Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 41



Keesokan harinya


Kevin bersama Tania kini sedang bermesraan sambil memasak sarapan, mereka berdua saling bercanda dan tertawa bersama-sama. Sikap manja yang di tunjukkan Tania membuat Kevin semakin menyayanginya dan melupakan seseorang yang sudah lama membuat hatinya sakit.


Hingga akhirnya kesenangan mereka berdua hilang ketika merasakan aura iblis yang sangat mendominasi di seluruh area hutan.


"Kamu ngerasa yang?" tanya Tania waspada.


"Aura iblis, kayaknya ada di bagian inti hutan ini." jawab Kevin menganggukkan kepala.


"Di alam Fana sudah di masuki iblis? bahaya!" ucap Tania.


"Kalau dia tidak ganggu, kita tidak usah bertindak." ucap Kevin merangkul pinggang Tania dan mencium keningnya.


Tak lama dari itu, teman teman Kevin dan para rombongan Kerajaan Valverde terbangun dari tidurnya dan keluar tenda bersamaan.


"Vin?" panggil Dion dengan wajah bertanya.


"Nanti aku ceritain di jalan, sekarang makan terus siap siap buat lanjut." ucap Kevin menghilang bersama dengan Tania.


"Om kasih tau mereka om." ucap Rizal merasa canggung kalau harus berbicara dengan orang asing.


Dion menghampiri Jhon yang sedang duduk santai sambil ngopi tentang perintah Kevin tadi. Setelah menyampaikan pesan Kevin, Dion kembali ke tendanya untuk sarapan.


Saat ini Kevin sedang berada di dunia jiwa dan sedang. melakukan rapat dadakan dengan para beast spiritual nya.


"Kalau dia mengganggu ketenangan mu ya sudah bunuh saja bos! gampang kan? kalau dia tidak mengganggu ya sudah biarkan saja. Sekarang yang terpenting itu cepat cepat buat anak! itu pesan ayahmu!" ucap Kong memberikan surat yang tadi di titipkan oleh Andreas.


"Habis ini terus mau kemana? habis ikut sayembara mau kemana?" tanya Kevin.


"Berpetualang lah bos! kau mau di rumah terus? membosankan! buat perguruan, kembangkan kota kecil, naikkan tingkat petualang mu, masih banyak kerajaan dan Kekaisaran yang masih belum kau jelajahi di alam Fana ini." ucap Kuro.


"Tentunya bersama istri mu tuan!" ucap Cooper melihat wajah ragu Kevin.


"Nahh setuju!" ucap Kevin tak pikir panjang lagi.


[Oh ya tuan, saya ada informasi baru! aura rendahan barusan itu milik Diablo yang berhasil menembus ke alam Fana! dan yang paling penting dia pakai tubuh asli bukan clone! jadi tuan bisa membunuhnya kalau beruntung bisa menemukan dia]


"Nice ingfo!" ucap Kevin lalu kembali ke perkemahan yang sudah bersih dari tenda dan sampah semalam.


"Vin ayok berangkat! hawanya gak enak di sini!" ucap Riski.


"Ya ayok! tapi aku yang belakang ya kalian bertiga pindah depan." ucap Kevin.


"Oke!" ucap Dion.


Kevin memberi isyarat pada Jhon untuk segera melanjutkan perjalanan. Mereka pun akhirnya meninggalkan hutan yang di dominasi oleh aura iblis milik Diablo.


"Ayang gendong!" ucap Tania manja.


"Dih kek anak kecil aja!" ucap Kevin menolak.


"Ah ayang pelit!" ucap Tania kesal.


Mereka berdua berdebat sebentar namun perdebatan mereka berdua bukan berarti sedang bertengkar tapi perdebatan yang hanya sebatas candaan dan berakhir dengan saling bergandengan tangan.


"Prit..prit...pritt...." Kevin memberi isyarat pada Dion untuk berhenti sebentar.


"Kenapa yang?" tanya Tania bingung melihat mata Kevin yang berubah seketika.


"Kamu bisa lindungi mereka sebentar kan?" tanya Kevin balik.


"Bisa, beres kalau sama aku mah!" jawab Tania tegas.


"Kalau gitu aku tinggal sebentar, ada hal aneh di sekitar sini. Kalian lanjut jalan aja nanti aku nyusul." ucap Kevin mencium kening dan kedua pipi mulus Tania.


"Hati hati ya sayang!" ucap Tania mencium pipi Kevin.


Setelah itu Kevin memberi kode pada Riski yang menengok ke belakang untuk memastikan.


"Jalan, aku ntar nyusul." ucap Kevin melompat menembus ke hutan lebat.


"Jalan om!" teriak Riski melihat Tania yang menganggukkan kepala.


Mereka lanjut berjalan tanpa adanya Kevin di rombongan mereka. Tania terus menerus waspada sambil menghawatirkan keadaan Kevin.


Di sisi lain


"Mana?" tanya Kevin yang terus melompat dari pohon ke pohon dengan kecepatan tinggi.


[Di depan tuan]


Setelah 3 menit terus menerus melompat dari pohon ke pohon, Kevin akhirnya sampai di sebuah Danau yang amat sangat besar dan memiliki air yang berwarna putih susu.


"Danau apa ni?" tanya Kevin bingung.


[Danau penempa tuan, airnya jauh lebih manjur di bandingkan lava gunung berapi]


"Terus aku harus ngapain?" tanya Kevin bingung.


[Pindahkan semua airnya ke dunia jiwa supaya tidak di salah gunakan oleh para iblis yang mulai masuk ke alam Fana ini]


"Taruh mana sattt! udah ada danau di sana!" ucap Kevin kesal karena sistem yang bertele-tele.


[Tuan serap dulu airnya ke dunia jiwa, nanti biar Kong yang mengarahkan airnya kemana. Setelah habis jangan lupa ganti dengan air biasa]


Kevin mengibaskan tangannya dan seketika air danau yang seputih susu menghilang dalam sekejap dan berganti menjadi air bersih biasa.


'Aman bos!!!' ucap Kong.


Setelah itu Kevin mengedarkan indra perasanya ke sekitar nya, Kevin menaruh kecurigaan karena samar samar merasakan sebuah aura iblis yang baru saja pergi dari sana.


"Aku penasaran bagaimana kau memuaskan hasrat geludku!" gumam Kevin tersenyum sinis.


[Ayo tuan lanjutkan perjalanan! kita semakin jauh dari nyonya Tania!]


Kevin tersadar kembali, lalu dia dengan kecepatan sedang terbang ke arah barat untuk menyusul Tania dan yang lain.


Hari itu, rombongan Kerajaan Valverde sudah sampai di ibukota Kerajaan Nuvoleon. Mereka sampai di sana malam hari dan kini sedang makan malam di restoran mewah sesuai ajakan sang Raja Brave.


"Kevin mana kok belum dateng juga?" tanya Riski pada Tania yang sedang mondar mandir di luar restoran.


"Gak tau, dari tadi juga aku khawatir!" jawab Tania resah.


Tiba tiba seseorang memeluk Tania dari belakang sambil menggelitiki nya.


"Ahahahahaha...." Tania tertawa geli sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan orang tak dikenal itu.


"Ampun!!" teriak Tania lelah tertawa sampai kakinya lemas.


Orang asing itu melepaskan pelukannya dan mencium pipi Tania dengan penuh kasih.


"Ayang!!" ucap Tania memeluk erat tubuh Kevin.


Kevin membalasnya sambil menciumi pucuk kepala Tania yang harum semerbak.


"Ada urusan penting tadi, tapi udah selesai sekarang." ucap jawab Kevin.


"Ya udah ayok masuk, kita makan sama sama di dalem." ucap Riski mengajak sepasang kekasih itu ke dalam.


Mereka pun ikut makan di dalam restoran mewah itu, suasana yang hangat membuat mereka sampai lupa memesan sebuah motel.


"Kalian mau menginap di mana? biar aku yang bayar." tanya Raja Brave.


"Tidak perlu yang mulia, kami masih punya uang untuk memesan empat kamar. Jadi yang mulia tidak perlu repot repot." jawab Kevin menolak tawaran Raja Brave.


"Kalau begitu ini bayaran kalian, terimakasih sudah mengawal kami." ucap Raja Brave memberikan tiga koin diamond pada Kevin.


"Ini kebanyakan yang mulia, bayaran kami hanya 1 koin diamond saja." ucap Kevin mengambil satu keping koin diamond dan mengembalikan sisanya.


"Ini sebagai tanda terimakasih ku karena sudah di kawal dengan sangat baik dan aman." ucap Raja Brave.


"Kalau begitu terimakasih banyak yang mulia." ucap Kevin berterimakasih.


"Lain kali berkunjung lah ke Kerajaan kami, kami punya banyak tempat wisata di sana cocok untuk kalian bulan madu." ucap Raja Brave.


"Kalau ada waktu kami akan datang berkunjung yang mulia." ucap Kevin.


Raja Brave hanya tersenyum senang karena sifat Kevin yang sangat sopan dan menghormati yang sudah tua dan memiliki tahta sepertinya. Dia juga berniat untuk menjodohkan anaknya dengan Kevin kalau dia mau.


Kevin dan teman temannya pamit pergi setelah selesai makan malam dan beristirahat. Mereka duduk di alun alun kota sambil merokok dan melihat orang-orang berlalu lalang di sana bersama kekasih masing-masing.


"Nih bayaran kalian, masing-masing 375.000 koin platinum. Pakai secara bijak jangan boros boros." ucap Kevin.


"Siap ndan!!" jawab Agus memberi hormat.


"Ehh aku tadi liat kasino di dekat sini, ayok ke sana!" ajak Rizal.


"Ada lon*enya gak?" tanya Deni.


"Pasti ada!" jawab Rizal.


"Gas kalau gitu!" ucap Deni semangat.


"Aku gak ikut dulu, capek cok!" ucap Demian menolak.


"Iya aku juga enggak dulu, mau nabung buat beli senjata baru." ucap Riski.


"Kau gimana gus?" tanya Deni.


"Make tanya, gaslah!" jawab Agus semangat.


"Ntar calling calling ya mau nginep di mana." ucap Rizal.


"Ya." jawab Riski.


Mereka bertiga pun menghilang di keramaian orang yang berlalu lalang.


"Aku cari motel dulu ya, ntar aku telpon kalau ada yang cocok." ucap Dion beranjak pergi.


"Hati hati, ntar di culik tante girang loh." ucap Kevin tertawa.


Dion hanya tertawa kecil lalu pergi dari sana meninggalkan empat orang yang sedang bersantai.


"Kalian mau cari cewek ya?" tanya Kevin curiga.


"Tau kau vin! hehehe...." ucap Demian yang sedari tadi fokus memandangi seorang wanita yang sangat cantik nan seksi yang sedang membeli permen kapas.


"Ayang mau jajan gak? biar sekalian nih." ucap Tania mau pergi membeli camilan.


"Gk usah, nanti kamu juga paling gak abis." jawab Kevin.


"Hehehe...." Tania hanya terkekeh kecil lalu pergi untuk membeli makanan.


"Ajak kenalan sana dem, ntar pergi nyesel loh." ucap Kevin melihat Demian yang tidak mengalihkan pandangan dari wanita yang dengan mengantri membeli permen kapas.


"Iya sana, ntar gak bisa tidur loh!" ucap Riski.


Demian merasa ragu dan tidak pd, hingga akhirnya setelah di yakinkan oleh Kevin akhirnya dia memberanikan diri untuk berkenalan.


"Vin, bagus senjata ini apa yang ini?" tanya Riski memperlihatkan hologram bergambar dua busur panah.


"Dua duanya bagus, jadi terserah mau beli yang mana." jawab Kevin.


"Ohh gitu, ya udah deh." ucap Riski memencet gambar busur panah sebelah kiri yang berbentuk seperti busur panah Kevin tapi tidak sekuat milik Kevin.



(Gitu gambarannya)


Saat sedang asik merokok sambil melamun memikirkan wajah cantik istrinya, Kevin tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Demian bersama wanita yang dia incar sedari tadi.


"Gimana?" tanya Demian menaikturunkan alisnya sambil tersenyum lebar dengan wanita incarannya yang terus menempel.


'Keliatannya telaten, baik juga hatinya, bagus deh dia dapet yang tulus gini.' batin Kevin tersenyum senang.


[Beruntungnya bocah ini]


"Jitu juga trik mu dem! anj*ng iri aku!" ucap Riski iri.


"Nanti ku ajari caranya!" ucap Demian bangga.


"Sana kalau mau belanja belanja dulu, aku gak buru buru kok. Lagian Dion juga udah dapet motel nya." ucap Kevin.


"Ayo ke rumah kamu dulu, aku mau ketemu orang tua kamu!" ucap Demian semangat.


"Aku ceritain di jalan ya." ucap wanita di samping Demian terlihat sedih.


Mereka berdua berjalan meninggalkan dua lelaki yang duduk di bangku alun alun kota yang setiap akhir pekan selalu di adakan pasar malam.


"Kau mau aku kasih trik gak ris?" tanya Kevin menggoda Riski.


"Ayo ajari aku guru!" ucap Riski semangat.


Kevin menjelaskan bagaimana cara memilih wanita yang benar-benar tulus dan baik serta cara untuk mendekatinya sekaligus meyakinkannya untuk mau menjadi istri.


"Gampang kan?" tanya Kevin setelah menjelaskan panjang lebar.


"Aku keliling dulu! mau beli gorengan sambil cari cari yang cocok!" ucap Riski mengepalkan tangannya.


Riski beranjak pergi meninggalkan Kevin sendirian duduk di bangku yang berjajar kosong. Kevin kembali melamun sambil merokok seperti orang depresi.


'Bos kau seperti orang stress karena kerjaan!' ucap Kong.


'Matamu!' ucap Kevin kesal.


Bersambung......