
Satu bulan berlalu
Saat ini Kevin sedang mempersiapkan segala kebutuhan untuk berangkat ke Inggris menepati undangan dari Aron Smith. Kevin juga sudah menyuruh teman temannya untuk berlatih segiat mungkin supaya tidak malu maluin di sana nanti.
Kevin juga sudah berulangkali masuk ke dongeon dari sistem untuk menyesuaikan diri dengan kekuatannya yang belum sempurna di tubuh Kevin.
"Berapa hari kamu di sana?" tanya Tasya sedih.
"Paling setahun." jawab Kevin bercanda.
"Hah! lama banget!" ucap Tasya semakin sedih.
"Enggaklah, cuman satu minggu aku disana habis itu pulang deh." ucap Kevin.
"Janji ya satu minggu! kalau ketahuan main cewek, awas!!" ucap Tasya mengepalkan tangannya di depan muka Kevin.
"I-iya mana mungkin aku berani gitu." ucap Kevin merinding.
"Ayolah! nanti ketinggalan pesawat bodoh!" teriak Virzha dari luar gerbang.
"Ya udah aku berangkat ya sayang." ucap Kevin mencium kening Tasya lalu pergi keluar gerbang.
"Ayo kita berangkat!" ucap Virzha semangat.
Mereka pun berangkat ke bandara internasional bersama. Sesampainya di bandara, mereka di sambut oleh Deni dan yang lain bersama satu orang bawahan Aron sebagai tour gate mereka.
"Tuan, pesawat sudah siap mari kita berangkat." ucap bawahan Aron.
"Aku berangkat ya ayah." ucap Kevin berpamitan kepada ayahnya.
"Hati hati disana, jangan sampai kau membuat istrimu menangis karena luka atau berita duka darimu." ucap Virzha melambaikan tangannya.
Kevin hanya mengacungkan jempol lalu pergi mengikuti teman temannya yang sudah berjalan duluan.
Di dalam pesawat Kevin memasang headphone lalu memutar musik untuk teman perjalanan yang membosankan ini.
"Kalian dah siapin semua yang aku bilang kemarin kan?" tanya Kevin.
"Sudah dong!" jawab Deni.
"Bagus deh." ucap Kevin mencari posisi duduk yang nyaman.
"Boleh tanya Vin?" tanya Deni.
"Tanya aja." jawab Kevin santai.
"Kenapa kau suruh kami bawa banyak potion sama nyuruh kita latihan keras?" tanya Deni.
"Besok kalian juga tau apa manfaat dari semua yang aku suruh." jawab Kevin lalu tidur dengan nyenyak.
Mereka pun memutuskan untuk tidur supaya energi mereka tidak terbuang sia sia.
15 jam kemudian
Akhirnya mereka sampai di bandara internasional yang ada di Inggris, kedatangan pesawat pribadi yang si tumpangi Kevin dan teman teman langsung di sambut baik oleh Aron dan bawahannya yang sudah menunggu bersama walikota London.
"Kita sudah sampai tuan tuan semua, silahkan bawa barang barang tuan tuan turun dari pesawat dan menemui walikota dan tuan Aron di bawah." ucap bawahan Aron.
Kevin dan teman temannya keluar dari pesawat dan langsung pergi menemui Aron dan Walikota London.
"Senang kita bisa bertemu kembali." sapa Aron tersenyum ramah.
Kevin hanya tersenyum manis sambil menundukkan kepalanya menghormati keberadaan Walikota London.
"Baiklah karena sudah hampir larut mari aku antar ke hotel tempat kalian menginap bersama hunter yang aku undang lainnya." ucap Walikota London mengajak Kevin dan temannya pergi.
'Dari sini saja aku sudah merasakan hawa yang tidak enak.' ucap Kevin dalam hati.
Mereka semua pergi ke hotel yang sudah di siapkan untuk para hunter bersama. Sesampainya di hotel, Kevin langsung menyuruh teman temannya istirahat duluan sedangkan dia akan pergi mencari angin sebentar.
"Kalian istirahat yang cukup, aku mau cari angin dulu keluar." ucap Kevin balik badan.
"Kau yakin Vin gak mau istirahat? dah jam 1 lebih loh." ucap Deni.
"Santai aja, kesehatan kalian lebih penting." jawab Kevin berjalan keluar hotel lalu menghidupkan rokoknya.
"Udahlah ayok kita istirahat, dia bisa jaga dirinya sendiri." ucap Dion.
Mereka berlima pun masuk ke kamar yang sudah di siapkan dan beristirahat dengan tenang.
Saat ini Kevin sedang berada di atas hotel tempatnya akan menginap, Kevin memandangi bintang bintang yang amat indah di malam hari sambil merokok dengan santai.
"Kau merasakannya Kong?" tanya Kevin merasakan rasa gelisah dari tubuh Kong.
'Ya bos!! aura iblis ini membuatku tak nyaman sama sekali!!' jawab Kong risau.
"Itu salah satu alasanku tidak bisa tidur, aura menjijikkan ini salah satu penyebab nya." ucap Kevin.
'Tapi ini aura iblis rendahan tuan, kenapa kau bisa se gelisah ini?' tanya Dexter bingung.
"Itu masalahnya, aku sangat jijik pada aura iblis rendahan. Sangat anti bagiku dan Kong menyentuh kulit iblis rendahan seperti mereka." jawab Kevin.
'Ya benar!! najis!!! cuih...' ucap Kong setuju.
"Kata orang tadi besok siang kita akan ke portal dongeon yang katanya sudah mangkrak selama 3 tahun itu. Aku merasakan ada sedikit hawa yang menarik di dalamnya, seperti aura milik Dexter. Tapi entah apa itu kita lihat saja besok siang." ucap Kevin menghilang dan muncul di kamar yang akan dia tempati.
[Ternyata tuan sudah lebih teliti sebelum melakukan sesuatu ya]
"Tentu saja, aku belajar dari kesalahan." jawab Kevin menunjukkan wajah sombongnya.
'Cihh...di puji sedikit langsung terbang keluar galaxy!' ucap Kong kesal.
"Hahaha....." Kevin hanya tertawa geli lalu tidur dengan nyenyak karena tubuhnya yang pegal pegal.
Keesokan harinya
Kevin bangun agak siangan karena tubuhnya yang kecapean akibat perjalanan jauh. Karena lapar dia memesan makanan pada sistem lalu di tinggal mandi sambil siap siap pergi ke dongeon.
Selesai mandi Kevin langsung sarapan makanan yang tadi di pesan dengan sangat lahap. Selesai makan ponsel Kevin berdering dan memunculkan nama Dion di sana.
"Halo, apa?" tanya Kevin melalui telepon.
"Kau dah selesai? kalau udah cepat turun, kita udah mau berangkat." jawab Dion.
"Ya otw." ucap Kevin menutup telepon lalu bergegas turun ke bawah sampai lupa mengabarkan keadaannya ke istrinya.
Saat sampai di bawah Kevin melihat ada puluhan hunter yang sedang menunggunya untuk berangkat ke lokasi.
"Sudah lengkap, mari kita berangkat." ajak Aron masuk ke dalam bus khusus hunter milik Asosiasi.
Mereka berangkat ke lokasi bersama sama, di dalam bus banyak hunter yang berkenalan dan mendapatkan teman baru. Namun berbeda dengan Kevin dan teman temannya yang fokus membaca buku kitab tentang Gate yang kemungkinan besar yang akan mereka hadapi.
"Wah..wah...wah....ternyata ada sekumpulan kutu buku yang ikut dalam partyan kami ya. Penampilan kalian tidak menggambarkan hunter yang kuat, sepertinya kalian hanyalah pecundang yang diam diam menyelinap ke bus kita." ucap seorang pria dengan baju zirah khas kerajaan dengan sombongnya.
"Mungkin mereka sampah yang memohon pada tuan Aron supaya di ajak walaupun hanya sekedar untuk memungut inti cristal yang tidak ada harganya itu." ucap seorang wanita yang tidak cantik sama sekali.
"Hahahahahahahahahaha........ satu bus tertawa terbahak bahak mendengar celotehan dua makhluk rendahan itu.
'Sampah bilang sampah Cuihhh....' ucap Kong meludah.
"Hoeyyyy!!!!! bicaralah sampah!!!! kenapa? apa yang di katakan kekasihku ini adalah nyata adanya? hah! hahahaha dasar rendahan!!!" teriak pria berzirah yang bernama Bone dan kekasihnya yang bernama Carlista.
Kevin menatap Bone dengan Rinnegan kuning miliknya yang membuat Bone gemetar seluruh tubuhnya. Akibat ketakutan Bone, mata Rinnegan Kevin berevolusi dengan bertambah nya titik enam di dalam mata Rinnegan kuning tersebut.
Tidak mau menimbulkan perpecahan, Aron langsung menegur mereka semua dan menyuruh untuk tenang.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah pantai yang bernama Margate Beach yang tidak pernah di kunjungan karena adanya portal dongeon yang belum hilang dalam kurun 3 tahun itu.
"Pantai seindah ini tidak ada yang mau datang? sayang sekali keindahan alam yang menakjubkan ini harus di sia siakan hanya karena portal sialan ini." ucap seorang pemuda.
"Ingat!! fokus kita bukan ke pantai ini tapi ke portal itu!!! jangan teralihkan fokus kalian!!" teriak Aron menunjuk portal dongeon bewarna hitam legam itu.
Tak lama puluhan drone dari berbagai stasiun televisi berdatangan meliput keadaan pada hunter yang si pimpin langsung oleh ketua umum Asosiasi Hunter internasional yaitu Aron Smith yang kekuatannya tidak bisa di ukur manusia biasa.
"Sini duduk duduk dulu, sebat sebat dululah. Jangan tegang gitu." ucap Kevin menepuk-nepuk karpet yang sudah dia gelar dari tadi.
Deni dan yang lainnya bingung dengan sikap santai Kevin yang menurut mereka sangat teramat santuy.
"Sebat sama ngopi gini sambil nunggu behhh apalagi sambil ngerank!!!" ucap Kevin menunjukkan ponselnya yang sudah masuk ke dalam game.
"Kurang camilan nih!" ucap Rizal.
"Santai santai aku dah bawa banyak ni." ucap Kevin mengeluarkan berbagai macam camilan dari cincin semesta miliknya.
"Nahhhhh dah cocok kalok gini!" ucap Rizal langsung login diikuti teman teman yang lain.
"Dah berlima kan? aku main def jam di HP aja." ucap Demian.
"Makanya jangan cupu." ucap Riski.
"Aku kalo mabar gak pernah coklat ya! dasar beban bangsa*t!" ucap Demian kesal.
"Jangan ngambek gitu dong, nih rokok." ucap Riski.
Demian langsung tersenyum kembali dan lanjut bermain gamenya.
Kelakuan tim itu membuat Virzha yang menonton langsung tepuk jidat karena kebodohan mereka berenam yang di saat semuanya tegang malah push rank dengan santainya.
"Aduhh...gini banget punya anak tol*l!" ucap Virzha menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepala.
"Gak habis pikir aku sama kakak kakak bodoh seperti mereka ini! tidak adakah orang normal di hidupku!!! eh masih ada kakak ipar yang normal sementara ini." ucap Lia frustasi dengan orang-orang di sekitarnya.
"Kakak yang sabar ya, kalau terlalu dalam nanti bisa seperti mereka loh." ucap Joseph menepuk-nepuk bahu Lia.
"Kau juga sama Joseph!" ucap Lia ketika melihat wajah Joseph yang membuatnya kesal.
"Lelaki selalu salah di mata wanita." ucap Joseph menundukkan kepalanya tanda sedih.
"Arghhhhh!!!!" teriak Lia semakin depresi.
Bersambung..........
...----------------...