Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 58



Satu tahun berlalu begitu cepat, kini kota yang di perintah Kevin sudah sangat maju dan bertambah megah serta semakin padat penduduk dan pengunjung dari berbagai kerajaan.


Kevin juga sudah membangun sebuah bangunan megah nan besar di belakang kota yang dia jadikan sebuah sekte raksasa bernama Naga Langit. Di sekte itu masih sedikit murid dan gurunya masih teman teman Kevin yang belum sepenuhnya paham tentang kultivasi.


Walaupun masih sedikit murid, tapi semua murid itu sudah mencapai tingkat kultivasi Expert 4. Sedangkan teman teman Kevin hampir semua sudah berada di tingkat Tyrant 5.


Hubungan Kevin dengan Linda juga semakin erat dan harmonis seperti suami istri pada umumnya. Kini Kevin sedang jalan jalan sore keliling kota bersama Linda yang selalu menggandeng tangan Kevin dengan erat.


"Kamu mau jajan enggak?" tanya Kevin pada Linda.


"Mau mau!" jawab Linda semangat.


"Ya udah sana mau beli apa." ucap Kevin memberikan 20 keping koin Platinum.


"Ayang tunggu sini ya!" ucap Linda bergegas pergi.


Kevin menunggu Linda yang sedang beli jajanan di tempat duduk pinggir jalan sambil merokok santai.


'Cantik banget si dia.' batin Kevin memperhatikan setiap gerak gerik Linda yang tampak anggun dan mempesona.


Kevin menatap Linda sambil senyum senyum sendiri seperti orang gila. Tak lama Linda datang menghampiri Kevin yang sedang duduk santai.


"Kamu mau lanjut jalan jalan atau pulang?" tanya Kevin membelai rambut Linda dengan lembut.


"Pulang aja, aku capek." jawab Linda memakan sempol ayam.


"Habisin dulu makanannya, kalau dah habis baru kita balik." ucap Kevin.


"Oke sayang!" ucap Linda tersenyum lebar.


Kevin memandang wajah cantik dan imut Linda dalam dalam yang membuatnya semakin mencintai gadis cantik dan polos itu.


"Ayang mau makan apa nanti malam? biar sekalian belanja." tanya Linda.


"Terserah kamu, semua masakan kamu enak soalnya." jawab Kevin tersenyum lembut.


"Masak apa ya?" gumam Linda berfikir dalam.


Kevin hanya tersenyum kecil melihat wajah imut Linda yang sedang berfikir keras.


"Ayok pulang! mampir supermart dulu ya." ajak Linda setelah semua makanan yang dia beli habis di makan.


"Oke." jawab Kevin beranjak dari tempatnya.


Mereka berjalan kembali ke rumah kediaman Kevin, sebelum itu mereka mampir membeli bahan makanan untuk makan malam nanti. Saat sedang berjalan santai menuju rumah, Kevin melihat Tasya dan suaminya yang sedang bermain permainan dengan bahagia bersama kedua anak dan suaminya.


'Dah punya anak aja dia bos!' ucap Kong.


'Udah biarin aja dia bahagia, aku gak mau ganggu.' ucap Kevin santai.


"Ayang kenapa? mau main itu?" tanya Linda.


"Enggak, udah ayo lanjut jalan." jawab Kevin tersenyum lembut.


Keduanya lanjut berjalan menuju rumah sambil bercanda gurau. Sesampainya di rumah, Kevin langsung menemui Alan yang kata Virzha sudah menunggu di ruang kerja.


"Bagaimana?" tanya Kevin duduk di kursinya.


"Saya cuma mau memberitahu kalau perwakilan salah satu keluarga besar di Kerajaan Valhala datang ingin menjalin kerja sama." jawab Alan.


"Kerja sama apa?" tanya Kevin.


Alan menjelaskan kerjasama dengan salah satu keluarga besar di Kerajaan Valhala yang sangat menguntungkan bagi kota ini.


"Kita di tawari untuk mengirim produk kopi dan teh terbaik ke toko mereka yang tersebar ke seluruh kota di Kerajaan Valhala. Dan kita juga di minta untuk membangun sebuah Asosiasi Petualang yang nantinya akan di lakukan kerja sama dengan Asosiasi di ibukota. Entah itu pengiriman organ monster tingkat tinggi, pengawalan, dan yang lainnya." ucap Alan.


"Ya sudah kau urus pembangunan nya, aku beberapa minggu lagi mau keluar berpetualang. Jadi seluruh urusan kota aku pasrahkan padamu." ucap Kevin berdiri.


"Baik tuan, kalau begitu saya pamit dulu." ucap Alan berpamitan.


"Ya." jawab Kevin.


Setelah kepergian Alan, Kevin pun turun ke bawah untuk menemui Linda yang sedang asik memasak makan malam.


"Sayang..." panggil Kevin lembut pada Linda yang sedang memasak di bantu oleh Lia dan Laras.


"Iya.." jawab Linda menghampiri Kevin.


"Aku beberapa hari lagi mau pergi, kamu ikut tidak?" tanya Kevin lembut.


"Kemana?" tanya Linda balik sambil menyipitkan mata.


"Ya berpetualang, kalau kamu ikut aku bakal siapin keperluan untuk kita berdua mulai sekarang. Tapi kalau tidak ikut, ya sudah aku pergi sendiri saja." jawab Kevin mengelus pucuk kepala Linda.


"Ayang rencana berapa lama berpetualang?" tanya Linda menatap Kevin dalam dalam.


"Untuk waktunya aku tidak bisa tentukan." jawab Kevin tersenyum.


"Kalau begitu aku ikut." ucap Linda mencium pipi Kevin.


"Ya udah kalau gitu." ucap Kevin beranjak pergi dan Linda lanjut memasak bersama Lia dan Laras yang sedari tadi mendengarkan mereka berdua berbicara.


"Kamu yakin ikut kak?" tanya Lia sedih karena selama ini Linda lah orang terdekat di rumah ini selain ibunya.


"Iya, kalau aku tidak ikut nanti kakakmu bisa selingkuh!" ucap Linda.


"Hahaha....kamu cemburuan sekali!" ucap Laras tertawa keras.


"Kalian bicarain apa sih kok kayak seru banget!" ucap Aurora datang menggendong Axel yang baru bangun tidur.


"Ini Linda cemburuan banget tante, katanya dia mau ikut Kevin petualang biar Kevin tidak selingkuh hahaha...." ucap Laras tertawa geli.


"Hahaha.....itu wajar kok..." ucap Aurora ikut tertawa geli.


"Hehehe....." Linda hanya tertawa kecil karena malu.


Mereka pun lanjut memasak makan malam, sedangkan Kevin, dia pergi menemui ayahnya yang sedang menonton TV.


"Ayah, ayah mau tidak jadi ketua Asosiasi Petualang di kota ini sekaligus jadi Patriark Sekte ku?" tanya Kevin to the point.


"Kau mau kemana memangnya?" tanya Virzha balik.


"Petualangan ke kerajaan lain." jawab Kevin.


"Boleh saja kalau begitu." ucap Virzha santai.


"Kalau gitu nanti aku bilang ke Alan." ucap Kevin pergi ke teras untuk duduk santai.


Saat makan malam, tiba tiba Linda berubah pikiran dan batal ikut Kevin pergi berpetualang.


"Ayang, aku gak jadi ikut ya, pingin di sini aja sama mamah." ucap Linda nyengir.


"Jangan ganjen di luar!" ucap Linda tiba-tiba menatap tajam Kevin.


"Iya enggak!" jawab Kevin kaget sambil meringis.


"Awass!" ucap Linda mengancam.


Kevin memilih untuk lanjut makan supaya tidak membuat percakapan ini lebih panjang.


"Sekte mu gimana vin?" tanya Dion.


"Ada asisten ku, namanya Rido, dia bakal bantuin ngurus kota sekaligus ngurusin sekte ku." jawab Kevin santai.


"Ohhh gituu..." ucap Dion paham.


Setelah makan malam, Kevin langsung pergi ke kamarnya untuk menyiapkan barang barang yang dia butuhkan selama berpetualang.


'Jangan lupa bumbu masakan bos, nanti kalau lupa bos harus makan masakan hambar.' ucap Kong.


"Iya tau." gumam Kevin memastikan stok bumbu masakannya di inventory.


Setelah semua lengkap dan di rasa lebih dari cukup, Kevin pun berjalan ke balkon kamar untuk merokok sebentar sebelum tidur.


"Ayang tidur, dah malem." ucap Linda saat masuk ke dalam kamar.


"Bentar." jawab Kevin dari balkon.


"Kamu kenapa ngalamun gitu?" tanya Linda memeluk Kevin dari belakang.


"Enak aja malem malem ngalamun." jawab Kevin mencium tangan lembut Linda.


"Udah ayo tidur." ajak Linda mematikan rokok Kevin yang masih setengah.


"Iya." jawab Kevin menurut.


Akhirnya mereka pun tidur sambil berpelukan.


Keesokan harinya


Pagi harinya, Kevin menemani Linda belanja di pasar bahan makanan hari ini. Mereka berjalan sambil bercanda gurau, senyuman Linda yang sangat indah membuat hati Kevin gembira.


"Udah?" tanya Kevin saat melihat Linda selesai belanja.


"Udah, ayo pulang, udah di tunggu mamah." jawab Linda tersenyum manis.


Setelah selesai belanja, keduanya pun memilih pulang dengan membawa barang belanjaan dan beberapa jajanan pesanan teman teman lain.


Saat sampai di rumah, keduanya di sambut dengan baik oleh Aurora dan teman teman lain yang membantu membawakan barang belanjaan ke dapur.


"Dion kemana?" tanya Kevin pada Riski.


"Tadi katanya ke tempat Alan, mau bahas soal Asosiasi Petualang sama ayahmu." jawab Riski.


"Ohhh gitu." ucap Kevin paham.


"Ayang mau kopi atau teh?" tanya Linda menghampiri Kevin.


"Kopi aja." jawab Kevin.


"Okayy, tunggu ya sayangku!" ucap Linda pergi setelah mencium kedua pipi Kevin.


"Em..em..em..bucinnya keterlaluan!" ucap Agus menggelengkan kepala.


"Bac*t! iri bilang bab*!" ucap Kevin.


"Aku gak iri ya sat!" ucap Agus kesal.


"Kau mau berangkat kapan vin?" tanya Riski.


"Sorean lah, panas cok kalau siang ini." jawab Kevin santai.


"Lah hari ini juga?" tanya Riski kaget.


Linda yang mendengar jawaban Kevin tadi juga ikut kaget.


"Kamu berangkat hari ini yang?" tanya Linda dengan mata berkaca kaca.


"Sebenernya minggu depan, tapi kamu gak ikut ya udah hari ini aja. Aku juga mau mampir ke hutan kabut sebentar soalnya." jawab Kevin.


"Jangan hari ini ya, pliss, besok atau lusa aja." ucap Linda memohon.


'Gimana ni?' tanya Kevin.


'Besok malam aja bos, kasian nyonya besar, sepertinya belum rela.' ucap Kuro yang di setujui Cooper dan Dexter.


"Ya udah besok malem dah." ucap Kevin tersenyum lebar pada Linda.


"Yeayyy!!!" ucap Linda gembira lalu memeluk Kevin dengan erat.


Setelah itu dia kembali ke dapur untuk membantu memasak sarapan.


Saat sarapan, Kevin baru teringat dengan gunung di belakang sekte nya yang kata sistem tempat bersemayam nya Phoenix Emas.


"Kenapa nak? masakannya kurang asin atau gimana?" tanya Aurora.


"Enggak, pas kok rasanya." jawab Kevin tersenyum lalu lanjut makan.


"Kenapa?" tanya Virzha.


"Ayah tau gunung di belakang?" tanya Kevin balik.


"Tau, gunung api biasa kan." jawab Virzha santai.


"Ayah tidak curiga gitu?" tanya Kevin bingung apakah aura keagungan yang sangat menekan tingkat Expert ke bawah ini hanya di rasakan olehnya sendiri.


"Curiga kenapa?" tanya Virzha balik.


"Ahh tidak, tidak jadi." jawab Kevin cepat cepat menyelesaikan makannya lalu pergi.


"Mau kemana?" tanya Linda.


"Ke sekte bentar." jawab Kevin mencium kedua pipi tembem Linda lalu pergi.


"Jangan pulang larut ya!" teriak Linda.


"Yooo!" jawab Kevin.


"Anak aneh!" ucap Virzha menggelengkan kepala lalu lanjut makan.


Bersambung....