
Mereka ber sembilan berpencar mencari lokasi yang pas untuk menghadapi bagiannya masing-masing. Sedangkan Kevin langsung menyerang bawahan bos Cyclops tanpa banyak bicara lagi.
Kevin menggunakan spesial susano'o miliknya sekaligus mengaktifkan God Of Eyes untuk mencoba efeknya di saat pertarungan.
Boomm...
Boomm...
Boomm...
Kevin dengan sangat mudah membaca serangan Cyclops di hadapannya dan dapat dengan cepat mengetahui titik-titik kelemahan Cyclops tersebut. Sehingga Kevin dengan mudah membunuh Cyclops tersebut tanpa menggunakan tenaga lebih.
"Wahh bagus juga mata ini! lebih jelas buat baca gerakan musuh, apalagi buat lihat titik lemah musuh! top bet dah!" gumam Kevin senang.
"Bajing*n!!! beraninya kau membunuh anakku!!!!" teriak bos Cyclops marah lalu merubah bentuknya persis seperti iblis namun matanya satu dan tubuhnya raksasa.
Bertanduk, memiliki dua sayap, memiliki taring, aura iblis yang pekat, dan warna tubuhnya yang semula putih pucat berubah menjadi merah pekat.
"Wah wah wah...ternyata salah satu pangeran iblis! salam tuan Envy!" ucap Kevin tersenyum lebar.
"Ashuraaaaa!!!!!!!!!!!" teriak Cyclops yang merupakan perwujudan dari pangeran iiblis bernama lain Leviathan salah satu dari 7 dosa besar atau 7 pangeran neraka.
"Hahahaha....kau masih ingat ternyata, bagaimana kabar ayahmu di neraka?" tanya Kevin menyindir Kaisar Dewa Iblis yang dulu dia bunuh.
"Bajing*n!!!!" teriak Envy marah lalu menyerang Kevin dengan sangat brutal.
Dengan mudahnya Kevin menghindari semua serangan Envy sehingga membuatnya semakin marah dan menyerang Kevin lebih brutal.
"Ahh lemah sekali!" ucap Kevin bosan lalu balik menyerang Envy.
Buagh...
Buagh...
Boomm...
Boomm..
Serangan Kevin mengenai tubuh Envy dengan telak, ketika Envy lengah Kevin menusuk dadanya menggunakan tombak cahaya di gabung dengan api emas.
Woshhh....
"Arghhhhhhh....." teriak Envy kepanasan karena tubuhnya terbakar oleh api emas Kevin.
Dalam sekejap mata tubuh Envy hangus menjadi debu dan debunya terbang entah kemana. Kevin lanjut membantai semua monster yang berada di bawahnya dengan menggunakan skill Thunder Strom.
Boomm...
Boomm..
Boomm...
Ledakan dahsyat bersahut-sahutan dalam waktu 30 detik, setelahnya ledakan dahsyat itu berhenti. Kevin pergi menengok ke tempat pertarungan Dion dan yang lainnya.
Kevin tidak melihat satu Cyclops satupun di sana.
"Lohh kok ilang?" tanya Kevin bingung.
"Kabur! ke arah kota!" teriak Riski yang saat itu mereka semua sedang berkumpul membicarakan cara terbaik menangkap para Cyclops yang kabur.
"Berapa?" tanya Kevin.
"Semua!" jawab Deni.
"Ayo kejar!" ajak Kevin yang di setujui teman temannya.
Mereka terbang dengan kecepatan tinggi ke arah kota dengan perasaan panik.
Di kota Giok
Saat ini suasana menjadi ricuh karena alarm tanda situasi berbahaya berbunyi berkali-kali. Walaupun begitu, mereka yang ada di gedung tournamen masih tenang tenang saja karena merasa aman di kelilingi ratusan pendekar tingkat tinggi.
Boomm...
Boomm...
Boomm...
Suara ledakan berirama layaknya manusia berjalan terdengar di ikuti getaran tanah yang seirama dengan ledakan tadi.
"Arghhhhhh...." teriak salah satu cyclops ketakutan.
Seketika semua orang di dalam gedung dan luar gedung kaget mendengar teriakan ketakutan barusan.
"Maaf yaa, ada sedikit masalah." ucap Kevin dari atap gedung yang bolong tengahnya.
"Dasar bodoh!" gerutu Virzha menepuk jidatnya.
"Hey cepat bunuh bodoh!" teriak Kevin menengok ke belakangnya.
"Kau bantu bangs*t!!!" teriak Deni kesal.
"Eheheh maap...." ucap Kevin tertawa kecil lalu pergi membantu setelah membungkuk meminta maaf.
Seketika semua orang di buat bengong melihat kelakuan Kevin yang sangat tenang bahkan sempat sempat nya meminta maaf sambil menertawakan temannya.
"Siapa pemuda bertopeng itu?" tanya raja Dyrot pada asistennya.
"Saya tidak tau tuan." jawab asistennya.
"Cari tau sekarang, aku tertarik dengannya." ucap Raja Dyrot tersenyum penuh simpul.
"Baik tuan." jawab asistennya pergi.
Di tempat Kevin
Saat ini mereka sedang duduk sambil melihat 9 Cyclops yang di rantai menggunakan rantai emas, skill khusus milik Kevin.
Ke sembilan Cyclops itu terus memohon untuk di berikan kesempatan hidup pada Kevin dan teman temannya.
"Kalian bisa diam gak? tebas juga ni!" ucap Deni kesal karena para Cyclops itu yang berisik.
Seketika para Cyclops itu terdiam ketakutan sambil menundukkan kepala dan badan yang bergetar hebat.
"Kok aneh sih vin mereka ini?" tanya Demian heran.
"Gak tau juga aku." jawab Kevin juga aneh melihat sifat para Cyclops itu.
"Kalian ini dari suku mana?" tanya Kevin setelah tau asal usul para Cyclops ini dari Leo.
"Kami dari bangsa Nir tuan." jawab salah satu dari Cyclops itu.
"Bangsa nir?" gumam Kevin bertanya tanya.
'Artinya mereka bukan salah satu dari Cyclops jahat tuan, selain suku Yott, suku Roak, dan suku Ryu mereka bukan raksasa jahat. Melainkan masuk ke dalam spesies Titan dan wujud asli mereka bukan seperti ini.' ucap Leo menjelaskan.
'Wah sistem kalah cerdas!' ucap Kevin kagum.
[Heyyy!]
'Hahaha.....bob tersinggung!' ucap Kevin tertawa.
"Di mana bangsa kalian? kenapa kalian bisa menjadi wujud seperti ini?" tanya Kevin.
"Kami bisa menjadi wujud seperti ini karena pengaruh dari iblis yang tuan lawan tadi. Dan bangsa kami lainnya berada di hutan Everest, tempatnya para Titan berada." ucap Cyclops tadi menjelaskan.
"Gimana?" tanya Kevin menengok ke arah teman temannya.
"Ya terserah kau! kau kan ketuanya jadi kita ikut kau bodoh!" jawab Deni sedikit kesal.
"Santai aja dong! gitu aja ngegas! dasar dontol!" ucap Kevin sedikit kesal.
Kevin melepaskan rantai emas yang mengikat para Cyclops itu dan membuka portal ke hutan Everest.
"Pergi, sampaikan salamku ke raja kalian." ucap Kevin.
"Terimakasih banyak tuan!" ucap Cyclops tadi bersujud pada Kevin diikuti para Cyclops lainnya.
"Cepat pergi sebelum petualang lain datang untuk membunuh kalian!" ucap Kevin.
Dengan buru buru para Cyclops itu masuk ke dalam portal lalu dalam kedipan mata portal tersebut hilang.
"Terus kita pakai bukti apa buat nunjukin misinya selesai?" tanya Agus.
Kevin mengeluarkan satu kepala Cyclops anak Envy yang tadi dia bunuh.
"Hahaha...kau meremehkan otaknya!" ucap Dion memukul kepala Agus sambil tertawa keras.
"IQ mu minus soalnya!" ucap Kevin sedikit sombong.
"Dihh anj*ng!" umpat Agus kesal sambil mengelus kepalanya.
Setelah itu mereka pergi ke Asosiasi untuk mengurus penyelesaian misi barusan.
"Sudah selesai." ucap Kevin memberikan kertas misinya sekaligus formulir yang tadi siang dia isi.
"Buktinya tuan?" tanya resepsionis.
"Di luar." jawab Kevin berjalan pergi diikuti oleh resepsionis dan kepala Asosiasi.
Di luar kepala Cyclops itu sudah di kerubungi oleh para petualang karena raksasa Cyclops ini terkenal dengan kekuatannya yang sangat besar dan kulitnya yang tahan akan semua serangan di bawah ranah Tyrant.
"Bayaran?" tanya Kevin pada kepala Asosiasi yang masih melongo melihat kepala Cyclops yang sangat besar itu.
"Berikan bayarannya!" ucap kepala Asosiasi tersadar dari lamunannya.
Tak lama empat pria tinggi besar datang dengan satu kereta kuda penuh koin diamond.
"Ini bayaran untuk kalian, terimakasih." ucap kepala Asosiasi.
"Terimakasih banyak." ucap Kevin naik ke kereta kuda diikuti Deni dan yang lainnya dengan perasaan gembira.
"Kalian berdua, ayo ikut!" ajak Dion mengikuti perintah Kevin.
Atlas dan Edith ikut ke kereta kuda itu yang berjalan ke sebuah restoran mewah.
"Pesta dulu kita hahaha...." ucap Kevin.
"Yoiii......" ucap Deni.
Mereka masuk ke dalam restoran dan membeli semua makanan mewah untuk di makan 9 orang, tak lupa Kevin menyimpan kereta kuda tadi di cincin penyimpanan supaya tidak di maling.
Bukan seperti petualang lain yang jika menerima bayaran fantastis akan pesta arak sampai mabuk, mereka pesta makanan mewah sampai mabuk dan kekenyangan.
"Vin udah vin! mabok daging aku! erghhhhhh....." ucap Agus bersendawa.
"Teler aku cokkk...." ucap Kevin lemas memegangi perutnya.
"Begah banget..!" ucap Dion mengelus perutnya yang padat.
Setelah merasa baikan mereka pun membayar biaya makanan lalu pergi ke sebuah gazebo pinggir sawah dekat gedung tournamen yang sangat ramai.
"Kita bagi bayarannya!" ucap Kevin memulai pembicaraan.
"Yeyyy bayaran!!!" ucap Deni semangat.
Kevin mengeluarkan 8 cincin berwarna hijau terang dan di bagikan pada mereka masing-masing satu cincin.
"Di dalam cincin itu ada sekitar 1 juta koin diamond tadi, masing-masing dapat dengan nominal yang sama kecuali aku hahaha....aku bunuh dua terus lumpuhin 9 lainnya jadi aku dapat 1,5 hahaha...." ucap Kevin bangga.
"Tchihhh...lain kali aku yang bakalan dapat!" ucap Deni iri lalu menyimpan cincin bagiannya.
"Awas kau, kalau aku yang dapat besok! ku cekokin daging 5 kilo!" ucap Riski kesal.
"I-ini untuk kami?" tanya Edith kaget.
"Iya, kalian kan juga ikut ke dalam misi jadi dapat bagian juga." jawab Kevin santai.
"T-tapi kan kami hanya mengikuti perintah!" ucap Atlas tergagap menatap dalam dalam cincin di genggamannya.
"Gak usah tapi tapian, itu memang bagian kalian." ucap Dion.
"T-terimakasih!" ucap keduanya sambil menangis haru.
Booommmmm.....
Sebuah ledakan dahsyat tiba tiba terjadi dari dalam gedung tournamen. Tak hanya ledakan saja, melainkan aura iblis yang sangat amat pekat menyebar ke semua bagian gedung hingga keluar sampai di tempat Kevin.
Kevin dan teman temannya yang saat itu sedang ngobrol sambil bercanda gurau langsung terdiam dan menatap tajam satu sama lain. Dalam sekedip mata mereka semua menghilang dari tempatnya meninggalkan Atlas dan Edith yang kebingungan.
"Ayo ke gedung!" ajak Edith.
Bersambung.....