Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 43



Saat ini Kevin sedang asik bercanda gurau dengan Tania yang sedang bermain tembak kaleng untuk mendapatkan sebuah boneka acak. Sedangkan Demian, dia sedang menemani Dita membeli beberapa baju di bazar tersebut.


Di bazar ini memang tidak hanya untuk berjualan makanan dan kebutuhan lainnya, tapi menyediakan berbagai permainan seperti di pasar malam. Saat mereka sedang beristirahat, mereka berempat menyaksikan sepasang kekasih yang sedang adu mekanik di tengah tengah kerumunan.


"Adu mekanik tuh vin!" ucap Demian menunjuk sepasang kekasih yang sedang gelud memakai senjatanya masing-masing.


"Mau bunuh bunuhan tuh? sadis bet!" ucap Kevin kaget.


Namun di tengah tengah sepasang kekasih itu bertarung, sebuah Kerajaan Envuella yang terkenal maruk dan sadngat arogan dan di belakangnya diikuti sebuah rombongan dengan bendera Kerajaan Greenland yang Raja nya terkenal sangat adil dan tidak sombong.


"Minggir!!!! dasar kalian rakyat jelata!!!" teriak petualang yang dikenal sebagai petualang terkuat di seantero jagat karena memenangkan turnamen dunia. Karena title nya juga, dia kini menjadi sangat angkuh dan berbuat seenaknya.


'Rendahan! kena aura ku saja paling hancur jadi daging giling!' batin Kevin kesal.


'Bunuh saja bos!!' ucap Kong ikut kesal.


'Bekantan bodoh! kalau kita buduh dia, nanti jadi gak seru dong!' ucap Kevin.


'Iya juga!' ucap Kong sadar.


"Pulang yok yang, males banget aku disini." ajak Tania menarik narik tangan Kevin.


"Loh, tadi katanya mau coba permainan lain. Kok sekarang malah minta pulang sih, aneh banget dah." ucap Kevin bingung.


"Udah ayok!" ucap Tania dengan nada malas.


[Tuan, sepertinya dia takut kau melihat putri cantik yang ada di kereta kuda itu]


'Mana mana?' tanya Kevin penasaran menatap jeli kereta kuda dari kedua rombongan kerajaan itu.


"Ayang!" ucap Tania marah.


"Iya iya.." ucap Kevin beranjak pergi di gandeng Tania dengan wajah cemberut.


"Ayok balik, kamu kecapekan nanti." ajak Demian yang langsung di angguki Dita.


Sesampainya di motel, Tania langsung masuk ke kamar sambil menggerutu marah marah tentang sikap Kevin tadi.


"Iya iya aku minta maaf, lain kali enggak gitu lagi deh." ucap Kevin membujuk Tania.


"Nyenyenyenye..." ucap Tania masih sangat kesal.


"Kamu mau apa deh? semua yang kamu mau aku kasih, tapi cuma satu ya." ucap Kevin memberi tawaran.


"Idih apaan! dah aku mau tidur! males liat kamu!" ucap Tania dengan mata berair dan menutup tubuh dan mukanya dengan selimut.


'Aduh susah inimah!' batin Kevin pasrah.


[Tuan sih malah di cari ceweknya! bodoh! hahaha....]


'Mau aja di kerjain sistem hahaha....' ucap Kong tertawa keras melihat kepasrahan Kevin.


'Emang anj*ng kalian semua!' ucap Kevin kesal di bodohi Sistem.


Kevin terus membujuk Tania yang ngambek dan akhirnya menyerah dan memilih untuk membujuk kembali nanti. Kini Kevin sedang memilah, crystal mana yang mau dia lelang nanti.


Sore harinya Kevin membangun kan Tania yang ketiduran karena kelamaan menangis. Tania bangun tapi masih dengan wajah yang cemberut dan marah pada Kevin. Tania pergi mandi tanpa berbicara pada Kevin sedikit pun.


Setelah menunggu Tania selesai mandi, Kevin pun turun ke bawah untuk makan bersama yang lain. Wajah murung Kevin dan wajah cemberut Tania membuat teman teman mereka heran.


"Jadi kan ni ke Paviliun?" tanya Rizal ragu.


"Jadi." jawab Kevin singkat lalu kembali makan.


"Lagi marahan, yang cewek cemburu tadi pagi." bisik Demian pada Rizal yang wajahnya kebingungan.


"Ohhh..." Rizal ber-oh ria sambil menahan tawanya.


Setelah selesai makan, mereka berdelapan pergi ke Paviliun meninggalkan Deni yang sedang murung di kamarnya. Sesampainya di Paviliun, Kevin dengan wajah yang di buat seolah-olah tidak terjadi apa apa mendaftarkan dua crystal monster kelas Iblis dan Setan atas nama dirinya sendiri ke resepsionis sambil memesan ruangan VVIP.


Setelah semua berkas di tandatangani dan persetujuan buka harga pada dua crystal itu, Kevin mengajak mereka untuk ke ruangan yang sudah ia pesan tadi.


Saat sedang berjalan melalui beberapa ruangan VVIP lainnya, Kevin melihat seorang gadis yang amat cantik tapi tidak seksi, sedang berbincang bincang dengan seorang pria tua yang dia kenal.


"Matanya tolong!" ucap Tania ketus.


Kevin yang bengong beberapa saat kembali berjalan menyusuri lorong dan masuk ke ruangannya. Kevin melihat Tania yang semakin cemberut dan marah.


"Cantik vin tadi, gila kek bidadari!" ucap Rizal kagum.


"Dari Kerajaan mana ya tadi?" tanya Kevin mempunyai ide.


"Bapak bapak tua tadi kayaknya sih tuan Brave ya, jadi kemungkinan besar dia anaknya." ucap Agus.


"Kau tertarik vin?" tanya Rizal sadar dengan kedipan mata Kevin.


"Kalau dia mau sih aku oke oke aja, lagian yang ini udah gak tertarik lagi sama aku." jawab Kevin melirik ke arah Tania yang mulai gusar.


"Waahhh nanti kita kenalan yuk." ucap Agus.


"Bagus idemu gus! gas lah habis lelang selesai!" ucap Kevin menahan tawa.


Kevin tidak menggubris nya dan memilih untuk menyalakan rokok serta menikmati kopi yang dia pesan pada pelayan.


"Ayang liat aku dong!" ucap Tania menggesekkan kepalanya di lengan Kevin dengan manja.


"Kenapa?" tanya Kevin cuek.


"Kamu gak akan cari yang lain kan?" tanya Tania manja dengan suaranya yang sangat lembut membuat Kevin luluh dan teman temannya melongo.


"Ya kalau kamu udah gak mau sama aku lagi terpaksa cari yang lain." ucap Kevin masih menahan.


"Aku aku gak mau pisah sama kamu! aku mau sama kamu terus!" ucap Tania merengek dengan air mata yang terjatuh.


"Ahahaha...iya iya aku gak bakal pergi." ucap Kevin tertawa kecil sambil mengelap air mata Tania yang membasahi pipi tembemnya.


"Janji?" tanya Tania menatap dalam dalam mata Kevin.


"Kalau itu mau kamu ya aku janji gak akan cari istri selain kamu." jawab Kevin mencium pipi Tania.


Tania memeluk erat tubuh Kevin sambil mengelap air matanya, tak berselang lama pelelangan pun di mulai dengan gedung yang sudah terisi penuh oleh para bangsawan, petualang, Raja raja di ruang VVIP, dan rakyat yang mencari tanaman herbal langka disini.


"Selamat datang para tamu yang terhormat! perkenalkan saya Jason, pembawa acara lelang hari ini yang tentunya dengan barang barang langka tingkat tinggi! peraturan nya sudah tertulis di meja masing masing dan tidak usah lama lama lagi mari kita mulai lelang terhebat sepanjang masa ini!" ucap host lelang.


"Oh iya, pelelangan ini akan di bagi menjadi dua bagian, bagian pertama menampilkan 60 barang barang biasa dan bagian kedua akan menampilkan 10 barang barang luar biasa!! jika berminat untuk menawar silahkan naikkan harga minimal 50 koin!" ucap Jason.


"Baca cok baca! jangan melongo gitu tol*l!" ucap Kevin menyuruh Rizal dan Agus membaca buku peraturan lelang.


"Kedip blok! matanya tu lo di kondisikan!" ucap Demian menyadarkan dua orang itu dari fantasi mereka yang menatap mesum seorang wanita seksi yang mendorong sebuah troli berisi telur besar berwarna hitam.


"Sorry sorry." ucap Rizal membaca buku di depannya.


"Untuk membuka pelelangan hari ini, telur beast spiritual tingkat SSS! di buka dengan harga 300 koin platinum!!" ucap Jason meriah.


"350 koin platinum!" ucap seseorang di tempat ekonomis yang gabung dengan yang lainnya.


(Note: Tempat ekonomis ini kayak bangku hajatan gitu, kalau VIP sebuah ruangan kaca yang mewah, VVIP ruangannya ada di atas ruangan VIP, bentuk ruangannya sama kayak VIP tapi kedap suara mewah, banyak berbagai macam makanan dan minuman lezat. Masing-masing ruangan ada mix untuk menawar harga barang)


"400 koin platinum!" ucap orang lain di tempat ekonomis.


.


.


.


"1000 koin platinum!" ucap seseorang dari samping ruangan Kevin yang terdengar karena memakai mix.


Hening...


"Selamat pada ruang xx13 karena memenangkan telur beast spiritual tingkat SSS ini!!!" ucap Jason bertepuk tangan.


"Selanjutnya ada tanaman herbal langka, 5 gingseng 1.000.000 tahun! di mulai dengan harga 1000 koin platinum!" ucap Jason yang langsung di tanggapi berbagai pihak dengan penawaran harganya.


(Note: 100.000 koin perak\= 1 koin emas


1000 koin emas\= 1 koin platinum


1000.000 koin platinum\= 1 koin diamond)


"1 koin diamond!" ucap Kevin yang membuat semua orang terdiam.


"Terjual!!! selamat pada ruang xx14 sebagai pemilik baru tanaman ini!" ucap Jason bertepuk tangan.


"Koin ginian mah recehan anj*ng!" gumam Kevin membuat teman temannya terbatuk.


Pelelangan terus berlanjut namun Kevin tidak tertarik dengan satupun barang dari ke 60 barang yang di lelang kecuali gingseng herbal tadi. Akhirnya pelelangan break sejenak untuk memberi Jason istirahat.


"Aku mau jajan, ayang titip enggak?" tanya Tania.


"Boba yang." jawab Kevin.


"Oke, ayo dit kita jajan." ajak Tania.


Keduanya pun pergi untuk membeli camilan.


Kevin meneliti gingseng yang tadi dia beli memakai mata Rinnegan miliknya, beruntungnya dia kalau gingseng tersebut asli 1000.000 tahun.


"Untung asli!" ucap Kevin lega.


"Buat apaan tuh vin?" tanya Rizal penasaran.


"Buat bikin pil, besok aku mau ke Kerajaan buat coba sembuhin permaisuri kerajaan ini." jawab Kevin santai.


"Kau dah ada tungku vin? setau ku kalau mau buat pil harus pakai tungku khusus Alkemist." ucap Rizal.


"Udah, tinggal cari bahan lain aja." ucap Kevin.


Rizal menganggukkan kepala lalu melihat ponselnya untuk memantau sosial media.


Bersambung.....