
Saat sedang asik dengan fantasinya, Kevin sadar karena di cium pipinya oleh Tania yang lama sekali jajan, dia datang membawa banyak sekali camilan di tangannya membuat Kevin geleng-geleng.
"Aku kalap yang hehehe...." ucap Tania membuat Kevin menepuk jidatnya.
"Dah di makan dulu." ucap Kevin lembut sambil mengusap usap kepala Tania.
Kevin mengambil ponselnya dan menanyakan soal kamar pada Dion.
'Kau pesan kamar berapa?' tanya Kevin melalui WA pada Dion.
'Satu lah! enak aja suruh bayarin kalian!' jawab Dion cepat.
'Oh ya udah.' Kevin mengakhiri pembicaraan dan kembali bermesraan dengan Tania yang sudah mengobok obok hatinya.
'Kau seperti anak SMP yang baru pacaran bos! alay!' ucap Kong mengejek Kevin.
'Bekantan sialan! awas kau ya!' ucap Kevin kesal selalu di ejek Kong setiap sedang asik dengan lamunan dan yang dia lakukan saat itu.
'Hahahaha....bos baperan!' ucap Kong tertawa puas.
[*Bagus! tuan sudah lupa dengan wanita itu! misi perlahan-lahan mulai berjalan lancar!*]
Sistem sangat senang dengan aktivitas Kevin yang mulai tanpa beban dan berjalan bebas seperti arus sungai.
"Kenyang..." ucap Tania manja menatap Kevin dengan bola mata indahnya.
"Nohh kan! untung aku tadi gak pesen." ucap Kevin tertawa geli prediksinya benar-benar terjadi.
"Lambung ku kan enggak sebesar kamu!" ucap Tania sedikit kesal.
"Minum dulu nanti seret." ucap Kevin menyodorkan minuman yang di berikan Tania tadi.
"Maacih ayang!" ucap Tania manja lalu meminum minuman yang di berikan Kevin.
Saat sedang asik bermesraan dengan Tania, Demian bersama pacar barunya datang dengan membawa beberapa camilan sekaligus minumannya.
"Vin, boleh ngomong bentar, empat mata." ucap Demian pada Kevin.
"Kamu di sini dulu ya, ngobrol sama pacarnya demi dulu." ucap Kevin mengelus kepala Tania dengan lembut.
Tania menganggukkan kepala dengan antusias karena sudah lama tidak berbicara dengan sesama wanita.
Kevin dan Demian pergi ke sebuah taman dekat alun alun kota yang sudah sangat sepi karena hampir larut malam. Mereka di sana ngobrol panjang lebar sambil merokok membicarakan tentang skill, pil, potion, dll.
"Kau mau bicara apa tadi?" tanya Kevin setelah hening beberapa saat.
"Cewek tadi orang tuanya udah gak ada vin, dia juga lagi hamil 3 minggu karena di perkosa di gang kecil. Aku mau minta pendapatmu soal gimana ngadepin ini, soalnya aku sudah anggap kau sebagai kakakku sendiri." jawab Riski.
"Ini tergantung isi paling dalem hatimu, kalau mau nikahin dia ya aku setuju setuju aja. Lagian aku lihat kalian juga saling suka. Gak ada salahnya kalau nikahin cewek yang sudah hamil anak orang lain, cuma ya gak etis aja. Gak etis bukan berarti gak baik lo ya." ucap Kevin menasehati Demian.
"Aku bimbang vin." ucap Demian menundukkan kepala.
"Sekarang aku tanya, hatimu berkata apa tentang masalah ini?" tanya Kevin.
"Maju." jawab Demian cepat.
"Ya udah sana pasang cincin ini ke jari manisnya tanda kau melamarnya." ucap Kevin menaruh cincin berlian di tangan Demian yang sedang syok mendengar jawabannya sendiri.
Melihat Demian yang masih diam di sana membuat Kevin sedikit kesal.
"Kau pria kan? kalau kau pria, kau tidak akan menarik kembali ucapanmu sendiri." ucap Kevin pergi meninggalkan Demian.
Kevin kembali menemui Tania yang sedang asyik mengobrol dengan pacarnya Demian.
"Udah yang?" tanya Tania yang melihat Kevin duduk di sampingnya.
"Udah, tadi cuma bicara hal kecil jadi gak lama deh." ucap Kevin tersenyum manis.
"Ini kenalin, namanya Dita, dia petualang tingkat SSS+ yang sebentar lagi naik ke tingkat Pembentukan Qi." ucap Tania mengenalkan pacar Demian pada Kevin.
Kevin hanya tersenyum kecil lalu melihat ponselnya sambil menyender ke bahu Tania.
"Dia emang gitu sok cuek." ucap Tania tertawa kecil sambil mencubit ****** Kevin.
"Aww sakit yang!" ucap Kevin kesal.
Tania melihat Kevin dengan mata melotot dan menyuruhnya diam. Kevin menurut dan memutuskan untuk bermain game online.
Tak lama Demian kembali dengan wajah yang tegang dan tangan yang bergetar karena gerogi. Dia duduk di samping Dita sambil memikirkan bagaimana cara berbicara padanya.
"Kamu kenapa?" tanya Dita memegang pipi Demian dengan lembut.
Demian memegang tangan Dita dan memasangkan cincin berlian pemberian Kevin di jari manis Dita tanpa mengucapkan sepatah kata.
"Apa ini maksudnya?" tanya Dita dengan jantung berdegup kencang dan wajah yang memerah semerah kepiting rebus.
"K-kamu m-mau menikah dengan ku tidak?" tanya Demian tergagap.
Dita tidak menjawab dan langsung memeluk erat Demian sambil menangis dengan keras di dada Demian. Demian hanya bisa mengelus elus punggung Dita sambil menenangkan hatinya.
"Apa?" tanya Kevin yang ditatap Tania dengan tatapan berharap.
Kevin menengok ke arah Demian yang sedang berpelukan dengan Dita, dia sadar Tania sangat berharap di perlakuan lebih lembut dan romantis.
"Jangan harap aku lakukan hal romantis!" ucap Kevin memeluk Tania dengan lembut.
Karena sudah larut malam, Kevin mengajak Tania ke motel untuk beristirahat, tak lupa dia juga mengajak Demian. Namun Demian memilih menunggu Riski supaya nanti dia tidak tersesat.
"Satu kamar untuk dua orang." ucap Kevin yang sudah sampai di motel tempat Dion menginap.
"Berapa malam tuan?" tanya resepsionis.
"Satu minggu." jawab Kevin berfikir sebentar.
"Biayanya 40 koin emas dan 15 koin perak tuan." ucap resepsionis.
Kevin membayarnya lalu mengambil kunci kamar dan pergi beristirahat bersama Tania yang terlihat sudah sangat kelelahan.
"Kamu mandi duluan yang, nanti malah ketiduran lagi." ucap Kevin pada Tania yang baru mau merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk.
"Ihh ayang kenapa gak bilang dari tadi!" ucap Tania kesal karena gagal rebahan.
"Udah cepet mandi." ucap Kevin.
Tania masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. Sambil menunggu, Kevin merokok di balkon kamar sambil memandangi bintang bintang yang indah.
Tak selang beberapa waktu, Tania keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur yang membuat tubuhnya terlihat lebih seksi dan *********** terlihat lebih menonjol.
"Gede euyy..." gumam Kevin ngac*ng.
"Ayang mandi! malam ini gak ada jatah! aku capek!" ucap Tania langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menutupi nya dengan selimut tebal.
Kevin berjalan masuk ke kamar mandi dengan kecewa dan terpaksa harus senam di dalam kamar mandi. Setelah mandi Kevin langsung tidur dengan memeluk Tania yang seksi nan harum itu.
Keesokan harinya
Kevin bangun agak siang dan lagi itu di bangun kan oleh Tania yang sudah memakai pakaian tertutup supaya bodynya tidak terekspos oleh orang lain selain suaminya.
"Bangun...dah siang loo..." ucap Tania lembut sambil mengusap pipi Kevin dengan lembut.
"Iya..." jawab Kevin ngulet dan kembali memejamkan mata sambil memeluk pinggang Tania.
"Jangan tidur lagi yang!! mandi terus sarapan." ucap Tania masih bersabar.
"Iya iya.." ucap Kevin duduk lalu bengong dengan pikiran kosong.
"Malah bengong! ayang!!!" ucap Tania sedikit berteriak.
"Iya iya!" ucap Kevin langsung lari masuk kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian rapi, Kevin dan Tania pun turun ke bawah menemui teman temannya di restoran motel. Kevin duduk di meja tempat teman temannya sedang bercengkrama.
"Kita mo ngapain disini vin?" tanya Deni yang merangkul dua wanita cantik nan bohay.
"Kalau aku sih mau ikut sayembara, kalian mah terserah mau ngapain. Lagian kalian dah dapat uang banyak kan." jawab Kevin santai.
"Berapa hari kita di sini?" tanya Deni lagi.
"Terserah kalian, kalau mau pulang hari ini ya silahkan, mau besok silahkan, mau tinggal di sini? juga silahkan. Aku mah orangnya santai." jawab Kevin merasa gemas dengan pipi Tania yang lebih mengembang di banding saat pertama bertemu.
"Ni orang anj*ng bat ya kalau di tanyain! as*!" ucap Deni kesal.
Ucapan Deni tidak di tanggapi oleh yang lainnya karena merasa terganggu dengan adanya kedua wanita di samping kanan kiri Deni.
"Vin, trik mu kemarin manjur! aku dah ada cewek, nanti malem aku mau ketemu orang tuanya." ucap Riski bercerita dengan semangat.
"Bagus dong! gimana gus semalem? jekpot gak?" tanya Kevin.
"Untung besar kita berdua kan Zal! dapet jekpot 3 kali! koin platinum lagi!" jawab Agus dengan sangat bersemangat.
"Traktir dong malem ini! ya kan?" ucap Dion menaikturunkan alisnya.
"Jelas dong!! nanti malem kita pesta! menyambut hari baik Demian yang punya istri!!!" ucap Agus sangat bersemangat di barengi Rizal yang bersorak semangat.
"Cepat lahirkan anaknya dan akan kita jaga sampai kita mati!!" ucap Rizal mengepalkan tangannya di ikuti oleh Riski dan Agus.
"Malu cok malu! umur kalian ini akhhh sudahlah!" ucap Demian tidak bisa berkata kata lagi melihat tingkah konyol tiga serangkai itu.
"Nanti kalau mau, ikut aku ke Paviliun buat lelang barang, sekalian cari tanaman herbal langka di sana." ucap Kevin mengajak mereka.
"Aku sih gas aja!" ucap Riski di angguki Rizal dan Agus.
"Aku jelas ikut dong!" ucap Demian semangat.
"Aku sih yes." ucap Dion.
Baru saja Deni ingin ikut, tapi Kevin memotong jatah bicaranya.
"Nanti jam 3 ya, aku mau jalan jalan dulu habis sarapan sama Tania ke bazar." ucap Kevin.
"Ikut dong, boleh ya beb." ucap Dita meminta.
"Kalau gitu aku juga ikut." ucap Demian.
"Oke deh kalau gitu." ucap Kevin memakan makanan yang baru saja datang.
Bersambung.....