SeCret LoVe'S Princess

SeCret LoVe'S Princess
Selena Membuka rahasia Aya



"LENA...!" teriak pangeran Zein dihadapan Aya. Aya yang ada dihadapan pangeran Zein kaget mendengar suara teriakan Selena.


"Apa yang sedang kamu lakukan pangeran? Aku tidak mengenalinya!" Ucap Aya sambil menahan amarahnya.


"Aku hanya ingin menyapanya, sudah lama sekali aku tidak melihatnya! Selena mantan orangku. Kenapa kamu begitu marah?" ucap pangeran Zein santai namun hatinya merasa senang karena berhasil membuat tubuh mungil yang ada dihadapannya kini menjadi gelisah dan panik.


"Oh, Kalau begitu aku pamit dulu keatas. Aku tidak ingin mengganggu anda." ucap Aya agar tidak berhadapan dengan Selena.


"Tidak. Kamu tetap disini. Aku akan memanggilnya sekali lagi. Sepertinya dia tidak mendengarkanku. Aku ingin mengenalimu kepadanya." ucap pangeran Zein.


"Tidak perlu. Aku bukan orang penting untuk kamu kenali." ucap Aya dengan cepat namun pangeran Zein tidak menggubrisnya.


"LENA....... LENA......." teriak pangeran Zein. Selena pun menoleh kearah seseorang yang memanggilnya. Dirinya sangat mengenali panggilan Lena itu dari siapa. Dalam hitungan detik dirinya sudah tiba dihadapan pangeran Zein dan juga Aya. Aya menundukkan pandangannya agar tidak langsung menatap sang penyihir.


"Selamat malam nona cantik." ucap pangeran Zein sambil berdiri dan melepaskan penutup wajahnya. Pangeran Zein mempersilakan Selena duduk dengan sangat elegan. Ia menarik sebuah kursi untuk diduduki oleh Selena.


"Ternyata kamu. Sang pangeran terbuang. Ha.ha.ha...." Selena tertawa keras melihat pria yang berada dihadapannya.


"Benar. Kamu tidak salah. Aku Zein. Pangeran yang terbuang. Apa kabar dirimu nona cantik?"


"Hemh. Aku seperti biasanya." ucap Selena sambil membuang pandangannya melihat ke sosok gadis yang sedang duduk disamping pangeran Zein yang sedang menunduk lalu Selena kembali fokus kepada pangeran Zein.


"Bagaimana kabar ratu Alexa?" ucap Selena penasaran.


"Seperti biasa dalam keadaan sehat."


"Aku tidak bisa berlama lama. Aku punya urusan." Selena bangun dari duduknya dan tanpa sengaja matanya bertemu dengan manik mata Aya.


"Putri Carraya..." lirih Selena namun masih tetap terdengar oleh pangeran Zein.


Selena memperhatikan Aya dengan tatapan tajam kemudian tanpa diminta Selena kembali duduk dikursi yang ia duduki.


"Siapa gadis itu sobat? Selena menatap manik mata pangeran sambil menunggu jawaban pangeran Zein.


"Pengganti dirimu. Aku sulit mencari orang yang hebat sepertimu. Apa kamu mengenalinya?"


"Aku bertanya namanya dan dari mana ia berasal?"


Selena tidak melepaskan tatapan matanya kepada Aya namun berbeda dengan Aya. Ia lebih memilih untuk bersikap tenang dan tidak membalas tatapan Selena namun hatinya kini sangat gelisah.


"Ha... ha... Kenapa kamu menginterogasiku Lena? Apa kamu yakin aku akan memberimu jawabannya.


Bukankah kamu harus menjawab pertanyaanku dahulu. Apa kamu lupa siapa aku?"


Selena menatap pangeran Zein yang meneguk minuman sambil menyantap makanan yang ada diatas meja. "Aku tidak akan mendapatkan jawaban jika aku tidak menjawab pertanyaanya. Dia bukan pria yang bodoh." batin Selena.


Sementara itu Aya yang masih menggunakan penutup wajah menggigit bibirnya dengan kuat. Dirinya berdebar menunggu jawaban pangeran Zein dan juga Selena. "Argh, kenapa aku mesti berada disituasi seperti ini?" Aya menggenggam tangannya dengan kuat.


"Matanya mirip dengan seseorang yang sangat kukenal."


"Siapakah itu? Jika ciri ciri dan nama yang kamu sebut benar. Aku akan membuka penutup wajahnya." ucap pangeran Zein santai sambil bersandar dikursi yang ia duduki.


"Aku tidak ingin penutup wajahnya dibuka. Aku ingin wanita itu diserahkan padaku. Bagaimana? Apakah setuju." Selena menatap tajam kearah pamgeran Zein. Pangeran Zein memandang Aya dan kini manik mata mereka berdua saling bertatatpan.


"Baiklah." ucap pangeran Zein. Jawaban pangeran Zein membuat Aya menjadi semakin panik.


"Apa kamu yakin?"


Selena menatap Aya sekali lagi. Selena sedikit ragu karena dirinya bertemu Aya disaat malam hari ditambah lagi gadis yang ada didekatnya kini menggunakan penutup wajah.


Disaat mereka sedang hanyut dengan fikirannya masing masing datang pelayan pria menghampiri di meja yang mereka duduki.


"Ini pesanan nona Eyna yang dibatalkan."ucap pelayan tersebut lalu berlalu pergi. Pangeran Zein dan Selena pun memandang kearah Aya. pangeran Zein tidak tahu kalau Aya memberikan sebuah nama samaran kepada pelayan tersebut.


"Hm, ternyata dia sangat picik." batin pangeran Zein.


"Eyna... Eyna...! Heh, Apa kamu yakin gadis tersebut memiliki nama Eyna?" Selena menatap kedalam manik mata Aya yang sedang berusaha tenang.


"Menurutmu? Wanita ini sudah lama berada diistana. Dahulu ia bekerja dengan pangeran Fathur dan kini ia bekerja bersamaku."


"Ha.ha.ha... Kamu selalu saja suka menggunakan bekas pangeran Fathur?"


"Tidak semuanya Selena. Kamu tahu aku pintar melihat mana yang terbaik. Kembali ke topik kita apakah wanita ini orangmu?


"Sepertinya tidak." ucap Selena santai.


"Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya Selena. Kamu tahu aku tidak suka pembicaraan yang tidak jelas."


"Aku hanya penasaran wanita yang ada bersamamu apakah sama dengan seseorang yang sangat kukenali." ucap Selena lalu beranjak pergi.


Namun disaat kakinya belum melangkah jauh Selena teringat akan sesuatu. Iapun kemudian kembali menuju dimana pangeran Zein dan Aya berada.


"Lena,, Apa ada yang tinggal?"


"Tidak. Namun aku lupa menyampaikan sesuatu yang penting. Jika ada seorang wanita yang berparas cantik dan memiliki sihir yang sangat hebat. Kamu harus hati hati padanya. Aku tidak tahu apakah dia sudah berhasil masuk ke istana atau tidak namun tidak mungkin dia berhasil masuk bukankah istana raja Abraham masih disegel dengan kekuatan sihir."


"Kenapa aku harus berhati hati?"


"Karena dia adalah wanita yang sangat picik. Dia bisa menipu dengan parasnya yang cantik."


"Apakah yang kamu maksud wanita itu adalah seseorang yang kamu kenal. Putri Carraya yang kamu sebut tadi? Apakah dia adalah muridmu?


"Hem... Sepertinya kamu tertarik dengan cerita wanita itu pangeran Zein atau kamu sedang menyelidiki sesuatu." ucap Selena penuh selidik.


"Bisa jadi ya dan bisa jadi juga tidak. Aku belum mendengar seseorang yang bernama putri Carraya dilingkunganku atau apakah dia menggunakan nama samaran?"


"Ha.. ha.. ha.. Kamu harus bertukar informasi denganku jika kamu ingin mengetahui semuanya. Kamu tahu aku tidak suka yang gratis. Jika kamu tertarik dengan gadis itu. Kamu bisa mencariku ditempat biasa." ucap Selena berlalu pergi kemudian sekilas melihat kearah Aya yang sekarang kelihatan sedikit pucat.


"Aku harus mencari tahu siapa gadis yang bernama Eyna itu?" gumam Selena keluar dari penginapan untuk melanjutkan perjalanannya.


Aya menarik nafasnya dan memejamkan matanya untuk menutupi segala kegelisahan tanpa ia sadari pangeran Zein sedang melihat kearah Aya.


"Putri Carraya apa kamu baik baik saja?" ucap pangeran Zein melihat kearah Aya sambil menopang wajahnya dengan tangan kanan.


"Iya. Aku baik baik saja!" ucap Aya spontan.


"Ha...ha...ha... Apa kamu putri Carraya?" ucap pangeran Zein dengan menggoda.


"Oh tidak. Maafkan saya pangeran. Saya tidak fokus. Saya asal jawab." Aya menjadi salah tingkah.