrinya pengen jadi bestienya Tasya." jawab Kevin.
"Bagus dong, Tasya ada teman kalau kamu pergi kerja." ucap Aurora.
"Iya." ucap Kevin.
"Ayah kita menginap di sini kan? adekkan libur tiga hari." tanya adik paling kecil Kevin yang bernama Joseph Bailly.
"Iya kita nginep dua hari disini." jawab Virzha mengelus kepala anak bungsunya itu.
"Yeyyy..." teriak Joseph kesenangan.
Setelah makan malam mereka bersantai di ruang keluarga sambil berbincang bincang ria, sedangkan Kevin langsung pergi tidur karena kelelahan.