
Keesokan harinya
Kevin bangun jam 10 pagi karena di bangunkan Tania yang minta di temani sarapan.
"Ayang bangun, aku laper." ucap Tania membangunkan Kevin.
"Makan lah yang." ucap Kevin masih memejamkan mata.
"Temenin." ucap Tania manja dengan ikut tidur di dada Kevin sambil menggesekkan kepalanya seperti seekor kucing.
"Iya bentar, aku cuci muka dulu." ucap Kevin bangun lalu pergi cuci muka.
Setelah itu Kevin mengajak Tania untuk sarapan di ruang makan.
"Ayang mau makan apa? biar aku masakin." tanya Tania melihat rak dapur.
"Telor orak arik aja, nanti di kasih kecap di nasinya." jawab Kevin dengan nada yang masih ngantuk.
"Okei!" ucap Tania mulai memasak untuk Kevin.
Selesai memasak menu yang di pesan Kevin, dia kemudian memasak untuk dirinya sendiri. Setelah semua beres mereka berdua pun makan bersama dengan nikmat.
"Vin!" panggil Deni dari pintu kamarnya.
"Aku di ruang makan!" teriak Kevin.
"Ohh dah bangun, ayo buruan, katanya mau ke Asosiasi Petualang!" ucap Deni.
"Bentar, habis makan kita berangkat." ucap Kevin.
"Aku tunggu ya di teras." ucap Deni.
"Yo.." Kevin lanjut makan masakan Tania.
Setelah selesai makan, mereka berdua segera bersiap untuk pergi ke Asosiasi petualang. Kevin memakai setelan yang kemarin dia pakai, sedangkan Tania memakai cadar untuk menutup setengah wajahnya.
Setelah semua selesai, Kevin dan Tania pun keluar kamar untuk menemui yang lainnya.
"Ayok." ajak Kevin melompat ke atas atap Villa di ikuti Tania.
"Gas!" ucap Deni ikut melompat ke atas bersama Dion, Riski, Agus, Demian, dan Rizal paling belakang.
"Kita mau ngapain yang?" tanya Tania di sela sela mereka melompat dari atap ke atap.
"Naikin pangkat plat Petualang kalian, habis itu kita ambil misi sebentar." jawab Kevin.
"Oke!" ucap Tania mengacungkan jempol.
Setelah 25 menit, mereka pun sampai di halaman gedung Asosiasi petualang yang bertingkat dua. Di sana terdapat berbagai petualang dengan pangkat yang bermacam macam dari A sampai Expert.
Kevin menyuruh mereka segera mengikuti test, sedangkan dirinya akan memilih misi untuk mereka.
"Permisi.." ucap Kevin di antara banyaknya petualang yang juga mau cari misi.
Mendengar suara Kevin, para petualang yang berkerumun itu langsung membuka jalan sambil keringat dingin.
'Misi apa yang cocok ya?' batin Kevin bertanya-tanya.
[Misi mencari kulit badak bercula empat tuan! misi ranking S, cocok untuk teman teman tuan]
Kevin dengan cepat mengambil misi itu lalu pergi begitu saja.
"Aku ambil misi ini untuk 8 orang." ucap Kevin pada Anya yang sedang berjaga di tempatnya.
"Silahkan isi data dirinya tuan, sebagai perwakilan saja." ucap Anya.
Kevin mengisi data dirinya, setelah itu Kevin menghampiri Tania yang sedang duduk dengan beberapa orang yang sedang menggodanya.
"Mana yang lain?" tanya Kevin pada Tania yang membuat para pria yang tadi menggoda langsung kabur.
"Masih test." jawab Tania memeluk tangan Kevin dengan manja.
Kevin menunggu yang lainnya sambil duduk di samping Tania yang sedari tadi memeluk lengan Kevin. Setelah 1 jam, Dion dan yang lain pun datang dengan membawa sebuah plat diamond bertanda kalau mereka sudah mencapai petualang rank Expert.
(Note: plat Perunggu\= Rank A-SS
plat Silver\= SSS-SSS+
plat Diamond\= Expert-Emperor
plat Diamond bermanik Emas\=Supreme)
"Kau dah ambil misi Vin?" tanya Deni.
"Udah, ayo berangkat ke hutan iblis." jawab Kevin berdiri.
"Gas!" ucap Deni semangat.
Mereka terbang menuju ke Hutan Iblis, tempat yang sebelumnya Kevin bertarung dengan Ular Iblis. Setelah terbang selama 30 menit, mereka pun sampai di bagian terluar hutan Iblis.
"Apa misinya?" tanya Dion.
"Ambil kulit badak bercula empat sebanyak 100 lembar kulit!" jawab Kevin.
"Banyak bet!" ucap Agus kaget.
"Mau uang gak?" tanya Kevin.
"Ck! pake tanya! jelas butuh lah!" jawab Agus semangat.
"Gas!!!" ucap Kevin tersenyum di balik topengnya.
Mereka masuk kedalam hutan Iblis dengan semangat menggebu gebu. Sesampainya di tempat yang sudah di beri tanda oleh sistem, mereka langsung menggila menyerang ribuan badak bercula empat yang tiba tiba menyerang.
[Tuan, daging monster ini sangat lezat! lumayan untuk stok bahan makanan jika sedang perjalanan jauh]
"Jangan bakar dagingnya!" teriak Kevin terus membunuh para badak yang lumayan kuat itu.
"Oke!" jawab Deni yang sedang bercombo dengan Agus.
15 menit kemudian akhirnya mereka pergi dengan meninggalkan kerumunan badak yang semakin banyak itu karena bahan yang mereka butuhkan sudah lebih dari cukup.
"Istirahat dulu vin!" ucap Rizal berhenti di salah satu pohon yang di jadikan injakan.
Kevin berhenti untuk memberi waktu teman temannya beristirahat, sambil menunggu teman temannya istirahat, Kevin mengajak Tania pergi ke sebuah sungai yang terdapat air terjun di sana untuk ngobrol santai.
"Bagus banget!" ucap Tania kagum.
"Duduk sini, istirahat dulu." ucap Kevin menepuk-nepuk batu tempatnya duduk memandangi air terjun yang indah.
Tania menurut, dia terus memandang ke arah air terjun yang sejenak menghilangkan rasa stress di kepalanya.
"Gimana? enakan?" tanya Kevin membela rambut halus Tania dengan lembut.
"Iya, lebih enteng rasanya." jawab Tania tersenyum tulus.
"Udah kamu tenangin diri di sini dulu, biar lebih plong." ucap Kevin tersenyum senang.
Tania menghela nafas panjang sambil memandang ke arah air terjun yang indah. Sebutir air menetes di mata indahnya.
"Kalau mau nangis, nangis aja, gak usah di bendung. Gak baik buat mental kamu, cerita semuanya ke aku." ucap Kevin peka.
Tania memeluk tubuh Kevin dengan erat lalu menangis sekeras mungkin untuk mengeluarkan kesedihan yang sudah dia pendam selama ini. Tania menceritakan semua yang di alaminya selama ini, pembicaraan semalam dengan Laras dan harapannya dalam hubungan ini.
"Iya udah udah, nanti di coba lagi ya, mungkin Tuhan belum kasih kita kepercayaan sebagai orang tua. Jadi sabar aja, lagian kamu juga subur subur aja kok, cuma kita jarang lakuin itu aja." ucap Kevin yang sama persis dengan ucapan Laras semalam.
"Kalau aku gak bisa hamil gimana?" tanya Tania.
"Tinggal adopsi, gak ada masalah kan? gampang, gak perlu di pikir dalam dalam." jawab Kevin tersenyum manis.
"Ayang enggak bakal cari yang lain?" tanya Tania dengan tatapan penuh harapan.
"Enggak lah, lagian kamu aja udah yang paling sempurna di mataku." jawab Kevin memeluk erat Tania.
Tania jadi lega, dia membalas pelukan Kevin dengan lebih erat. Tania membasuh mukanya supaya lebih segar, setelah itu mereka berdua kembali menemui teman temannya untuk melanjutkan perjalanan.
"Ayo!" ajak Kevin.
Deni dan yang lain langsung beranjak dari duduknya lalu mengikuti pergerakan Kevin dan Tania yang kecepatannya lebih cepat 2x lipat dari mereka.
"Pelan pelan Vin! anj*ng!!" teriak Demian kesal.
"Ini dah paling lambat su!" teriak Kevin kesal.
"Bang*at!" umpat Demian.
Setelah 20 menit melompat dari pohon ke pohon, mereka pun akhirnya sampai di Asosiasi Petualang yang masih seramai tadi pagi.
"Kalian kalau mau balik, balik duluan aja. Aku mau kumpulin misi dulu, nanti uangnya ku bagi di rumah." ucap Kevin.
"Ya udah, aku balik duluan." ucap Deni pergi bersama Agus.
"Duluan ya Vin!" ucap Dion pergi diikuti Demian dan yang lain.
Kini Kevin dan Tania pergi mengumpulkan misi yang sudah mereka kerjakan di tempat Anya, setelah semua beres dan mendapatkan bayaran sesuai hasil kerja, mereka pun kembali ke Villa untuk beristirahat.
"10.000 koin diamond untuk kulit begitu? mahal banget!" gumam Kevin kaget.
"Bersyukur aja sayang." ucap Tania yang sifatnya kembali seperti semula.
[Hah! nyonya sudah kembali ke moodnya!]
'Yess!!!' teriak Kong gembira.
"Iya sayang." ucap Kevin mengecup kening Tania setelah membuka topeng nya.
"Kamu makin tampan." ucap Tania memuji Kevin.
"Iya lah! siapa dulu!" ucap Kevin sombong.
"Suamiku!" jawab Tania bangga.
Mereka berdua tertawa gembira bersama-sama sambil berjalan menuju Villa.
Sesampainya di Villa, Kevin melihat Virzha sedang di teras bersama Aurora dengan mimik wajah yang masih merasa bersalah.
"Gimana vin? dapat banyak?" tanya Virzha.
"Mantap!" jawab Kevin mengacungkan jempol.
"Makan makan nih!" ucap Virzha tertawa kecil.
"Beres dah!" jawab Kevin di sambut tawa kecil Tania.
Kevin pun masuk ke dalam Villa bersama Tania yang terus menggandeng tangannya.
"Dapet berapa vin?" tanya Deni dengan cepat.
"10.000 koin diamond!" jawab Kevin di sambut teriakan gembira Deni dan Agus.
"Judi!!! aku datang!!!" teriak Deni.
"Kita harus hemat bodoh! nanti tidak bisa beli senjata baru!" ucap Agus memukul kepala Deni.
"Oh iya! hampir aku lupa!" ucap Deni menepuk jidat.
"Aku bersih bersih dulu, habis itu kita bagi hasil!" ucap Kevin.
"Siap ndan!" jawab mereka berdua memberi hormat.
Kevin masuk ke dalam kamar untuk bersih bersih badan. Setelah selesai, Kevin pergi ke ruang keluarga tempat teman temannya biasa berkumpul, sedangkan Tania pergi ke dapur untuk ikut membuat makan sore.
"Gajian!! woooo!!!" teriak Riski heboh.
"Kita bagi 1.250 ya masing-masing! Tania juga dapet, aku juga dapet, semua dapet!" ucap Kevin.
"Yang penting rata!" ucap Demian tidak sabar.
Setelah itu Kevin mulai membagi rata koin diamond hasil dari tadi menjalankan misi.
"Wohooo!!! seneng bat aku cok!!!" teriak Riski heboh.
"Diem blok!" ucap Deni kesal dengan kegilaan Riski.
"Ayang makan!" teriak Tania dari dapur.
"Tuh, dah mateng! gas makan besar kita!" ucap Kevin di sambut cepat teman temannya.
Mereka berlari ke ruang makan untuk segera makan karena sudah sangat kelaparan.
"Wuihhh! makan mewah!" ucap Deni gembira.
"Jangan kalap loh kalian bertiga! bagi bagi ke yang lain!" ucap Laras memperingati Riski, Deni, dan Agus.
"Kalian ambil duluan! kita habisin sisanya!" ucap Agus memerintah.
"Ayang mau makan apa?" tanya Tania pada Kevin.
"Bebas, semua enak!" jawab Kevin tak sabar.
Tania hanya tertawa kecil lalu mengambilkan nasi serta beberapa lauk di piring Kevin.
Mereka pun mulai makan bersama-sama dengan di selingi canda dan tawa.
[Tuan!!!!! dua adikmu sudah di temukan!!!]
'Di mana?!' tanya Kevin semangat.
[Sedang di Kerajaan! mereka sedang di penjara karena mencuri makanan!]
'Ahh sialan! nanti setelah makan aku jemput mereka!' ucap Kevin.
Kevin makan dengan sangat lahap, hingga setelah makanannya habis di wajahnya terpampang wajah puas dan kekenyangan yang membuat Tania senang.
"Ayah habis ini ikut aku ya." ucap Kevin masih teler karena kekenyangan.
"Kemana?" tanya Virzha.
"Ikut aja, nanti ayah tau sendiri." jawab Kevin.
"Ya udah." ucap Virzha menurut.
Setelah itu Kevin di ajak Tania masuk ke kamar untuk setoran kenikmatan.
Bersambung.....