Sleeping Beauty Wants The Throne

Sleeping Beauty Wants The Throne
EPILOG



Luz mengikuti tempo langkah kaki bergema milik Alastair yang lumayan jauh di depannya. Mobil berjejer rapi di sekeliling, basement tersebut terlihat luas tak berujung sampai Luz menyerah. Wajahnya memerah. Tak sanggup mengejar lagi, akhirnya ia berteriak.


"Alastair!"


Pria yang dipanggil itu pun menoleh, lalu tersenyum lebar saat melihat Luz-nya yang cantik masih dalam balutan gaun pengantin. Berbanding terbalik dengan sang suami, Luz memberengut. Tubuhnya terasa remuk redam, namun Alastair terlihat seakan tidak peduli padanya bahkan sampai acara pernikahan selesai.


"Lelah? Mengapa tidak duduk saja?" ujar Alastair yang mengerti perasaan Luz dengan ekspresi masamnya itu.


Ia melangkah mendekat, menghampiri sang istri yang kini memutuskan duduk di lantai sebelum memastikan bahwa tidak ada satupun orang yang melihat ataupun mengarahkan kamera padanya. Wajar, pernikahan yang mereka selenggarakan berlangsung mewah di beberapa tempat. Di Roma, Italia. Dilanjutkan honeymoon yang rencananya akan pergi ke Bali, Indonesia. Dan selama itu juga, paparazzi tentu saja terus berada di mana-mana mengamati setiap gerak-gerik mereka sebagai judul berita terbaru; Pasangan Terpanas Bulan Ini!


"Air?"


Luz mengerjap. Baru menyadari bahwa sedari tadi Alastair membawa sebotol air minum. Tanpa meminta izin lebih lanjut, Luz mengambilnya. Membuka tutup botol lalu meneguk isinya sampai dahaganya hilang tidak bersisa.


Gaun pernikahan.


Warna putih.


Dan Luz duduk di lantai.


Bagus sekali.


Alastair geleng-geleng kepala. Merasa heran karena bisa-bisanya dia menyukai gadis serampangan —yang sialnya lucu— macam Luz ini.


"Apa?"


Satu kata. Namun Alastair tahu jika wanita di depannya ini sedang kesal karena tatapan Alastair barusan kepada dirinya.


Daripada berdebat, Alastair memutuskan menggeleng samar. "Tamu-tamu sudah pulang?"


"Sudah, hanya tersisa Ayah dan beberapa rekan kerjanya saja," jawab Luz seadanya.


"Kalau begitu tidak masalah jika kita pulang lebih dulu, kan?"


"Sebenarnya tidak masalah." Mata Luz bergerak resah. Ia kembali menambahkan, "Masalahnya di pintu depan paparazzi sedang bersiap dengan kamera dan microphone mereka. Apakah kita harus menunggu mereka bubar sendiri baru bisa pulang? Sungguh, aku benar-benar lelah sekadar ingin menjawab pertanyaan yang itu-itu saja," keluh Luz lesu.


"Kau menikah dengan orang yang tepat karena aku tahu bagaimana cara mengatasinya."


"Kita harus berganti pakaian. Lalu pulang lewat pintu belakang." Alastair menggenggam tangan istrinya erat. "Siap berpetualang bersama suamimu ini, Nyonya Miller?" lanjutnya disertai seringai geli.


"Tapi di pintu belakang hanya ada motor. Tidak ada mobil."


"Siapa bilang kita akan naik mobil?" balas Alastair, "Kita belum pernah mencoba benda beroda dua itu, kan? Kenapa tidak mencobanya sekali-kali."


"Apakah kau bisa mengendarainya?"


"Sangat meremehkan aku, ya. Begini-begini dulunya aku adalah penunggang kuda yang hebat."


Masalahnya, motor dan kuda itu sangat berbeda!


Kehabisan tenaga, Luz hanya bisa mengembuskan napas lelah saat Alastair menggendong tubuhnya menuju ruang ganti pakaian. Jika Alastair benar tidak bisa menggunakan motor, malam ini berarti adalah malam terakhir di mana dirinya bisa hidup dan bernapas bebas di dunia.


Siapapun itu, tolonglah nyawa Luz sekarang juga!


...END...


......................


Ekstra part belum meluncur, yaa. Ini masih epilog alias penutup. Tak terasa berbulan-bulan berlalu dan akhirnya kita sudah sampai di penghujung episode. Mereka sudah menikah lagi di dunia modern. Bagaimana menurut kalian? Apakah pernikahannya kurang mewah atau terkesan biasa-biasa saja?🤔


Ingat yaa, ini epilog. Sama seperti prolog berarti isinya memang lebih sedikit daripada episode biasa. Awas kalau ada yang protes tak lempar sayur asem ke mukamu🤣🔪


Apa aku perlu bikin cerita baru dengan tema yang berbeda atau yang isekai seperti ini lagi?


Konsep cerita selanjutnya sudah dibikin, cuma belum yakin. Mau publish pun juga ragu karena aku masih sibuk ngurusin persiapan SNMPTN untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sejak dini. Doain ya guys😇


Biar ga ketinggalan berita, mending follow aku dulu yuk. Biar makin semangat ini nulisnya haha


Ada kritik dan saran selama perjalanan SBWTT? Silakan tulis di bawah🙈


See u di extra part~