SeCret LoVe'S Princess

SeCret LoVe'S Princess
Hukuman Sang Raja



"Kenapa pelayan nya belum keluar dari tadi?" ucap salah satu pengawal kepada temannya.


"Iya, aku juga heran. sudah hampir dua jam dia didalam. kita tunggu tuan Macron saja."


"Jangan! lebih baik aku menyusul pelayanya didalam, mana tau ada sesuatu yang terjadi didalam."


"Tidak. kita akan dihukum oleh tuan Macron jika berani masuk kedalam kamar Pangeran. Aku akan mencari Tuan Macron dan memberitahunya.


Pengawal melangkahkan kakinya mencari Macron, dilihatnya Macron lagi sedang melatih beberapa prajurit baru. Macron melihat kedatangan pengawal yang diperintahkannya untuk menjaga kamar Pangeran langsung menghentikan gerakan.


"Hei, aku tinggal dulu. aku serahkan kepadamu untuk melatih prajurit ini. Macron meninggalkan temannya lalu menuju pengawal yang barusan datang.


"Ada apa?"


"Tuan, pelayan yang mengantarkan baju dan makanan, sampai sekarang belum keluar."


"Brengsek" Macron berjalan cepat diikuti pengawal menuju kamar Pangeran.


sesampainya dikamar pangeran, Macron dan 2 orang pengawal masuk kedalam kamar. untuk berjaga jaga jika ada sesuatu yang terjadi didalam. karena Macron sadar kemampunnya sendiri tidak sebanding dengan Aya. Saat mereka membuka pintu kamar mereka melihat pelayan diikat disudut kamar sementara Aya sedang merangkak manjat menuju jendeala kamar untuk masuk.


Macron terkejut melihat Aya masuk lewat jendela.


"Kamu....


"Ga perlu melihat ku begitu, nanti mata kalian bisa keluar. Aku hanya ingin mencari udara segar. Daripada kalian mengurusiku lebih baik kalian urus pangeran kalian yang kesulitan berjalan di ruang bawah tanah sana. Aya melangkah kakinya menuju pelayan dan membuka ikatannya."


"Maaf." Ucap Aya tersenyum kepada pelayan.


"Macron yang mendengarnkan ucapan Aya, langsung berlari menuju ruangan bawah tanah, didalam ingatannya dia ingat kalau Raja dan Ratu memanggil Pangeran tadi pagi. "Apa Raja marah kepada pangeran karena lari dari perjodohan?" tapi biasanya Raja tidak pernah main tangan sama Pangeran.


"Pangeran.....! Macron terkejut melihat kondisi Fathur yang keluar dari pintu ruang bawah tanah.


Macron melihat pakaian pangeran ada bercak bercak darah dan berjalan sempoyongan menahan kesakitan.


"Macron... bagaimana kamu tahu aku disini?"


"Gadis gaun merah itu yang memberi tau saya." Macron langsung membantu Fathur berjalan.


"Apa dia sudah kembali ke kamar, kita harus secepatnya mengeluarkan dia dari sini. harusnya aku tidak membawa dia ke istana. jika Alexa tau. ia akan salah paham, lalu membunuh gadis itu.


"Iya pangeran, mata mata Alexa sangat banyak diistana ini. mereka akan berfikir gadis itu adalah kekasih anda."


Fathur berjalan melawati lorong istana, pelayan dan beberapa prajurit yang melewati Fathur menundukkan kepalanya.


"Apa yang terjadi dengan pangeran." beberapa pelayan terlihat menggosip.


"Sepertinya pangeran dihukum karena menghilang disaat acara perjodohannya dengan Putri Liana."


Macron yang melihat mereka berbisik bisik, langsung menatap dengan tajam. lalu pelayanpun langsung bubar. Macron dan Fathur pun tiba di istana kecil milik Pangeran. Istana di kerajaan Andromela ada 4 bagian. untuk Raja di Istana utama, sementara Ratu, Pangeran Fathur dan Pangeran Zein anak dari Ratu Alexa mereka memiliki ruangan dan pengawal sendiri letaknya masing masing bersebelahan.


"Pengawal, jaga ruangan ini. Jangan berikan siapapun masuk kecuali Raja. Kalian semua tunggu dilantai bawah. Jangan ada satupun yang naik kelantai atas kecuali dipanggil, ucap Macron.


"Baik.. tuan." ucap semua pelayan, pengawal dan beberapa prajurit.


"Kamu, jangan pergi." seorang pelayan wanita bernama Rinde menghentikan langkahnya mendengar panggilan dari Macron.


"Panggil tabib Murf kesini. Rinde pelayan yang diikat oleh Aya tadi mengangguk dengan cepat.


Aya yang mendengar suara bariton khas sedang memberi perintah lalu terdengar langkah langkah kaki menuju lantai bawah. ia pun memutuskan untuk keluar dan mengintip.


Tabib yang dipanggilpun datang dengan terburu buru. saat ia naik kelantai atas. ia langsung melihat punggung pangeran yang sedang berbaring dalam keadaan telungkup.


"Masuk tuan Murf. Murf pun yang melihat luka itu langsung membuat ramuan untuk dioles ketubuh pangeran.


Aaaacccch..... jeritan kesakitan keluar dari mulut Fathur disaat obat itu diolesi oleh tabib. Macron yang melihatpun merasa iba.


" Hentikan tabib, apa tidak ada ramuan lain."


"Ramuan ini paling bagus untuk menyembuhkan luka tuan, rasa perih ini dikarenakan kulit pangeran sudah terkoyak. jadi luka nya sudah sampai kedalam."


"Biarkan dia istirahat dulu, sekitar setengah jam untuk mengembalikan energinya.


"Tidak apa apa Macron. Lanjutkan saja, aku sanggup." jawab pangeran.


Aya yang dari tadi mengintip sejak mendengar jeritan Fathur pertama, merasa iba melihatnya.


aaaaaaaaaaaaccch.....tabib kembali mengolesi obat, hingga membuat Fathur merubah posisi kepalanya miring menghadap kamar. spontan saja membuat mata Aya dan Fathur saling bertatapan. Fathur yang merasa malu, langsung menyuruh tabib menghentikannya dan turun kebawah dulu. karena Fathur tidak mau ada yang tau Aya ada di tempatnya kecuali orang kepercayaannya. tabib pun menghentikan aktivitasnya dan turun kebawah.


Aya yang melihat tabib turun kebawah, berjalan menuju pembaringan Fathur.


"Kenapa kamu mengintipku? apa kamu ingin menatap tubuh pria yang sedang bertelanjang dada, ucap Fathur. Macronpun langsung menoleh kearah kamar, lalu dilihatnya Aya berdiri disebalik pintu.


Ayapun yang sudah ketahuan ngintip menampakkan wajahnya. lalu dia menghampiri Fathur.


"Aku hanya ingin melihat seorang pangeran terluka saja, aku fikir seorang pangeran tidak pernah disiksa oleh bawahannya. ternyata aku salah.


"berhenti. kamu tetap dikamar saja". macron menghadang Aya.


"Biarkan saja dia Macron."


Aya mendekati tubuh Fathur lalu melihat lukanya. lukamu terlalu dalam. kamu harus meminta tabib itu untuk membuat minuman dari ramuan Radix Notoginishing, tumbuhan itu hanya tumbuh didaerah tertentu.


Macron memperhatikan gerakan tubuh Aya,. Aya brbicara sambil melakukan sebuah gerakan kecil sedangkan mulutnya terlihat sedang berkomat kamit mengucapkan sesuatu, namun tidak terdengar oleh Macron. Lalu keluar sebuah cahaya dari tangan Aya bewarna merah berbentuk bola kecil, cahaya tersebut berjalan diatas punggung Fathur mengikuti bentuk bentuk luka sayatan. Fathur merasakan seluruh tubuhnya dingin. dan kemudian punggung Fathurpun kembali kebentuk semula. Macron yang melihatnya langsung takjub.


"Siapa wanita ini?" sepertinya dia bukan manusia biasa.


Aya berlalu pergi menuju kamar, untuk bersiap kembali pulang.


Fathur yang masih belum menyadari punggungnya kembali sediakala. langsung memerintahkan Macron untuk memanggil tabib.


"Pangeran, sebelum saya memberi perintah kepada tabib untuk naik keatas ada baiknya anda menggunakan pakaian anda. biar tidak ada salah paham."


"kenapa saya harus menggunakan pakaian saya, luka saya masih sakit."


"Tapi pangeran, punggung anda sudah mulus seperti sedia kala."


"BENARKAH.....!" Fathur langsung duduk dan meraba raba punggungnya. mulutnya menganga tidak percaya.


"Ya sudah suruh aja tabib itu pulang."


"Jangan tuan, bukankah gadis gaun merah itu berpesan kepada anda untuk meminta tabib membuat sebuah ramuan, untuk memgobati luka dalam anda?" dari luar luka anda sudah sembuh. tapi luka dalam ada belum diobati.


"Baiklah, perintahkan tabib Murf untuk membuatkan saya ramuan itu!


Bersambung.... jangan lupa like, coment n subscribe ya.... mohon dukungannya....😘😘😘😘