
Satu Minggu berlalu
Saat ini Kevin sedang pergi menghadiri pernikahan Zet karena di ajak ayah dan ibunya yang di undang oleh Raja yang memerintah kota Jakarta. Di sana terdapat berbagai hidangan mewah dan banyak orang orang penting yang juga di undang sang Raja.
"Masih muda kok masih jadi budak ortu! menjijikkan!" gumam Kevin melihat wajah Zet yang sama sekali tidak bahagia.
'Bos jangan begitu, nanti kalau bos di paksa menikah bagaimana?' ucap Kong.
'Ya tinggal nikah, kan dah ada kartu jodoh bodoh!' ucap Kevin.
'Oh iya juga ya.' ucap Kong lupa.
Saat sedang menikmati es krim di meja yang sama dengan keluarga nya, tiba tiba Aurora memohon sesuatu pada Kevin.
"Nak, boleh ibu meminta sesuatu?" tanya Aurora cengar-cengir.
'Sial!!' umpat Kevin dalam hati.
"A-a-apa yang ibu minta?" tanya Kevin tergagap.
'Aku bilang apa bos!!! hahahaha!!!!!' ucap Kong tertawa lepas.
"Anu....ibu minta kamu supaya segera menyusul Zet." ucap Aurora.
"M-maksud ibu?" tanya Kevin menggaruk kepalanya.
"Cepatlah menikah, ibumu mau cepat cepat punya cucu." jawab Virzha mengungkapkan maksud istrinya.
"Setelah turnamen ya ibu, nanti kalau aku menikah takutnya fokus ku terbagi dua." ucap Kevin mencari alasan.
"Ibu pegang ucapanmu ya Kevin! kalau sampai kamu ingkar janji ibu tidak akan memberikan uang saku selama setahun penuh dan tidak akan memasakkan makanan kesukaanmu selama satu bulan penuh." ucap Aurora.
"Baik Bu." jawab Kevin lega karena hukuman ibunya sangat ringan.
'Huuuuuu....bos cupu!!!! mau menikah saja harus nunggu 3 bulan!!!! tidak punya nyali!!! harusnya sat set sat set selesai jadi anak!!!' ucap Kong mengejek Kevin.
'Aku belum siap bodoh! kalau nanti aku cerai di tengah jalan bagaimana? kalau dia bosan dengan ku bagaimana? kalau dia benci padaku bagaimana?' ucap Kevin takut.
'Hemphhh....mengahadapi Dewa Iblis saja berani masak berumah tangga saja ketakutan! cupu sekali!!!' ucap Kong.
'Sialan kau Kong!!! baiklah baiklah nanti aku akan gunakan kartu sialan itu!!! bajing*n kau simpanse sialan!!!' ucap Kevin mengumpati Kong.
'Hahahaha....itu baru pria!' ucap Kong senang karena berhasil mengompori bosnya.
Saat kembali ke rumah, Kevin langsung masuk ke kamarnya untuk bersiap menggunakan kartu jodoh miliknya.
"B-bagaimana cara gunakan ini Bob?" tanya Kevin dengan tangan gemetar.
[Santai saja tuan, tuan tinggal bayangkan wanita idaman tuan lalu katakan "Jodohku datanglah ke hadapanku, aku sangat menginginkan mu!" begitu. Oh ya, harus dengan nada yang dramatis ya!]
"Bob bangs*t!!! kau sekongkol dengan simpanse itu ya!!!" teriak Kevin kesal.
[Bos mau punya istri idaman tidak?]
"Y-ya.." jawab Kevin pasrah.
[Ya sudah laksanakan]
"Anj*ng kau Bob!!! bangs*t!!" umpat Kevin.
'Ayo cepat tuan! aku ingin lihat wanita idaman mu!' ucap Kong sambil tertawa terpingkal-pingkal di dunia jiwa.
"Jodohku datanglah ke hadapanku, aku sangat menginginkan mu!" ucap Kevin lantang sambil menutup mata.
'Woshhh.....'
Angin kencang berhembus di dalam kamar Kevin dan tiba tiba suara wanita yang lembut memanggil.
"Permisi, apakah kamu Ashura Bearnet?" tanya suara itu.
Kevin membuka matanya perlahan dan langsung ternganga lebar melihat seorang wanita di depannya.
(Itu gambarannya, sorry yak kalau males ceritain dengan rinci. Mon maap yak)
"Haloo..." panggil wanita cantik di depan Kevin.
Kevin tersadar seketika dan sedikit menjauhkan diri.
'"I-itu namaku yang dulu, sekarang namaku Kevin William." jawab Kevin tergagap karena tubuhnya yang bergetar hebat entah karena apa.
"Ohh..kamu tidak papa? tubuhmu bergetar hebat." tanya wanita itu khawatir dengan kondisi tubuh Kevin.
"T-tidak apa apa kok, kamu siapa? kok tiba tiba ada di kamarku?" tanya Kevin setelah menjawab pertanyaan wanita itu.
"Aku mencari jodohku dengan sebuah kartu dan tiba tiba teleport ke tempat ini." jawab wanita itu.
"J-jangan jangan kamu juga menggunakan kartu itu!" teriaknya tersadar.
"Eeee....bisa di bilang begitu hehe..." jawab Kevin masih dengan tubuh yang bergetar hebat.
"J-jadi kita ini j-jodoh?" tanya wanita itu tidak percaya.
"Y-ya..." mulut Kevin reflek mengucapkannya.
Hening.....
"A-aku akan tidur di ruang keluarga, kamu tidur di kamarku saja." ucap Kevin setelah hening beberapa saat dan langsung ngacir pergi begitu saja.
"Dia kenapa? tapi ya sudahlah, dia juga lumayan tampan dan masih polos. Dan yang terpenting dia terlihat sangat baik dari pria pria yang aku temui belakangan. Aku suka itu, sesuai kriteria ku." ucap wanita itu tersenyum senang.
Kini Kevin sedang mondar-mandir di ruang keluarga seperti orang aneh.
'Tidak aku sangka seleramu sangat bagus sekali bos! walaupun oppainya tidak mantap tapi itu semua tertutupi oleh kecantikan yang luar biasa!' ucap Kong kagum.
'Tapi bos, kau tadi seperti orang bodoh yang takut dengan wanita!' ucap Kuro terus terang.
'Aku seumur hidup belum berhubungan dengan satu wanita manapun, jadi aku gerogi parah! apalagi kecantikannya yang di luar dugaan ku.' ucap Kevin.
[Lalu wanita yang di kehidupan tuan sebelumnya siapa?]
'Dia? dia hanya asisten perempuan ku saja, aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, dia juga sudah punya pasangan sendiri.' jawab Kevin.
[Tuan santai saja, sekarang tidurlah. Banyak kamar di rumah ini jangan tidur di ruang keluarga]
"Haihhh.....aku lebih nyaman di sofa empuk ini dari pada di kasur yang tidak pernah aku tempati." ucap Kevin merebahkan tubuhnya di sofa yang nyaman lalu menghidupkan tv agar tidak sunyi.
Walaupun sudah memaksakan untuk tidur, Kevin masih tetap terjaga sampai pukul 02.00 malam karena selalu memikirkan wajah wanita tadi.
"Mending main PS!!" ucap Kevin menyalakan PlayStation miliknya dan melanjutkan game GOW Ragnarok.
Saat sedang fokus tiba tiba wanita tadi menghampiri Kevin dan duduk di sampingnya.
"Kenapa belum tidur?" tanya wanita itu.
"Kenapa? memikirkan aku ya?" tanya wanita itu menggoda Kevin.
"PD sekali, aku tadi sore terlalu banyak minum kopi jadi susah tidur." jawab Kevin setelah menghisap rokok nya.
"Jangan banyak merokok, sayangilah paru parumu." ucap wanita itu memperingati Kevin.
"Biarkan saja, lagian tidak ada yang memperdulikan kesehatanku kecuali ibuku seorang saja. Jika aku mati pun mungkin mereka akan sedih sebentar lalu melupakanku begitu saja." ucap Kevin tidak perduli.
"Aku mengkhawatirkan mu karena kamu calon suamiku, aku tidak mau menjanda dengan umur muda. Namaku Anastasya Blassom, panggil saja Tasya, kurangi rokokmu ya sayang..." ucap wanita yang bernama Tasya itu pergi setelah mencium pipi Kevin.
Kevin mematung beberapa menit merasakan kecupan dari wanita tercantik yang pernah dia temui.
[Wahhhhhhh....tuan di cium!!!!!]
'Hahahaha....bos perjaka kita sedang kasmaran!!!!' teriak Kong tertawa lepas.
Dexter yang semulanya sangat cool ikut tertawa terpingkal-pingkal karena terbiasa dengan kelakuan Kong dan Kuro yang rusuh dan konyol.
'Auuuuuuuuu....'
Timy menggulingkan tubuhnya tanda ikut tertawa terbahak bahak.
'Bob!!!!! kau lihat hahh!!! kau lihat!!!! hahaha akhirnya aku merasakan kecupan cinta dari seorang wanita selain ibuku!!!!! besok lusa beri aku dongeon kelas Dewa Iblis!!!! aku akan berikan semua cristalnya pada makhluk makhluk bodoh ini sebagai perayaan!!! hahahaha....' teriak Kevin dalam pikirannya.
[Baik tuan!!!]
'Makan enak!!! akhirnya kita makan cristal yang bergizi tinggi!!' teriak Kong bahagia.
Kevin mematikan PlayStation miliknya lalu tidur dengan nyenyak hingga mimpi yang sangat indah.
Keesokan harinya
Kevin bangun dari tidurnya dan langsung melihat pemandangan yang begitu indah, Kevin melihat wajah Tasya yang begitu indah sedang memeluknya dengan erat. Wajah Tasya di tenggelamkan ke dada Kevin yang kekar yang membuatnya menjadi lebih imut.
"Bangun, aku mau mandi." ucap Kevin membangunkan Tasya.
Tasya terbangun dan langsung melepaskan pelukannya lalu kembali tidur karena masih mengantuk. Kevin menggelengkan kepalanya lalu pergi mandi membersihkan tubuhnya.
Setelah mandi Kevin sarapan dengan sereal sambil menonton YouTube. Selesai sarapan Kevin membuat kopi lalu membawanya ke teras untuk pendamping sebat nya.
Kevin melihat tiga hewan peliharaannya bermain sambil senyum senyum sendiri.
[Tuan, kau tidak mau belanja bulanan? stok makananmu menipis dan kau harus membelikan baju untuk calon istrimu]
"Nanti sore saja, lagian jam segini ngapain ke supermarket kek orang gabut aja." ucap Kevin.
[Terserah mu saja tuan]
Tak lama Tasya datang menghampiri Kevin dan bertanya soal pakaian.
"Sayang, bisa antarkan aku beli baju?" tanya Tasya.
"Pakai bajuku dulu di lemari, nanti sore kita beli sambil belanja bulanan." jawab Kevin.
"Okai." ucap Tasya kembali masuk ke dalam.
Sorenya
Kevin dan Tasya pergi ke supermarket untuk belanja bulanan terlebih dahulu lalu setelah itu dia mengajak Tasya ke mall untuk membeli baju.
Saat sedang menemani Tasya memilih baju, tiba tiba dia di kagetkan dengan kedatangan Dion bersama istri dan anaknya yang juga sedang belanja baju baru untuk anaknya yang akan pergi bertamasya besok.
"Paman Kevin!!" teriak Bella berlari memeluk Kevin.
"Ehhh..ada Bella, ngapain disini? mau beli baju ya?" tanya Kevin memeluk Bella sambil mencium pipinya yang tembem.
"Sudah tau ini toko baju, berarti Bella ingin beli baju dong! bagaimana si paman Kevin ini! hemphhhh...." jawab Bella kesal.
"Iya iya paman salah." ucap Kevin tertawa.
"Yang ini cocok tidak sayang?" tanya Tasya tidak sadar ada Dion dan keluarganya.
"Cocok cocok." jawab Kevin kagum dengan gaun yang di pilih Tasya.
"Ehhh....." reflek Laras dan Dion bersamaan.
"Itu siapa paman?" tanya Bella belum pernah melihat Tasya sebelumnya.
"Kenalin nih, namanya tante Tasya, dia calon istri paman. Bella mau di gendong?" jawab Kevin.
"Mauuu...." jawab Bella merentangkan tangannya.
Tasya menyambut tubuh Bella setelah mengembalikan gaun yang dia pilih ke cantolan.
"Bella umurnya berapa tahun?" tanya Tasya.
"Tujuh tahun tante, kalau tante berapa?" tanya Bella balik.
"Tante Tasya umurnya masih 20 tahun, ayok Bella mau beli bajukan? biar tante bantu pilih." jawab Tasya menawarkan bantuan.
"Let's go!" ucap Bella semangat.
Bella dan Tasya pergi memilih baju bersama sama sembari membentuk hubungan antara keduanya.
"Vin, kau gak bercanda kan?" tanya Dion masih kaget.
"Enggaklah, ngapain juga aku bercanda! aneh aneh aja." jawab Kevin serius.
"Kapan kau ketemu dia?" tanya Dion.
"Dah dua tahun aku kenal dia." jawab Kevin bohong.
"Syukurlah kalau dah lama." ucap Dion lega.
"Kapan kamu nikahnya Vin?" tanya Laras penasaran.
"Habis turnamen rencana resepsi nya, tapi kalau nikahnya secepatnya." jawab Kevin.
"Jangan lupa undangannya ya." ucap Laras tersenyum senang.
"Gak bakalan lupa." jawab Kevin tersenyum.
Setelah menunggu selama satu jam bersama Dion di depan toko akhirnya keduanya di panggil untuk urusan pembayaran.
"Uihhh.... banyaknya kamu beli yang." ucap Kevin kaget dengan belanjaan Tasya.
"Hehe...." Tasya hanya bisa nyengir dan memeluk lengan Kevin sambil menggesek-gesekkan kepalanya.
Kevin menarik nafas panjang lalu membayar semua baju yang Tasya pilih. Setelah selesai mereka pun pulang ke rumah untuk menata barang barang yang di beli tadi.
Di rumah setelah menata barang Kevin berniat ingin tidur di sofa namun di larang oleh Tasya dan menyuruh Kevin untuk tidur di kamar bersama.
Karena sudah hampir larut, mereka pun tidur bersama dengan Tasya memeluk Kevin dengan erat.