Strongest Hunter

Strongest Hunter
Arc 2 Episode 53



Keesokan harinya


Kevin terbangun dari tidurnya karena tangan lembut yang terus membelai pipinya.


"Hemhh....hoammm...," Kevin ngulet sambil mengucek matanya yang silau karena cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar.


"Ayang mandi, habis itu sarapan." ucap Tania mencium pipi Kevin.


"Hemm..." Kevin menganggukkan kepala namun kembali tidur.


"Ayang!" panggil Tania sedikit kesal.


"Iya iya.." jawab Kevin beranjak dari kasur lalu pergi masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Tania menyiapkan baju untuk Kevin lalu keluar kamar untuk pergi ke ruang makan. Selesai mandi, Kevin langsung memakai baju yang sudah di siapkan Tania lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan.


'Bos, Diablo sangat lemah! aku tidak puas semalam!' ucap Kong kecewa.


'Kau pikir hanya kau yang tidak puas? aku juga bodoh!' ucap Kevin kesal.


Kevin memakan sarapan yang di sediakan oleh Tania dengan lahap, di ruang makan hanya ada mereka berdua yang lainnya masih belum bangun karena jam masih menunjukkan pukul 07.00.


"Ayang..." panggil Tania manja gelendotan di lengan Kevin yang baru selesai makan.


"Kenapa?" tanya Kevin.


"Boleh tidak aku pergi latihan?" tanya Tania dengan wajah memohon.


"Ya boleh lah." jawab Kevin.


"Tapi aku mau latihan di alam dewa, di sana paling setahun latihan." ucap Tania.


"Tidak papa, kapan kamu berangkat?" tanya Kevin.


"Malam ini." jawab Tania.


"Ya sudah kamu siap siap dulu sana." ucap Kevin.


Tania dengan wajah gembira langsung berlari ke kamarnya untuk mempersiapkan barang barang.


[Saatnya berpetualang tuan! daripada di sini seperti orang tol*l!]


'Gas!' ucap Kevin semangat.


'Ayo cari musuh bos!' teriak Kong semangat.


'Cari uang! bukan musuh!' ucap Kuro memukul Kong dengan keras.


Malam harinya Kevin dan yang lainnya sedang berada di halaman depan Villa untuk mengantar kepergian Tania untuk berlatih.


"Ayang jangan cari yang lain ya! ingat!" ucap Tania dengan tatapan tajam.


"Terserah aku lah, kalau kamu di sana sama yang lain ya aku tinggal cari lagi!" ucap Kevin santai.


"Aku gak akan pernah selingkuh!" ucap Tania dengan tegas.


"Iya." jawab Kevin tersenyum kecil.


Setelah itu dia membuka sebuah portal menuju tempat di alam Dewa sesuai ingatan yang di ambil di kepala Tania, itu yang di lihat oleh orang lain.


"Jangan lupakan kami ya nak!" ucap Aurora meneteskan air mata.


"Sampai jumpa semua!" ucap Tania masuk ke dalam portal dan seketika portal itu menghilang lenyap dari tatapan mereka.


"Ayah aku juga mau pergi." ucap Kevin berpamitan yang membuat mereka sangat kaget.


"Kamu tidak mau melihat ibumu melahirkan nak?" tanya Virzha kaget.


"Besok aku kembali ke sini untuk menengok adik baruku, setelah itu aku pergi lagi." jawab Kevin.


"Setidaknya menetaplah disini sampai ibumu melahirkan, setelah itu silahkan berpetualang kemanapun kau mau." ucap Virzha membujuk Kevin.


"Tidak ayah, masih banyak tujuanku yang belum kesampaian di alam Fana ini, aku berjanji kalau ibu melahirkan aku akan kembali ke sini." ucap Kevin menolak.


"Haihh...kalau begitu terserahmu saja, besok ayah hubungi ponselmu kalau ibumu melahirkan." ucap Virzha menyerah.


"Baiklah, kalau begitu akh pergi ya semua." ucap Kevin sebelum menghilang dari hadapan mereka semua.


"Dia mau ngapain sih?" tanya Deni bingung dengan tujuan Kevin.


"Ada urusan yang belum dia selesaikan di alam ini, ayo kita masuk, di sini dingin." jawab Virzha mengajak mereka masuk ke dalam Villa.


Saat ini Kevin berada di gerbang ibukota mengantri untuk bisa keluar dari gerbang kota. Setelah berhasil keluar dari ibukota, Kevin menaiki punggung Bombom dan terbang menuju arah selatan.


"Kemana nih?" tanya Kevin.


[Ke Kerajaan Vorestham saja tuan, perjalanan ke sana mungkin tuan akan menemukan hal yang menarik]


"Oke!" ucap Kevin melihat ke bawah untuk memantau keadaan di bawah yang rawan akan bandit.


30 menit Kevin terbang di atas langit menunggangi Bombom, akhirnya dia menemukan sebuah kota kecil yang makmur dan memutuskan untuk menginap di sana semalam.


Kevin tidur di kamar yang dia pesan, Kevin susah sekali tidur karena terbiasa memeluk tubuh harum Tania setiap tidur supaya nyenyak.


"Sialan!!! aku susah tidur!!" ucap Kevin mengacak-acak rambutnya.


'Hahaha...bos cupu! baru di tinggal belum 2 jam sudah begini! bagaimana setahun? bisa gila sepertinya!' ucap Kong tertawa terbahak-bahak.


"Diam kau!" ucap Kevin kesal lalu mencoba untuk tidur kembali.


Akhirnya setelah menutup mata selama satu jam Kevin pun terlelap juga.


Keesokan harinya Kevin melanjutkan perjalanan setelah sarapan di sebuah restoran sederhana. Di tengah perjalanan, Bombom berhenti mendadak yang membuat Kevin heran.


"Kenapa?" tanya Kevin bingung.


'Groahh...' Bombom mengaum pelan sambil melihat ke bawah.


Kevin mengikuti arah tatapan Bombom dan paham, Kevin melihat rombongan kereta kuda yang mewah sedang di kepung oleh ratusan bandit. Para prajurit dan petualanh di buat ketakutan karena kalah jumlah.


"Kerajaan mana tuh?" tanya Kevin bingung.


[Kerajaan Lagarde dari Kekaisaran Cassaze tuan, mereka hendak berkunjung ke Kerajaan Vorestham untuk membicarakan tentang bisnis]


"Ohhh..." ucap Kevin ber-oh ria.


"Aku malas." jawab Kevin dengan nada malas.


'Tinggal keluarin aura terus pergi bos, apa susahnya!' ucap Kong kesal.


"Iya iya! dasar bekantan!" ucap Kevin kesal.


Kevin melompat dari punggung Bombom lalu mendarat dengan sangat keras di depan rombongan kereta kuda Kerajaan Lagarde yang ketakutan.


Woshhhh....


Kevin mengeluarkan aura ranah Imortal Supreme, membuat para bandit langsung terjatuh tengkurap tidak bisa bergerak.


"Wahhh...kalian bisa tau ya rombongan kaya seperti ini!" ucap Kevin berjalan memegang satu pedang darah di tangan kanannya.


"Siapa kau bajing*n!" teriak ketua bandit yang terus mengeluarkan darah dari telinga, hidung dan mulutnya.


"Aku? aku adalah Ashura Bearnet, malaikat pencabut nyawa para sampah masyarakat seperti kau!" ucap Kevin.


Jlebb...


Kevin menusuk kepala bos bandit dengan wajah datar dan melanjutkan nya ke bandit lain yang mulai berteriak ketakutan.


"Cuih!!!" Kevin meludah lalu beranjak pergi dengan pakaian yang berlumuran darah segar.


"T-tuan! tunggu sebentar!" panggil seorang pria berpakaian prajurit dengan tubuh tinggi besar.


Kevin menoleh dan menatap pria itu dengan datar.


"Yang mulia ingin berbicara dengan anda." ucap pria itu menunjuk ke arah kereta kuda paling mewah dan besar.


"Ada urusan apa?" tanya Kevin dengan aura pembunuh yang samar samar terasa.


"Y-yang mulia menyuruh saya tadi tuan, saya tidak tau yang mulia bermaksud apa." jawab pria itu.


Kevin berjalan menghampiri kereta paling mewah di sana. Dia di ajak masuk kedalam dan terlihat di sana terdapat dua orang pemuda tampan dengan pakaian khas Kerajaan dan lima orang gadis cantik dengan pakaian khas Kerajaan serta sepasang suami-istri setengah baya sedang tersenyum menunggu kehadiran Kevin.


"Ada apa?" tanya Kevin datar.


'Aihh ku kira mantap! ternyata masih kalah jauh dengan nyonya besar!' ucap Kong kecewa melihat kelima gadis itu yang tepos walaupun bodynya jadi.


'Sudah ku bilang, Tania itu paling sempurna! cantik iya, imut iya, manis iya, jutek iya, pinter iya, galak iya, lembut iya, semua lengkap! paling penting masakannya lezatos kotos kotos!' ucap Kevin bangga.


"Terimakasih tuan, karena tuan kami tidak jadi di rampok dan di bunuh." ucap Raja Joy berterimakasih.


"Tidak perlu, aku hanya kebetulan lewat." ucap Kevin cuek mengibaskan tangannya.


"Kalau boleh, apakah tuan bersedia untuk mengawal kami?" tanya Raja Joy berharap di dalam hatinya.


"Kalian sudah ada banyak prajurit dan petualang tingkat tinggi, buat apa masih menyewa ku? lagian mana mungkin kalian mampu membayar ku dengan perjalanan yang sangat jauh ini!" ucap Kevin tersenyum sini.


'Bagus bos! sombong dikit gak dosa kok!' ucap Kong bangga.


"Siapa kau berani menatap meremeh ayahku!" ucap salah satu pemuda mengacungkan pedang di leher Kevin.


"Aku? aku hanya petualang biasa pangeran." ucap Kevin tersenyum menekan pedang pemuda itu.


Pranggg...


Seketika pedang tingkat S itu pecah berkeping-keping seperti kaca saat di tekan oleh Kevin.


"Aku pergi dulu, sampai jumpa!" ucap Kevin dingin lalu menghilang dari hadapan mereka.


"Kekuatan apa itu tadi!" teriak pemuda yang mengacungkan pedang kaget.


"Sudah, ayo kita lanjutkan perjalanan!" ucap Raja Joy.


Mereka pun lanjut berjalan dengan masih membayangkan kekejaman Kevin pada para bandit tadi.


Sedangkan Kevin, dia terus terbang dengan menunggangi Bombom yang terlihat sangat senang jika berpetualang begini.


"Kota terdekat di mana Bob?" tanya Kevin melihat kanan kiri tapi tidak ada tanda tanda kehidupan.


[Masih 20km lagi tuan]


"Percepat bom!" ucap Kevin.


Bombom mempercepat terbangnya, akhirnya Kevin sampai di sebuah kota kecil yang lumayan padat namun terlihat sangat sepi padahal masih jam 6 sore.


"Halo...." teriak Kevin masuk ke dalam gerbang menunggangi Bombom yang besarnya sudah sebesar mobil pajero.


"Mana orang-orang ini?" gumam Kevin menengok kanan kiri namun kosong tidak ada satu orang pun yang berlalu lalang.


'Janggal sekali tuan, perasaanku tidak enak.' ucap Dexter.


Saat menelusuri kota kecil yang sebenarnya lebih mirip sebuah desa yang belum tersentuh oleh alat modern itu, Kevin melihat seorang anak kecil yang berumur sekitar 5-7 tahun melambaikan tangan sambil tengok kanan kiri dengan wajah pucat.


"Di mana semua orang?" tanya Kevin menyuruh Bombom berubah menjadi kucing lalu berjalan mendekati bocil itu.


"Kita masuk dulu kak, di luar bahaya!" ucap anak kecil itu menyeret tangan Kevin masuk ke dalam rumah reot itu.


"Ada masalah apa di desa ini?" tanya Kevin dengan wajah serius.


"Begini kak, jadi setiap malam segerombolan Sekte aliran sesat akan datang untuk setidaknya membawa 5 anak kecil yang umurnya sekitar 10 tahun kebawah. Jadi para warga di desa ini memilih untuk mengurung diri sambil berdoa supaya anak mereka bukan gilirannya." ucap anak kecil itu.


(Mulai sekarang kita sebut perguruan itu Sekte ya ges!)


"Siapa namamu?" tanya Kevin menatap dari atas anak itu yang berawakan pendek, badan yang lumayan berisi, lumayan tampan, dan ada sebuah segel aneh di dalam tubuhnya.


"Namaku adalah Sammy kak." jawabnya tersenyum santai.


"Aku di teras sebentar, kau di sini saja jangan keluar." ucap Kevin beranjak pergi.


[Hahahaha....tuan dapat jekpot!]


'Hahahaha....seorang reinkarnasi dari Dewa Ares ternyata! aku tidak menyangka!' ucap Cooper tertawa lepas.


"Apa si blok!" ucap Kevin kesal mendengar ketidak jelasan mereka.


Kevin tidak mendengar penjelasan yang mudah di cerna tapi semakin berbelit belit, karena pusing, akhirnya dia menyalakan rokok dan berpura-pura tuli.


Bersambung.....