
Turnamen hari ke 2
Turnamen hari ke dua pun akhirnya di buka, Kevin dan teman temannya pindah ke tribun VIP sesuai permintaan Riski yang terganggu dengan aura penekanan dari para petinggi.
Satu minggu ini telah di tetapkan sebagai hari libur sesuai permintaan dari Virzha sebagai penanggung jawab turnamen dan Asosiasi Hunter pada Presiden. Kini Tasya bersama dua adik Kevin bisa ikut menonton tanpa perduli pada sekolahnya.
[Tuan, ada berita penting]
'Apa?' tanya Kevin sedikit kaget saat sedang mengamati pertarungan Doni tiba tiba sistem berbicara.
[Kaisar Dewa Iblis telah berhasil di bangunkan dan kemungkinan sesaat setelah penyerahan hadiah turnamen, akan terjadi ledakan aura Dewa Iblis yang menyebar ke seluruh dunia]
'Terus?' tanya Kevin bingung dan masih memperhatikan pertarungan Doni.
[Ya tuan buat dinding pelindung lah, tapi kalau mau keluarga tuan mengering karena energi kehidupannya di serap ya sudah abaikan saja]
'Masa aku harus buat dinding pelindung buat satu dunia! mana bisa anj*ng! aneh aneh aja kau Bob!' ucap Kevin sedikit kesal.
'Bos bisa buat kekai untuk melindungi seluruh dunia dengan menggabungkan energi kami bertiga tapi dengan catatan tuan akan kritis selama dua minggu.' ucap Kuro.
'Aku pikir nanti.' ucap Kevin menimbang nimbang antara keuntungan dan kebuntungan dari kegiatan itu.
'Tunggu, tapikan Diablo belum dapat darahku! bagaimana bisa dia bangunkan Dewa Iblis sialan itu?' tanya Kevin bingung.
[Dia menyelinap saat tuan tidur seperti orang mati, saya dan tiga bawahan tuan juga tidak bisa keluar karena tubuh tuan menolak akses keluar dari dunia jiwa saat itu.]
'Ceroboh sekali aku ini!' ucap Kevin kaget.
Kevin mengesampingkan kebangkitan Kaisar Dewa Iblis dan memilih memberi selamat pada Doni yang berhasil mengalahkan lawannya dengan mudah dan masuk ke 8 besar.
'Bos kau fokus pada turnamen dulu saja, nanti biar kami pikirkan jalan terbaiknya bagaimana.' ucap Kong.
'Aku andalkan kalian.' ucap Kevin fokus menonton pertarungan Brian yang sedikit kesulitan.
"Senior jangan paksakan kekuatanmu!" teriak Doni khawatir akan keadaan Brian.
"Gawat emosinya mulai memuncak!" ucap Kevin panik.
"Kenapa? Brian kenapa?" tanya Rizal ikut panik.
"Terlambat, kita sudah terlambat." ucap Kevin pasrah melihat mata Brian yang berubah menjadi full emas.
Woshhhhh......
Seekor mammoth emas yang sangat besar muncul di belakang Brian.
"Hahaha....hanya gajah? kemampuanmu hanya sebatas sumon gajah? dasar sampah!!!" teriak lawan Brian dari perguruan Kera Sakti yang memiliki roh sihir seekor Kera besar kelas SSS+
(Kelas Ros Sihir, Roh Kutukan: B, A, S, SS, SSS, SSS+, Mitos, Naga, Legendaris, Dewa)
"Terimalah kematianmu!!!!" teriak Brian marah menyerang lawannya mati matian.
"Tusukan Dewa Matahari!!!!" teriak Brian mengarahkan gading mammoth emas nya ke tubuh lawan yang terkapar lemah.
Buaggkkhhhhhhh.....
Kevin seketika muncul di atas arena dan menendang tubuh Brian dengan keras namun dengan mudah dapat di tahan oleh Brian yang di kendalikan sangat mammoth emas.
"Bawa muridmu dan ajari dia sopan santun!" ucap Kevin pada tetua perguruan Kera Sakti yang masuk ke dalam arena untuk membawa muridnya.
"Maaf sudah melukai hati muridmu." ucap tetua perguruan Kera Sakti memberi hormat lalu pergi dari arena.
"Aku beri kesempatan untuk masuk kembali kedalam tubuhnya sebelum ku musnahkan kau dari dunia ini." ucap Kevin menutupi tubuhnya dengan Susano'o biasa yang berbentuk tulang tengkorak bewarna hijau tosca.
"Siapa kau beraninya memerintah yang mulia ini hah!!!" teriak Brian marah.
"Baiklah kalau begitu, oh ya, aku beri tahu ya untuk kalian yang sombong karena memiliki roh sihir kuat berhati hatilah karena resiko raga kalian di ambil alih sangat tinggi." ucap Kevin menyerang Brian setelah menyelesaikan bicaranya.
Dung....
Dung....
Dung....
Dung....
Serangan Kevin terus di bendung dengan baik oleh Brian, bahkan prisai pelindung yang mengelilingi tubuhnya tidak ada yang retak sedikit pun.
"Serangan semut itu tidak ada apa apanya dasar sampah dunia!!!!" teriak Brian yang menggema di telinga Kevin.
"Apa kau bilang barusan?" tanya Kevin marah.
"Sampah dunia!!!!! kehadiran mu di dunia ini tidak ada gunanya!!! kau adalah aib keluargamu!!!!" teriak Brian sangat keras.
Woshhhh......
Kevin membuat Ashura Susano'o sekaligus di tambah energi milik Dexter yang berupa api emas. Ashura susano'o kali ini di desain Kevin dengan ukuran yang lebih kecil supaya bisa menghajar musuhnya tanpa merusak banyak properti.
"Sial!!! kenapa dia yang terpancing!" ucap Dion menggebrak meja.
"Aku takut!!!" ucap Rizal berpelukan dengan Riski.
'Bos! kendalikan emosimu!' teriak Kong khawatir.
"Hilanglah dari dunia ini!!!" teriak Kevin menusuk perut Brian yang seketika prisai yang kokoh tadi tembus dan pedang dari Ashura susano'o Kevin menusuk perut Brian hingga tembus.
"B-bagaimana b-bisa!" ucap Brian sebelum terkapar dengan darah yang mengucur.
Kevin tersadar dari emosinya dan langsung mengibaskan tangannya lalu luka Brian seketika sembuh dan Brian kembali tersadar namun bukan dengan diri yang asli.
"Terimakasih tuan besar! berkatmu makhluk sialan itu akhirnya muanah juga." ucap Brian dengan suara berat.
"Sama sama, ajari anak ini sebisamu jangan kecewakan aku." ucap Kevin tersenyum ramah.
"Baik tuan." ucap Brian lalu pingsan.
"Maaf atas kegaduhan nya, aku sebagai ketua perguruan Teratai Putih menyatakan bahwa Brian mengalah dari pertarungan barusan, terimakasih." ucap Kevin menggotong tubuh mungil Brian turun dari Arena.
Pernyataan Kevin barusan membuat para penonton kebingungan dan menggerutu karena turnamen yang tertunda akibat ulah Brian. Akhirnya pertandingan pun di lanjutkan dengan Kenzo sebagai peserta selanjutnya melawan Roni dari Klan Wiliam.
"Jaga dia, mungkin dua atau tiga jam lagi akan bangun." ucap Kevin pada Bram.
"Baik." jawab Bram.
"Kalau kejang-kejang cukup transfer energi alam 10% saja ke dalam tubuhnya." ucap Kevin.
"Baik." jawab Bram.
"Kalau begitu aku pergi dulu, jaga seniormu Doni." ucap Kevin sebelum menghilang dari hadapan keduanya.
"Guru hebat sekali! bisa menghilang dan muncul sesuka hati!" ucap Doni kagum.
"Karena beliau memiliki elemen dengan kemurnian 100% kalau sudah begitu kecepatannya tidak akan bisa di lampaui siapapun." ucap Bram menjelaskan pada Doni.
"Hebat!!" ucap Doni dengan mata berbinar.
Kevin kembali ke ruangannya dan duduk seperti semula dengan mengamati Kenzo yang sedang bertanding.
"Vin." panggil Riski.
"Kenapa?" tanya Kevin menengok.
"Ini kau kan?" tanya Riski balik.
"Iyalah, siapa lagi." jawab Kevin merasa aneh.
"Fiuhhh....untung aja." ucap Riski lega.
"Apa si ris anj*ng! gaje bat dah." ucap Kevin aneh.
"Iya nih! aneh bat jadi orang anj*ng!" ucap Demian.
Kevin kembali fokus pada pertandingan Kenzo.
Di Arena
Kenzo yang awalnya sedikit kesulitan melawan Roni, kini keadaan berbalik karena Kenzo yang kembali mengingat kelemahan tubuh seperti yang Roni miliki dan telah ceritakan oleh Kevin saat latihan beberapa waktu lalu.
"Sialan kau anak tukang sampah!" teriak Roni marah lalu kembali menyerang Kenzo dengan kekuatan fisiknya namun serangannya semuanya tidak singkron di akibatkan oleh emosinya yang membludak.
"Anak tukang sampah lebih baik dari anak pejabat kak." ucap Kenzo menendang keluar tubuh Roni hingga pingsan karena menabrak dengan keras tembok beton.
"Kenzo dari perguruan Teratai Putih pemenangnya!" teriak wasit diikuti tepukan tangan dari penonton.
Kenzo berlari ke arah adiknya yang sedang duduk menunggu seniornya sadar.
"Bagaimana keadaan senior?" tanya Kenzo.
"Senior sudah beberapa kali kejang-kejang namun paman Bram berhasil menenangkan tubuh senior. Semoga saja senior baik baik saja." jawab Doni.
"Semoga saja." ucap Kenzo duduk di samping adiknya sambil minum air mineral yang sudah di siapkan Bram.
Kevin yang melihat peningkatan Kenzo dan Doni merasa sangat senang karena berhasil mendidik dua murid pertamanya dengan sempurna.
'Bos gajah tadi kau apakan?' tanya Kong.
'Aku lebur jiwanya supaya tidak bisa bangkit kembali, di dalam tubuh Brian ternyata juga singgah roh kutukan berbentuk manusia bertangan enam persis seperti Deku.' ucap Kevin.
'Tubuh anak itu benar-benar monster! tangguh sekali bisa menampung dua roh sekaligus!' ucap Kuro.
'Sesuai dengan panggilan kalian kan? anak emas.' ucap Kevin.
'Ternyata cocok.' ucap Kong yang awalnya asal asalan memberi julukan.
Bersambung......