Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 36



Hari berangkat latihan


Akhirnya hari berangkat ke hutan larangan pun datang, Kevin dan teman temannya sudah menyiapkan keperluan secukupnya untuk berlatih di hutan larangan.


Setelah berpamitan pada orang rumah, mereka pun berangkat dengan berjalan kaki karena akan ribet jika memakai kereta kuda.


"Oh ya, kalau di tengah perjalanan ngerasa capek bilang ya, biar nanti istirahat dulu." ucap Kevin yang kini sudah keluar dari ibukota.


"Itung itung latihan fisik lah kek gini tuh." ucap Dion.


Mereka terus berjalan sambil ngbrol tentang perang waktu itu sampai akhirnya mereka menemukan sebuah desa yang sangat kumuh dan penduduknya yang miskin.


"Jangan kesana, kita lanjut aja. Resiko besar kalau masuk ke sana, lagian gak akan ada restoran di dalem." ucap Kevin melanjutkan perjalanan.


Mereka berjalan sekitar 3 jam dan memutuskan untuk istirahat di sebuah gubuk tua yang di khususkan memang untuk para petualang beristirahat.


"Vin, keknya kau udah berpengalaman banget tinggal di dunia ini, sudah berapa lama kau di sini?" tanya Rizal.


"Kalau sebelum ke bumi itu sekitar 30-40 tahunan kalau baru baru ini ya cuman 5 tahun jadi aku dah tau seluk-beluk dari alam ini, bagaimana cara mereka berinteraksi dan lain lain." jawab Kevin sambil sebat.


"Lama juga!" ucap Rizal.


"Besok aku ajarin gimana berkomunikasi sama orang pribumi, soalnya salah perkataan dikit aja mereka bisa main bunuh orang. Di dunia ini gak ada hukum, yang ada cuma yang berkuasa sama rakyat jelata. Hukum ada sih tapi jangan terlalu berharap banyak kasus kejahatan bisa di selesaikan pakai hukum." ucap Kevin.


"Yang kuat berkuasa yang lemah di injak injak." ucap Riski.


Setelah puas beristirahat mereka pun lanjut berjalan di selingi canda tawa yang mengorbankan Riski sebagai bahan candaan.


Setelah berjalan sangat lama akhirnya mereka bertemu malam dan sedari tadi berjalan belum menemukan satu kota pun sama sekali. Kevin memutuskan untuk bermalam di sebuah pohon besar yang rimbun.


Kevin mengeluarkan daging monster yang sudah bersih dan mengoleskan bumbu, sedangkan yang lainnya berusaha membuat api sambil menyiapkan tempat tidur dari daun daun.


"Dah Vin." ucap Demian selesai menyiapkan api.


Kevin langsung membakar beberapa daging monster untuk makan malam. Setelah matang mereka langsung menyantap hidangan sederhana itu dengan lahap.


Saat sedang makan malam sambil di selingi canda tawa, tiba tiba sekelompok petualang yang sedang mengawal dari pihak kerajaan Iceland yang habis berkunjung dari kerajaan Valhala.


"Boleh gabung mas?" tanya salah satu petualang.


"Ohh boleh boleh, silahkan." jawab Kevin.


"Terimakasih mas." ucap petualang tadi beristirahat.


"Dari bumi dia." bisik Kevin pada Deni.


"Kau tau dari mana?" tanya Deni berbisik.


"Di sini jarang orang manggil dengan sebutan 'mas' jadi udah ku pastikan dia dari bumi." jawab Kevin.


"Udah dari tadi mas?" tanya petualang tadi.


"Lumayan lah, lagian dari tadi siang gak ketemu kota ya terpaksa tidur di sini." jawab Kevin.


"Kenalin mas, Agus Striya." ucapnya memperkenalkan diri.


"Kevin mas." ucap Kevin memperkenalkan diri.


"Saya Dion." ucap Dion.


"Rizal mas." ucap Rizal.


"Riski saya." ucap Riski tersenyum ramah.


"Saya Demian mas." ucap Demian ramah.


"Mau kemana ini?" tanya Agus.


"Mau ke hutan larangan, rencana mau berburu di sana." jawab Kevin sambil sebat.


"Boleh ikut mas? uang dari pengawalan gak terlalu gede soalnya." ucap Agus.


[Terima saja bos, saya melihat bakat terpendam di tubuhnya]


"Boleh mas tapi kita di sana lebih dari sebulan." jawab Kevin.


"Gak papa mas, yang penting berburu. Itung itung latihan juga." ucap Agus.


"Ya udah mas kalau gitu, mau rokok mas?" ucap Kevin menawarkan rokok satu slop yang ada dua macam surya 16 dan malboro merah.


"Saya enggak ngerokok mas, ngopi aja saya mah." ucap Agus tersenyum menolak.


Setelah ngobrol sebentar mereka pun tidur supaya besok bisa bangun pagi.


Keesokan harinya


Kevin setelah olahraga pagi dan mandi di dunia jiwa, dia masak beberapa ikan hasil mancing di danau dunia jiwa. Sambil menunggu, dia merokok dan ngopi di temani Bombom yang makan daging monster dengan lahap.


"Anj*ng kent* di hutan! bang*at bang*at! pantes semalem brisik bet!" gumam Kevin menggelengkan kepalanya.


Saat sedang asyik menyanyi lagu sambil membakar ikan,Riski terbangun dari tidurnya dengan wajah yang putih pucat.


"Mimpi buruk ya?" tanya Kevin.


"Anj*ng! di kejar pocong aku bang*at!" ucap Riski ngos-ngosan.


"Mandi dulu sana, 100 meter dari sini ada sungai jernih. Sabun sama sampo nya ada di balik pohon." ucap Kevin.


"Om Dion kemana?" tanya Riski mengeluarkan baju dan handuknya dari cincin penyimpanan.


"Dah duluan dia, dari tadi jam 6 belum balik juga. Paling lagi olahraga sebentar sebelum mandi." jawab Kevin.


"Ya udah aku mandi dulu ya." ucap Riski pergi meninggalkan Kevin yang terus menyanyi lagu kesukaannya.


Setelah matang Kevin mengangkat ikan bakarnya dan kini giliran memasak nasi secara tradisional.


"Bakar ayam enak keknya." ucap Kevin beranjak pergi berburu ayam hutan.


Di saat Kevin pergi, gadis tadi yang keluar dari tenda pangeran kerajaan Valhala diam diam memakan ikan bakar yang sudah capek capek Kevin masak. Bombom yang di perintahkan Kevin untuk menjaga ikan bakar itu langsung merubah bentuknya menjadi bentuk asli.


'Groahhhh.....'


Bombom mengaum keras hingga membuat emua orang di sana terbangun dan gadis itu bergetar mematung ketakutan.


Di tempat lain


Kevin kini sudah mendapatkan empat ekor ayam hutan dan seekor rusa dewasa yang besar dan gemuk.


"Ahahaha...skill berburu ku tidak buruk juga! waktunya kembali." ucap Kevin berjalan kembali ke tempat teman temannya.


Saat berjalan santai, Kevin mendengar auman Bombom dan langsung berlari sangat cepat ke sana untuk menenangkan Bombom supaya tidak jatuh korban.


Sesampainya di tempat perkemahan, Kevin melihat Bombom yang sudah di ikat dengan kencang dan siap untuk di penggal.


Bugh..


bagh...


bugh...


Kevin memukuli semua prajurit yang memegangi tali yang menjerat Bombom.


"Perang perang kita anj*ng!" teriak Kevin mengeluarkan dua pedangnya sambil mengeluarkan aura petualang tingkat SSS+.


"M-maaf t-tuan kalau kami lancang, tapi kenapa tuan marah?" tanya prajurit kerajaan Iceland.


"Kau bertanya? jelas aku marah karena kalian lancang ingin membunuh beast spiritual ku!" ucap Kevin marah.


"M-maaf kami tuan." ucap prajurit itu menundukkan kepala.


Kevin melepaskan tali yang menjerat Bombom lalu mengajak teman temannya pergi begitu saja meninggalkan makanan yang sebelumnya dia masak.


"Ayo mas, udah gak usah ikut mereka lagi." ajak Riski pada Agus.


Agus menurut saja dan mengikuti kemana Kevin dan teman temannya pergi.


"Di depan sebelah kanan belokan ada sungai, kita berhenti disana dulu buat makan." ucap Kevin.


"Oke." ucap Dion.


20 menit kemudian


Akhirnya mereka sampai di tempat yang Kevin maksud, Kevin menyuruh mereka untuk membuat api, sedangkan dia akan membersihkan rusa dan ayam hasil buruannya tadi.


Setelah selesai membersihkan hewan buruan, Kevin membumbui nya dan lanjut membakarnya untuk sarapan pagi, sambil menunggu matang, Kevin memasak nasi untuk karbohidrat nya.


"Masih jauh kah?" tanya Riski.


"Tinggal 10km lagi." jawab Kevin.


Setelah matang mereka pun langsung sarapan, selesai sarapan mereka melanjutkan perjalanan ke hutan larangan. 5km sebelum hutan larangan mereka berhenti di kota terdekat untuk membeli persediaan makanan dan beberapa pakaian.


"Kita masuk ke yang paling dalam, jangan sampai kalian sedikitpun mengurangi kewaspadaan kalian. Mas Agus sama Demian di tengah, Dion di belakang sama Deni, Riski Rizal kanan kiri, aku depan." ucap Kevin saat sudah sampai di pinggiran hutan larangan.


"Baik!" jawab mereka mengeluarkan senjatanya.


Mereka bertujuh mulai masuk ke dalam hutan larangan yang sangat mencekam. Auman monster ada di mana mana, suara suara aneh bersahut-sahutan.


Kevin berjalan di depan menunggangi Bombom yang sangat protektif kali ini. Hingga akhirnya mereka sampai di tempat Kevin dulu memancing, tempat ini adalah tempat terdalam dan paling berbahaya dari semua tempat karena terbuka dan danau adalah sumber makanan dan air yang melimpah memancing kedatangan monster iblis.


Kevin mengajak mereka masuk ke dalam gua dan beristirahat di sana sambil menunggu malam tiba. Kevin memutuskan untuk memulai latihannya besok karena hari sudah sore dan teman temannya terlihat kelelahan.


Bersambung.......